Connect with us

21. DITLANTAS

Polda Metro Jaya Mendukung Peraturan Penandaan SIM dengan Sistem Poin, Bakal Bikin Pengendara Makin Disiplin

Published

on

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya mendukung kebijakan Korlantas Polri menerbitkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) No.5/2021 tentang penerbitan dan penandaan SIM SIM pelanggar lalu lintas akan ditandai dengan sistem poin dan jika telah mencapai akumulasi 18 poin, SIM bisa dicabut.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu keputusan dari Korlantas terkait kapan mulai diberlakukannya penandaan SIM ini.

“Ini nanti tentu kita akan tunggu kebijakan dari pihak Korlantas,” ujar Kombes Sambodo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Kombes Sambodo mendukung adanya peraturan terkait penandaan SIM dengan sistem poin ini. Menurutnya, penandaan SIM dengan poin tilang ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.

“Dengan adanya penandaan SIM itu orang akan semakin berhati-hati dalam berkendara disiplin, karena dia cuma punya 3 kali, tiga kali ditilang selesai SIM-nya dicabut,” jelas Kombes Sambodo.

Penandaan SIM dengan poin tilang ini merupakan sebuah kemajuan dalam penegakan hukum di bidang lalu lintas. Dengan adanya penandaan SIM ini, pengemudi akan lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan.

Apalagi, dengan adanya sanksi pencabutan SIM atas pelanggaran berkali-kali, dinilai dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

“Ketika SIM sudah ditandai orang kan berhati-hati pelanggaran pertama, pelanggaran kedua, pelanggaran ketiga mungkin pelanggaran keempat sudah bisa dicabut SIM-nya. Sehingga orang akan berhati-hati kalau sekarang kan melanggar berkali-kali kan agak sulit,” jelasnya.

Penandaan SIM dengan Sistem Poin Tilang

Pemberian tanda ini diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas. Penandaan dilakukan dengan memberikan poin untuk setiap pelanggaran tindak pidana lalu lintas.

Besaran poin penandaan terhadap SIM ini dibedakan berdasarkan pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas.  Pada pasal 35 Perpol No. 5 Tahun 2021, besaran poin untuk pelanggaran lalu lintas meliputi 5 poin, 3 poin dan 1 poin.

“Poin untuk kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) huruf b, meliputi: a. 12 poin; b. 10 poin atau c. 5 poin,” demikian bunyi Pasal 36 Perpol No 5/2021.

Poin Pelanggaran Lalu Lintas

Kategori pelanggaran lalu lintas:

– 5 (Lima) Poin diberikan untuk pelanggaran lalu lintas sebagai berikut:

  1. Berkendara tanpa SIM (Pasal 281 jo Pasal 77 ayat 1)
  2. Berkendara secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan (Pasal 283 jo Pasal 106 ayat 1)
  3. Mengendari motor yang tidak sesuai persyaratan teknis dan lain jalan seperti kaca spion, klakson, lampu utama lampu rem (Pasal 285 ayat 2 jo Pasal 106 ayat 3 jo Pasal 48 ayat 2),
  4. Mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan (Pasal 286 jo Pasal 106 ayat 3 jo Pasal 48 ayat 3)
    e. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas (Pasal 287 ayat 1)
  5. Melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (Pasal 287 ayat 2)
  6. Melanggar aturan gerakan lalu lintas (Pasal 287 ayat 3)
  7. Melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar (Pasal 287 ayat 5 jo Pasal 106 ayat 4 huruf g atau Pasal 115 huruf a)
  8. Menerobos perlintasan kereta api (Pasal 296 jo Pasal 114 huruf a)
  9. Berbalapan di jalan ( Pasal 297 jo Pasal 115 huruf b).

– 3 (Tiga) poin diberikan untuk pelanggaran lalu lintas sebagai berikut:

  1. Memodifikasi kendaraan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas (Pasal 279 UU LLAJ)
  2. Tidak memasang pelat nomor kendaraan (Pasal 280)
  3. Berkemudi dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda (Pasal 284)
  4. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memiliki persyaratan teknis (Pasal 285 ayat 2),
  5. Mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan (Pasal 286)
  6. Pelanggaran terhadap Pasal 287 ayat (1), (2), dan (5),
  7. Kendaraan bermotor di jalan yang tidak dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) atau surat tanda coba kendaraan bermotor (STCKB) sebagaimana pada Pasal 288 ayat (1)
  8. Kendaraan penumpang umum, mobil bus mobil barang, kereta gandengan dan kereta tempelan yang tidak dilengkapi uji berkala dan tanda lulus uji berkala (Pasal 288 ayat 3)
  9. Pelanggaran Pasal 298 UU LLAJ
  10. Pelanggaran Pasal 305 UU LLAJ
  11. Pelanggaran Pasal 307, UU LLAJ
  12. Pelanggaran Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

– 1 (Satu) poin diberikan untuk pelanggaran lalu lintas sebagai berikut:

Pelanggaran lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 ayat (1), Pasal 276, Pasal 278, Pasal 282, Pasal 285 ayat (1), Pasal 287 ayat (3), (4), (6) , Pasal 288 ayat (2), Pasal 289, Pasal 290, Pasal 291, Pasal 292, Pasal 293, Pasal 294, Pasal 295, Pasal 300, Pasal 301, Pasal 302, Pasal 303, Pasal 304, Pasal 306 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Poin Kecelakaan Lalu Lintas

Poin untuk kecelakaan lalu lintas,  meliputi 12 poin, 10 poin dan 5 poin:

– 12 (dua belas) poin diberikan untuk kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 ayat (3) dan ayat (4), Pasal 311 ayat (4) dan ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

– 10 (sepuluh) poin diberikan untuk kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, diberikan untuk kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 ayat (2), Pasal 311 ayat (2) dan (3), Pasal 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

– 5 (lima) poin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, diberikan untuk kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 ayat (1), dan ayat (2), dan Pasal 311 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pelanggaran lalu lintas yang berulang ini akan mendapatkan akumulasi poin. Jika pelanggaran yang dilakukan sesudah mencapai akumulasi 12 poin, maka akan diberikan penalti 1 (satu) dan jika akumulasi pelanggaran telah mencapai 18 poin maka akan diberikan penalti 2.

“Pemilik SIM yang mencapai 12 poin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) huruf a, dikenai sanksi penahanan sementara SIM atau pencabutan sementara SIMsebelum putusan pengadilan,” demikian bunyi Pasal 28 Perpol No 5/2021.

Bagi pemilik SIM yang mendapatkan penalti 1 harus melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengemudi apabila ingin mendapatkan SIM kembali yang telah dikenakan sanksi penahanan sementara SIM atau pencabutan sementara SIM.

Sedangkan pemilik SIM yang mencapai 18 poin, maka diberikan sanksi pencabutan SIM atas dasar putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

21. DITLANTAS

Sembilan Hari Operasi Patuh Jaya 2022, Polisi Tindak 21.475 Pelanggar Lalu Lintas

Published

on

By

Kamis, 23 Juni 2022 10:15 WIB

TBNews PMJ – Sebanyak 21.475 kendaraan melanggar aturan lalu lintas dan ditindak petugas selama Operasi Patuh Jaya 2022 yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jumlah tersebut berdasar data pelanggaran yang dicatatkan Polda Metro Jaya selama sembilan hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022 terhitung sejak Senin (13/6/2022).

“Hasil rekap penegakan hukum dalam Ops Patuh Jaya 2022 hari kesembilan jumlah penindakan 21.475,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam, Rabu (22/6/2022).

Secara terperinci, sebanyak 19.566 pengendara ditindak dengan sanksi teguran oleh petugas di lapangan. Sementara 1.909 pengendara lain yang melanggar ditilang secara elektronik menggunakan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

“Untuk rincian penindakannya, 1.909 ditilang menggunakan E-TLE. Teguran oleh petugas sebanyak 19.566,” kata Jamal.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2022 yang dilaksanakan selama dua pekan sejak 13 hingga 26 Juni 2022. Operasi tersebut dilakukan seiring dengan digelarnya Ops Patuh 2022 oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri secara serempak di semua wilayah sejak Senin kemarin.

Operasi Patuh Jaya 2022 bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya agar tertib dan disiplin berlalu lintas.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Lima Hari Operasi Patuh Jaya 2022, Sebanyak 1.115 Pelanggar Lalin Ditilang Melalui Kamera E-TLE

Published

on

By

Senin, 20 Juni 2022 11:20 WIB

TBNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menindak 12.217 pengendara selama lima hari dalam Operasi Patuh Jaya 2022. Kegiatan itu telah dilakukan sejak 14 Juni-26 Juni 2022 mendatang.

“Hasil rekap penegakan hukum dalam Operasi Patuh Jaya 2022 selama 5 hari pelaksanaan mulai tanggal 13-18 Juni 2022 penindakan dengan jumlah 12.217 pelanggaran,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam dalam keterangannya, Sabtu (18/6).

Menurut AKBP Jamal, dari 12.217 pelanggar lalu lintas, 1.115 pelanggar diantaranya ditilang melalui kamera E-TLE dan diberikan teguran simpatik 11.102 pelanggar sehingga berjumlah 12.217 pelanggaran. Kemudian dari total penilangan, sebanyak 41 pengendara kedapatan menggunakan handphone saat berkendara, 35 pengemudi melebihi batas kecepatan serta tidak menggunakan sabuk pengamanan sebanyak 973 orang.

“Ganjil-genap 66. Sehingga jumlah 1.115. Khusus jumlah penindakan pelanggaran Gage di 25 ruas jalan dari tanggal 13 – 17 Juni 2022 sebanyak 469 pelanggar,” terang AKBP Jamal.

Selanjutnya, AKBP Jamal mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas. Masyarakat sebagai pengguna jalan diharapkan lebih disiplin dan tertib berlalu lintas, patuhi segala aturan tertib berlalu lintas di jalan. Selain itu, pengguna jalan juga harus menghormati hak-hak pengguna jalan yang lain dan utamakan keselamatan saat berkendara di jalan.

“Semoga dengan Operasi Patuh Jaya 2022, masyarakat lebih meningkat disiplinnya dan tertib berlalu lintas dan bisa menurunkan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban,” harap AKBP Jamal.

Continue Reading

21. DITLANTAS

E-TLE Catat Ada 614 Penindakan, Selama Tiga Hari Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022

Published

on

By

TBNews PMJ – Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, resmi menggelar operasi kepolisian Patuh Jaya 2022 yang dimulai sejak hari Senin (13/6/2022) hingga Minggu (26/6/2022) mendatang. Selama tiga hari pelaksanaannya tercatat ada 614 lebih penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).
Operasi ini, ditujukan untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan penekanan guna meminimalisir terjadinya angka kecelakaan lalu lintas yang berujung maut.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) telah mencatatkan 600 lebih penindakan yang terjadi dalam gelaran Operasi Patuh Jaya 2022

Kombes Sambodo melanjutkan, terkait dengan berapa jumlah penindakan yang dilakukan para kendaraan dengan plat nomor khusus dan rahasia, pihaknya belum masih bisa untuk membeberkan hal itu.

Dalam Operasi Patuh 2022 ini, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, pelaksanaan Operasi kali ini bakal berbeda dengan pelaksanaan Operasi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tidak menitikberatkan kepada Operasi yang dilaksanakan secara stationer di jalan maupun mengejar target, menangkap, melakukan penindakan kepada para pelanggar sebanyak-banyaknya itu tidak. Kita akan dieksistensi pada kegiatan Operasi tahun ini dengan menggunakan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE),” kata Irjen Firman Shantyabudi saat gelaran apel Operasi Patuh 2022 di Polda Metro Jaya, Senin (13/6/2022).

Irjen Firman Shantyabudi menjelaskan, kendati menitikberatkan penggunaan teknologi ETLE untuk memantau pelanggaran di jalanan, pihaknya bakal tetap menempatkan sejumlah petugas Kepolisian di lokasi guna memberikan edukasi dan pencegahan kepada para pihak yang melanggar.

“Jajaran yang melaksanakan kegiatan Operasi ini dititikberatkan pada kegiatan edukasi dan preventif, sementara kegiatan penegakkan hukum akan dilaksanakan melalui kegiatan elektronik (ETLE),” ujar Irjen Firman Shantyabudi .

“Evaluasi dari giat rutin yang rekan-rekan laksanakan selama ini, maupun kelengkapan kamera yang ada pada teguran di masing-masing Polda, silakan dijadikan evaluasi dan target kita hari ini,” sambung dia.

Sementara itu, terkait Operasi ini, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya bakal lebih menekankan pengendara yang menggunakan rotator dan plat nomor khusus yang kerap menyalahi aturan.

“Penekanannya adalah untuk pengguna rotator dan pengguna plat khusus. Tidak ada keistimewaan yang menggunakan rotator atau plat khusus, saya juga sedang mengevaluasi dan memerintahkan Dirlantas untuk menertibkan plat-plat khusus dan rotator apabila ditemukan,” ujar Kapolda.

Sebagai informasi, dalam Operasi Patuh 2022 ini, polisi setidaknya menargetkan sebanyak 8 jenis pelanggaran, di antaranya, penggunaan knalpot bising, penggunaan rotator, aksi balap liar, melawan arus, penggunaan handphone saat mengemudi, penggunaan helm yang tidak sesuai standar, berkendara tak menggunakan sabuk keselamatan, serta berboncengan roda dua melebihi satu orang.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News