Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap 24 Preman Berkedok Penyedia Jasa Pengamanan Memeras Pengusaha Truk Angkutan di Kawasan Tanjung Priok

Published

on

TribrataNews PMJ — Lagi, Tim Polda Metro Jaya menangkap 24 preman berkedok penyedia jasa pengamanan yang kerap memeras pengusaha truk angkutan barang yang beroperasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Para tersangka yang tergabung dalam empat perusahaan jasa pengamanan berbeda itu bisa meraup puluhan hingga ratusan juta per bulan dari para pengusaha truk kontainer.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Fadil Imran mengatakan, sebelumnya Tim Polda Metro Jaya sudah mengungkap bagian pertama yaitu pungutan liar yang sudah diamankan 49 tersangka dan telah disampaikan Kabid Humas Polda Metro di Polres Jakarta Utara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kemudian, kini (kedua) diungkap preman pungli berkedok jasa pengamanan sebagaimana yang diungkap jajaran Polda Metro Jaya saat ini.

“Modus operandinya para pelaku ini seolah-olah mengamankan. Tapi sejatinya melakukan pemerasan terahdap perusahaan angkutan kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Kapolda saat menggelar Konferensi Pers di Polda Metro Jaya, Kamis (17/6/2021).

Kapolda menjelaskan, modus para tersangka dalam memeras perusahaan truk angkutan barang adalah dengan menjanjikan kemanan dari tindak kejahatan yang biasa dilakukan para asmoro.

Asmoro merupakan sebutan untuk para pelaku kejahatan seperti begal hingga bajing loncat yang biasa beraksi di Tanjung Priok. Para tersangka memberikan stiker kepada perusahaan yang membayar dengan jumlah yang bervariatif mulai Rp 50 hingga Rp 100 ribu untu satu unit kendaraan per bulan.

Stiker itu memberi tanda bagi para asmoro untuk tidak melakukan kejahatan seperti todong, begal, hingga bajing loncat kepada truk kontainer.

“Supaya dia aman dan lancar, maka harus diganggu dulu. Kalau tidak diganggu dulu tidak akan datang. Setelah tak aman datanglah yang menawarkan jasa pengamanan dan supaya jelas yang sudah bayar dan yang belum maka diberikan tanda di kendaraannya berupa stiker,” ungkapnya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Fadil Imran mengatakan, kelompok pertama para tersangka menamakan perusahaan jasa pengamanan dan pengawalannya, Bad Boy. Mereka meminta uang keamanan dari 12 perusahaan angkutan barang dengan total kendaraan 134 unit truk kontainer.

“Ada 4 tersangka (yang ditangkap). Mereka koordinator asmoro. Kelomppk ini menarik uang rutin sebanyak Rp 9.100.000 dari 12 perusahaan, dengan total armada 134 unit,” ujar Kapolda di Polda Metro Jaya, Kamis (17/6/2021).

Kelompok kedua ada enam pelaku yang ditangkap. Mereka membuka jasa pengamanan dan pengawalan yang dinamakan perusahaan Haluan Jaya Prakasa. Dari mereka disita uang Rp 177.349.500.

“Ketiga kelompok jasa pengamanan dan pengamanan Sakta Jaya Abadi. Mereka menarik uang dari 23 perusahaan angkutan yang memiliki armada 529 unit. Total uang Rp 24.650.000,” kata Kapolda.

Kelompok keempat melakukan pemerasan kepada 30 perusahaan jasa transportasi angkutan barang yang memiliki 809 unit kendaraan.

“Yang terakhir kelompok Tanjung Kemilau. Uang yang didapat itu Rp 82.560.000,” papar Kapolda.

Barang bukti yang didapat dari penangkapan para tersangka berupa sejumlah ponsel, buku catatan pemasukan dan pengeluaran uang, stiker, kwitansi, dan bukti transfer.

Para tersangka dipersangkakan dengan Pasal 368 KUHP terkait pemerasan dengan ancaman sembilan tahun penjara.

16. DITRESKRIMUM

Penyidik Polda Metro Jaya Menyebut Kemungkinan Tersangka Baru Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyebut tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru di luar tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus  kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Setelah tiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 359 tentang kealpaan yang menyebabkan meninggalnya orang lain, saat ini penyidik akan melakukan gelar perkara Pasal 187 dan 188 KUHP tentang penyebab kebakaran.

“Untuk Pasal 187 dan 188 KUHP akan kita gelarkan untuk menetapkan tersangka, serta dalam perkembangan penyidikan tidak tertutup adanya tersangka lain,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Jakarta, Senin.

Kombes Tubagus menjelaskan tiga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka merupakan pegawai lapas yang bertugas saat terjadinya kebakaran.

“Yang ditetapkan tersangka sementara tiga orang yang semuanya petugas lapas. Inisialnya RU, S dan Y,” kata dia.

Sebanyak 49 narapidana tewas dalam kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

Seluruh jenazah korban tewas dalam kebakaran tersebut telah teridentifikasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Secara total pihak kepolisian telah memeriksa 53 saksi dalam kasus tersebut, beberapa diantaranya adalah pejabat Lapas yakni Kepala Lapas dan Kepala Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kelapa Bidang Administrasi, Kepala Sub Bagian Hukum, Kepala Seksi Keamanan, dan Kepala Seksi Perawatan.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Menetapkan Tiga Tersangka terkait Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus kebakaran yang menewaskan 49 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten.

“Tadi pagi penyidik melakukan perkara untuk menentukan tersangka, ada tiga tersangka yang ditetapkan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Senin (20/9/2021) kemarin.

Kombes Yusri menjelaskan pasal yang dipersangkakan terhadapa tiga tersangka itu, yakni Pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang mengakibatkan korban jiwa.

“Kesemuanya ini adalah pegawai lapas yang bekerja saat itu,” ungkap Kombes Yusri.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyebut penetapan tiga orang tersebut didasarkan pada tiga alat bukti.

“Ada tiga alat bukti dalam rangka mendukung (penetapan tersangka) pertama keterangan saksi, dua keterangan ahli, ketiga dokumen,” ujar Kombes Tubagus.

Dia menegaskan tiga tersangka itu merupakan pegawai Lapas Kelas I Tangerang yang bertugas saat terjadi kebakaran.

“Yang ditetapkan tersangka sementara tiga orang yang semuanya petugas lapas. Inisialnya RU, S dan Y,” tutur Kombes Tubagus.

Sebanyak 49 narapidana meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten pada Rabu (8/9/2021) sekira pukul 01.45 WIB.

Seluruh jenazah korban tewas telah teridentifikasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak kepolisian telah memeriksa 53 saksi terkait musibah tersebut, beberapa di antaranya pejabat lapas, yakni Kepala Lapas dan Kepala Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kelapa Bidang Administrasi, Kepala Sub Bagian Hukum, Kepala Seksi Keamanan, dan Kepala Seksi Perawatan.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bongkar Pemalsuan STNK untuk Nopol Rahasia hingga Buat Anggota DPR

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu dengan modus dapat membuat Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Para pelaku yang ditangkap berinisial TA, AK dan US menjanjikan dapat menerbitkan nomor polisi (nopol) rahasia polisi hingga buat anggota DPR RI.

“Ini tindak pidana pemalsuan atau memberikan keterangan palsu ke dalam satu data otentik. Pembuatan STNK dan TNKB rahasia dari kepolisian seperti ‘RFP’ juga anggota DPR RI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Kombes Yusri mengatakan, pengungkapan kasus penipuan itu bermula adanya masyarakat yang menjadi korban melaporkan ke Polda Metro Jaya. Di dalam laporannya, korban telah tertipu sebesar Rp 70 juta untuk pembuatan STNK dengan nompol rahasia Polri hingga buat anggota DPR RI.

“Uang Rp 70 juta itu dijanjikan dengan tarif Rp 20 juta untuk proses pembuatan nomor kendaraan Polri. Sedangkan Rp 50 juta untuk pembuatan STNK dan TNKB nomor rahasia dan DPR RI. Namun nomor yang dijanjikan tak kunjung keluar,” kata Kombes Yusri.

Polisi yang melakukan penyelidikan dari laporan korban berhasil menangkap para pelaku. Pelaku pertama yang ditangkap, yakni TA yang merupakan otak dari penipuan tersebut.

“Kedua AK, pegawai Samsat Jawa Barat. Ini yang mencetak TNKB atau plat mobil, ketiga US ini membuatkan STNK asli tapi palsu. STNK data asli dihapus dan disesuaikan nama identitas dan nomor yang diminta TA ini,” ucap Kombes Yusri.

Kombes Yusri mengatakan, STNK asli itu didapat dari salah satu pelaku inisial A dan D yang saat ini masih diburu. A dan D biasa mendapatkan STNK dari motor hasil curian. “Hasil keterangan awal dari US bahwa memang STNK asli itu didapat dari temannya setelah melakukan pencurian kendaraan bermotor. Kalau pakai alat khusus keaslian STNK itu asli, tapi identitas datanya dihapus dan diganti,” kata Kombes Yusri.

Dari penangkapan para pelaku, polisi mendapatakan barang bukti berupa STNK, TNKB serta alat-alat untuk menghapus data untuk dokumen. “Para pelaku kami persangkakan Pasal 372, Pasal 378 dan atau Pasal 263 serta Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ucap Kombes Yusri.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News