Connect with us

21. DITLANTAS

Polda Metro Jaya Tambah Lokasi Pembatasan – Pengendalian Mobilitas Warga Menjadi 35 Titik di Jadetabek

Published

on

TribrataNews PMJ — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengevaluasi 10 titik pembatasan mobilitas PPKM Mikro di Jakarta. Hasil evaluasi, polisi menambah jadi 35 titik pembatasan serta pengendalian mobilitas masyarakat.

“Maka setelah berjalan tujuh hari dan kita evaluasi maka kegiatan tersebut akan kita lanjutkan bahkan titiknya akan kita tambah. Total seluruhnya ada 35 titik,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Yogo Purnomo kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Diketahui 35 titik tersebut meliputi daerah penyangga Jakarta. Yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok dan Kota Tangerang.

“Di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya meliputi Jakarta, Bekasi Kota Kabupaten, Depok dan Tangerang,” terang Kombes Sambodo.

Kombes Sambodo mengatakan dari 35 titik itu nantinya terdiri dari 21 titik akan diberlakukan pembatasan. Lalu 14 titik dilakukan pengendalian mobilitas.

“Terdiri dari 21 pembatasan mobilitas dan 14 pengendalian mobilitas,” ujar Kombes Sambodo.

21 kawasan tersebut akan diberlakukan pembatasan seperti 10 titik sebelumnya. Yakni akan diberlakukan pada malam hari, mulai pukul 21.00 sampai 04.00 WIB.

“Ini adalah 21 titik kawasan pembatasan artinya jalan itu kita tutup dari jam 21.00 WIB hingga 04.00 akses keluar masuknya kecuali penghuni yang tadi disebutkan,” kata Kombes Sambodo.

Lebih lanjut, Dirlantas menjelaskan perbedaan antara pembatasan mobilitas masyarakat dan pengendalian mobilitas masyarakat. Untuk pembatasan yakni penutupan akses jalan bagi pengendara. Sementara pengendalian adalah mengendalikan masyarakat di ruas jalan tertentu dengan upaya preemtif dan preventif. Keduanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

“Jadi dalam pengendalian itu tidak kami tutup total seperti pembatasan, masyarakat masih bisa melintas tapi jalan itu akan kita kendalikan secara ketat kerumunannya,” ucap Kombes Sambodo.

Berikut 35 ruas jalan atau titik yang nantinya akan dilakukan pembatasan dan pengendalian mobilitas masyarakat,

21 lokasi titik pembatasan mobilitas:

  1. Kawasan Bulungan, Jakarta Selatan dimulai dari trafic light Bulungan di belakang Gedung Kejaksaan Agung hingga Bundaran Bulungan sampai dengan Jalan Mahakam.
  2. Kawasan Kemang, Jakarta Selatan dimulai dari pertigaan Restoran Kem Chik, kemudian depan apartemen Kemang hingga perempatan Mc Donald’s dan sampai Jalan Benda.
  3. Kawasan Jalan Gunawarman, Jalan Suryo, dan SCBD, Jakarta Selatan. Dimulai dari Jalan Gunawarman mulai dari depan KFC sampai ke pertigaan Apotek Senopati kemudian, lurus ke Santa, Blok S.
  4. Kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.
  5. Kawasan Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat mulai Jalan Cikini hingga Jalan Raden Saleh.
  6. Kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat mulai dari traffic light Asia Afrika pertigaan Hotel Fairmont hingga depan pertigaan Jalan Pakubuwono Universitas Moestopo, serta pertigaan Senayan City.
  7. Kawasan Jalan Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta Timur.
  8. Kawasan Kota tua mulai dari Jalan Hayam Wuruk hingga Kunir Stasiun Beos.
  9. Kawasan Jalan Boulevard Kelapa Gading mulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan.
  10. Jalan Apron, Jakarta Pusat
  11. Jalan Pemancingan, Jakarta Barat
  12. Jalan Kali Pasir, Tangerang Kota
  13. Jalan Bandeng Raya, Tangerang Kota
  14. Jalan Boulevard, Alam Sutra Serpong
  15. Jalan Sutra Utama, Serpong
  16. Jalan Klik Gading Serpong, Tangerang Selatan
  17. Jalan M. Jasin depan STIE MBI, Depok
  18. Jalan M. Jasin, McDonalds, Depok
  19. Jalan Boulevard Selatan, Bekasi Kota
  20. Jalan Summarecon, Bekasi
  21. Jalan Cikarang Baru.

Dan 14 titik lokasi pengendalian mobilitas:

  1. Jalan Jaksa, Jakarta Pusat
  2. Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat.
  3. Jalan Jenderal Urip Sumoharjo
  4. Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur.
  5. Jalan Sutoyo, Keramat Jati, Jakarta Timur
  6. Jalan Raya Bogor depan Pusdikes Jakarta Timur.
  7. Jalan Walter Monginsidi, Jakarta Selatan
  8. Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan
  9. Jalan Cikajang, Jakarta Selatan
  10. Jalan Mulawarman, Jakarta Selatan.
  11. Jalan Sunter, Jakarta Utara.
  12. Jalan Mangga Besar Jakarta Pusat.
  13. Jalan Taman Sehati, Cikarang.
  14. Jalan Distrik Satu Meikarta, Cikarang.

21. DITLANTAS

Polda Metro Jaya Kerahkan 3.070 Personel dalam Operasi Patuh Jaya 2021

Published

on

By

Senin, 20 September 2021

TribrataNews PMJ — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Fadil Imran memimpin apel Operasi Patuh Jaya Tahun 2021. Sebanyak 3.070 personel dikerahkan dalam operasi tersebut.

Kapolda mengatakan, Operasi Patuh Jaya 2021 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 September sampai 3 Oktober 2021. Operasi akan melibatkan ribuan tiga ribu personel lebih.

“Operasi Patuh Jaya melibatkan 3.070 personel terdiri tas 1.391 personel Satgasda, dan 1.679 Satgasres,” kata Kapolda saat memberikan sambutan apel Operasi Patuh Jaya, Senin (20/9/2021).

Kapolda menyebutkan, apel Operasi Patuh Jaya yang dilakukan pada hari ini untuk mengetahui kekuatan personel dan sarana serta prasarana yang dimiliki.

“Apel Operasi Patuh Jaya 2021 untuk mengetahui sejauh mana persiapan personel maupun sarana pendukung lainnya sehingga Operasi Patuh Jaya berjalan maksimal dan berhasil sesuai sasaran dan tujuan,” ucapnya.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Kemarin, Polda Metro Jaya Tilang 314 Kendaraan pada Pengamanan “Crowd Free Night”

Published

on

By

Senin, 20 September 2021

TribrataNews PMJ — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menilang sebanyak 314 kendaraan dengan berbagai pelanggaran  pada operasi pengamanan “Crowd Free Night” (CFN) di Jakarta.

“Ada 314 kendaraan yang kita tilang dan ada beberapa kendaraaan yang kita amankan, kemarin,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Polda Metro Jaya menerapkan kebijakan CFN di empat lokasi di Jakarta yakni, di Kemang, Sudirman, Thamrin, dan Kawasan SCBD, setuap akhir pekan.

Menurut Kombes Sambodo, pelanggaran yang dilakukan oleh 314 kendaraan tersebut antara lain, menggunakan knalpot bising, berkonvoi, dan diduga terlibat balap liar. Kendaraan berknalpot

Kendaraan berknalpot bising, kata dia, menjadi sasaran utama dari petugas Polisi pada operasi pengamanan CFN. “Kendaraan berknalpot bising ini mengganggu indra pendengaran dan mengganggu konsentrasi pengendara lain sehingga membahayakan atau berisiko terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kombes Sambodo juga menyebut. pengendara kendaraan berknalpot umumnya berusaha memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar suaranya keluar dan hal itu beresiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas serta berbahaya bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Personel Polisi dari Ditlantas Polda Metro Jaya pada operasi CFB, selain menilang kenderaan berkenalpot bising, juga membubarkan masyarakat yang nongkrong hingga larut malam.

“Untuk kerumunan warga yang nongkrong di pinggir jalan, masih banyak. Itu yang tadi malam kita imbau untuk membubarkan diri,” kata Kombes Sambodo.

Operasi pengamanan CFN pada Sabtu dini hari tersebut juga menunjukkan bahwa pengusaha cafe, restoran, dan sebagainya, di kawasan CFN sudah mematuhi aturan pembatasan jam operasional sesuai aturan pada kebijakan PPKM level 3 di Jakarta.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Mulai Hari Ini, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya Selama 14 Hari

Published

on

By

Senin, 20 September 2021

TribrataNews PMJ — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar operasi lalu lintas dengan sandi Operasi “Patuh Jaya 2021” mulai hari ini. Operasi ini diharapkan dapat mencegah kerumunan dan memutus mata rantai penyebaran Corona. Operasi Patuh Jaya 2021 sendiri digelar selama 14 hari ke depan hingga hari Senin (3/10/2021) mendatang.

Polisi memiliki empat target operasi yang diutamakan dalam Operasi Patuh Jaya 2021. Pertama, yakni memutus mata rantai penyebaran COVID-19 serta mencegah kerumunan massa.

Target operasi yang kedua adalah agar menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalur-jalur titik rawan macet dan titik rawan pelanggaran. Bahkan, nantinya juga akan diterapkan di beberapa titik tempat wisata.

“Kemudian, Operasi Patuh Jaya kali ini juga diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dan menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas,” jelas Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Yugo Purnomo dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

“Yang terpenting, Operasi Patuh Jaya kali ini diharapkan dapat menurunkan level PPKM di wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali,” sambungnya.

Operasi Patuh Jaya 2021 juga memiliki 4 sasaran. Di antaranya, segala bentuk kerumunan masyarakat yang berpotensi menjadi klaster COVID-19.

Kedua, masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan. “Ketiga, masyarakat yang tidak disiplin dalam berlalu lintas dan (keempat) beberapa lokasi rawan macet, rawan laka lantas dan terpenting rawan kerumunan,” tegas Kombes Sambodo.

Kombes Sambodo juga menjelaskan tujuan dalam Operasi Patuh Jaya 2021, yaitu meningkatkan kedisplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehetan. Mengingat saat ini Indonesia masih belum bebas dari virus COVID-19.

“Kemudian meningkatkan disiplin masyarakat dalam lalu lintas. Terakhir, mencegah penyebaran virus COVID-19 serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang baik,” jelas Kombes Sambodo.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News