Connect with us

7. POLRES METRO BEKASI KOTA

Peras Toko Kosmetik, Kawanan Polisi Gadungan Diamankan Polres Metro Bekasi Kota

Published

on

Jumat, 1 Oktober 2021 07:22 WIB

TribrataNews PMJ – Sekolompok polisi gadungan memeras pemilik toko kosmetik di wilayah Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Selain diperas Rp 50 juta, korban Wahyudi (22 tahun) menjadi korban penyekapan dalam mobil. Modus kelompok ini, menuding korban menjual obat – obat terlarang tanpa izin dan memerasnya.

”Ada empat tersangka yang kami amankan, peristiwa ini terjadi pada 18 September 2021 lalu,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi, Kamis (30/9/2021). Adapun empat tersangka, PR alias Rio, Topik, AS alias Uhe dan GM alias Iwan, seluruhnya telah berhasil ditangkap.

Kapolres mengatakan, pelaku datang menggunakan mobil mengaku sebagai aparat, langsung melakukan penggerebekan ke toko milik korban, di mana di toko itu menjual pil eksimer. Saat menemukan barang jenis obat pil eksimer, kelompok pelaku langsung memainkan perannya. Korban diintimidasi karena telah menjual produk obatan-obatan terlarang.

”Para pelaku ini lalu mengambil uang yang ada di toko sebesar Rp650.000, korban kemudian diminta ikut ke dalam mobil,” ujar Kapolres. Di dalam mobil, para pelaku mengajak korban berkeliling sambil terus diintimidasi. Mereka berdalih, korban dianggap telah melanggar undang-undang tentang peredaran narkotika.

Lalu para pelaku meminta korban untuk menghubungi keluarganya, dipaksa agar menebus uang Rp50 juta supaya tidak ditahan atas tuduhan tersebut. Bahkan, korban sudah menghubungi keluarganya, lalu si keluarga korban tidak sanggup memenuhi permintaan uang tebusan Rp50 juta.”Korban sempat disekap dalam mobil,” ucapnya.

Ketika tiba di pintu masuk Tol Clincing, Jakarta Utara, korban memberanikan diri untuk berteriak dan didengar petugas setempat. Petugas lalu memberhentikan kendaraannya karena mendengar suara gaduh minta tolong, dari situ korban berhasil diselamatkan dan para pelaku langsung diamankan.

Akibat perbuatannya, para pelaku kini mendekam di tahanan Polres Metro Bekasi Kota, mereka dikenakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.

7. POLRES METRO BEKASI KOTA

Penyidik Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Fakta-fakta Kasus Pembunuhan di Jatisampurna, Pembunuhan Berencana Motif Sakit Hati – Serahkan diri

Published

on

By

Jumat, 20 Mei 2022 08:40 WIB

TBNews PMJ – Penyidik Polres Metro Bekasi Kota mengungkap fakta-fakta baru kasus pembunuhan di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Jenazah korban berinisial DN (27 tahun) ditemukan di Jalan Cibubur CBD, Kelurahan Jatirangga, pada 29 April 2022. Tersangka pembunuhan, NU (36 tahun), mengaku kepada suaminya telah membunuh korban kemudian menyerahkan diri ke Polsek Cengkareng, Jakarta Barat. Adapun DN merupakan selingkuhan dari suami NU.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, NU melakukan pembunuhan secara sadar. “Dia (pelaku) merasa tidak enak, kemudian dia menceritakan ke suaminya bahwa dialah yang melakukan pembunuhan,” ujar Kombes Zulpan, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Kemudian, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, karena merasa bersalah. “Pelaku menyesal. (Mengaku membunuh korban) ke Polsek Cengkareng, menyerahkan diri bahwa dia telah melakukan pembunuhan,” kata Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan mengatakan, motif pelaku yakni sakit hati karena sang suami berselingkuh dengan korban. “Kami sudah komunikasi dengan tersangka bahwa tersangka melakukan ini semua dengan sadar. Tersangka tidak mengalami gangguan jiwa. Tersangka hanya murni karena sakit hati. Dengan tegas disampaikan tadi, (pelaku bilang), ‘Saya tahu risikonya’,” kata Kombes Zulpan.

Pelaku sebelumnya sudah memperingatkan korban agar mengakhiri hubungan dengan suaminya. Namun, peringatan itu tidak membuat DN serta merta mengakhiri hubungannya dengan suami NU.

“Tersangka sudah memberikan peringatan kepada korban. Namun setelah itu, hubungan suaminya dan korban masih berlanjut dan ini membuat tersangka melakukan perencanaan dan berakhir dengan terbunuhnya korban,” kata Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan menuturkan, sebelum melakukan pembunuhan, NU menyiapkan baju ganti untuk menghilangkan jejak darah korban. “Jadi mayat dibuang sendirian, pakaiannya (ganti) sudah disiapkan agar darahnya tidak berceceran,” kata Kombes Zulpan.

Jenazah DN ditemukan oleh warga pada Jumat 29 April. Pada tubuh DN ditemukan sejumlah luka sayatan dan luka akibat hantaman benda tumpul. Diketahui, DN merupakan warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang dilaporkan hilang sejak 26 April 2022. Berdasarkan kabar terakhir, DN pamit untuk ikut acara buka puasa bersama. Laporan tersebut diterima oleh Polsek Cengkareng.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Ardhie Demastyo mengatakan, pelaku membunuh karena cemburu, sebab DN diketahui berpacaran dengan suami DN. DN dibunuh NU yang cemburu karena mengetahui suaminya berpacaran dengan DN.

“Jadi tersangka (NU) ini sudah berumah tangga, namun suaminya ada hubungan dengan korban (DN),” ujar Kompol Ardhie, saat dikonfirmasi, Minggu (15/5/2022).

Kompol Ardhie menyebutkan, NU mengetahui perselingkuhan itu setelah membaca pesan singkat dari DN di ponsel milik suami.

“(Isi pesan) kapan suami NU menceraikan tersangka. Melihat pesan itu, tersangka langsung naik pitam dan merencanakan pembunuhan tersebut,” kata Kompol Ardhie.

Kini, NU sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota. NU dijerat dengan Pasal 340 Juncto Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana

Continue Reading

7. POLRES METRO BEKASI KOTA

Dalam Mencegah Gangguan Kamtibmas, Polres Metro Bekasi Kota Terbantu 36 Kamera CCTV BPTJ

Published

on

By

Kamis, 19 Mei 2022 10:35 WIB

TBNews PMJ – Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki menyebut selama Ramadhan 1443 H tindak kriminalitas di wilayah Kota Bekasi menurun. Tercatat hanya ada satu kasus yang menonjol, yakni penemuan mayat di Jatisampurna.

“Secara umum situasi kamtibmas selama bulan suci Ramadan ataupun arus mudik secara umum kondusif, hanya satu kasus penemuan mayat di Jatisampurna. Tawuran pun ada kejadian tapi kita bisa cegah,” ungkap Kombes Hengki kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Kombes Hengki menilai adanya 36 kamera CCTV yang terpasang menuju pos pengamanan mudik Lebaran lebih mempermudah pemantauan. Dengan begitu polisi bisa merespon tindakan kejahatan dengan cepat.

“Polres Metro Bekasi terbantu, 36 CCTV BPTJ itu kan di-connect-kan ke Dishub. Kita pasang di pos Giant, dan saya terbantu termasuk memantau antisipasi tawuran, ketika kumpul itu akan nampak, apalagi dia membawa sajam sehingga cepat mencegah,” tuturnya.

Lebih lanjut Hengki mengatakan ke-36 kamera CCTV tersebut rencananya akan dipasangkan kembali ke Polres Metro Bekasi Kota. Hal ini sudah dibicarakan juga dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

“Begitu pula CCTV kita sudah ada kerja sama dengan Pemkot, termasuk mudah-mudahan badan pengatur BPTJ nanti sebanyak 36 CCTV akan d-connect ke kita,” tukasnya.

Continue Reading

7. POLRES METRO BEKASI KOTA

Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Dua Pengedar Narkoba Saat Lebaran, Sita 21 Kg Ganja dan 303 Gram Sabu

Published

on

By

Rabu, 18 Mei 2022 08:15 WIB

TBNews PMJ – Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota mengamankan dua orang pengedar narkoba berinisal NS (36 tahun) dan BS (21 tahun). Dari pengungkapan ini, polisi berhasil menyita 21 kilogram ganja dan 303 gram sabu.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki mengatakan pelaku mengedarkan narkoba dengan memanfaatkan momen Hari Raya Idul Fitri. Dimana polisi tengah fokus melakukan pemantauan arus mudik.

“Pertama pada hari Rabu, 27 April 2022 satu tersangka atas nama inisial NS. Narkoba berhasil disita sabu seberat 303 gram dan ganja 30,05 gram,” ungkap Kombes Hengki kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

“Yang kedua bersamaan tanggal 2 Mei 2022, pelaku diamankan juga oleh Satres Narkoba atas nama BS. Dia kedapatan memiliki atau menguasai narkotika jenis ganja seberat 21,101 kg,” sambungnya.

Lanjut Kombes Hengki, para pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksinya. Namun, polisi menduga para pelaku terhubung dengan jaringan-jaringan yang ada di sekitar Kota Bekasi.

“Dari pengakuannya saja, ini baru, namun diduga ini adalah jaringan-jaringan untuk peredaran yang akan diedarkan di Kota Bekasi, Depok, Bogor, dan Jakarta Timur. Kalau ini ganja ini kebanyakan berasal dari daerah Sumatera, dari Aceh,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku NS akan dikenakan dengan Pasal 114 ayat 2 Subpasal 112 ayat 2 Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara untuk tersangka BS, polisi menyangkakan dengan Pasal 114 Subpasal 111 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News