Connect with us

17. DITRESKRIMSUS

Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Penipu yang Jual Tabung Oksigen di Medsos

Published

on

TribrataNews PMJ — Petugas Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap komplotan pelaku penipuan tabung oksigen yang dipasarkan lewat media sosial.

“Kita tahu banyak masyarakat yang merasa sulit menemukan tabung oksigen, kemudian ada tiga orang manfaatkan momen, mendapatkan keuntungan dengan menawarkan tabung oksigen melalui media sosial, tetapi uang sudah ditransfer tapi barangnya tidak ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers, Jumat (9/7/2021).

Komplotan pelaku terdiri dari tiga orang. Mereka mempromosikan bisnis tabung oksigen gadungan melalui akun instagram @umina_collection9.

Mereka adalah ATKG alias AW, SA alias A dan AS alias S. ATKG merupakan pemilik dari akun instagtam @umina_collection99.

“Kedua, inisial SA alias A. Dia adalah pengguna dan penguasa rekening penampung, jadi kalau ada yang beli itu masuk ke rekening SA alias A,” kata Kombes Yusri.

Sementara itu, AS adalah penyedia rekening tersebut. Ketiga pelaku merupakan warga Sulawesi Selatan. Mereka telah dijemput oleh anggota Polda Metro Jaya dan dibawa ke Jakarta.

“Tiga tersangka kami jemput langsung ke sana, kami sama dengan Polda dan Polres setempat untuk langsung membawa tersangka ke sini, kemanapun tersangka akan kami kejar,” kata Kombes Yusri.

Ketiga pelaku ditangkap setelah sebelumnya kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial. Para pelaku disangkakan pasal berlapis, yakni pasal 28 ayat 1 Undang-Undang nomor 19 perubahan dari Undang-Undan no. 11 ITE atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, serta Pasal 8 ayat 1, Pasal 45A ayat 1 KUHP.

Yusri mengingatkan masyarakat untuk jangan sekali-kali melakukan hal serupa. Pasalnya, tabung oksigen kini menjadi barang yang dibutuhkan banyak orang. “Tolong stop! Jangan menyusahkan masyarakat, jangan cari keuntungan saat masyarakat sedang susah,” tandas Kombes Yusri.

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pencurian ATM Modus Skimming.

Published

on

By

Rabu, 15 September 2021

TribrataNews PMJ — Petugas Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar sindikat pencurian ATM dengan modus skimming. Dua warga negara asing dan satu orang WNI yang terlibat berhasil ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan kasus ini terungkap setelah pihaknya mendalami laporan dari salah satu bank milik BUMN pada September 2021.

“Korbannya adalah salah satu bank BUMN. Ini berawal sekitar September lalu terdapat beberapa nasabah bank BUMN yang menyanggah adanya transaksi di rekeningnya,” kata Kombes Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Hasil pengecekan CCTV, kata Kombes Yusri, ternyata transaksi tersebut tidak dilakukan oleh nasabah sendiri tetapi oleh orang lain. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya hingga 3 tersangka ditangkap polisi.

“Tim melakukan pendalaman, penyidikan berhasil mengamankan awalnya 2 orang; 1 WN Rusia, yang satu WN Belanda dan ketiga RW (WNI),” imbuhnya.

Ketiga tersangka adalah Vladimir Kasarski (WN Rusia), Nikolay Georgiev (WN Belanda) dan Rudy Wahyu (WNI).

Tersangka Kasarski dan Georgiev ditangkap di SPBU Tambun Selatan, Bekasi pada 10 September 2021, sedangkan tersangka Rudy Wahyu ditangkap di Rawa Lumbu, Kota Bekasi, 12 September 2021.

“VK (Vladimir Kasarski) mengaku sudah 1 tahun di Indonesia, kerjaannya guide tour yang bawa turis asing ke Bali dan Jawa. NG (Nikolay Georgiev) pengakuannya sudah 4 bulan lebih di Indonesia, yang mengajak ke Indonesia ini VK,” jelas Kombes Yusri.

Lebih lanjut, Kombes Yusri menjelaskan, sindikat ini melakukan pencurian uang nasabah dengan modus skimming. Skimming adalah pencurian informasi kartu kredit/debit nasabah dengan menggunakan alat khusus skimmer. Data nasabah ini kemudian diduplikasi dengan menggunakan blind card (kartu kosong).

“Modusnya adalah yang bersangkutan menggunakan blind card, karena ini sindikat tetapi ini sindikat terakhirnya, karena masih ada sindikat di atasnya,” ujarnya.

Para tersangka kemudian melakukan transaksi penarikan tunai melalui ATM dengan menggunakan kartu kosong tadi. Selanjutnya mereka mengirimkan sebagian uang hasil skimming ke jaringan di atasnya.

“Jadi nasabah akan ambil uang di ATM, jadi dengan sendirinya dengan alat tersebut, skimmer, data-data nasabah tersebut bisa dicuri, diduplikasi ke kartu kosong,” ujarnya.

Kombes Yusri mengatakan, ketiga tersangka ini merupakan sindikat terakhir. Di atas mereka masih ada sindikat yang lebih besar.

“Yang tiga ini sindikat terakhir yang tugasnya adalah mereka yang mengambil uang di ATM kemudian mentransfer dengan dipotong jatah di atasnya berdasar perintah di atas,” imbuhnya.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Jual Sertifikat Vaksin Ilegal, Polda Metro Jaya Tangkap Pegawai Kelurahan

Published

on

By

Jumat, 3 September 2021

TribrataNews PMJ — Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap dua orang pelaku akses ilegal aplikasi Peduli Lindungi untuk diperjualbelikan tanpa harus melakukan vaksinasi Covid-19 sesuai prosedur. Salah satu pelaku merupakan salah satu pegawai kelurahan di Muara Karang, Penjaringan Jakarta Utara.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Fadil Imran mengatakan, dua orang yang melakukan ilegal akses tersebut adalah FH dan HH. Keduanya memanfaatkan situasi dengan jual beli sertifikat vaksin.

Tersangka FH bertugas memasarkan jasa jual beli vaksin sementara HH bertugas melakukan pembuatan vaksinasi.

“Pelaku yang ditangkap ini memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksin mendapat di pergunakan untuk melakukan perjalanan maupun kunjungan ke tempat yang mewajibkan menggunakan plat form Peduli Lindungi yang dipersyaratkan pemerintah,” kata Kapolda di Polda metro Jaya, Jumat (3/9/2021).

Kedua melakukan tindak pidana ilegal akses ini atau pencurian data elektronik ini diatur dalam pasal 30 dan pasal 32 UU NO 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tengang transaksi informasi elektronik.

“Modus operandi adalah pelaku memiliki akses ke data kependudukan. Pelaku memiliki akses lalu kemudian bekerjasama dengan rekannya untuk menjual kepada publik,” tutur Kapolda.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Tangkap Richard Lee Terkait Akses Ilegal Akun Instagram

Published

on

By

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya meluruskan penangkapan terhadap dr Richard Lee (RL). dr Richard Lee ditangkap bukan terkait pencemaran nama baik terhadap Kartika Putri, melainkan terkait akses ilegal terhadap akun Instagram yang telah disita oleh pengadilan.

“Ini terjadi ilegal akses dan pencurian oleh seseorang, kemudian dilakukan lidik dan sidik oleh penyidik. Berdasarkan lidik ternyata yang lakukan ilegal akses dan pencurian akun di barbuk penyidk ini dilakukan sendiri oleh RL,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Adapun, penyitaan akun Instagram Richard Lee ini dilakukan terkait penyidikan kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Kartika Putri. Dalam kasus ini, polisi masih mengupayakan mediasi dan selama proses penyidikan itu akun Instagram Richard Lee disita penyidik.

Penyitaan akun Instagram  dalam artian, email, password, user ID yang berkaitan dengan akun Instagram sudah dikuasai oleh penyidik. Richard Lee diduga mengakses secara ilegal akun Instagramnya yang dalam status penyitaan itu untuk endorse.

RL ditangkap pada Rabu (11/8/2021) kemarin di rumahnya di Palembang. Dia dijemput paksa oleh tim yang dipimpin Kanit II Subdit Siber Polda Metro Jaya AKP Charles.

Penangkapan itu disaksikan oleh keluarga, sekuriti tempat tinggal Richard Lee dan pengacaranya. Dalam video yang beredar, terlihat AKP Charles membacakan surat perintah penangkapan terhadap Richard Lee.

“Kami dari Unit II Subdit Cyber Polda Metro Jaya melakukan penangkapan, nama saya AKP Charles, melakukan penangkapan terhadap saudara Richard Lee untuk dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan terkait Pasal 30 jo 46 UU ITE dan Pasal 231 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP,” kata Charles.

Pasal 30 jo 46 UU ITE adalah tentang tindak pidana ilegal akses. Sedangkan Pasal 231 KUHP tentang menghilangkan barang bukti.

Sebelumnya, Kartika Putri dan Richard Lee saling berseteru. Kartika Putri melaporkan Richard Lee atas dugaan pencemaran nama baik. Artis kelahiran 20 Januari 1991 itu pun meminta Richard Lee untuk meminta maaf padanya disertai sejumlah syarat.

Di sisi lain, Richard Lee menegaskan sejak awal pada konten YouTubenya tak pernah menyebut nama Kartika Putri. Baginya, singkatan “karput” tidak selalu berarti Kartika Putri.

“Saya tidak pernah menjawab Karput itu Kartika Putri,” tegas Richard Lee.

“Karput itu ada banyak ya, Kartono Putra juga Karput, karpet putih juga Karput, saya nggak pernah tag loh beliau. Yang jelas di sini subjeknya tuh banyak,” tambah Richard.

Diketahui, pihak Richard sudah melayangkan keinginan untuk damai kepada Kartika Putri. Kedua belah pihak juga sudah pernah mengkomunikasikan hal ini.

Namun sayangnya, Kartika Putri memilih untuk tetap menjalankan laporannya. Ia masih ingin memperkarakan hal itu di ranah hukum terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Richard Lee.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News