Connect with us

9. POLRES KOTA DEPOK

Penyidik Polres Metro Depok Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Anggota TNI di Cimanggis, Polisi: Tersangka Bertindak Spontan

Published

on

Jumat, 8 Oktober 2021 13:35 WIB

TribrataNews PMJ — Polres Metro Depok menggelar rekonstruksi kasus terbunuhnya seorang anggota TNI AD, Sertu Lopo, di kawasan Patoembak, Cimanggis, pada Jumat (8/10/2021). Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada 22 September 2021 itu, ada 19 adegan yang direka ulang. Polisi menyebut bahwa rekonstruksi berlangsung lancar.

“Tersangka sudah melaksanakan 19 adegan. Rekonstruksi kali ini berjalan sesuai apa yang disampaikan oleh saksi dan tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP),” sebut Kasatreskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Jumat siang.

“Semua sudah sesuai dengan fakta, dari Kejaksaan juga menyampaikan sudah cukup,” tambahnya.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam, tersangka berinisial I diketahui spontan menusuk Sertu Lopo yang ditemukan meninggal dunia keesokan paginya. I yang didatangkan oleh M, pihak yang bertikai dengan A pada malam itu kaget karena melihat Sertu Lopo–yang didatangkan untuk menengahi cekcok–mendadak berjalan ke arahnya.

“Tersangka spontan melakukan itu karena tidak mengetahui korban anggota TNI,” ujar AKBP Yogen.

Mengenai pisau yang sudah ada di tangannya, tersangka membawanya hanya untuk berjaga.

“Iya dia memang bawa pisau, tapi itu tidak digunakan untuk melakukan itu (pembunuhan). Hanya dibawa dan terjadi konflik, hingga dia melakukan itu,” lanjut Yogen.

Tersangka I juga sempat melukai A pada bagian paha kanan sebelah atas.

Tengah malam, I meminta maaf kepada A dan berdamai.

Keesokan paginya, I baru diberi tahu bahwa Sertu Lopo yang ia tusuk semalamnya, ditemukan meninggal dunia.

Kini, I ditahan di Mapolres Metro Depok. Ia terancam hukuman maksimum 15 tahun penjara, disangkakan Pasal 338 atau 351 KUHP oleh polisi.

9. POLRES KOTA DEPOK

Polsek Cimanggis Dapat Hibah 3 Mobil Patroli

Published

on

By

Jumat, 12 Agustus 2022 10:10 WIB

TBNews PMJ – Memperkuat armada patroli di Polsek Cimanggis, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar menyerahkan tiga unit mobil patroli kepada Polsek Cimanggis, Kamis (11/8/2022) kemarin. Tiga unit kendaraan mobil patroli tersebut merupakan hibah dari PT Divaintan Putri Pratama.

Kasi Humas Polsek Cimanggis, Ipda Nanang Priyo mengatakan Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar dengan disaksikan Kapolsek Cimanggis Kompol Sitti Fatimah Said Martandu menerima penyerahan tiga unit mobil Toyota Inova dari komisaris utama PT Divaintan Putri Pratama, H.Agus Suparman.

“Bantuan hibah tiga unit kendaraan mobil ini sebagai bentuk upaya peningkatan quick respon pelayanan masyarakat di wilayah hukum Polsek Cimanggis,” ucap Ipda Nanang kepada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Tidak hanya itu, kata Ipda Nanang, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar juga memberikan penghargaan dan sertifikasi kepada peserta mural di Mapolsek Cimanggis.

“Kapolres sekaligus menutup kegiatan mural dengan para peserta pelajar sekolah yang sudah dilaksanakan selama dua hari di Polsek Cimanggis,” ujarnya seraya menyebutkan kendaraan mobil hibah akan dipergunakan untuk dua mobil patroli Samapta dan satu mobil patroli Lalu Lintas

Continue Reading

9. POLRES KOTA DEPOK

Bawa Sajam Untuk Tawuran, Tiga Remaja Diamankan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok

Published

on

By

Selasa, 9 Agustus 2022 08:00 WIB

TBNews PMJ – Tim Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Depok berhasil menggagalkan remaja yang akan melakukan tawuran di wilayah Kota Depok. Tim 3P Polres Metro Depok mengamankan sejumlah senjata tajam yang akan digunakan remaja untuk tawuran dengan kelompok lain pada Minggu (7/8/2022) malam.

Anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok, Briptu Lungit mengatakan, penangkapan tiga remaja saat anggota melakukan patroli di wilayah Depok. Sesampainya di Jalan Raya Kartini, anggota mencurigai tiga remaja yang berboncengan satu motor.

“Saat didekati ketiga remaja tersebut berusaha kabur sehingga kami melakukan pengejaran,” ujar Briptu Lungit kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Briptu Lungit menjelaskan, setelah dilakukan pengejaran ketiga remaja berhasil dihentikan dan diminta untuk menepi ke pinggir jalan. Setelah berhenti ketiga remaja dilakukan pemeriksaan sementara dan ditemukan salah seorang remaja kedapatan membawa senjata tajam.

“Remaja yang di bonceng paling belakang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di simpan di badan atau di balik baju,” jelas Briptu Lungit.

Briptu Lungit mengungkapkan, ketiga remaja membawa Sajam diketahui sedang mencari lawan untuk tawuran dengan kelompok lain. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendetail, ketiga remaja janjian akan melakukan tawuran tidak jauh dari lokasi pengamanan.

“Mereka ini akan tawuran di depan GDC namun belum sempat bertemu, keduluan ketemu sama kita,” ungkap Briptu Lungit.

Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok yang dipimpin Katim Aiptu Suwinta dibantu enam anggota patroli printis sekira pukul 02.30 WIB selanjutnya membawa ketiga remaja tersebut ke Polsek Pancoran Mas. Ketiga remaja tersebut akan di mintai keterangan lebih mendetail di Polsek Pancoran Mas terkait aksi tawuran yang akan dilakukan dengan kelompok lain.

“Kami bawa dan diserahkan ke Polsek Pancoran Mas beserta satu sepeda motornya dan satu barang bukti sajam jenis celurit untuk di tindak lanjuti,” pungkas Briptu Lungit.

Continue Reading

9. POLRES KOTA DEPOK

Tidak Ditemukan Tindak Pidana, Penyelidikan Beras Bansos Terkubur di Depok Dihentikan

Published

on

By

Kamis, 4 Agustus 2022 15:10 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan penyelidikan terkait temuan beras bantuan presiden yang dikubur di Depok, Jawa Barat. Dari penyelidikan polisi sejauh ini belum ditemukan unsur pidana terkait temuan beras bansos yang dikubur itu.

“Hasil pemeriksaan penyidik sampai saat ini tidak ditemukan unsur pidana di dalamnya. Kemudian beras yang ditanam ini adalah beras yang rusak dan sudah dilakukan penggantian kepada Kemensos,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Kombes Zulpan mengatakan ada 3,4 ton beras bansos yang dikubur oleh JNE selaku transporter. Ia menambahkan, ‘penguburan’ beras bansos tersebut sudah sesuai prosedur pemusnahan barang rusak.

“Kenapa ditanam, ini merupakan mekanisme JNE sebagai perusahaan dalam memusnahkan barang-barang yang rusak,” katanya.

“Jadi penanaman ini merupakan pemusnahan barang rusak,” imbuhnya.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi terkait penyelidikan kasus ini. Di antaranya dari pihak Kemensos, Bulog, JNE, dan PT DNR selaku vendor pemenang tender dalam pendistribusian bansos.

Menurut Kombes Zulpan, beras-beras itu rusak sehingga pihak JNE menggantinya. Atas hal itu, negara disebut Kombes Zulpan tidak mengalami kerugian.

“Kemudian beras yang ditanam ini adalah beras yang rusak, kenapa ditanam? Ini merupakan mekanisme yang dimiliki oleh JNE sebagai perusahaan dalam memusnahkan barang-barang yang rusak, jadi penanaman ini dalam rangka pemusnahan terhadap barang yang rusak,” ucap Kombes Zulpan.

“Kemudian terhadap barang yang rusak tersebut yang 3,4 ton beras dalam hal ini sudah dilakukan penggantian oleh pihak JNE kepada Kemensos maupun pemerintah sehingga dalam hal ini bisa disampaikan bahwa dengan adanya kerusakan beras yang sudah diganti itu negara tidak dirugikan, kemudian masyarakat juga tidak dirugikan karena masyarakat yang untuk menerima bantuan ini juga tersalurkan. Jadi kita sudah mengecek datanya semua bantuan dari pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak covid ini tersalurkan semuanya,” imbuh Kombes Zulpan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes pol Auliansyah Lubis mengatakan karena tidak ditemukan adanya perbuatan melawan hukum maka proses penyelidikan dari temuan beras bantuan sosial (bansos) yang tertanam di sebuah tanah lapang di Depok tersebut dihentikan polisi. 

“Kita hentikan. Proses penyelidikan kita hentikan,” ujar Kombes Pol Auliansyah Lubis kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

Kombes Auliansyah menambahkan, penghentian penyelidikan tersebut dilakukan karena dokumen yang diberikan oleh pihak JNE sesuai dengan pernyataan penggantian beras yang dianggap rusak.

“Bukti dokumen penggantian sudah ada tentunya,” tambahnya.

Lebih lanjut, dengan diberikannya dokumen yang diminta penyidik terkait hal tersebut, proses penyelidikan dihentikan.

“Makanya kami menyampaikan pada hari ini, bahwa sampai dengan saat ini perbuatan melawan hukum di masalah beras tersebut tidak ada,” jelasnya.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News