Connect with us

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 43,9 Kilogram Ganja, Tangkap 3 Pengedar

Published

on

TribrataNews PMJ — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 43,9 kilogram (kg) serta menangkap tiga pengedar barang haram tersebut.

“Ini pengungkapan narkoba jenis ganja sebanyak 43,9 kilogram di dua tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/8/2021).

Kombes Yusri menjelaskan, pengungkapan pertama dilakukan di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 21 Juli 2021. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap tersangka, yakni MY dan MS.

Kedua tersangka kini ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan intensif demi membongkar sindikat penyelundup ganja di Indonesia. “Ini masih kita kembangkan lagi, karena ganja ini (jaringan) lintas pulau,” katanya.

Selanjutnya, Polda Metro Jaya kembali menangkap tersangka bandar ganja berinisial RR alias IDR pada 29 Juli 2021 di daerah Gambir, Jakarta Pusat.

Polisi kemudian memeriksa tersangka RR secara intensif dan diperoleh pengakuan bahwa dirinya suruhan dari seseorang yang berstatus narapidana.

“IDR ini menyampaikan dia adalah suruhan seseorang yang sekarang menjadi napi di salah satu lembaga pemasyarakatan di Jawa Barat,” kata Kombes Yusri.

Atas keterangan tersebut Polda Metro Jaya memberangkatkan tim penyidik untuk memeriksa narapidana yang bersangkutan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka ini dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

18. DITRESNARKOBA

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Bubarkan Kerumunan Orang di Tiga Kafe di Jakarta Selatan

Published

on

By

Senin, 4 Oktober 2021 08:21 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membubarkan kerumunan orang di tiga kafe di Jakarta Selatan pada Sabtu (2/10/2021) dini hari. Tiga kafe itu beroperasi melampaui jam operasional yang diperkenankan pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa mengatakan, tiga kafe tersebut yakni Secondfloor Resto and Bar di Kemang, Half Way Bar di Kebayoran Lama, dan Kopi Koboy di Jalan Radio Dalam.

“Malam ini kami menemukan ada kerumunan di tiga kafe. Pertama di Secondflor jam 00:30 WIB kami bubarkan, di Halfway sampai pukul 01:00 WIB, dan yang paling parah di Kopi Koboy, sudah jam 01:30 WIB masih belum bubar,” kata Mukti Juharsa, Sabtu (2/10/2021).

Dalam razia itu, polisi hanya membubarkan kerumunan pengunjung kafe yang beroperasi melampaui jam operasional. Polisi tidak menutup sementara ketiga kafe tersebut. Namun, di Kopi Koboy petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menyita minuman beralkohol lantaran kafe tersebut tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB).

“Kopi Koboy di Radio Dalam, belum punya SIUP MB tapi sudah menjual minuman, itu tidak boleh. Minumannya kami bawa ke kantor kemudian kami periksa dan akan kami proses secara hukum. Itu pelanggarannya, tidak boleh menjual miras tanpa izin,” ujarnya.

Kombes Mukti menyebutkan, polisi akan terus menggelar operasi serupa setiap hari dan akan memberikan tindakan tegas jika masih ada kafe nakal yang beroperasi melampaui jam operasional yang diperkenankan pada PPKM. “Kalau kami analisa dan evaluasi, masih banyak kafe yang ‘kucing-kucingan’. Kami setiap hari akan operasi terus,” ujar dia.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Melanggar Batas Jam Operasional PPKM Level 3, Shamrock Kitchen & Bar di Tebet Disegel Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ – Petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menyegel Shamrock Kitchen & Bar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2021) malam karena melanggar protokol kesehatan. Tempat hiburan malam ini melanggar jam operasional saat penerapan PPKM Level 3 di Jakarta.

“Rupanya di Shamrock Kitchen & Bar ditemukan adanya pelanggaran jam operasional, selanjutnya petugas melakukan tes urine secara random terhadap 15 orang pengunjung dengan hasil seluruhnya negatif,” ujar Kanit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Vernal Armando Sambo melalui akun Instagram @narkoba_metro, Selasa (21/9/2021).

Dia mengungkapkan kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menutup tempat hiburan itu dan memanggil manajemen untuk dimintai keterangan. “Kita lakukan tindakan tegas, tempat kita Police line dan akan memanggil pihak manajemen tempat hiburan tersebut untuk dimintai keterangan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit,” kata AKP Armando.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bongkar Home Industry (Industri Rumahan) Tembakau Sintetis, Barang Bukti 157 Kg Narkoba

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus industri rumahan (home industry) narkoba jenis tembakau sintetis lintas provinsi. Sebanyak 6 orang pelaku ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sebanyak enam orang tersangka ditangkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan panjang di daerah Jakarta dan Jawa Barat.

Ada pun inisial pada pelaku adalah P, AEP, GBS, ES, GR, dan FR. Yusri merinci, penangkapan terhadap P dilakukan saat hendak melakukan pengiriman narkotika sebanyak 400 gram. Saat dilakukan penggeledahan di apartemen di Kemayoran Jakarta Pusat, kembali diamankan barang bukti 4 Kg narkoba.

Selanjutnya penyidik melakukan penggeledahan pada kerabat P yakni AEP yang ternyata juga kurir barang haram.

“Dari tangannya diamankan 153 kg tembakau sitetis. Kemudian kita geledah di apartemennya bahan baku untuk sintentis,” jelasnya.

Kemudian hasil penelusuran lebih lanjut, polisi kembali menangkap GBS, ES dan FR di daerah Ciumbeleuit, Jawa barat.

“Di aman 31 liter untuk bahan campuran tembakau sinte. Kita masih kejar. Karena salah satu tersangka yang mengendalikan adalah napi di daerah Jawa barat. Dua tempat home industri di Apartemen Galery, dan di Cihampelas, Bandung, Jabar merupakan home industry,” kata Kombes Yusri.

Kombes Yusri menjelaskan, pengungkapan home industry ini berawal dari pengungkapan kasus pengiriman narkotika jenis ekstasi berasal dari Belgia melalui ekspedisi Fed-EX pada 2 September 2021 lalu. Diketahui paket berupa narkotika yang disamarkan di dalam speaker itu akan dikirim ke daerah Makasar, Sulawesi Selatan. Namun, baru pada tanggal 16 September paket tersebut diambil oleh kurir ojek online yang akan dikirim ke pemesannya.

“Paket tersebut bentuk kaleng makanan binatang, yang ternyata berisi 5.056 butir ekstasi”, jelas Kombes Yusri.

Lebih lanjut Kombes Yusri mengatakan, petugas kemudian mengembangkan kasus ini hingga berhasil mengungkap kasus home industri.

Kombes Yusri mengatakan secara keseluruhan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap 10 tersangka. “Jika diestimasi, Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan 33.500 jiwa masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba”, pungkasnya.

 

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News