Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Dalami Unsur Kelalaian dalam Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Published

on

Jumat, 10 September 2021

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya mendalami unsur dugaan kelalaian sebagai salah salah satu aspek pemicu dalam kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang pada Rabu dini hari (8/9/2021) dan menewaskan 44 narapidana.

“Iya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat Kombes Ade singkat saat dikonfirmasi di Jakarta, terkait penyelidikan dugaan kelalaian dalam insiden tersebut.

Meski demikian Kombes Tubagus belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyelidikan insiden kebakaran tersebut karena proses penyelidikan yang masih berjalan.

“Nanti hasil penyelidikan disampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 20 saksi dalam peristiwa kebakaran maut tersebut.

Saksi tersebut terbagi dalam tiga klaster yakni petugas lapas, masyarakat di sekitar lapas dan narapidana penghuni lapas.

Namun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan ada dua saksi tambahan yang diperiksa dalam kasus tersebut sehingga jumlah total saksi yang diperiksa menjadi 22 orang.

Kombes Yusri Yunus menambahkan pemeriksaan para saksi tersebut untuk mengumpulkan informasi mengenai penyebab ​​​​​​kebakaran yang menewaskan sebanyak 44 warga binaan lapas.

“Arahnya kemana untuk mengetahui beberapa keterangan yang mereka ketahui. Apakah memang betul terjadi kebakaran, sumber api dari mana,” ujar Kombes Yusri Yunus.

Sebanyak 44 narapidana tewas dalam kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Kebakaran diperkirakan berlangsung sekitar dua jam.

Lapas Kelas 1 Tangerang saat ini menampung sebanyak 2.072 warga binaan. Sedangkan Blok C2 yang mengalami kebakaran diketahui menampung 122 orang.

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bongkar Pemalsuan STNK untuk Nopol Rahasia hingga Buat Anggota DPR

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu dengan modus dapat membuat Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Para pelaku yang ditangkap berinisial TA, AK dan US menjanjikan dapat menerbitkan nomor polisi (nopol) rahasia polisi hingga buat anggota DPR RI.

“Ini tindak pidana pemalsuan atau memberikan keterangan palsu ke dalam satu data otentik. Pembuatan STNK dan TNKB rahasia dari kepolisian seperti ‘RFP’ juga anggota DPR RI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Kombes Yusri mengatakan, pengungkapan kasus penipuan itu bermula adanya masyarakat yang menjadi korban melaporkan ke Polda Metro Jaya. Di dalam laporannya, korban telah tertipu sebesar Rp 70 juta untuk pembuatan STNK dengan nompol rahasia Polri hingga buat anggota DPR RI.

“Uang Rp 70 juta itu dijanjikan dengan tarif Rp 20 juta untuk proses pembuatan nomor kendaraan Polri. Sedangkan Rp 50 juta untuk pembuatan STNK dan TNKB nomor rahasia dan DPR RI. Namun nomor yang dijanjikan tak kunjung keluar,” kata Kombes Yusri.

Polisi yang melakukan penyelidikan dari laporan korban berhasil menangkap para pelaku. Pelaku pertama yang ditangkap, yakni TA yang merupakan otak dari penipuan tersebut.

“Kedua AK, pegawai Samsat Jawa Barat. Ini yang mencetak TNKB atau plat mobil, ketiga US ini membuatkan STNK asli tapi palsu. STNK data asli dihapus dan disesuaikan nama identitas dan nomor yang diminta TA ini,” ucap Kombes Yusri.

Kombes Yusri mengatakan, STNK asli itu didapat dari salah satu pelaku inisial A dan D yang saat ini masih diburu. A dan D biasa mendapatkan STNK dari motor hasil curian. “Hasil keterangan awal dari US bahwa memang STNK asli itu didapat dari temannya setelah melakukan pencurian kendaraan bermotor. Kalau pakai alat khusus keaslian STNK itu asli, tapi identitas datanya dihapus dan diganti,” kata Kombes Yusri.

Dari penangkapan para pelaku, polisi mendapatakan barang bukti berupa STNK, TNKB serta alat-alat untuk menghapus data untuk dokumen. “Para pelaku kami persangkakan Pasal 372, Pasal 378 dan atau Pasal 263 serta Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ucap Kombes Yusri.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Residivis Jambret yang Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim Ditangkap Resmob Polda Metro Jaya

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang kelompok jambret yang kerap mengincar mobil dengan kaca terbuka saat di traffic light atau lampu merah. Tiga pelaku yakni DS, S, dan M ditangkap di lokasi berbeda di wilayah Cakung dan Penggilingan, Jakarta Timur serta Sumur Batu, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, DS, satu dari tiga pelaku jambret yang berhasil ditangkap merupakan residivis kasus serupa. DS baru keluar dari salah satu rumah tahanan (rutan) di Jakarta pada 2019. Saat itu juga dia kembali beraksi dengan mengajak dua rekannya, S dan M yang turut ditangkap saat ini.

“Saudara DS ini residivis kasus yang sama. Pernah ditangkap tahun 2017 dan 2019 keluar langsung bermain lagi sampai (ditangkap) sekarang,” kata Yusri dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Kombes Yusri mengungkapkan, DS merupakan kapten aksi penjambretan. Dia yang merencanakan dan menyusun strategi kejahatan jalanan itu.

DS bersama komplotannya beraksi sebanyak tiga hingga empat kali di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur sejak 2019. DS beraksi dengan mengendarai sepeda motor bersama S dan mengambil barang pengemudi mobil yang terhenti di traffic light dengan kaca terbuka.

“Bermain hampir setiap minggu. Bisa tiga hingga empat kali beraksi. Jadi cukup banyak korban, ini yang meresahkan masyarakat,” kata Kombes Yusri.

Adapun barang hasil curian berupa ponsel, yang biasa dijual DS dan S kepada M. Kepada polisi, M mengaku sudah beberapa kali menerima barang curian dari para pelaku.

“Pengakuan saudara M sudah sekitar lima kali (menerima barang curian) dari komplotan saudara DS. Tapi juga sering menerima barah hasil kejahatan dari pelaku lain. Ini masih terus kami kembangkan,” kata Kombes Yusri.

Adapun para pelaku ditangkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang menjadi korban pada 11 Agustus 2021. Para pelaku beraksi dengan menajambret ponsel korban yang saat itu sedang dimainkan di dalam mobil dengan kaca terbuka.

Para pelaku beraksi biasanya dengan menggunakan sepeda motor secara berboncengan. Satu berperan sebagai joki dan pemetik. Mereka menunggu pengendara yang lengah bermain ponsel di dalam mobil dengan kaca terbuka sambil di traffic light.

“DS ini yang melakulan penjambretan. Kedua S ini tugas dan peran sebagai joki. Ketiga M ini adalah penadah hasil curian dari para pelaku yang beraksi,” kata Kombes Yusri.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang kerap digunakan pelaku saat beraksi dan sejumlah ponsel korban. Adapun para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas

Published

on

By

Selasa, 14 September 2021

TribrataNews PMJ – Penyidik Polda Metro Jaya masih menunggu kedatangan lima orang dari pihak Lapas Kelas 1 Tangerang untuk hadir dalam pemeriksaaan terkait kebakaran Lapas yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap 7 orang, termasuk dengan Kalapas Kelas 1 Tangerang, Victor Teguh Prihartono yang telah hadir pada Selasa (14/9/2021) pagi tadi.

“Yang bersangkutan (Kalapas) sudah datang, tapi dijadwalkan hari ini ada 7 orang. Yang baru datang dua orang, Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Kelas 1 Tangerang,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (14/9/2021).

“Masih ada Kabid Administrasi, Kepala KPLP, Kasubbag Kum, Kasie Keamanan dan Kasie Perawatan. Ini lima orang lagi yang masih kita tunggu,” imbuhnya.

Ketujuh orang tersebut nantinya diperiksa terkait dengan adanya dugaan dalam Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 359 KUHP terkait dengan Kelalaian.

Lebih lanjut, terkait dengan pemeriksaan 25 orang saksi dari warga binaan Lapas, pihak PLN dan pemadam kebakaran di dua lokasi yakni Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (13/9/2021) kemarin, Kombes Yusri menegaskan pihaknya masih mendalami keterangan tersebut.

Termasuk dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi ahli.

“Kami masih kumpulkan semuanya, nanti kalau sudah lengkap kami akan gelar perkara untuk menentukan apakah ada tersangka dalam kasus ini,” pungkas Kombes Yusri.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News