Connect with us

21. DITLANTAS

Operasi Zebra Jaya 2022 Digelar Mulai 3 Oktober, Ada 14 Jenis Pelanggaran Jadi Sasaran Operasi

Published

on

Kamis, 29 September 2022 13:55 WIB

TBNews PMJ – Operasi kepolisian terpusat bersandikan ‘Operasi Zebra 2022’ akan digelar mulai 3 Oktober 2022. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, ada 14 jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran operasi.

Dikutip dari akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, Operasi Zebra Jaya digelar tanggal 3-16 Oktober 2022. Operasi Zebra digelar secara serentak di seluruh Polda se-Indonesia.

“Mulai tanggal 03 s/d 16 Oktober 2022 Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melaksanakan Kegiatan Operasi Kepolisian Zebra Jaya 2022,” demikian caption video yang diunggah @TMCPoldaMetro, Kamis (29/9/2022).

Operasi Zebra Jaya 2022 digelar bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang Presisi. Adapun, dalam Operasi Zebra Jaya 2022 ini, ada sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran operasi.

Berikut selengkapnya sasaran Operasi Zebra Jaya dikutip dari TMC Polda Metro Jaya:

  1. Melawan Arus
    Pasal 287 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sanksi denda paling banyak Rp 500 ribu.2. Berkendara di Bawah Pengaruh Alkohol
    Pasal 293 UU LLAJ. Sanksi denda paling banyak Rp 750 ribu.3. Menggunakan HP saat Mengemudi
    Pasal 283 UU LLAJ. Sanksi denda paling banyak Rp 750 ribu.

    4. Tidak Menggunakan Helm SNI
    Pasal 291. Sanksi denda paling banyak Rp 250 ribu

    5. Mengemudikan Kendaraan Tanpa Sabuk Pengaman
    Pasal 289. Sanksi denda paling banyak Rp 250 ribu

    6. Melebihi Batas Kecepatan
    Pasal 287 Ayat 5. Sanksi denda paling banyak Rp 500 ribu

    7. Berkendara di Bawah Umur, Tidak memiliki SIM
    Pasal 281. Sanksi denda paling banyak Rp 1 juta

    8. Kendaraan Roda Dua yang Tidak Dilengkapi Perlengkapan Standar
    Pasal 285 ayat 1. Sanksi denda paling banyak Rp 250 ribu

    9. Kendaraan Bermotor Roda Empat atau lebih yang Tidak Memenuhi Persyaratan Layak Jalan
    Pasal 286. Sanksi denda maksimal Rp 500 ribu

    10. Sepeda motor berboncengan lebih dari dua orang
    Pasal 292. Sanksi denda paling banyak Rp 250 ribu

    11. Kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi STNK
    Pasal 288. Sanksi paling banyak Rp 500 ribu

    12. Melanggar Bahu Jalan
    Pasal 287. Sanksi denda paling banyak Rp 750 ribu

    13. Kendaraan Bermotor yang Memasang Rotator atau Sirene yang Bukan Peruntukannya Khusus Pelat Hitam
    Pasal 287 ayat (24). Sanksi kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu

    14. Penertiban kendaraan yang memakan pelat rahasia/pelat dinas.

Sementara itu, pada Kamis (29/9/2022), Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri melakukan latihan pra Operasi Zebra 2022 terhadap anggota atau personel Patroli Jalan Raya (PJR). Nantinya setiap adanya Operasi Zebra tidak lagi menggunakan tilang manual, melainkan lewat mekanisme penindakan mengandalkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE.

Kegiatan yang dibuka oleh Kasubbag Ren Ops Bagops Korlantas Polri, AKBP Agung Nugroho mengatakan, latihan ini digelar untuk menyamakan presepsi cara bertindak anggota di lapangan.

“Kegiatan Lat Pra Ops ini untuk menyamakan presepsi bagaimana cara bertindak petugas dilapangan, sehingga pada saat pelaksanaan dapat berjalan dengan baik,” kata AKBP Agung seperti dikutip dari laman resmi Korlantas Polri, Kamis (29/9/2022).

Dalam operasi nanti disebutnya akan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Guna Mewujudkan Kamseltibcarlantas yang Presisi”. Kegiatan itu akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai tangal 3 sampai dengan 16 Oktober 2022 di seluruh wilayah Indonesia.

Lalu, untuk mekanisme penindakan pada Operasi Zebra 2022 dilakukan tidak dengan melakukan penilangan secara manual. Akan tetapi, mengandalkan E-TLE  yang telah terpasang di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Operasi Zebra tahun ini dilarang melaksanakan penilangan secara manual, seluruh penilangan dilaksanakan dengan sistem E-TLE statis maupun mobile dan dengan teguran simpatik,” jelasnya.

Agung berpesan kepada petugas dilapangan yang akan bertugas sesuai dengan arahan Kakorlantas Polri, untuk bekerja mengedepankan penindakan yang bersifat simpatik dan humanis kepada para pengguna jalan.

Selain itu, juga diisi dengan kegiatan edukasi yang dalam hal ini sesuai tema operasi mewujudkan Kamseltibcarlantas.

“Dalam pelaksanaan Operasi Zebra nantinya diharapkan dilakukan dengan sebaik-baiknya, berikan tindakan yang simpatik, melayani masyarakat, membantu masyarakat,” ujarnya.

“Masyarakat khususnya pengguna jalan diharapkan agar patuh terhadap aturan lalu lintas dan rambu-rambu yang berlaku, mengingat ETLE telah berlaku di seluruh Indonesia,” tutupnya.

21. DITLANTAS

Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Sebar 1.000 Polantas Lakukan Pelayanan Police Smart

Published

on

By

Jumat, 9 Desember 2022 14:55 WIB

TBNews PMJ – Ditlantas Polda Metro Jaya akan menyebar sebanyak 1.000 polisi lalu lintas (Polantas) di kelurahan-kelurahan. Sebanyak 1.000 polantas ini akan menjalankan pelayanan Police Smart untuk mengentaskan permasalahan masyarakat di bidang lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman mengatakan, Police Smart ini untuk mengubah mindset, dimana dulunya masyarakat ada masalah datang ke polisi, sekarang sebelum masyarakat ada masalah dan polisi mengetahuinya datang untuk menyelesaikan.

Police Smart mulai dilakukan Jumat malam ini sekira pukul 20.00 WIB akan dilakukan sekaligus dalam rangka HUT ke-73 Polda Metro Jaya. Pihaknya akan fokus menghadapi permasalahan masyarakat di bidang lalu lintas seperti kesulitan membuat SIM dan lainnya,” kata Kombes Latif pada Jumat (9/12/2022).

Kombes Latif mencontohkan, polantas akan memberi tahu masyarakat yang mengalami kesulitan untuk ujian SIM. Petugas yang ditempatkan di kelurahan-kelurahan akan memberi tahu kunci jawaban soal ujian tertulis pembuatan SIM.

“Police Smart juga akan membantu masyarakat yang kesulitan hendak balik nama atau cek fisik kendaraan bermotor milik masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kombes Latif, sebanyak 1.000 polantas ini akan ditempatkan di seluruh kelurahan wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Ini dilakukan untuk mengentaskan permasalahan masyarakat di bidang lalu lintas,” ucapnya.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Hari Ini E-TLE Mobile Mulai Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Published

on

By

Jumat, 9 Desember 2022 13:50 WIB

TBNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya hari ini telah mulai melakukan penindakan dengan menggunakan e-TLE mobile, Jumat (9/12/2022). Sebanyak 11 e-TLE mobile akan menindak setiap pelanggar lalu lintas di jalanan Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman mengatakan, setelah sebelumnya ada larangan tilang manual pihaknya melakukan uji coba pelaksanaan e-TLE mobile. Setelah dilakukan uji coba hari ini mulai diberlakukan penindakan pada para pelanggar.

Sebayak 11 e-TLE mobile tersebut disebar di setiap Polres di Polda Metro Jaya. Masing-masing polres mendapatkan satu e-TLE mobile.

“Ya sudah saat ini (e-TLE mobile), sudah kita mulai, sudah berjalan. 11 ini ada di Jakarta Raya secara keseluruhan di masing-masing Polres 1, Tangsel sudah ada yang akan kita trial dan udah kita laksanakan,” kata Kombes Latif di Polda Metro Jaya, Jumat (9/12/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, sebelum pelaksanaan dilakukan uji coba. Hasilnya tergolong baik dan dapat merekam pengendara yang melanggar.

“Ini kan sudah menggunakan AI soalnya, jadi secara otomatis langsung akan merekam pelanggar-pelanggar tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, dari hasil uji coba pelanggaran banyak merekam pelanggar yang tidak menggunakan helm, dan sejumlah pelanggaran lainnya.

“Tidak menggunakan helm, boncengan lebih dari tiga, sabuk pengaman, menggunakan HP, melanggar rambu, melawan arus lalu lintas,” pungkasnya.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Meski Ditiadakan Tilang Manual, Ditlantas Polda Metro Jaya Tetap Siagakan Polisi di Jalan

Published

on

By

Senin, 21 November 2022 09:20 WIB

TBNews PMJ – Pasca ditiadakannya tiang manual, fenomena masyarakat yang dengan sengaja melanggar lalu lintas banyak ditemukan. Pasalnya, saat ini polisi mengganti penindakan hukum di jalan raya menggunakan sistem tilang elektronik (e-TLE).

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengatakan, penghilangan tilang manual tidak berarti pengendara bebas untuk melakukan pelanggaran di jalan.

“Kami melakukan tilang elektronik bukan untuk sebanyak-banyaknya menilang, tapi kita memberikan pesan bahwa kamu sebenarnya harus hati-hati,” kata Kombes Latif kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022).

Menurut Kombes Latif, anggota lalu lintas tetap akan berjaga di lapangan meski tilang manual telah dihilangkan. Ia pun tidak segan untuk tetap menilang pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakan fasilitas hingga yang terindikasi adanya pidana, salah satunya dengan menggunakan plat nomor palsu.

“Dalam artian mereka sudah memulai bagaimana biar tidak terkena e-TLE, seperti yang dia asal nempel (pelat) dan ini kan namanya pemalsuan. Nah ini yang pidana. Ini yang bisa kita lakukan penilangan secara manual,” tutur Kombes Latif.

Ia pun menjelaskan, polisi masih bisa melakukan penindakan dsri teguran hingga penilanga. “Kalau masih sewajarnya akan dilakukan penindakan edukasi, teguran. Tapi kalau sudah mengarah ke pidana, mengarah ke potensi laka lantas, itu bisa kita tilang (manual),” tambahnya.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News