Connect with us

17. DITRESKRIMSUS

Polda Metro Jaya Bongkar Pemalsuan Data Pribadi Untuk Pinjaman di Home Credit

Published

on

Kamis, 14 Oktober 2021 19:59 WIB

TribrataNews PMJ – Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar kasus pemalsuan data pribadi yang digunakan untuk diajukan secara berani ( online ) di PT Home Credit Indonesia dan dipakai berbelanja di e-commerce Tokopedia.

“Kasus disertai pemalsuan, korbannya PT Home Credit Indonesia. Waktu kejadian Juni 2021,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/10/2021) kemarin.

Modus operandi para pelaku adalah data pribadi seseorang lengkap dengan KTP dan membeli foto memegang KTP dari akun Telegram atas nama Raha.

“Dia beli harga Rp7,5 juta untuk status dan data pribadi berupa selfi sambil memegang KTP,” ujar Kombes Yusri.

Setelah mendapat data pribadi tersebut, pelaku melakukan pembelanjaan secara berani di e-commerce Tokopedia dengan membeli emas dan telepon seluler (ponsel). Kedua tersangka membeli emas dan ponsel karena mudah dijual kembali.

Pelaku kemudian memilih sistem pembayaran melalui Home Kredit dan menggunakan data pribadi seseorang yang dibeli di akun telegram tersebut.

Pihak Home Credit kemudian melakukan penagihan kepada pemilik data KTP tersebut namun ditolak karena pemilik KTP merasa tidak pernah mengajukan permohonan kredit ke Home Credit.

“Ada 150 data fiktif yang ditemukan dan melakukan transaksi menggunakan Home Credit,” ujarnya.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Polda langsung melakukan penyelidikan dan menemukan ada empat pelaku.

Dua pelaku yang berinisial UA dan SM telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

ujar Kombes Yusri. polisi menangkap kedua tersangka di Jakarta. Namun Kombes Yusri belum menjelaskan lebih lanjut kapan keduanya ditangkap.

Polisi telah melakukan penahanan kedua tersangka dengan persangkaan Pasal 30 juncto Pasal 46 atau Pasal 32 UU ITE serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara 12 tahun.

“Kami lapis lagi di UU Nomor 3 tentang TPPU dengan ancaman 20 tahun penjara,” kata Kombes Yusri.

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Penggelapan Modus Jual Beli Akun Ojol

Published

on

By

Rabu, 24 November 2021 13:38 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 2 kurir ojek online (ojol) yang membawa kabur MacBook Rp 67 juta milik ‘Untung Store’. Dari kasus ini polisi mengungkap adanya praktik jual beli akun driver ojek online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan menjelaskan pihaknya menangkap dua orang pelaku terkait penggelapan MacBook Rp 67 juta tersebut. Keduanya adalah tersangka RF (25) dan HS (39).

“Tersangka RF dan HS, mereka ini adalah teman saling mengenal dan juga sudah beberapa kali melakukan kejahatan,” ujar Kombes Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Adapun, pelaku RF adalah kurir ojol yang menggelapkan MacBook Pro senilai Rp 67 juta milik korban. Sedangkan tersangka HS adalah yang membuat akun palsu ojol yang kemudian digunakan tersangka RF untuk melakukan kejahatan.

“Kerja sama dengan modus tersangka HS minta bantuan ke tersangka RF untuk dicarikan akun driver ojol yang dijual pemiliknya. Setelah tersangka RF beli akun driver ojol, tersangka RF mendapatkan sim card yang terdaftar pada akun driver ojol tersebut,” jelasnya.

Namun, jika tidak mendapatkan nomor ponsel bekas pemilik asli, pelaku menggunakan nomor ponselnya sendiri. Nomor ponsel itu digunakan untuk menerima orderan.

“Setelah mendapatkan orderan, tersangka tidak mengirimkan barang seperti HP, laptop dll kepada yang seharusnya, tetapi barang tersebut digelapkan,” tuturnya.

Kasus ini berawal ketika Untung Putro melapor ke Polda Metro Jaya terkait penggelapan MacBook senilai Rp 67 juta tersebut. Penggelapan MacBook itu dilakukan oleh oknum kurir ojol.

“Ternyata ada 15 orang yang pernah jadi korban orang tersebut juga. Jadi orang ini residivislah, sindikatlah. Dia modusnya jual-beli akun ojek online,” kata Untung saat dihubungi, Minggu (21/11).

Dia mengatakan pelaku kerap menggonta-ganti akunnya saat melakukan aksi tersebut. Barang pesanan ke-15 korban yang dibawa kabur memiliki nilai jual yang bervariasi.

“Yang terlapor sampai sekarang sudah 15 kali dengan orang yang sama dan nilainya fantastis pasti di atas Rp 10 juta. Ada yang Rp 23 juta, ada yang Rp 28 juta, Rp 40 juta. Saya mungkin salah satu yang paling gede ya Rp 67 juta di satu transaksi,” jelasnya.

Kemudian, Untung menyebut pelaku menggunakan KTP palsu untuk mendaftarkan diri sebagai kurir ojek online.

“Jadi akun palsu, KTP palsu. Kalau nama di KTP Hendri Usman, cuma saya yakin itu dia jual akun juga jadi KTP palsu. Karena kami dapet foto KTP, kami kirim tim ke alamat di KTP juga nggak ada orang tersebut,” ungkap Untung.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Polda Metro Jaya Tangkap 48 WN China dan Vietnam Terkait Tindak Kejahatan Pencurian Data Modus Phone Sex

Published

on

By

Senin, 15 November 2021 08:47 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya menangkap 48 warga negara asing (WNA) berkebangsaan China dan Vietnam terkait kasus dugaan pemerasan dan pencurian data lintas negara berkedok aplikasi kencan dengan modus Phone Sex.

“Ini kejahatan lintas negara yang para tersangkanya adalah warga negara asing keturunan China dan Vietnam. Ada 48 tersangka disini kita amankan dan korbannya rata-rata adalah warga Taiwan dan China sendiri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Yusri Yunus di Jakarta, Sabtu.

Brigjen Yusri mengungkapkan, modus para pelaku ini adalah mencari korbannya dengan memanfaatkan aplikasi kencan.

Di dalam aplikasi tersebut pelaku mencari secara acak (random) data korban-korban warga negara China. Kemudian dicocokkan dengan satu aplikasi lagi dan berganti personal dengan WeChat atau Line.

“Di sana para tersangka bisa mengirimkan link ‘phishing‘ website ke korban,” ujar Brigjen Yusri.

Para pelaku ini kemudian meminta korbannya untuk mendaftar melalui link situs “phishing” yang ternyata digunakan untuk mencuri data pribadi dari ponsel korbannya. Salah satu data yang dicuri adalah daftar kontak milik korbannya.

Dari 48 tersangka yang ditangkap Polda Metro Jaya, empat diantaranya adalah perempuan yang berperan memancing korbannya untuk melakukan panggilan video (video call) mesum yang direkam diam-diam oleh para tersangka dan digunakan untuk memeras korbannya.

“Pelaku wanita ini memancing korban untuk membuka baju, kemudian korban terpancing. Inilah dasar mereka memeras si korban,” kata Brigjen Yusri.

Brigjen Yusri mengatakan, pemeriksaan terhadap 48 tersangka tersebut masih berjalan lantaran para pelaku tersebut baru saja ditangkap pada Jumat malam (12/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

Para tersangka ditahan di Rumah Detensi Imigrasi sambil menunggu proses hukum dan koordinasi dengan kepolisian China untuk proses selanjutnya.

Adapun pasal yang dilanggar para tersangka di Indonesia adalah UU ITE Pasal 30 Juncto Pasal 48 dan atau Pasal 28 ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 35 Juncto Pasal 51 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Kembali, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Cengkareng dan Tangkap 4 Orang

Published

on

By

Selasa, 26 Oktober 2021 07:37 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan terhadap kantor yang beroperasi sebagai penyedia jasa pinjaman online (pinjol) ilegal di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Sebanyak empat orang ditangkap polisi.

Adapun penggerebekan kantor tersebut dilakukan di sebuah kos-kosan Jalan Tawangmangu RT 12, RW3, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin malam (25/10/2021). Di tempat itu, polisi menduga ada empat aplikasi pinjol ilegal.

“Jadi di kos-kosan ini kita berhasil melakukan penindakan ada dua lokasi atau dua kamar di mana dalam dua kamar ini ada 4 aplikasi pinjaman online ilegal,” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis kepada wartawan, Senin (25/10/2021) malam.

Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga beberapa hari silam. Kombes Auliansyah mengatakan, sebanyak empat orang diamankan dalam penggerebekan itu. Di mana, keempat orang ini berperan sebagai collector (penagih) di empat aplikasi pinjol tersebut.

Kombes Auliansyah menambahkan, keempat orang ini kerap meneror para krediturnya yang wanprestasi mulai dari santet hingga penyebaran foto-foto tak senonoh. Mereka, lanjutnya, sudah beroperasi sejak 10 bulan lalu.

“Tadi sama-sama sudah kita liat dia melakukan, ‘kalau kamu tidak bayar kamu akan saya santet’ ataupun ‘apabila kalau kamu tidak bayar saya akan kirimkan foto-foto senonoh kamu ke setiap kontak yang ada di HP Anda’,” tuturnya.

Kini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap keempat orang pelaku ini.

Seperti diketahui, polisi memberikan perhatian terhadap maraknya penyedia jasa pinjol ilegal yang ada di Indonesia. Bahkan, beberapa pengejaran telah diungkap di beberapa lokasi dari lima wilayah Kota di Jakarta sampai Tangerang.

Penggerebekan ini menambah catatan Polda Metro Jaya yang tercatat telah menggerebek lima lokasi pinjol ilegal dengan sebanyak 13 tersangka dan 105 aplikasi ditemukan di lima lokasi tersebut.

Pinjol ilegal meneror korban melalui pesan dan foto berita bohong. Ancaman bahkan memperlihatkan foto konsumen dan dijadikan satu gambar asusila untuk tujuan menekan peminjam dana dengan ancaman-ancaman yang ada. Tidak hanya itu, pinjol ilegal juga menyebarkan foto asusila tersebut kepada keluarga nasabah, rekan kerja bahkan atasan kantor.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News