Connect with us

17. DITRESKRIMSUS

Polda Metro Jaya Tangkap 48 WN China dan Vietnam Terkait Tindak Kejahatan Pencurian Data Modus Phone Sex

Published

on

Senin, 15 November 2021 08:47 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya menangkap 48 warga negara asing (WNA) berkebangsaan China dan Vietnam terkait kasus dugaan pemerasan dan pencurian data lintas negara berkedok aplikasi kencan dengan modus Phone Sex.

“Ini kejahatan lintas negara yang para tersangkanya adalah warga negara asing keturunan China dan Vietnam. Ada 48 tersangka disini kita amankan dan korbannya rata-rata adalah warga Taiwan dan China sendiri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Yusri Yunus di Jakarta, Sabtu.

Brigjen Yusri mengungkapkan, modus para pelaku ini adalah mencari korbannya dengan memanfaatkan aplikasi kencan.

Di dalam aplikasi tersebut pelaku mencari secara acak (random) data korban-korban warga negara China. Kemudian dicocokkan dengan satu aplikasi lagi dan berganti personal dengan WeChat atau Line.

“Di sana para tersangka bisa mengirimkan link ‘phishing‘ website ke korban,” ujar Brigjen Yusri.

Para pelaku ini kemudian meminta korbannya untuk mendaftar melalui link situs “phishing” yang ternyata digunakan untuk mencuri data pribadi dari ponsel korbannya. Salah satu data yang dicuri adalah daftar kontak milik korbannya.

Dari 48 tersangka yang ditangkap Polda Metro Jaya, empat diantaranya adalah perempuan yang berperan memancing korbannya untuk melakukan panggilan video (video call) mesum yang direkam diam-diam oleh para tersangka dan digunakan untuk memeras korbannya.

“Pelaku wanita ini memancing korban untuk membuka baju, kemudian korban terpancing. Inilah dasar mereka memeras si korban,” kata Brigjen Yusri.

Brigjen Yusri mengatakan, pemeriksaan terhadap 48 tersangka tersebut masih berjalan lantaran para pelaku tersebut baru saja ditangkap pada Jumat malam (12/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

Para tersangka ditahan di Rumah Detensi Imigrasi sambil menunggu proses hukum dan koordinasi dengan kepolisian China untuk proses selanjutnya.

Adapun pasal yang dilanggar para tersangka di Indonesia adalah UU ITE Pasal 30 Juncto Pasal 48 dan atau Pasal 28 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 35 Juncto Pasal 51 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Gerebek Markas Judi Online di PIK, Peran Tersangkanya Ada Supervisor hingga Customer Service

Published

on

By

Senin, 15 Agustus 2022 09:45 WIB

TBNews PMJ – Aparat Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah kantor yang dijadikan markas operasional judi online di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (12/8/2022). Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap 78 orang di sebuah ruko. Polisi menyebut dari 78 orang yang diamankan, terdapat tersangka yang memiliki peran untuk menjalankan bisnis terlarang itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan pihaknya turut mengamankan supervisor di lokasi. Peran supervisor judi online itu bertanggungjawab atas pengelolaan bisnis ilegal itu.

“Supervisor ini mempunyai tanggung jawab mengawasi dan mengontrol kinerja pegawai. Jadi di dalamnya ada Customer service website judi online dalam transaksi deposit dan withdrawal atau penarikan,” kata Kombes Zulpan, Minggu (14/8/2022).

Tak hanya supervisor, kepolisian juga mengamankan customer service. Dalam praktiknya, pelaku yang berperan sebagai Customer Service bekerja untuk mengelola uang masuk dalam bisnis judi online di lokasi.

“Peran berikutnya customer service pada website judi online yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mengelola adanya uang masuk sebagai deposit dari member dalam bentuk e-wallet,” katag Kombes Zulpan.

Sebelumnya, Aparat Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya  menggeledah sebuah ruko yang dijadikan markas judi online di Kawasan Pantai Indah Kapuk.

“Pengungkapan kasus judi online dilakukan 12 Agustus 2022 pukul 02.00 WIB di Rukan Ekslusif Blok E nomor 39A Bukit Golf Mediterania Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 78 orang. Lebih lanjut Kombes Auliansyah mengatakan, dari ke-78 orang tersebut kini masih dalam pemeriksaan.

Polisi juga tengah menyiapkan pasal persangkaan dalam kasus judi online ini.

“Yang diamankan ada 78 orang. Mereka diamankan karena diduga telah melakukan dugaan tindak pidana perjudian melalui media elektronik dan atau TPPU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat 2 jonto Pasal 45 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 3, 4, 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU,” kata Kombes Auliansyah.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Tangkap Pemilik Akun Snack Video @rakyatjelata_98 Lantaran Posting Video Hoaks

Published

on

By

Kamis, 28 Juli 2022 15:30 WIB

TBNews PMJ – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun snack video @rakyatjelata_98. Pemilik akun, laki-laki berinisial AH, ini ditangkap gegara posting video hoaks.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan kasus ini dilaporkan kepada pihaknya pada Senin (25/7/2022). Polisi lalu melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku di rumahnya di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (27/7/2022).

“Barang bukti yang disita penyidik dan sudah digelar adalah satu unit handphone milik tersangka, akun Snack Video @rakyatjelata_98 yang digunakan pelaku,” kata Kombes Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Kombes Zulpan mengatakan AH menggunakan akun Snack Video miliknya itu untuk menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Polisi menyebut sejumlah pejabat publik menjadi sasaran dari tindakan pelaku AH.

“Isi video itu menuduh beberapa pejabat publik hingga dapat menimbulkan kebencian,” jelas Kombes Zulpan.

Sejumlah barang bukti ditunjukkan polisi dalam rilis kasus tersebut. Salah satu barang itu memuat tangkapan layar contoh ujaran kebencian dan berita bohong yang dilakukan pelaku lewat akun @rakyatjelata_98.

Pelaku AH kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE, Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946, dan Pasal 115 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Laporan Dugaan Penistaan Agama oleh Roy Suryo di Bareskrim Polri Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Published

on

By

Selasa, 28 juni 2022 12:50 WIB

TBNews PMJ – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melimpahkan laporan dugaan kasus penisataan agama oleh Roy Suryo ke Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, Roy Suryo sebelumnya dilaporkan oleh Ketua DPP Dharmapala Nusantara, Kevin Wu pada 20 Juni 2022. Laporan tersebut terkait unggahan meme patung Sang Buddha di Candi Borobudur yang diedit menjadi mirip wajah Presiden RI Joko Widodo. Unggahan itu dinilai telah melecehkan simbol agama Buddha.

“Laporan yang dilaporkan di Bareskrim pada 20 Juni 2022 terhitung hari ini telah dilimpahkan Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Zulpan kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Dengan demikian, dugaan kasus penistaan agama itu akan ditangani dan diselidiki oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Saat ini, Kombes Zulpan menyebut bahwa penyidik telah melengkapi administrasi penyelidikan dan meminta keterangan dari para ahli untuk selanjutnya dilakukan gelar perkara.

“Penyidik telah melengkapi administrasi penyelidikan dan surat perintah tugas. Selanjutnya meminta keterangan ahli, baik ahli agama, bahasa, sosiologi, hukum, siber, ahli ITE, dan ahli pidana,” kata Kombes Zulpan.

“Kemudian melakukan pengamanan barang buki, juga dilakukan gelar perkara terkait kasus ini,” sambung dia.

Sebelumnya, Akun media sosial Twitter milik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena diduga menyebarkan meme stupa Candi Borobudur yang diubah mirip wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Atas pelanggara itu, Roy Suryo diduga melanggar Pasal 45 A (2) jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156a KUHP.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News