Connect with us

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polda Metro Jaya Akan Beri Penghargaan Kepada Personel Polres Metro Jakarta Barat yang Berhasil Ungkap Pabrik Sabu di Tangerang

Published

on

Kamis, 9 September 2021

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya dijadwalkan segera memberi penghargaan kepada personel Polres Metro Jakarta Barat karena keberhasilannya mengungkap pabrik sabu berkedok rumah mewah di Kelapa Dua, Tangerang.

“Ini akan saya sampaikan juga ke Kapolda Metro Jaya untuk disampaikan satu penghargaan kepada teman-teman kita, termasuk para pemain lapangan semua,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat menggelar Jumpa Pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (9/9/2021).

Kombes Yusri belum bisa memastikan kapan penghargaan tersebut akan diberikan Polda Metro Jaya, termasuk jenis penghargaan yang hendak diberikan.

Lebih lanjut, Kombes Yusri menilai pengungkapan yang dilakukan Polres Metro Jakarta Barat tergolong besar lantaran termasuk dalam jaringan narkoba tingkat internasional.

Mereka juga telah menetapkan dua tersangka asal Iran yakni BF dan FS selaku otak dari peredaran itu.

Mereka menggunakan modus baru untuk menyeludupkan narkoba yakni dengan mengemas bahan sabu-sabu yang masih berbentuk jeli dalam pembungkus makanan.

“Biasanya jenis narkotika jenis sabu-sabu dari Timur Tengah itu dalam bentuk sudah jadi. Ini ada modus baru mengelabui dengan mengirim bahannya yang sudah setengah jadi,” kata Kombes Yusri.

Kombes Yusri menjelaskan, BF dan FS sudah berada di Indonesia sejak 2019. Saat itu mereka masih memantau situasi di Indonesia sebelum memproduksi sabu.

Setelah situasi dirasa aman, kedua tersangka lalu meminta seseorang dari Turki untuk mengirimkan bahan baku narkotika berupa Gel (jeli). Gel tersebut dikemas oleh penyuplai dari Turki dengan benda tertentu sehingga tidak terdeteksi mesin pemantauan barang di bandara.

“Untuk mengelabui biasanya dibuat di manifesnya makanan. Padahal, jeli itu sudah mendekati sabu sempurna,” kata Kombes Yusri.

Pengiriman itu sudah dilakukan dari Turki selama beberapa kali sejak dua tersangka tinggal di Indonesia pada 2019.

Setelah paket jeli tersebut sampai, dua tersangka langsung mengolahnya hingga akhirnya menjadi sabu dengan kategori kualitas I.

“Mereka mengolah di rumah yang dijadikan tempat ‘home industry’ menjadi sabu kualitas I,” kata dia.

Selama beroperasi di Tangerang, kedua tersangka diketahui sudah mengedarkan sabu ke beberapa wilayah di antaranya Jakarta dan Tangerang.

Kombes Yusri tidak menjelaskan secara rinci dimana saja dan bagaimana modus yang dilakukan tersangka dalam mengedarkan sabu.

“Mereka mampu untuk memproduksi 10 sampai 15, bahkan sampai 20 kilo sabu-sabu dan dipasarkan di daerah sekitar Jakarta. Kita dalami lagi,” kata Kombes Yusri.

Karena perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2) subsider pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat Jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling berat hukum mati.

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Keseleo Usai Rampok Rumah, Pemuda Ini Ditangkap Polsek Tambora

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ — Petugas Polsek Tambora menangkap seorang pemuda berinisial ES (30 tahun) yang membobol dan mengambil sejumlah barang dari sebuah rumah di Jalan Jembatan Besi Gang Rana RT 05 RW 07,  Jembatan Besi,Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (14/9/2021). ES berhasil ditangkap karena menahan sakit akibat keseleo sehingga tak bisa melarikan diri.

Adapun aksi pencurian terjadi pada Selasa dini hari, sekira pukul 03.45 WIB. “Aksi nekat pemuda tersebut (ES) melakukan pencurian dengan memanjat rumah korban melewati balkon lalu masuk lewat jendela rumah korban,” kata Kapolsek Tambora Kompol Faruk Rozi dalam sebuah keterangan, Kamis (16/9/2021).

Setelah masuk ke rumah korban, ES mengambil sebuah ponsel merk samsung tipe A51 warna hitam dan dua buah tablet merk Samsung.

Namun, pemilik rumah melihat ES sesaat setelah ES mengambil barang-barang berharga tersebut. Pemilik rumah langsung meneriaki pelaku dengan sebutan ‘maling’.

“Mengetahui aksinya ketahuan, pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat keluar rumah lewat balkon hingga membuat kaki pelaku terpincang-pincang akibat keseleo,” kata Kompol Faruk.

Meski melarikan diri, salah seorang keluarga korban mengenali wajah pelaku. Korban pun melaporkan kejadian kepada polisi.

“Berangkat dari laporan, kami bergegas ke lokasi kejadian untuk mencari informasi dan bukti bukti di sekitar lokasi,” kata Kompol Faruk.

Di lokasi kejadian, polisi mengumpulkan bukti dari korban dan berhasil mengetahui kediaman korban. Polisi pun segera menyambangi rumah ES. Ternyata, ES masih ada di rumahnya lantaran tengah menahan sakit akibat keseleo. ES pun segera digiring ke Mapolsek Tambora. Ia dikenakan Pasal 363 KUHPidana. Barang curian ES kini diamankan polisi sebagai barang bukti.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polisi Berlakukan “Crowd Free Night” di Kota Tua

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Polisi mulai  memberlakukan malam bebas kerumunan atau “Crowd Free Night” (CFN) di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (16/9/2021) malam. Kebijakan ini diberlakukan guna mengantisipasi kerumunan warga yang kerap terjadi di wilayah Kota Tua.

“Kita buat CFN itu untuk mengalihkan arus lewat samping sebelum Daihatsu (Jalan Kunir),” kata Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Iverson Manossoh saat dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Penerapan ini berawal dari uji coba yang diterapkan pihak kepolisian sejak Rabu (15/9/2021) malam lalu. Karena dirasa efektif mengurangi kerumunan, maka kebijakan itu dilanjutkan polisi.

Kapolsek mengatakan selama CFN, Jalan Kunir akan ditutup untuk umum pada pukul pukul 22.00 WIB sampai 04.00 WIB. Warga yang biasa melewati wilayah tersebut dialihkan untuk memutar di Jalan Cengkeh.

Setelah lokasi itu ditutup, petugas tiga pilar yang terdiri dari Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan bertugas menjaga lokasi.

Mereka nantinya akan membubarkan kerumunan warga maupun pedagang kaki lima (PKL) yang kerap beraktivitas di wilayah Kota Tua.

Saat ditanya sampai kapan kebijakan ini akan berlangsung, Kapolsek belum bisa memastikan hal tersebut.

Di saat yang sama, Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat memastikan anak buahnya akan melakukan penjagaan di lokasi selama CFN

Bahkan petugas akan ditambah untuk memantau kawasan Kota Tua demi memecah kerumunan warga.

“Sabtu Minggu kita bagi dua shift. Shift pertama itu 40 orang dan shift kedua 60 orang,” kata dia.

Dengan kebijakan ini, Tamo berharap aktivitas warga yang menimbulkan kerumunan di wilayah Kota Tua bisa berkurang sehingga penyebaran COVID-19 bisa dihindari.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polsek Metro Tamansari Sita 106 Botol Miras Ilegal dari Dua Warung Sembako

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Aparat Polsek Metro Taman Sari menyita 106 botol minuman keras (miras) ilegal dari dua buah warung di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, pada Rabu (15/9/2021). Penyitaan ratusan botol miras ini bermula saat sejumlah anak muda yang berkerumun di kawasan Taman Sari diamankan pada Sabtu (11/9/2021) malam.

“Jadi beberapa malam lalu kita operasi gabungan dan menjaring banyak anak-anak muda berkerumun. Saat itu operasi banyak minuman yang tumpah jadi mereka (anak-anak muda) itu bawa banyak minuman, nah itu yang jadi dasar kita selidiki tempat penjualan mereka,” kata Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Iver Son Manossoh, Kamis (16/9/2021).

Salah satu warung berlokasi di perbatasan Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat dan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara satu warung lainnya berlokasi di Jalan Mangga Besar, Taman Sari.

Kapolsek mengatakan, dua warung tersebut sebenarnya menjual sembako, tetapi saat didalami ada juga miras yang diperjualbelikan di sana.

Kedua pemilik warung hingga kini belum dijatuhkan sanksi. Namun, Kapolsek mengaku tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat terkait sanksi yang nantinya akan diberikan. “Lebih lanjut kita koordinasi dengan (Suku Dinas) Pariwisata karena miras ini tidak boleh dijual di tempat yang tidak ada izin. Nggak boleh dia jual di warung atau di kios, distribusinya dia (miras) hanya boleh di kafe tertentu dan berizin,” jelas Kapolsek.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News