Connect with us

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Sita 16 Kilogram Narkotika Jenis Sabu Asal Mozambik, Afrika Selatan

Published

on

TribrataNews PMJ — Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan dan menyita narkotika jenis sabu seberat 16 kilogram asal Mozambik, Afrika Selatan ke Jakarta. Untuk mengelabui petugas, sabu disembunyikan di dalam sejumlah patung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pengungkapan kasus penyelundupan sabu ini adalah hasil kerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

“Bea Cukai menginfokan ada satu paket mencurigakan melalui jasa pengiriman paket di Bandara,” ujar Kombes Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Agustus 2021.

Dari patung kepala manusia dan kerbau itu, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 16 kilogram. Sabu tersebut juga dibungkus menggunakan lakban tebal untuk mengelabui pemeriksaan. Sementara 1 kilogram sabu lainnya dikirim oleh seseorang dari Nigeria dengan modus yang sama.

Mengenai kronologi kasus penyelundupan narkoba jenis sabu asal Mosambik ini, berawal saat penyidik menerima laporan dari petugas Bea Cukai pada pertengahan Juli 2021 soal paket mencurigakan dari luar negeri ke Bandara Soekarno-Hatta. Kecurigaan petugas terbukti setelah membongkar patung dan menemukan sabu seberat 16 kilogram di dalamnya.

“Tim kemudian melakukan surveillance untuk mencari penerima paket,” ujar Kombes Yusri.

Penyidik sempat kesulitan mencari penerima, karena tersangka menggunakan nama dan alamat palsu. Hingga akhirnya seseorang berinisial FS datang mengambil paket tersebut.

Saat dibekuk, tersangka FS mengaku tidak tahu menahu soal isi paket tersebut. Dia hanya menerima perintah dari seseorang berinisial C.

“Saat ini tersangka C sudah buron dan dalam pengejaran,” kata Kombes Yusri.

Untuk penyelundupan  1 kilogram sabu lainnya, polisi menangkap seseorang berinisial RR di daerah Kunciran, Tangerang. Tersangka RR tak membantah soal kepemilikan sabu asal Nigeria itu.

Para tersangka penyelundupan sabu asal Afrika itu dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider, Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 1 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Para tersangka terancam hukuman maksimal yaitu pidana mati.

18. DITRESNARKOBA

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Bubarkan Kerumunan Orang di Tiga Kafe di Jakarta Selatan

Published

on

By

Senin, 4 Oktober 2021 08:21 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membubarkan kerumunan orang di tiga kafe di Jakarta Selatan pada Sabtu (2/10/2021) dini hari. Tiga kafe itu beroperasi melampaui jam operasional yang diperkenankan pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa mengatakan, tiga kafe tersebut yakni Secondfloor Resto and Bar di Kemang, Half Way Bar di Kebayoran Lama, dan Kopi Koboy di Jalan Radio Dalam.

“Malam ini kami menemukan ada kerumunan di tiga kafe. Pertama di Secondflor jam 00:30 WIB kami bubarkan, di Halfway sampai pukul 01:00 WIB, dan yang paling parah di Kopi Koboy, sudah jam 01:30 WIB masih belum bubar,” kata Mukti Juharsa, Sabtu (2/10/2021).

Dalam razia itu, polisi hanya membubarkan kerumunan pengunjung kafe yang beroperasi melampaui jam operasional. Polisi tidak menutup sementara ketiga kafe tersebut. Namun, di Kopi Koboy petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menyita minuman beralkohol lantaran kafe tersebut tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB).

“Kopi Koboy di Radio Dalam, belum punya SIUP MB tapi sudah menjual minuman, itu tidak boleh. Minumannya kami bawa ke kantor kemudian kami periksa dan akan kami proses secara hukum. Itu pelanggarannya, tidak boleh menjual miras tanpa izin,” ujarnya.

Kombes Mukti menyebutkan, polisi akan terus menggelar operasi serupa setiap hari dan akan memberikan tindakan tegas jika masih ada kafe nakal yang beroperasi melampaui jam operasional yang diperkenankan pada PPKM. “Kalau kami analisa dan evaluasi, masih banyak kafe yang ‘kucing-kucingan’. Kami setiap hari akan operasi terus,” ujar dia.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Melanggar Batas Jam Operasional PPKM Level 3, Shamrock Kitchen & Bar di Tebet Disegel Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ – Petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menyegel Shamrock Kitchen & Bar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2021) malam karena melanggar protokol kesehatan. Tempat hiburan malam ini melanggar jam operasional saat penerapan PPKM Level 3 di Jakarta.

“Rupanya di Shamrock Kitchen & Bar ditemukan adanya pelanggaran jam operasional, selanjutnya petugas melakukan tes urine secara random terhadap 15 orang pengunjung dengan hasil seluruhnya negatif,” ujar Kanit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Vernal Armando Sambo melalui akun Instagram @narkoba_metro, Selasa (21/9/2021).

Dia mengungkapkan kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menutup tempat hiburan itu dan memanggil manajemen untuk dimintai keterangan. “Kita lakukan tindakan tegas, tempat kita Police line dan akan memanggil pihak manajemen tempat hiburan tersebut untuk dimintai keterangan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit,” kata AKP Armando.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bongkar Home Industry (Industri Rumahan) Tembakau Sintetis, Barang Bukti 157 Kg Narkoba

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus industri rumahan (home industry) narkoba jenis tembakau sintetis lintas provinsi. Sebanyak 6 orang pelaku ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sebanyak enam orang tersangka ditangkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan panjang di daerah Jakarta dan Jawa Barat.

Ada pun inisial pada pelaku adalah P, AEP, GBS, ES, GR, dan FR. Yusri merinci, penangkapan terhadap P dilakukan saat hendak melakukan pengiriman narkotika sebanyak 400 gram. Saat dilakukan penggeledahan di apartemen di Kemayoran Jakarta Pusat, kembali diamankan barang bukti 4 Kg narkoba.

Selanjutnya penyidik melakukan penggeledahan pada kerabat P yakni AEP yang ternyata juga kurir barang haram.

“Dari tangannya diamankan 153 kg tembakau sitetis. Kemudian kita geledah di apartemennya bahan baku untuk sintentis,” jelasnya.

Kemudian hasil penelusuran lebih lanjut, polisi kembali menangkap GBS, ES dan FR di daerah Ciumbeleuit, Jawa barat.

“Di aman 31 liter untuk bahan campuran tembakau sinte. Kita masih kejar. Karena salah satu tersangka yang mengendalikan adalah napi di daerah Jawa barat. Dua tempat home industri di Apartemen Galery, dan di Cihampelas, Bandung, Jabar merupakan home industry,” kata Kombes Yusri.

Kombes Yusri menjelaskan, pengungkapan home industry ini berawal dari pengungkapan kasus pengiriman narkotika jenis ekstasi berasal dari Belgia melalui ekspedisi Fed-EX pada 2 September 2021 lalu. Diketahui paket berupa narkotika yang disamarkan di dalam speaker itu akan dikirim ke daerah Makasar, Sulawesi Selatan. Namun, baru pada tanggal 16 September paket tersebut diambil oleh kurir ojek online yang akan dikirim ke pemesannya.

“Paket tersebut bentuk kaleng makanan binatang, yang ternyata berisi 5.056 butir ekstasi”, jelas Kombes Yusri.

Lebih lanjut Kombes Yusri mengatakan, petugas kemudian mengembangkan kasus ini hingga berhasil mengungkap kasus home industri.

Kombes Yusri mengatakan secara keseluruhan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap 10 tersangka. “Jika diestimasi, Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan 33.500 jiwa masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba”, pungkasnya.

 

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News