Connect with us

21. DITLANTAS

Pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot di Bawah Satu Jam

Published

on

Kamis, 25 November 2021 09:21 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya memastikan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) tipe A dan C di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM di Daan Mogot Jakarta Barat di bawah satu jam.

“Kita pastikan selesai, proses tidak kurang lebih dari satu jam,” kata Perwira Administrasi (Pamin) Identifikasi Seksi SIM Subdit Regident Polda Metro Jaya Iptu Ginanjar Tejasasmita saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Hal tersebut dipastikan Iptu Ginanjar lantaran setiap prosesnya dalam tahapan pembuatan SIM hanya memakan waktu sekitar lima sampai 10 menit.

Selain itu, proses dipastikan cepat lantaran karena pihaknya telah mempersiapkan beberapa petugas di lokasi Satpas untuk untuk menuntun peserta pembuat SIM.

Hal pertama yang harus dipersiapkan peserta sebelum datang membuat SIM adalah membawa surat keterangan sehat dan kartu tanda penduduk (KTP).

Setelah itu, pemohon akan diarahkan ke loket untuk membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Setelah proses pembayaran selesai, warga dipersilahkan untuk mengisi blangko pendaftaran.

“Setelah terbit kertas dari pendaftaran, warga masuk ke loket foto Itu untuk melaksanakan identifikasi, foto dan sidik jari,” kata Iptu Ginanjar

Setelah selesai proses identifikasi foto dan sidik jari, peserta akan diarahkan petugas untuk mengikuti tes teori berbasis komputer. Tes yang akan dikerjakan seputar peraturan dan rambu-rambu lalulintas.

Jika dinyatakan lulus ujian teori, peserta akan diarahkan untuk mengikuti ujian praktek di lapangan yang sudah disediakan petugas.

Iptu Ginanjar mengatakan, peserta bisa menggunakan dua jenis kendaraan yakni otomatis dan manual. Dengan demikian, pengendara bisa melakukan tes praktek dengan nyaman.

Jika tidak lulus ujian praktek, maka peserta dijadwalkan ulang untuk kembali mengikuti ujian praktek tujuh hari ke depan.

Namun,  jika dinyatakan lulus ujian praktek oleh petugas, maka peserta akan diarahkan ke loket khusus untuk menerima SIM.

Total biaya yang harus dibayar peserta jika membawa surat kesehatan sendiri adalah Rp120.000 untuk SIM A dan Rp100.000 untuk SIM C.

Iptu Ginanjar juga memastikan proses pembuatan SIM di dalam Satpas sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

Para petugas dan peserta pun diwajibkan memakai masker saat masuk ke dalam area Satpas.

21. DITLANTAS

Sembilan Hari Operasi Patuh Jaya 2022, Polisi Tindak 21.475 Pelanggar Lalu Lintas

Published

on

By

Kamis, 23 Juni 2022 10:15 WIB

TBNews PMJ – Sebanyak 21.475 kendaraan melanggar aturan lalu lintas dan ditindak petugas selama Operasi Patuh Jaya 2022 yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jumlah tersebut berdasar data pelanggaran yang dicatatkan Polda Metro Jaya selama sembilan hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022 terhitung sejak Senin (13/6/2022).

“Hasil rekap penegakan hukum dalam Ops Patuh Jaya 2022 hari kesembilan jumlah penindakan 21.475,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam, Rabu (22/6/2022).

Secara terperinci, sebanyak 19.566 pengendara ditindak dengan sanksi teguran oleh petugas di lapangan. Sementara 1.909 pengendara lain yang melanggar ditilang secara elektronik menggunakan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

“Untuk rincian penindakannya, 1.909 ditilang menggunakan E-TLE. Teguran oleh petugas sebanyak 19.566,” kata Jamal.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2022 yang dilaksanakan selama dua pekan sejak 13 hingga 26 Juni 2022. Operasi tersebut dilakukan seiring dengan digelarnya Ops Patuh 2022 oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri secara serempak di semua wilayah sejak Senin kemarin.

Operasi Patuh Jaya 2022 bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya agar tertib dan disiplin berlalu lintas.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Lima Hari Operasi Patuh Jaya 2022, Sebanyak 1.115 Pelanggar Lalin Ditilang Melalui Kamera E-TLE

Published

on

By

Senin, 20 Juni 2022 11:20 WIB

TBNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menindak 12.217 pengendara selama lima hari dalam Operasi Patuh Jaya 2022. Kegiatan itu telah dilakukan sejak 14 Juni-26 Juni 2022 mendatang.

“Hasil rekap penegakan hukum dalam Operasi Patuh Jaya 2022 selama 5 hari pelaksanaan mulai tanggal 13-18 Juni 2022 penindakan dengan jumlah 12.217 pelanggaran,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam dalam keterangannya, Sabtu (18/6).

Menurut AKBP Jamal, dari 12.217 pelanggar lalu lintas, 1.115 pelanggar diantaranya ditilang melalui kamera E-TLE dan diberikan teguran simpatik 11.102 pelanggar sehingga berjumlah 12.217 pelanggaran. Kemudian dari total penilangan, sebanyak 41 pengendara kedapatan menggunakan handphone saat berkendara, 35 pengemudi melebihi batas kecepatan serta tidak menggunakan sabuk pengamanan sebanyak 973 orang.

“Ganjil-genap 66. Sehingga jumlah 1.115. Khusus jumlah penindakan pelanggaran Gage di 25 ruas jalan dari tanggal 13 – 17 Juni 2022 sebanyak 469 pelanggar,” terang AKBP Jamal.

Selanjutnya, AKBP Jamal mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas. Masyarakat sebagai pengguna jalan diharapkan lebih disiplin dan tertib berlalu lintas, patuhi segala aturan tertib berlalu lintas di jalan. Selain itu, pengguna jalan juga harus menghormati hak-hak pengguna jalan yang lain dan utamakan keselamatan saat berkendara di jalan.

“Semoga dengan Operasi Patuh Jaya 2022, masyarakat lebih meningkat disiplinnya dan tertib berlalu lintas dan bisa menurunkan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban,” harap AKBP Jamal.

Continue Reading

21. DITLANTAS

E-TLE Catat Ada 614 Penindakan, Selama Tiga Hari Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022

Published

on

By

TBNews PMJ – Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, resmi menggelar operasi kepolisian Patuh Jaya 2022 yang dimulai sejak hari Senin (13/6/2022) hingga Minggu (26/6/2022) mendatang. Selama tiga hari pelaksanaannya tercatat ada 614 lebih penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).
Operasi ini, ditujukan untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan penekanan guna meminimalisir terjadinya angka kecelakaan lalu lintas yang berujung maut.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) telah mencatatkan 600 lebih penindakan yang terjadi dalam gelaran Operasi Patuh Jaya 2022

Kombes Sambodo melanjutkan, terkait dengan berapa jumlah penindakan yang dilakukan para kendaraan dengan plat nomor khusus dan rahasia, pihaknya belum masih bisa untuk membeberkan hal itu.

Dalam Operasi Patuh 2022 ini, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, pelaksanaan Operasi kali ini bakal berbeda dengan pelaksanaan Operasi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tidak menitikberatkan kepada Operasi yang dilaksanakan secara stationer di jalan maupun mengejar target, menangkap, melakukan penindakan kepada para pelanggar sebanyak-banyaknya itu tidak. Kita akan dieksistensi pada kegiatan Operasi tahun ini dengan menggunakan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE),” kata Irjen Firman Shantyabudi saat gelaran apel Operasi Patuh 2022 di Polda Metro Jaya, Senin (13/6/2022).

Irjen Firman Shantyabudi menjelaskan, kendati menitikberatkan penggunaan teknologi ETLE untuk memantau pelanggaran di jalanan, pihaknya bakal tetap menempatkan sejumlah petugas Kepolisian di lokasi guna memberikan edukasi dan pencegahan kepada para pihak yang melanggar.

“Jajaran yang melaksanakan kegiatan Operasi ini dititikberatkan pada kegiatan edukasi dan preventif, sementara kegiatan penegakkan hukum akan dilaksanakan melalui kegiatan elektronik (ETLE),” ujar Irjen Firman Shantyabudi .

“Evaluasi dari giat rutin yang rekan-rekan laksanakan selama ini, maupun kelengkapan kamera yang ada pada teguran di masing-masing Polda, silakan dijadikan evaluasi dan target kita hari ini,” sambung dia.

Sementara itu, terkait Operasi ini, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya bakal lebih menekankan pengendara yang menggunakan rotator dan plat nomor khusus yang kerap menyalahi aturan.

“Penekanannya adalah untuk pengguna rotator dan pengguna plat khusus. Tidak ada keistimewaan yang menggunakan rotator atau plat khusus, saya juga sedang mengevaluasi dan memerintahkan Dirlantas untuk menertibkan plat-plat khusus dan rotator apabila ditemukan,” ujar Kapolda.

Sebagai informasi, dalam Operasi Patuh 2022 ini, polisi setidaknya menargetkan sebanyak 8 jenis pelanggaran, di antaranya, penggunaan knalpot bising, penggunaan rotator, aksi balap liar, melawan arus, penggunaan handphone saat mengemudi, penggunaan helm yang tidak sesuai standar, berkendara tak menggunakan sabuk keselamatan, serta berboncengan roda dua melebihi satu orang.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News