Connect with us

Berita Terkini

Polda Metro Jaya Adakan Pertemuan dengan Lembaga Tranformasi Papua di Jakarta Bahas Kolaborasi Percepat Vaksinasi

Published

on

Kamis, 2 September 2021

TribrataNews PMJ — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menggelar pertemuan dengan Lembaga Tranformasi Papua di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Dalam pertemuan itu, Kapolda mengajak orang Papua yang khususnya di Jakarta untuk berkolaborasi membantu pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi.

Pada kesempatan itu pula, Kapolda mendoakan dan menyampaikan harapan orang Papua bisa menjadi Kapolda Metro Jaya.

“Saya berharap dan berdoa mudah-mudahan suatu saat nanti orang Papua bisa jadi Kapolda Metro Jaya. Tentunya dengan didukung dengan masyarakat Papua yang di seantero nusantara,” kata Kapolda.

Doa dan harapan Kapolda itu pun disebut riuh tepuk tangan dari tamu yang hadir. Menurut Kapolda, apabila orang Papua menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa lantaran belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini doa betul ini. Saya berdoa mudah-mudahan nanti ada orang Merauke ada orang Wamena orang Sorong Nabire bisa jadi Kapolda Metro Jaya. Wah luar biasa,” tuturnya.

Kapolda mengajak orang Papua yang khususnya yang berada di Jakarta untuk berkolaborasi membantu pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi.

“Saya merasa bahagia dan bagian dari Papua yang ada di Jakarta. Mudah-mudahan silaturahmi kita akan terus berlanjut hingga ke depan. Saya siap membuka diri berkolaborasi. Saya Papua saya Indonesia,” pungkas Kapolda Fadil.

12. POLRES KEPULAUAN SERIBU

Di Dermaga Keberangkatan, Polres Kepulauan Seribu Himbau ProKes dan Pandu Scan Barcode Peduli Lindungi 204 Warga

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 13:28 WIB

TribrataNews PMJ – Dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kepulauan Seribu, Polres Kepulauan Seribu menempatkan personelnya di Dermaga Keberangkatan Kaliadem Muara Angke bergabung bersama instansi terkait setempat untuk melakukan pengamanan, himbauan ProKes (protokol kesehatan) dan pengecekan sertifikat vaksin melalui aplikasi peduli lindungi kepada warga yang akan ke Pulau Seribu, Jumat (22/10/2021).

IPTU Sony Harsono selaku Perwira Pengendali dari Polres Kepulauan Seribu menjelaskan, bahwa warga yang akan ke Pulau Seribu melalui Dermaga Keberangkatan dihimbau untuk menerapkan aturan protokol kesehatan dan sudah suntik vaksin.

“Kita bergabung dengan instansi terkait setempat untuk melakukan pengamanan, memberikan himbauan ProKes dan mengecek sertifikat vaksin melalui aplikasi peduli lindungi warga yang akan ke Pulau,” jelasnya.

Ditambahkan IPTU Sony, pihaknya ingin warga yang akan ke Pulau Seribu dalam keadaan sehat, patuh aturan ProKes dan sudah suntik vaksin.

“Iya, semua warga yang ke Pulau Seribu kita harapkan menjalankan aturan ProKes baik selama di perjalanan maupun sesampai pulau tujuan dan pastinya semua sudah suntik vaksin Covid-19,” ujarnya.

Tercatat, hari ini ada 204 warga berangkat ke Pulau Seribu melalui Dermaga Keberangkatan Kaliadem Muara Angke dengan menggunakan 2 (dua) kapal tradisional dan 2 (dua) kapal Dinas Perhubungan.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Hampir Sepekan Ganjil Genap Dua Sesi, Polisi Sebut Pelanggaran Sedikit

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 13:18 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklaim bahwa pelanggar kebijakan ganjil-genap dua sesi di Ibu Kota terbilang sedikit. Hampir sepekan diterapkan, baru didapati 11 pelanggar.

“Jumlahnya baru 11 pelanggar, nggak banyak,” kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Argo Wiyono kepada wartawan, Jumat, 22 Oktober 2021.

AKBP Argo menilai, minimnya pelanggar ganjil-genap menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai tertib dalam berlalu lintas. Adapun, ganjil-genap dua sesi sejauh ini baru berlaku di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said. Dibagi menjadi dua tahap yakni pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. “Masyarakat sudah banyak paham aturan ganjil genap,” katanya.

Lebih lanjut, AKBP Argo mengatakan, pada Senin, 18 Oktober 2021 ditemukan lima pelanggar di ruas Jalan Rasuna Said. Argo menyebut mereka ditindak secara tilang manual. Sementara itu pada Selasa, 19 Oktober 2021 ada enam pelanggar ganjil-genap yang ditilang secara manual. Argo merinci, enam pelanggar didapati ketika melintas di ruas Jalan Rasuna Said.

“Pada Senin kami dapati pelanggar pada gage sesi satu yakni pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Pada Selasa, empat kendaraan kami dapati saat gage berlaku pada pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Sedangkan, dua lagi pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB,” katanya.

Kembali Terapkan Ganjil Genap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menerapkan kebijakan ganjil genap di wilayah Ibu Kota, pada Senin hingga Jumat, mulai jam 06.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB. Hal itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019.

“Untuk Sabtu, Minggu dan libur nasional, gage tidak berlaku,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 15 Oktober 2021.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polsek Teluknaga Tangkap Preman yang Bakar Pedagang Sosis di Kawasan Wisata Tanjung Pasir

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 08:07 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Teluknaga Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang preman kampung berinisial LE (42 tahun) setelah melakukan penganiayaan terhadap pedagang sosis di kawasan wisata Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. LE nekat menganiaya korban IS lantaran tidak diberi uang jago.

Kapolsek Teluknaga, AKP Anton menjelaskan tindak kekerasan tersebut terjadi pada Jumat (24/9/2021) sekira pukul 23.00 WIB. Korban berinisisal IS mengalami luka bakar hingga 37 persen.

“Pelaku dengan inisial LE berhasil kami tangkap di wilayah Grobogan, Jawa Tengah,” ujar AKP Anton kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Menurut AKP Anton, aksi pembakaran yang dilakukan setelah terjadi cekcok saat pelaku meminta uang kepada korban yang tengah berjualan. Namun, tidak dipenuhi karena kondisi dagangan sedang sepi.

“Motif pelaku karena merasa permintaannya tidak dituruti. Pelaku melakukan pemukulan dengan besi, kemudian menyiram bensin ke tubuh korban dan membakarnya,” tuturnya.

“Pelaku mendapat bensin yang berasal area dagangan korban yang biasa dipakai korban untuk berjualan,” sambungnya.

Atas perbuatannya, tersangka LE akan dikenakan dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana tentang penganiayaan. Adapun ancamannya paling lama lima tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News