Connect with us

Berita Terkini

Polda Metro Jaya Bongkar Modus Penipuan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Published

on

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya menangkap pelaku penipuan bermodus kredit tanpa agunan (KTA) di Jakarta. Pelaku berinisial RAW itu mengaku sebagai pegawai bank dan mengirimkan SMS ke nomor korban secara acak.

“Dia juga menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) melalui SMS gate away,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (19/7/2021).

Pihak yang dirugikan merupakan bank yang dicatut namanya itu lantaran pihak bank tak pernah mengeluarkan sistem seperti itu. Pelaku melemparkan SMS secara acak ke nomor handphone dan saat ada korban yang merespons, pelaku lalu membuka percakapan via WhastApp.

“Setelah terjadi percakapan, pelaku sampaikan apa saja yang harus diikuti oleh korbannya dan cukup banyak laporan ke kepolisian tentang adanya suatu penipuan seperti ini. Tersangka RAW sudah melakukan kegiatan penipuan selama 6 bulan,” ujar Kabid Humas.

Dari hasil penipuan itu, pelaku mendapatkan keuntungan fee lantaran korbannya telah memindahkan KTA dari satu bank ke bank lainnya. Setiap fee yang dia dapatkan setidaknya Rp300 ribu dari tiap korban yang memindahkan KTA-nya ke bank lain.

“Total menghasilkan dalam setiap bulan sekitar Rp5 juta-Rp10 juta tergantung banyaknya korban. Kami masih mendalami berapa yang sudah diraup, tapi pengakuan awal sudah lebih dari Rp50 juta keuntungan yang diterima selama 6 bulan,” katanya.

Menurut Kabid Humas, kasus penipuan itu biasanya dilakukan secara berkomplot sehingga polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain.

“Ini pembelajaran buat masyarakat. Setiap ada menerima SMS seperti ini, menawarkan KTA tidak usah ditanggapi karena sistem yang dia gunakan SMS blase atau gate away. Di situ pelaku merayu dengan kata-kata yang faktanya adalah penipuan,” ujarnya.

Modus penipuan dengan SMS gate away bukan hanya sebatas KTA, tapi juga bisa berupa pulsa ataupun pinjaman. Pelaku dikenakan pasal 35 jo pasal 51 jo UU ITE dengan ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

12. POLRES KEPULAUAN SERIBU

Di Dermaga Keberangkatan, Polres Kepulauan Seribu Himbau ProKes dan Pandu Scan Barcode Peduli Lindungi 204 Warga

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 13:28 WIB

TribrataNews PMJ – Dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kepulauan Seribu, Polres Kepulauan Seribu menempatkan personelnya di Dermaga Keberangkatan Kaliadem Muara Angke bergabung bersama instansi terkait setempat untuk melakukan pengamanan, himbauan ProKes (protokol kesehatan) dan pengecekan sertifikat vaksin melalui aplikasi peduli lindungi kepada warga yang akan ke Pulau Seribu, Jumat (22/10/2021).

IPTU Sony Harsono selaku Perwira Pengendali dari Polres Kepulauan Seribu menjelaskan, bahwa warga yang akan ke Pulau Seribu melalui Dermaga Keberangkatan dihimbau untuk menerapkan aturan protokol kesehatan dan sudah suntik vaksin.

“Kita bergabung dengan instansi terkait setempat untuk melakukan pengamanan, memberikan himbauan ProKes dan mengecek sertifikat vaksin melalui aplikasi peduli lindungi warga yang akan ke Pulau,” jelasnya.

Ditambahkan IPTU Sony, pihaknya ingin warga yang akan ke Pulau Seribu dalam keadaan sehat, patuh aturan ProKes dan sudah suntik vaksin.

“Iya, semua warga yang ke Pulau Seribu kita harapkan menjalankan aturan ProKes baik selama di perjalanan maupun sesampai pulau tujuan dan pastinya semua sudah suntik vaksin Covid-19,” ujarnya.

Tercatat, hari ini ada 204 warga berangkat ke Pulau Seribu melalui Dermaga Keberangkatan Kaliadem Muara Angke dengan menggunakan 2 (dua) kapal tradisional dan 2 (dua) kapal Dinas Perhubungan.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Hampir Sepekan Ganjil Genap Dua Sesi, Polisi Sebut Pelanggaran Sedikit

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 13:18 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklaim bahwa pelanggar kebijakan ganjil-genap dua sesi di Ibu Kota terbilang sedikit. Hampir sepekan diterapkan, baru didapati 11 pelanggar.

“Jumlahnya baru 11 pelanggar, nggak banyak,” kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Argo Wiyono kepada wartawan, Jumat, 22 Oktober 2021.

AKBP Argo menilai, minimnya pelanggar ganjil-genap menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai tertib dalam berlalu lintas. Adapun, ganjil-genap dua sesi sejauh ini baru berlaku di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said. Dibagi menjadi dua tahap yakni pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. “Masyarakat sudah banyak paham aturan ganjil genap,” katanya.

Lebih lanjut, AKBP Argo mengatakan, pada Senin, 18 Oktober 2021 ditemukan lima pelanggar di ruas Jalan Rasuna Said. Argo menyebut mereka ditindak secara tilang manual. Sementara itu pada Selasa, 19 Oktober 2021 ada enam pelanggar ganjil-genap yang ditilang secara manual. Argo merinci, enam pelanggar didapati ketika melintas di ruas Jalan Rasuna Said.

“Pada Senin kami dapati pelanggar pada gage sesi satu yakni pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Pada Selasa, empat kendaraan kami dapati saat gage berlaku pada pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Sedangkan, dua lagi pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB,” katanya.

Kembali Terapkan Ganjil Genap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menerapkan kebijakan ganjil genap di wilayah Ibu Kota, pada Senin hingga Jumat, mulai jam 06.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB. Hal itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019.

“Untuk Sabtu, Minggu dan libur nasional, gage tidak berlaku,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 15 Oktober 2021.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polsek Teluknaga Tangkap Preman yang Bakar Pedagang Sosis di Kawasan Wisata Tanjung Pasir

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 08:07 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Teluknaga Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang preman kampung berinisial LE (42 tahun) setelah melakukan penganiayaan terhadap pedagang sosis di kawasan wisata Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. LE nekat menganiaya korban IS lantaran tidak diberi uang jago.

Kapolsek Teluknaga, AKP Anton menjelaskan tindak kekerasan tersebut terjadi pada Jumat (24/9/2021) sekira pukul 23.00 WIB. Korban berinisisal IS mengalami luka bakar hingga 37 persen.

“Pelaku dengan inisial LE berhasil kami tangkap di wilayah Grobogan, Jawa Tengah,” ujar AKP Anton kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Menurut AKP Anton, aksi pembakaran yang dilakukan setelah terjadi cekcok saat pelaku meminta uang kepada korban yang tengah berjualan. Namun, tidak dipenuhi karena kondisi dagangan sedang sepi.

“Motif pelaku karena merasa permintaannya tidak dituruti. Pelaku melakukan pemukulan dengan besi, kemudian menyiram bensin ke tubuh korban dan membakarnya,” tuturnya.

“Pelaku mendapat bensin yang berasal area dagangan korban yang biasa dipakai korban untuk berjualan,” sambungnya.

Atas perbuatannya, tersangka LE akan dikenakan dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana tentang penganiayaan. Adapun ancamannya paling lama lima tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News