Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Polda Metro Jaya Tegaskan Tidak Keluarkan Ijin Aksi Reuni 212

Published

on

Rabu, 1 Desember 2021 14:14 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya dalam hal ini sebagai penanggung jawab keamanan ibukota tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 apabila dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya khususnya di patung kuda.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan S.I.K., M.Si. di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Menurut Kombes Zulpan, Polda Metro Jaya tidak memberikan izin ini sejalan dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh satgas Covid-19 Provinsi DKI yang sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa satgas Covid-19 provinsi DKI tidak merekomendasikan kegiatan tersebut.

“Ini untuk diketahui, jadi ini juga yang menjadi dasar daripada Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin terhadap kegiatan reuni 212 yang dilakukan dii patung kuda maupun di wilayah hukum Polda Metro Jaya,”kata Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan beranggapan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang bersifat menciptakan kerumunan dan ini tentunya sesuatu yang bertentangan dengan aturan dan ketentuan protokol kesehatan ataupun situasi Covid-19, dimana kita tidak dibenarkan untuk melakukan kerumunan dalam jumlah yang banyak.

Menurut Kombes Zulpan, Polda Metro Jaya dalam hal ini bertugas untuk menjaga ketertiban berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Utamanya adalah untuk kepentingan masyarakat hal ini dilakukan juga dengan prinsip-prinsip kepolisian yaitu sebagimana  dilakukan dengan langkah-langkah pencegahan.

Lebih lanjut Kombes Zulpan menjelaskan bahwa keselamatan masyarakat atau rakyat adalah yang utama, ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip komunikasi dan bagaimana pencegahan adalah hal yang utama jadi kita mencegah jangan sampai terjadi kerumunan daripada masyarakat yang nanti bisa menjadi sesuatu yang berakibat kurang baik khususnya terkait dengan penularan Covid-19.

Kemudian menjawab pertanyaan teman-teman bagaimana seandainya mereka tetap melaksanakan kegiatan itu?

Kabid Humas menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak mendapat izin, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, maka kemudian apabila ada pihak-pihak yang memaksakan juga untuk melakukan kegiatan maka kita akan menerapkan ketentuan hukum yang berlaku. Kepada mereka-mereka yang memaksakan,  akan dipersangkakan dengan tindak pidana yang ada di KUHP khususnya pasal 212 dan 218 KUHP.

“Sebagaimana disampaikan tadi bahwa Polda Metro Jaya sebagai aparat keamanan tidak memberikan izin, jadi kepada mereka yang memaksakan diri maka akan kita berikan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” imbuh Kabid Humas.

Kepada masyarakat saya berharap tentunya harus mematuhi Undang-Undang yang menyatakan bahwa setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan Kesehatan, kepada siapa pun yang menghalang-halangi tentunya dapat dikenakan sanksi hukuman.

Kami harapkan juga kepada penyelenggara untuk bisa mematuhi ketentuan hukum yang berlaku demi keamanan dan keselamatan semua masyarakat kita dari situasi pandemi Covid yang kita tidak harapkan terjadi nanti ya gelombang ke-3 ini tentunya kita tidak inginkan” imbau Kabid Humas.

 

“Demikian pernyataan yang dapat disampaikan terkait dengan aksi Reuni 212 sehingga diharapkan ini juga menjadi pencerahan bagi semua masyarakat,” pungkas Kabid Humas.

7. BIDANG HUMAS

Sambut Hari Pramuka ke – 61 tahun 2022, Wakapolda Pimpin Apel Besar Saka Bhayangkara di Polda Metro Jaya

Published

on

By

Selasa, 9 Agustus 2022 12:05 WIB

TBNews PMJ – Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo memimpin Apel Besar Saka Bhayangkara Polda Metro Jaya di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (9/8/2022). Apel Besar Saka Bhayangkara Polda Metro Jaya dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pramuka ke-61 dan Jambore Nasional Pramuka tahun 2022.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Kak Isnawa Aji, sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Kwarda DKI Jakarta, Kak Triadi sebagai Sekretaris Kwarda DKI Jakarta dan Kombes Pol Purn . Zarkasih sebagai Kapusdiklat Kwarda DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakapolda Metro Jaya mengatakan Polri sebagai wujud representatif negara, dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, pada kenyataannya terdapat rasio perbandingan jumlah penduduk dan anggota kepolisian, masih terdapat perbedaan jumlah yang terlampau jauh, sehingga Polri tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sinergitas dari masyarakat.

Oleh karena itu, kata Wakapolda, Polri dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka membentuk Satuan Karya Pramuka Bhayangkara (Saka Bhayangkara) yang merupakan wadah untuk memupuk, membina, mengembangkan dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saka Bhayangkara bertujuan untuk membentuk gerenasi muda yang berkarakter, sehingga dapat terbentuk kemampuan pribadi (personal skill) dan kemampuan hidup (life skill),” ujar Brigjen Hendro Pandowo.

“Nantinya, mereka dapat menjadi solusi penyelesaian kerawanan sosial di tengah-tengah masyarakat, membantu tugas-tugas kepolisian, menjadi tutor sebaya dalam mensosiali sasikan bahaya narkoba dan pergaulan bebas, menjadi perpanjangan mata polri dalam rangka memonitor kerawanan sosial dan kriminalitas di masyarakat serta ikut membangun masyarakat dan menjaga kedaulatan bangsa dan negara,” lanjut Wakapolda.

Diakhir sambutannya, Wakapolda mengucapkan selamat Hari Pramuka ke – 61 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2022 dengan tema “Mengabdi Tanpa Batas Untuk Membangun Ketangguhan Bangsa”.

“Semoga Pramuka khususnya Saka Bhayangkara Daerah Metro Jaya semakin kreatif, inovatif sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Wakapolda.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Masjid Baitul Huda, Komplek Bukit Kencana, Pondok Gede, Kota Bekasi menjadi sasaran Program SULING Polda Metro Jaya

Published

on

By

Kamis, 28 Juli 2022 10:10 WIB

TBNews PMJ – Masjid Baitul Huda, di Komplek Bukit Kencana, Jalan Bahagia II Blok I No.8, Pondok Gede, Kota Bekasi, menjadi sasaran kegiatan SULING (Subuh Keliling) Direktorat Binmas Polda Metro Jaya, Rabu (27/7/2022) pukul 04.00 WIB.

Direktorat Binmas Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Program SULING (Subuh Keliling) kegiatan yang dilaksanakan selain Sholat Subuh Berjamaah dan Tausyiah juga memberikan bantuan dari Kapolda Metro Jaya berupa Al-Quran dan Sembako.

Dalam sambutannya, Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya mengucapkan terima kasih kepada DKM, Ketua RW, Bapak SekKel dan jamaah telah mengizinkan kegiatan Sholat Subuh Berjamaah. Kombes Badya mengatakan kegiatan Sholat subuh keliling ini menjadi salah satu Program Polri menuju Polri yang Presisi.

“Subuh Keliling ini merupakan Program Bapak Kapolda Metro Jaya agar Polisi lebih dekat dengan masyarakat,” kata Kombes Badya.

Dalam kesempatan itu, Kombes Badya juga menyampaikan beberapa penyuluhan antara lain Pancasila merupakan Ideologi Bangsa Indonesia; Fenomena Citayam Fashion Week agar anak-anak jamaah tetap diperhatikan supaya tidak terlibat hal-hal yang tidak baik; Mengajak warga masyarakat agar terus istiqomah dalam melaksanakan Solat Subuh berjamaah. Kombes Badya juga berterimakasih kepada para jamaah yang telah melaksanakan Protokol Kesehatan 5M saat sholat berjamaah dimasjid.

Dalam kegiatan SULING ini selain dihadiri oleh Direktur Binmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Badya Wijaya, S.H., M.H. juga dihadiri oleh AKBP Sujanto, S.Pd., MAP. selaku Kasubdit Bintibsos; Ir. H. Abdul Hanam selaku Ketua DKM Masjid Baitul Huda; AKBP Dr. Ali Yusron selaku Pengurus Masjid Baitul Huda; KH. Khoirul Huda Mursyid selaku Ketua MUI Kec. Pondok Gede; KH. Isyak selaku Ketua PCNU Kec. Pondok Gede; Ust. H. Murodih selaku Ketua MDI Kec. Pondok Gede; KH. Abdul Jawaz selaku Ketua Forsila Pondok Gede; Ust. H. Ahmda Fauzi selaku Kepala KUA Pondok Gede; AKP Sunowo Hard selaku Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota; Iptu Yanu Tri selaku Kanit Binmas Polsek Pondok Gede; Aipda Sapto Aji selakuBhabinkamtibmas Kecamatan Pondok Gede, Kelurahan Jati Makmur; Bapak Purwanto selaku Ketua RW 16; Pokdarkamtibmas Polsek Pondok Gede danJamaah Sholat Subuh lebih kurang 120 jamaah.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Penyidik Polda Metro Jaya Tetapkan Roy Suryo Sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama Terkait Meme Patung Buddha Mirip Jokowi

Published

on

By

Jumat, 22 Juli 2022 15:00 WIB

TBNews PMJ – Polisi menetapkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, sebagai tersangka kasus penistaan agama terkait kasus unggahan meme stupa Candi Borobobudur mirip Presiden Joko Widodo. pada Jumat (22/7/2022).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan berujar, setelah melakukan serangkaian penyidikan, penyidik menetapkan Roy Suryo sebagai tersangka.

“Iya benar tersangka,” ujar Kombes Zulpan saat dikonfirmasi, Jumat (22/7/2022).

Saat ini, kata Kombes Zulpan, Roy Suryo sudah berada di Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus unggahan meme Patung Sang Buddha yang diedit mirip wajah Presiden RI Joko Widodo.

“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan dengan status sebagai tersangka,” kata Kombes Zulpan.

Namun, Kombes Zulpan belum dapat memastikan apakah Roy Suryo akan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Untuk ditahan atau tidaknya nanti akan kami update, sekarang masih menjalani pemeriksaan,” ucap Kombes Zulpan.

Roy Suryo sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor pada Kamis (14/7/2022).

Saat itu, Roy menjalani pemeriksaan perdana dalam rangka penyidikan dugaan kasus penisataan agama yang menjeratnya.

Sebagai informasi, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kasus unggahan meme patung di Candi Borobudur yang diedit mirip wajah Jokowi telah naik ke tahap penyidikan.

Adapun unggahan itu sempat viral dan diunggah ulang oleh Roy Suryo dalam akun Twitter @KRMTRoySUryo2. “Statusnya dari proses penyelidikannya sudah dilakukan ditingkatkan penyidikan,” kata Irjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Irjen Dedi menyebutkan, perkara tersebut akan ditangani Polda Metro Jaya. Sebab, laporan yang diterima pihak Bareskrim terkait unggahan yang dibuat Roy Suryo itu telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Dalam kasus ini, Bareskrim telah memeriksa sejumlah ahli.

“Tadi malam berkas perkara yang dilaksanakan oleh Bareskrim sudah dilimpahkan ke Polda Metro. Jadi Polda Metro yang akan menangani terkait menyangkut masalah laporan perkara RS (Roy Suryo),” ucap Irjen Dedi.

Terpisah, Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, ada dua laporan terkait dugaan kasus penistaan agama melibatkan nama Roy Suryo yang ditangani Polda Metro Jaya.

“Ini berdasarkan laporan pada 20 Juni 2022, di mana pelapor atas nama Kurniawan Santoso dan terlapor atas nama Roy Suryo,” ungkapKombes Zulpan.

“Kemudian, laporan yang dilaporkan di Bareskrim oleh saudara Kevin Wu pada 20 juni 2022 terhitung hari ini telah dilimpahkan Polda Metro Jaya,” sambung dia.

Adapun Kurniawan Santoso melaporkan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya pada 20 Juni 2022 karena Roy turut mengunggah meme tersebut. Kuasa hukum Kurniawan, Herna Sutana, mengatakan bahwa meme yang diunggah ulang oleh Roy Suryo adalah editan gambar Patung Siddhartha Gautama atau dikenal sebagai Sang Buddha.

Dalam unggahannya, Roy Suryo dianggap melecehkan dan mengolok-olok Patung Sang Buddha karena mengunggah ulang gambar tersebut disertai kata “lucu” dan “ambyar”.

“Kalimat yang dia tambahkan adalah ‘lucu hehehe ambyar’. Itu bahasa yang sangat melecehkan,” ucap Herna saat itu.

“Dia tahu bahwa itu diedit, dia tahu bahwa itu simbol agama yang sangat sakral buat kami, dia tahu diubah, tapi ditertawakan,” sambung Herna.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News