Connect with us

18. DITRESNARKOBA

Pengedar Narkoba di Pamulang Dikendalikan oleh WNI di Malaysia

Published

on

Selasa, 11 Januari 2022 08:27 WIB

TribrataNews PMJ – Polisi mengungkapkan pengedar narkoba yang ditembak mati oleh personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya di Pamulang, Tangerang Selatan, dikendalikan oleh warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

“Hasil interogasi penyidik bahwa mereka juga dalam mengedarkan sabu ada yang mengendalikan, seorang warga negara Indonesia yang berada di Malaysia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Kombes Zulpan mengatakan, Kepolisian telah mengantongi identitas pengendali bandar tersebut dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku dan pengembangan terhadap anggota tersebut.

“Masih dalam pengejaran dan pengembangan penyidik,” ujarnya.

Kombes Zulpan mengatakan, Kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua tersangka agar tidak membahayakan masyarakat.

“Dilakukan tembakan ke udara tiga kali tapi para tersangka tidak berhenti sehingga dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan tersangka UA di kaki kanan. Kemudian HM tertembak di dada hingga meninggal dunia pada saat perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.

Personel Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati pengedar sabu-sabu di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa (4/1/2022) pada sekira pukul 15.45 WIB karena berupaya kabur dengan menabrak seorang perempuan pengendara motor.

Selain menabrak seorang perempuan pengendara motor, kedua tersangka juga menabrak dua unit kendaraan roda empat.

Pengedar yang tewas tersebut diketahui berinisial HM. Sedangkan rekannya yang berinisial UA (26 tahun) dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika berupa sabu-sabu seberat empat kilogram yang disamarkan dalam kemasan teh.

Atas perbuatannya UA kini telah menyandang status tersangka dengan persangkaan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa mengatakan, Kepolisian akan memberikan penggantian kepada masyarakat yang menderita kerugian materi dalam kejadian tersebut.

“Untuk ibu-ibu korban tadi kita bertanggung jawab. Dalam arti semua biaya bengkel, biaya pengobatan nanti kami yang tanggung semua,” katanya.

Ini adalah penangkapan pelaku narkoba. “Dan yang melakukan penabrakan bukan kita, tapi pelaku narkoba itu sendiri,” ujar Kombes Mukti.

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Ganja 471 Kg Jaringan Aceh-Medan-Jakarta, Tangkap 8 Tersangka

Published

on

By

Jumat, 22 April 2022 15:20 WIB

TBNews PMJ – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran narkoba jenis ganja jaringan Aceh-Medan-Jakarta. Sebanyak 471 kilogram ganja berhasil diamankan dari delapan tersangka.

“Menangkap para pelaku pengedar narkoba jenis ganja dengan berat 471,6 kilogram  yang merupakan jaringan antarpulau, Aceh, Medan, dan Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, saat menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/4/2022).

Kombes Zulpan mengatakan, kasus ini dibongkar dari dua tempat kejadian perkara (TKP) yakni pertama di Denay, Medan dan TKP kedua di jalan Sei Tuntung, Medan.

Dari TKP pertama, polisi menangkap tiga tersangka berinisial PP yang merupakan pemilik ganja, CA berperan sebagai penjaga gudang ganja, dan HB yang memindahkan ganja.

“Untuk di TKP kedua, penyidik menangkap 5 tersangka atas inisial AC sebagai pemilik ganja, IP berperan sebagai sopir yang membawa ganja, A berperan sebagai kondektur dan pengendali komunikasi, AB juga pengendali dan RR sama perannya,” sambungnya.

Dari para tersangka diamankan sejumlah barang bukti mulai dari TKP pertama 369 kilogram ganja kering, di TKP kedua sebanyak 102,6 kg ganja kering, dua buah timbangan dan motor, satu unit mobil Toyota Inova warna hijau metalik.

Atas perbuatannya ini, kedelapan tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Tangkap DJ Chantal Dewi terkait Narkoba

Published

on

By

Jumat, 18 Maret 2022 07:18 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Unit 2 Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menetapkan disc jockey (DJ) Chantal Dewi atau CD dan tiga orang lainnya dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Kini Chantal Dewi dan 3 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Terkait tindak pidana penyalahgunaan narkotika, penyidik Subdit 3 Ditresnarkoba telah menangkap empat orang dan menetapkan sebagai tersangka yakni saudari CD, serta saudara AG (35), DS (44), dan SM (45),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, di Jakarta, Kamis.

Kombes Zulpan menjelaskan, CD ditangkap pada Rabu malam (16/3/2022) sekira pukul 23.45 WIB di apartemennya di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.

Penangkapan tersebut adalah hasil pengembangan dari informasi dan laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika di wilayah Jakarta Selatan yang mengarah kepada Chantal Dewi

“Dari hasil pendalaman, kemarin malam tim melihat CD berada di lobi apartemen dan dilakukan penangkapan. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti satu klip berisi sabu seberat 0,4 gram,” ujar Kombes Zulpan.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan intensif terhadap Chantal Dewi yang mengarah ke penangkapan tiga orang lainnya pada Kamis pukul 00.30 WIB di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepada penyidik, Chantal Dewi mengaku, rutin mengonsumsi sabu sejak 2009 di apartemennya tiga kali dalam sebulan, alasannya untuk mendukung aktivitas sehari-hari sebagai seorang DJ.

“Berdasarkan pemeriksaan keempatnya positif. Terhadap CD positif metamfetamin dan tersangka lainnya positif amfetamin, metamfetamin, dan benzo,” ujarnya.

Kepada keempat tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahuh 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Berantas Narkoba di Kampung Bahari, 60 Personel Akan Patroli Tiap Hari

Published

on

By

Sabtu, 12 Maret 2022 13:14 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya akan melakukan patroli setiap hari di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal tersebut untuk mencegah peredaran narkoba yang begitu sering di kampung tersebut.

“Kita nggak mau jadi pemadam kebakaran, jadi kita musnahkan semua, operasi semua, dan kita bangun posko dan itu rutin kita setiap hari operasi,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa saat ditemui di gerai vaksin Jakarta Timur, Sabtu (12/3/2022).

Kombes Mukti mengaku bandar besar narkoba di Kampung Bahari sudah tertangkap. Untuk mengantisipasi adanya kembali bandar baru dan peredaran narkoba, 60 personel diturunkan untuk menjaga pos polisi di Kampung Bahari.

“Bandar sudah dapat kemarin kan. Insyaallah nggak ada bandar lagi ya, mulai kemarin sudah ada 60 personel gabungan Brimob, Sabhara, Resnarkoba, Binmas, gabungan di situ semua,” tuturnya.

Selain mengurangi peredaran narkoba, menurutnya, adanya pos polisi di Kampung Bahari dapat mengurangi aksi tawuran. Ia berharap Kampung Bahari bisa bersih dari narkoba.

“Iya, insyaallah, dengan adanya pospol di sana, dengan adanya kekuatan 60 personel, tawuran dan narkoba bisa kita atasi,” ucapnya

“Kita betul-betul mencegah membuat Kampung Bahari bersih narkoba seperti Kampung Ambon. Sekarang namanya Kampung Permata, sudah bersih dari narkoba, oke,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan melaksanakan operasi besar-besaran melibatkan 700 personel di Kampung Bahari, Jakut, Rabu (9/3/2022) lalu. Dalam operasi ini polisi menangkap 26 orang.

“Kita mengamankan 26 orang, tentunya mereka ini sebagai pelaku yang nantinya juga akan ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 18 laki-laki dan 8 perempuan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam jumpa pers di lokasi, Rabu (9/3/2022).

Selain itu, polisi mengamankan barang bukti, antara lain 1.500 butir ekstasi, 350 gram sabu, 80 senjata tajam, 125 petasan, 22 unit motor, hingga uang tunai Rp 35 juta, dan lain-lain.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News