Connect with us

17. DITRESKRIMSUS

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 30.000 Bungkus Rokok Ilegal

Published

on

Jumat, 14 Januari 2022 07:45 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik Subdit Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bersama Kantor Bea Cukai Jakarta berhasil menggagalkan peredaran 450.000 batang rokok atau 30.000 bungkus rokok ilegal yang tidak dilengkapi cukai di wilayah Jadetabek.

“Ini bisa kita ungkap berawal dari adanya informasi masyarakat adanya dugaan tindak pidana berupa memperdagangkan atau menjual rokok tanpa izin di wilayah Jadetabek,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Kombes Zulpan mengatakan penyidik kepolisian dan Bea Cukai menyita 30.000 bungkus rokok ilegal dari dua lokasi.

Lokasi pertama digerebek pada 29 Desember 2021 bertempat di Pasar Cibubur Jakarta Timur. Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan satu orang terduga pelaku yang berinisial AM (25 tahun) yang berperan menjual rokok ilegal secara daring selama kurang lebih 6 bulan.

Sedangkan lokasi kedua di Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang digerebek pada 11 Januari 2021. Di lokasi kedua polisi mengamankan satu terduga pelaku berinisial M (50 tahun) yang berperan membeli rokok tanpa pita cukai dari daerah Pamekasan, Jawa Timur, kemudian dijual di Jadetabek selama kurang lebih 4 bulan.

Lebih lanjut Kombes Zulpan mengatakan akibat tindakan tersebut negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp750 juta.

“Dampak negatif dari pada kejahatan ini adalah yang pertama merugikan masyarakat sebagai konsumen karena tidak adanya izin dalam perdagangan rokok tanpa cukai, kemudian yang kedua menghambat pembangunan nasional dengan tidak terbayarnya pajak-pajak pita cukai,” ujarnya.

Selain itu negara juga menderita kerugian akibat tidak dibayarkannya bea masuk barang impor yang membuat pendapatan negara menurun dan stabilitas keuangan terganggu.

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada para pelaku adalah Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang cukai dengan ancaman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai.

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Gerebek Markas Judi Online di PIK, Peran Tersangkanya Ada Supervisor hingga Customer Service

Published

on

By

Senin, 15 Agustus 2022 09:45 WIB

TBNews PMJ – Aparat Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah kantor yang dijadikan markas operasional judi online di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (12/8/2022). Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap 78 orang di sebuah ruko. Polisi menyebut dari 78 orang yang diamankan, terdapat tersangka yang memiliki peran untuk menjalankan bisnis terlarang itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan pihaknya turut mengamankan supervisor di lokasi. Peran supervisor judi online itu bertanggungjawab atas pengelolaan bisnis ilegal itu.

“Supervisor ini mempunyai tanggung jawab mengawasi dan mengontrol kinerja pegawai. Jadi di dalamnya ada Customer service website judi online dalam transaksi deposit dan withdrawal atau penarikan,” kata Kombes Zulpan, Minggu (14/8/2022).

Tak hanya supervisor, kepolisian juga mengamankan customer service. Dalam praktiknya, pelaku yang berperan sebagai Customer Service bekerja untuk mengelola uang masuk dalam bisnis judi online di lokasi.

“Peran berikutnya customer service pada website judi online yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mengelola adanya uang masuk sebagai deposit dari member dalam bentuk e-wallet,” katag Kombes Zulpan.

Sebelumnya, Aparat Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya  menggeledah sebuah ruko yang dijadikan markas judi online di Kawasan Pantai Indah Kapuk.

“Pengungkapan kasus judi online dilakukan 12 Agustus 2022 pukul 02.00 WIB di Rukan Ekslusif Blok E nomor 39A Bukit Golf Mediterania Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 78 orang. Lebih lanjut Kombes Auliansyah mengatakan, dari ke-78 orang tersebut kini masih dalam pemeriksaan.

Polisi juga tengah menyiapkan pasal persangkaan dalam kasus judi online ini.

“Yang diamankan ada 78 orang. Mereka diamankan karena diduga telah melakukan dugaan tindak pidana perjudian melalui media elektronik dan atau TPPU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat 2 jonto Pasal 45 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 3, 4, 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU,” kata Kombes Auliansyah.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Tangkap Pemilik Akun Snack Video @rakyatjelata_98 Lantaran Posting Video Hoaks

Published

on

By

Kamis, 28 Juli 2022 15:30 WIB

TBNews PMJ – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun snack video @rakyatjelata_98. Pemilik akun, laki-laki berinisial AH, ini ditangkap gegara posting video hoaks.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan kasus ini dilaporkan kepada pihaknya pada Senin (25/7/2022). Polisi lalu melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku di rumahnya di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (27/7/2022).

“Barang bukti yang disita penyidik dan sudah digelar adalah satu unit handphone milik tersangka, akun Snack Video @rakyatjelata_98 yang digunakan pelaku,” kata Kombes Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Kombes Zulpan mengatakan AH menggunakan akun Snack Video miliknya itu untuk menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Polisi menyebut sejumlah pejabat publik menjadi sasaran dari tindakan pelaku AH.

“Isi video itu menuduh beberapa pejabat publik hingga dapat menimbulkan kebencian,” jelas Kombes Zulpan.

Sejumlah barang bukti ditunjukkan polisi dalam rilis kasus tersebut. Salah satu barang itu memuat tangkapan layar contoh ujaran kebencian dan berita bohong yang dilakukan pelaku lewat akun @rakyatjelata_98.

Pelaku AH kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE, Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946, dan Pasal 115 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Laporan Dugaan Penistaan Agama oleh Roy Suryo di Bareskrim Polri Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Published

on

By

Selasa, 28 juni 2022 12:50 WIB

TBNews PMJ – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melimpahkan laporan dugaan kasus penisataan agama oleh Roy Suryo ke Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, Roy Suryo sebelumnya dilaporkan oleh Ketua DPP Dharmapala Nusantara, Kevin Wu pada 20 Juni 2022. Laporan tersebut terkait unggahan meme patung Sang Buddha di Candi Borobudur yang diedit menjadi mirip wajah Presiden RI Joko Widodo. Unggahan itu dinilai telah melecehkan simbol agama Buddha.

“Laporan yang dilaporkan di Bareskrim pada 20 Juni 2022 terhitung hari ini telah dilimpahkan Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Zulpan kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Dengan demikian, dugaan kasus penistaan agama itu akan ditangani dan diselidiki oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Saat ini, Kombes Zulpan menyebut bahwa penyidik telah melengkapi administrasi penyelidikan dan meminta keterangan dari para ahli untuk selanjutnya dilakukan gelar perkara.

“Penyidik telah melengkapi administrasi penyelidikan dan surat perintah tugas. Selanjutnya meminta keterangan ahli, baik ahli agama, bahasa, sosiologi, hukum, siber, ahli ITE, dan ahli pidana,” kata Kombes Zulpan.

“Kemudian melakukan pengamanan barang buki, juga dilakukan gelar perkara terkait kasus ini,” sambung dia.

Sebelumnya, Akun media sosial Twitter milik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena diduga menyebarkan meme stupa Candi Borobudur yang diubah mirip wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Atas pelanggara itu, Roy Suryo diduga melanggar Pasal 45 A (2) jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156a KUHP.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News