Connect with us

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Menyambut Hari Bhayangkara ke 75 Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Vaksinasi Di Rusun Budha Tzu Chi Muara Angke

Published

on

Tribrata News– Menyambut Hari Bhayangkara ke 75 Polres Pelabuhan Tanjung Priok di Kampung Tangguh Jaya Rusun Budha Tzu Chi Muara Angke, menggelar vaksinasi bertema” Sehari Satu Juta Orang Serentak di 34 Wilayah Polda.

Giat pelaksana vaksinasi tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas AKP. Supriyadi dan dihadiri oleh Wakapolres Kompol Yunita Natalia Rungkat, Kasat Samapta Akp Ujang Sutardi, Wakapolsek AKP. Williem Nitalessy, Kanit Intelkam Akp. Weni Sianipar Kanit Reskrim Akp. Ikrom Baihaki, Kanit Samapta Iptu Basar Siboro, Kapolsub Sektor Muara Angke dan dihadiri 6 personil Urkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Personil Polsek Kawasan Sunda Kelapa.

Tidak terlepas dari pelaksanaan kegiatan vaksin tersebut dikunjungi oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Akbp. Putu Kholis Aryana.

Disela waktunya Kapolres menuturkan, pelaksanaan vaksin hari ini bertema “Sehari Satu Juta Orang Serentak di 34 Wilayah Polda”.

Dan pelaksanaan vaksinasi Covid 19 bagi warga masyarakat dilakukan setelah kepastian keamanan dan kemampuan diketahui, dan Pelaksanaan vaksin, warga terlebih dahulu di data identitas, Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan.” tutur Kholis, sabtu (26/6/2021)

Kholis melanjutkan, vaksin yang di berikan adalah vaksin Astrazeneca, Dan manfaat vaksin tersebut untuk melindungi dan memperkuat System kesehatan secara menyeluruh dan juga menjaga produktifitas serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat dan untuk memicu System imun tubuh sehingga imunitas terhadap suatu penyakit.

Pelaksanakan Vaksin tersebut guna melengkapi upaya pencegahan penyebaran Covid 19, dan bagi masyarakat yang telah melaksanakan Vaksin agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

Jumlah warga yang divaksin adalah sebanyak 150 (seratus lima puluh) orang. warga tersebut adalah warga masyarakat dan warga pekerja di Pelabuhan Muara Angke.” tutup Kholis.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pelaku Pungli yang Viral di Tanjung Priok, Pelaku Mengaku Untuk Penghasilan Tambahan

Published

on

By

Rabu, 27 oktober 2021 14:33 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap pria berinisial R, pelaku pungutan liar (pungli) di JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), yang viral di media sosial. Kepada polisi, R mengaku melakukan pungli demi pemasukan tambahan.

“Motif murni mencari uang tambahan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama saat dihubungi, Rabu (27/10/2021).

AKP Wiratama mengatakan R merupakan karyawan JICT. R melakukan pungli kepada sopir truk peti kemas.

“Karyawan JICT. Pelaku meminta uang dalam pemuatan peti kemas dari lapangan ke atas trucking kepada sopir,” ujarnya.

R melakukan pungli dengan meminta uang Rp 5 ribu kepada setiap sopir truk. Jika sopir truk tidak memberi uang, muatan akan lama diproses.

“Korban menerangkan bahwa pada saat kejadian menaruh uang Rp 5.000 untuk memuat kontainer, yang sebelumnya telah diberikan kode oleh operator tanggo. Karena jika tidak memberikan uang Rp 5.000, muatannya lama untuk dimuat,” ucapnya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/10) pukul 16.00 WIB. Lokasi pungli di Terminal Peti kemas Blok N4L JICT 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Seperti diketahui, dalam video yang beredar, seorang pria mendatangi sopir truk dan diduga meminta sejumlah uang. Suara perekam dalam video mengatakan melihat sendiri kejadian pungli tersebut.

“Ini nih pelat nomor 13 nih, minta pungli, minta pungli. Minta pungli nih, saya lihat sendiri saya berani menjadi saksi,” ujar perekam video seperti dilihat, Rabu (20/10).

Menanggapi hal itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana membenarkan aksi pria yang melakukan pungli tersebut. AKBP Putu menyebut polisi sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang merupakan karyawan PT JICT.

“Terduga sudah diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar AKBP Kholis saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Awalnya, sekitar pukul 16.00 WIB, kepolisian Tanjung Priok berkoordinasi dengan koordinator crane, Gilang, terkait operator yang bertugas di PT JICT I Dermaga Utara CC 13 Jakarta Utara.

“Dan yang bersangkutan menyampaikan petugas operator RTG kemarin yakni Saudara Revilino. Selanjutnya Saudara Gilang memanggil Saudara Revilino ke workshop PT JICT I untuk dimintai keterangan terkait adanya pemberitaan di media sosial terkait adanya pungli di PT JICT I Dermaga Utara CC 13,” katanya.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.30-23.00 WIB, Revilino yang bertugas shift dua di operator Crane melaporkan adanya pungli di PT JICT I Dermaga Utara CC 13. Pungli dilakukan terhadap sopir Basri dari PT Gutarama Lintas Buana dengan nopol kendaraan B-9206-UIX.

Kemudian, kepolisian meminta keterangan Revilino selaku operator RTG nomor 13 usai melakukan kegiatan 10 boks alat RTG rusak. Hingga pukul 17.00 WIB, Revilino menunggu petugas dengan keadaan alat menggantung.

Selanjutnya pukul 19.00 WIB, alat RTG kembali rusak dan pukul 20.00 WIB petugas kembali bekerja. Hingga pukul 22.00 WIB, mereka berhenti bekerja lantaran alat RTG rusak.

“Telah dilakukan pengecekan CCTV pada saat kejadian namun tidak fokus di posisi N4. Langkah dan tindak lanjut kami melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi, melakukan pengecekan terhadap perusahaan angkutan guna pemeriksaan sopir, melakukan pemeriksaan terhadap operator RTG dan koordinator crane, berupaya bertemu dan mewawancarai sopir truk yang diduga sebagai korban dan yang membuat video tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan hasil yang ditelusuri, kepolisian menemukan korban memberi uang Rp 4.000. R diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk diperiksa.

“Sehingga kami bisa tindaklanjuti temukan terduga pelaku pungli di PT JICT. Terduga telah diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Supervisor Gudang Gelapkan 46 Ton Cumi-Cumi dan Ikan Dori

Published

on

By

Selasa, 26 Oktober 2021 07:15 WIB
TribrataNews PMJ – Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap kasus penggelapan cumi-cumi dan ikan dori seberat 46 ton dari gudang milik PT SIF di Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Polisi telah menangkap tersangka berinisial HRN, selaku supervisor di bagian gudang perusahaan tersebut, kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yunita Natalia Rungkat kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin (25/10/2021).

Kepada penyidik Polsek Sunda Kelapa​​​​​​​, tersangka HRN mengaku menjalankan aksinya seorang diri.

Untuk mengelabui sekuriti yang bertugas, tersangka meminta tolong kepada karyawan operasional untuk mengeluarkan paket yang sudah disamarkan menggunakan kardus bekas dengan alasan akan membuat surat jalan.

“Karena yang bersangkutan adalah seorang supervisor gudang sehingga memiliki kewenangan untuk mengepak (barang). Kegiatan dilakukan pada malam hari sehingga tidak terpantau oleh rekan-rekan yang lain,” ujarnya.

Kasus penggelapan itu berhasil terungkap setelah pihak perusahaan melakukan audit terhadap stok barang pada 7-8 September 2021.

Berdasarkan hasil audit tersebut, ada selisih jumlah barang di dalam gudang tersebut sebanyak 46 ton atau senilai Rp3,6 miliar.Setelah audit tersebut, seorang karyawan berinisial A telah melihat HRN dari rekaman kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV) pada 23 Juli 2021 membawa paket keluar gudang. Karyawan tersebut melaporkan kasus itu ke Polsek Sunda Kelapa.

Berdasarkan laporan yang dilakukan pada 1 Oktober 2021, dua hari berikutnya atau pada 3 Oktober, anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Sunda Kelapa langsung melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan sejumlah saksi dan pengecekan rekaman CCTV.

Setelah keterangan saksi dan alat bukti lainnya cukup, pada 18 Oktober sekitar pukul 10.00 WIB, anggota Unit Reskrim Polsek Sunda Kelapa menangkap tersangka HRN dan dibawa ke Polsek Sunda Kelapa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terhadap tersangka, polisi mengenakan Pasal 374 dan 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman kurungan penjara lima tahun penjara.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pembuat Sertifikat Izin Operasional (SIO) Palsu Bagi Operator Porklift yang Dijual Secara Daring

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 07:25 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pria berinisial R yang menjual Sertifikat Izin Operasional (SIO) palsu secara daring kepada para operator truk garpu (forklift) yang bekerja di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Kini petugas tengah mengembangkan kasus untuk menelusuri para pemesan jasa R dalam pembuatan SIO palsu tersebut.

“Kami akan dalami karena tidak menutup kemungkinan di antara yang transaksi SIO sebanyak 10 kali itu, banyak juga operator di sekitar pelabuhan yang memesan,” ujar Kepala Unit III Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok Inspektur Satu (IPTU) Wan Deni Ramona saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Kamis.

IPTU Deni mengatakan, operator truk garpu  yang memakai jasa R (sudah ditangkap) mengindikasikan bahwa operator tersebut tidak memiliki keahlian melaksanakan tugasnya dengan benar sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“(Penggunaan SIO palsu) Itu mengindikasikan bahwa operator ini kurang cakap, tidak kompatibel dalam menjalankan operator (forklift),” kata IPTU Deni.

Berdasarkan penyelidikan terhadap R ditemukan bahwa tersangka memang menawarkan jasanya kepada para operator. Seperti di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni operator truk garpu.

“Dia menawarkan lewat akun Facebook, menawarkan bisa membantu pembuatan dokumen ataupun SIO,” kata IPTU Deni.

Sertifikat Izin Operator (SIO) palsu yang ditawarkan memiliki kode batang (barcode) khusus yang bisa dipindai menggunakan kamera, mirip seperti aslinya yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Setelah dipindai, maka akan langsung keluar tulisan identitas operator yang punya surat izin itu. Dari tanggal lahir, nama dan waktu melakukan pelatihan. Tapi kode batangnya tidak menautkan ke situs seperti SIO yang asli.

Sertifikat itu juga memiliki warna, jenis huruf (font), pemilihan kertas, tanda tangan pejabat berwenang hingga stempel cap yang mirip seperti aslinya.

“Memang secara kasat mata (mirip) seperti yang asli,” kata IPTU Deni.

Karena itu, tim penyidik akan melibatkan ahli, terutama di bidang laboratorium forensik untuk menuangkan dalam berita acara pemeriksaan secara pro justicia-nya.

IPTU Deni mengatakan, sertifikat itu akan ketahuan asli atau tidaknya berdasarkan hasil pemeriksaan itu.

Tersangka pemalsu SIO truk garpu berinisial R ditangkap setelah adanya patroli siber dan didapatkan informasi beredarnya SIO palsu di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam penangkapan, polisi melakukan operasi seolah-olah pembeli (undercover buying) untuk memancing tersangka keluar.

Setelah ditangkap, tersangka R mengaku mempelajari kemampuannya secara otodidak. Tersangka juga mematok tarif untuk jasanya sebesar Rp200.000 per satu sertifikat berikut dengan sertifikat pelatihan K3.

Karena perbuatannya, tersangka terancam kurungan penjara maksimal enam tahun dengan dugaan melanggar ketentuan pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 263 KUHP itu menyatakan “Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dengan pidana penjara maksimal 6 tahun.”

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News