Connect with us

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Ikuti Pedoman Jaksa Agung, Pengguna Narkoba Tidak Dipenjara Tetapi Direhabilitasi

Published

on

Selasa, 9 November 2021 08:08 WIB

TribrataNews PMJ – Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa merespons aturan yang dikeluarkan Jaksa Agung RI tentang pedoman tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Polda Metro Jaya sepakat tersangka narkotika tak dipenjara melainkan direhabilitasi. Aturan itu dikeluarkan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam Pedoman Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa. “Kami sejalan dengan kebijakan dari Jaksa Agung,” kata Kombes Mukti saat dihubungi, Senin (8/11/2021).

Meski begitu Mukti menjelaskan sesuai dengan aturan dari Jaksa Agung RI ST Burhanuddin terdapat sejumlah syarat untuk tersangka narkotika yang bisa menjalani masa hukuman lewat rehabilitasi.

Syaratnya, tersangka narkotika untuk direhabilitasi harus minim barang bukti ketika dilakukan penangkapan. “Persyaratannya jumlah barang bukti harus sesuai edaran Mahkamah Agung, seperti contoh sabu satu gram,” jelasnya.

Selain itu, tersangka narkoba juga tak boleh terkait dengan peredaran narkotika. Pengguna pun harus dinyatakan lolos dari hasil tes assessment terpadu. “Pengguna bukan pengedar atau bandar, serta lolos hasil TAT (tes assessment terpadu),”ucapnya.

Dalam pedoman tersebut dijelaskan, pelaku penyalahgunaan narkoba tidak lagi dihukum di penjara, melainkan hanya akan direhabilitasi. Melalui pedoman tersebut, penyelesaian perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan melalui rehabilitasi pada tahap penuntutan.

18. DITRESNARKOBA

Pengedar Narkoba di Pamulang Dikendalikan oleh WNI di Malaysia

Published

on

By

Selasa, 11 Januari 2022 08:27 WIB

TribrataNews PMJ – Polisi mengungkapkan pengedar narkoba yang ditembak mati oleh personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya di Pamulang, Tangerang Selatan, dikendalikan oleh warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

“Hasil interogasi penyidik bahwa mereka juga dalam mengedarkan sabu ada yang mengendalikan, seorang warga negara Indonesia yang berada di Malaysia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Kombes Zulpan mengatakan, Kepolisian telah mengantongi identitas pengendali bandar tersebut dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku dan pengembangan terhadap anggota tersebut.

“Masih dalam pengejaran dan pengembangan penyidik,” ujarnya.

Kombes Zulpan mengatakan, Kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua tersangka agar tidak membahayakan masyarakat.

“Dilakukan tembakan ke udara tiga kali tapi para tersangka tidak berhenti sehingga dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan tersangka UA di kaki kanan. Kemudian HM tertembak di dada hingga meninggal dunia pada saat perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.

Personel Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati pengedar sabu-sabu di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa (4/1/2022) pada sekira pukul 15.45 WIB karena berupaya kabur dengan menabrak seorang perempuan pengendara motor.

Selain menabrak seorang perempuan pengendara motor, kedua tersangka juga menabrak dua unit kendaraan roda empat.

Pengedar yang tewas tersebut diketahui berinisial HM. Sedangkan rekannya yang berinisial UA (26 tahun) dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika berupa sabu-sabu seberat empat kilogram yang disamarkan dalam kemasan teh.

Atas perbuatannya UA kini telah menyandang status tersangka dengan persangkaan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa mengatakan, Kepolisian akan memberikan penggantian kepada masyarakat yang menderita kerugian materi dalam kejadian tersebut.

“Untuk ibu-ibu korban tadi kita bertanggung jawab. Dalam arti semua biaya bengkel, biaya pengobatan nanti kami yang tanggung semua,” katanya.

Ini adalah penangkapan pelaku narkoba. “Dan yang melakukan penabrakan bukan kita, tapi pelaku narkoba itu sendiri,” ujar Kombes Mukti.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ringkus Dua Pengedar Sabu di Tangsel, Satu Pelaku Tewas Tertembak

Published

on

By

Rabu, 5 Januari 2022 07:00 WIB

TribrataNews PMJ– Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati seseorang diduga pengedar sabu-sabu di Pamulang, Tangerang Selatan, karena berupaya kabur dengan menabrak seorang perempuan pengendara sepeda motor.

Dua pengedar narkoba sempat menabrak dua motor dan satu mobil saat dikejar polisi, di Jalan Puspiptek Raya, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (4/1/2022). Akibatnya, seorang pemotor mengalami luka berat hingga dilarikan ke rumah sakit.

“Jadi diikuti oleh anggota, dia lari. Terus dia menabrak motor. Seorang ibu-ibu pemotor, jatuh. Kakinya tergilas. Sekarang ibu itu sudah berada di rumah sakit untuk cek,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa, Selasa (4/1/2022) malam.

Selain menabrak pemotor, kata Mukti, keduanya juga menabrak pengendara motor lain dan bagian belakang mobil yang sedang melintas.

“Terus pelaku menabrak mobil, hancur bagian belakang. Terus motor satu lagi. Jadi satu mobil, dua motor ditabrak sama dia, akhirnya anggota melumpuhkan dengan menembak. Dalam perjalanan ke rumah sakit, satu meninggal dunia, satu lagi terluka tertembak di kaki,” kata Kombes Pol Mukti Juharsa

Pelaku yang meninggal dunia diketahui berinisial HS, sedangkan satu pelaku lainnya yang berinisial UA menderita luka tembak di kaki.

Kombes Mukti mengatakan kasus tersebut berawal ketika petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya tengah menyelidiki transaksi narkoba di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan.

Kemudian saat akan dilakukan penyergapan kedua tersangka berupaya melarikan diri dengan menggunakan mobil dan menabrak seorang perempuan pengendara sepeda motor dan melindas kaki korban.

Demi menghindari jatuhnya korban akibat ulah pelaku, polisi mengambil tindakan tegas dengan menembak pelaku.

“Penembakannya dalam rangka melumpuhkan,” kata Kombes Mukti.

Polisi kemudian membawa perempuan yang ditabrak oleh pengedar tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kepolisian juga akan mengganti kerugian materi yang diderita korban dalam penangkapan tersebut.

“Untuk ibu-ibu korban tadi kita bertanggungjawab. Dalam arti semua biaya bengkel, biaya pengobatan nanti kami yang tanggung semua. Karena ini kan penangkapan pelaku narkoba dan yang melakukan penabrakan bukan kita, tapi pelaku narkoba itu sendiri,” ujar Kombes Mukti.

Polisi kemudian memeriksa kendaraan yang digunakan kedua tersangka dan petugas berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 4 kilogram.

Dugaan sementara sabu-sabu tersebut didatangkan dari China.

Penyidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kini tengah mengembangkan kasus tersebut untuk membongkar pemasok barang haram tersebut

“Barang bukti empat kilogram sabu-sabu dari China. Ini masih kita dalami,” pungkas Kombes Mukti.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Sita 147 Kilogram Sabu dari Jaringan Timur Tengah

Published

on

By

Jumat, 24 Desember 2021 07:07 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu sebanyak 147,143 kilogram dari Jaringan Narkotika Internasional Timur Tengah.

“Jaringan yang kita bongkar merupakan jaringan internasional yaitu jaringan Timur Tengah. Kemudian dari pengungkapan yang berhasil dilakukan oleh tim ini barang buktinya adalah sabu seberat 147,143 kilogram,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Kamis.
Dalam pengungkapan jaringan pengedar narkoba internasional tersebut pihak kepolisian turut menangkap lima orang yang langsung ditetapkan sebagai tersangka atas masing-masing perannya dalam sindikat tersebut.
Para tersangka tersebut diketahui berinisial W (60), FS (27), HD (36), IA (32) dan AK (34). Kelimanya ditangkap di beberapa tempat berbeda di Jakarta, Tangerang dan Jawa Tengah, namun tidak dijelaskan kapan kelimanya ditangkap.
Kombes Zulpan menjelaskan narkotika jenis sabu-sabu tersebut didatangkan dari Iran dengan tujuan diedarkan pada pesta malam Tahun Baru 2022.
“Rencananya narkotika ini tentunya seperti yang disampaikan diawal untuk diedarkan pada malam Tahun Baru,” ujarnya.
Kelima tersangka tersebut kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana kurungan paling lama 20 th penjara.
Menurut perhitungan pihak kepolisian, pengungkapan sabu-sabu sebanyak 147,143 kilogram tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sebanyak 735.715 jiwa.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News