Connect with us

18. DITRESNARKOBA

Melanggar PPKM Darurat, Dua Tempat Spa di Taman Sari Jakbar Digerebek Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Published

on

TribrataNews PMJ — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek dua tempat spa di Tamansari, Jakarta Barat, lantaran tetap buka dan melanggar PPKM Darurat dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Polisi kemudian melakukan tes kesehatan kepada enam karyawan spa yang ada di dua lokasi tersebut dan satu orang di antaranya dinyatakan positif COVID-19.

“Satu dinyatakan positif COVID-19 dan sudah dibawa ke Puskesmas untuk dirujuk ke Wisma Atlet,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/7/2021) malam.

Dua lokasi spa itu bernama “New Relax” dan “Spa Suka Sehat”. Menurut Mukti, kedua spa tersebut berada di gang perumahan sehingga sulit terlacak petugas selama ini.

“Ini sangat berbahaya, ini dia tidak berhenti, jalan terus sampai ketangkap ini. Tempatnya di pelosok juga masuk gang,” ujar Kombes Mukti.

Para karyawan spa tersebut kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi.

Selain menutup dua spa tersebut, Kepolisian kini mencari dan akan memproses hukum pemilik spa lantaran melanggar PPKM Darurat.
“Ini pelakunya adalah pemiliknya. Pasti akan diproses hukum,” katanya.

Kombes Mukti menambahkan para pemilik spa ini dijerat dengan UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman satu tahun penjara dan denda Rp100 juta.

18. DITRESNARKOBA

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bongkar Home Industry (Industri Rumahan) Tembakau Sintetis, Barang Bukti 157 Kg Narkoba

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus industri rumahan (home industry) narkoba jenis tembakau sintetis lintas provinsi. Sebanyak 6 orang pelaku ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sebanyak enam orang tersangka ditangkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan panjang di daerah Jakarta dan Jawa Barat.

Ada pun inisial pada pelaku adalah P, AEP, GBS, ES, GR, dan FR. Yusri merinci, penangkapan terhadap P dilakukan saat hendak melakukan pengiriman narkotika sebanyak 400 gram. Saat dilakukan penggeledahan di apartemen di Kemayoran Jakarta Pusat, kembali diamankan barang bukti 4 Kg narkoba.

Selanjutnya penyidik melakukan penggeledahan pada kerabat P yakni AEP yang ternyata juga kurir barang haram.

“Dari tangannya diamankan 153 kg tembakau sitetis. Kemudian kita geledah di apartemennya bahan baku untuk sintentis,” jelasnya.

Kemudian hasil penelusuran lebih lanjut, polisi kembali menangkap GBS, ES dan FR di daerah Ciumbeleuit, Jawa barat.

“Di aman 31 liter untuk bahan campuran tembakau sinte. Kita masih kejar. Karena salah satu tersangka yang mengendalikan adalah napi di daerah Jawa barat. Dua tempat home industri di Apartemen Galery, dan di Cihampelas, Bandung, Jabar merupakan home industry,” kata Kombes Yusri.

Kombes Yusri menjelaskan, pengungkapan home industry ini berawal dari pengungkapan kasus pengiriman narkotika jenis ekstasi berasal dari Belgia melalui ekspedisi Fed-EX pada 2 September 2021 lalu. Diketahui paket berupa narkotika yang disamarkan di dalam speaker itu akan dikirim ke daerah Makasar, Sulawesi Selatan. Namun, baru pada tanggal 16 September paket tersebut diambil oleh kurir ojek online yang akan dikirim ke pemesannya.

“Paket tersebut bentuk kaleng makanan binatang, yang ternyata berisi 5.056 butir ekstasi”, jelas Kombes Yusri.

Lebih lanjut Kombes Yusri mengatakan, petugas kemudian mengembangkan kasus ini hingga berhasil mengungkap kasus home industri.

Kombes Yusri mengatakan secara keseluruhan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap 10 tersangka. “Jika diestimasi, Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan 33.500 jiwa masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba”, pungkasnya.

 

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Segel Dua Tempat Karaoke yang Nekat Buka saat PPKM Level 3

Published

on

By

Selasa, 14 September 2021

TribrataNews PMJ – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Senin 13 September 2021 dini hari kemarin menyegel dua tempat karaoke di wilayah Kota Bekasi,  Jawa Barat. Penyegelan ini dilakukan sebagai buntut nekat beroperasi padahal belum diperkenankan buka di masa PPKM Level 3.

Pertama adalah Soda Karaoke & Lounge di Jalan Raya Trans Cibubur, Jatikarya, Kota Bekasi. Kemudian yang kedua Tiffaney International Karaoke di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi. Selain disegel, manajernya diberi teguran keras.

“Manajernya kami berikan teguran dan juga tindakan tegas berupa pemasangan garis polisi,” ucap Kepala Unit 2 Subdirektorat 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kompol Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan, Senin 13 September 2021.

Petugas juga mendapati dua pengunjung di Tiffaney positif mengonsumsi methamfetamin atau sabu-sabu, setelah dites urine. Keduanya dibawa ke Markas Polda Metro Jaya guna pemeriksaan lanjut.

Selanjutnya, polisi akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi guna proses lebih lanjut terhadap pelanggaran kedua tempat hiburan tersebut.

“Pada Tiffaney Karaoke kita melakukan cek urine kepada pengunjung dan ditemukan dua orang positif methamfetamin dan juga terdapat barang bukti pipet bekas pakai,” katanya.

Sebelumnya, pada hari Minggu 12 September 2021, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggerebek dua tempat hiburan malam di kawasan Kota Bekasi, Jawa Barat, dan Kuningan, Jakarta Selatan.

Di Bekasi, adalah tempat karaoke yang didapati satu orang positif mengkonsumsi narkoba. Sedangkan, satu lokasi lain, yakni kafe dan bar Moonshine di Kuningan ada sekitar ratusan orang melanggar aturan PPKM Level 3.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Suhermanto mengatakan dua tempat ini juga diberi garis polisi.

“Pada saat kami datangi itu ada satu room yang ada tamunya, setelah kami lakukan cek urine, diantara tamu itu satu orang positif dan saat ini sudah kami amankan di kantor,” kata AKBP Suhermanto menambahkan.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Sita 16 Kilogram Narkotika Jenis Sabu Asal Mozambik, Afrika Selatan

Published

on

By

TribrataNews PMJ — Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan dan menyita narkotika jenis sabu seberat 16 kilogram asal Mozambik, Afrika Selatan ke Jakarta. Untuk mengelabui petugas, sabu disembunyikan di dalam sejumlah patung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pengungkapan kasus penyelundupan sabu ini adalah hasil kerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

“Bea Cukai menginfokan ada satu paket mencurigakan melalui jasa pengiriman paket di Bandara,” ujar Kombes Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Agustus 2021.

Dari patung kepala manusia dan kerbau itu, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 16 kilogram. Sabu tersebut juga dibungkus menggunakan lakban tebal untuk mengelabui pemeriksaan. Sementara 1 kilogram sabu lainnya dikirim oleh seseorang dari Nigeria dengan modus yang sama.

Mengenai kronologi kasus penyelundupan narkoba jenis sabu asal Mosambik ini, berawal saat penyidik menerima laporan dari petugas Bea Cukai pada pertengahan Juli 2021 soal paket mencurigakan dari luar negeri ke Bandara Soekarno-Hatta. Kecurigaan petugas terbukti setelah membongkar patung dan menemukan sabu seberat 16 kilogram di dalamnya.

“Tim kemudian melakukan surveillance untuk mencari penerima paket,” ujar Kombes Yusri.

Penyidik sempat kesulitan mencari penerima, karena tersangka menggunakan nama dan alamat palsu. Hingga akhirnya seseorang berinisial FS datang mengambil paket tersebut.

Saat dibekuk, tersangka FS mengaku tidak tahu menahu soal isi paket tersebut. Dia hanya menerima perintah dari seseorang berinisial C.

“Saat ini tersangka C sudah buron dan dalam pengejaran,” kata Kombes Yusri.

Untuk penyelundupan  1 kilogram sabu lainnya, polisi menangkap seseorang berinisial RR di daerah Kunciran, Tangerang. Tersangka RR tak membantah soal kepemilikan sabu asal Nigeria itu.

Para tersangka penyelundupan sabu asal Afrika itu dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider, Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 1 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Para tersangka terancam hukuman maksimal yaitu pidana mati.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News