TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya melaporkan sebanyak 36 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sejumlah perusahaan otobus (PO) yang melanggar kebijakan PPKM Darurat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yus Yunus mengatakan 36 bus yang bisa melakukan pelanggaran PPKM Darurat seperti pelanggaran trayek, hingga pemalsuan PCR sebagai syarat melakukan perjalanan.

“Sudah beberapari kita lakukan masih ada saja oknum-oknum yang bermain baik memalsukan PCR, kartu vaksin, antigen swab untuk bisa berangkat tanpa melalui tes,” kata Kombes Yus Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/7/2021) .

Kombes Yusri Yunus menegaskan pada masa PPKM Darurat seperti sekarang pemerintah telah mengeluarkan aturan seperti yang terdapat pada Surat Edaran Menteri Perhubungan SE 43 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri.

“Termasuk untuk kendaraan umum yang jauh ada aturannya, harus memiliki PCR, surat antigen, atau kartu vaksinasi minimal 1 kali vaksin, bahkan diatur oleh Kemenhub dan Ditlantas,” ujar Yusri Yunus.

Yusri mengatakan kepada 36 bus yang memilikinya nanti akan dipelajari lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan untuk kemudian diberikan sanksi kepada PO sesuai pelanggarannya.

“Ini baru kita lakukan penindakan nanti akan dipelajari oleh Dishub apa tindakan tegas yang diberikan kepada PO bus. Tidak bisa langsung karena tilangnya berjalan,” tutur Kombes Yusri Yunus.

Kombes Yusri pun menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan penindakan kepada PO yang melanggar ketentuan perjalanan untuk angkutan darat selama masa PPKM Darurat.

“Saya ingatkan lagi bagi pemilik kendaraan trayek, bus lintas kota, kami akan kejar terus, mari bantu kami demi keselamatan masyarakat jangan mencari keuntungan di tengah penyebaran COVID-19,” ujar Kombes Yusri.