Connect with us

2. POLRES METRO JAKARTA UTARA

Kegiatan Bakti Bhayangkara Vaksinasi Massal di D’ILLUSION BAR & LOUNGE Kel. Kamal Muara, Penjaringan Jakut

Published

on

TribrataNews PMJ — Pada hari Kamis, 22 Juli 2021, pukul 09.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Bhakti Bhayangkara Vaksinasi Masal di D’Illusion Bar & Lounge Jl.Pantai Indah Selatan Ruko Elang Laut Blok M.2 No.1&2 Rt.003/03 Kel.Kamal Muara Kec.Penjaringan Jakarta Utara

Kegiatan Bhakti Bhayangkara Vaksinasi Masal tersebut, dilaksanakan oleh Polri bekerjasama dengan D’Illusion Bar & Lounge, dan dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh :

– Kapolsek Metro Penjaringan AKBP ARDYANSYAH, SIK, M.Si
– Kanit Intelkam Polsek Metro Penjaringan KOMPOL SUTRISNO,SE beserta anggota
– Kanit Provost IPTU HARTONO
– Kapolsubsektor Kamal Muara AIPTU HIJRI
– Bhabinkamtibmas Kel.Kamal Muara AIPTU RUSMANTO dan BRIPKA M.TAUFIQ

Dalam pelaksanaannya diisi dengan kegiatan Vaksinasi Masal dengan Target sebanyak -+ 250 ( Dua ratus lima puluh ) orang, dan Tenaga Medis sebanyak 5 ( Enam ) orang, pimpinan Dr. Amelia dilaksanakannya kegiatan tersebut dalam rangka penguatan Imun Masyarakat sekaligus pencegahan penyebaran Virus Covid – 19.

2. POLRES METRO JAKARTA UTARA

Polsek Pademangan Tangkap Remaja Hendak Tawuran Bawa Senjata Tajam

Published

on

By

Senin, 17 Januari 2022 08:40 WIB

TribrataNews PMJ – Anggota patroli gabungan dari Polsek Pademangan bersama Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Kelurahan Pademangan menangkap sekelompok remaja yang hendak tawuran di bawah terowongan Jalan Budi Mulia, Pademangan Barat, Minggu (16/1/2022).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo mengatakan salah seorang di antara delapan anggota kelompok tersebut berinisial MDM (13 tahun) ditahan di Markas Polsek Pademangan untuk pemeriksaan lebih lanjut karena membawa senjata tajam jenis celurit di sepeda motor.

“Dan dari hasil pemeriksaan, kami sampaikan bahwa didapat hasil satu orang anak telah mengakui memiliki dan membawa satu buah senjata tajam jenis celurit tadi dengan inisial MDM, usia 13 tahun,” kata Kombes Wibowo saat konferensi pers di Markas Polsek Pademangan, Jakarta Utara, Minggu.

Menurut Kombes Wibowo, delapan orang anggota kelompok remaja tersebut awalnya berkumpul ketika Tim Gabungan Polsek Pademangan dan Pokdar Kamtibmas Pademangan berpatroli rutin dalam rangka menekan, mencegah, dan mengantisipasi terjadinya kriminal jalanan (street crime), balap jalanan (street race), maupun aksi tawuran.

Saat melihat petugas gabungan datang, delapan orang yang hendak tawuran itu pun melarikan diri dan dikejar hingga berhasil tertangkap.

Setelah penangkapan, petugas Polsek Pademangan lalu menyisir area kumpul-kumpul kelompok tersebut, dan menemukan dua senjata tajam jenis celurit lain yang disembunyikan serta satu buah senjata tajam jenis pedang.

Delapan anak berikut barang bukti senjata tajam tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Pademangan guna penyelidikan lebih lanjut. Selain MDM (13 tahun), turut diperiksa sejumlah remaja berinisial JDF (16 tahun), AL (19 tahun), PR (16 tahun), ASP (14 tahun), DED (15 tahun), MFR (15 tahun), dan TAP (15 tahun).

Kedelapan orang tersebut, kata Kombes Wibowo, ada yang teman sekolah, namun ada pula yang sudah putus sekolah.

“Seharusnya dalam kasus ini rekan-rekan sekalian, perlu saya sampaikan bahwa kami menerapkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam,” ujar Kombes Wibowo.

Namun, karena anak yang berhadapan hukum (ABH) karena membawa senjata tajam itu masih di bawah umur, petugas Polsek Pademangan tidak melakukan penahanan.

Itu sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana bagi Anak.

Kombes Wibowo mengatakan polisi akan memroses lebih lanjut penyelidikan kasus ini dengan pendampingan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dengan kewenangan penahanan maksimal 1×24 jam.

“Setelah itu nanti akan kami hubungi orang tuanya, akan kami kembalikan mengingat kami hanya mempunyai kewenangan 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan secara hukum. Jadi tetap kami tindaklanjuti, tentunya dengan pendampingan dari Bapas,” ungkap Kombes Wibowo.

Terhadap orang tua anak yang berhadapan hukum, Wibowo mengingatkan bahwa anak adalah tanggung jawab orang tua atau wali pengasuhnya untuk mengawasi dan menjaga tingkah laku mereka.

Anak-anak di usia belasan yang masih mencari jati diri, yang ingin eksis dan terlihat jangan sampai melakukan cara-cara yang salah karena tidak ada yang mengarahkan.

“Sudah tidak ada yang mengarahkan, tidak ada pengawasan, khususnya dari orang tua, sehingga melakukan sesuatu secara tidak pas, seperti tawuran. Ini tidak hanya membahayakan bagi si pelaku tawuran, tapi juga bisa membahayakan bagi masyarakat sekitar. Jadi saya minta tolong para orang tua, para wali, atau siapa pun, mari sama-sama kita menjaga anak-anak kita dari hal-hal yang dapat merugikan masa depan mereka,” pungkas Kombes Wibowo.

Continue Reading

2. POLRES METRO JAKARTA UTARA

Pelaku Penusukan Terhadap Anggota TNI AD Diciduk Polsek Metro Penjaringan

Published

on

By

Senin, 17 Januari 2022 08:30 WIB

TribrataNews PMJ – Tim gabungan Polsek Metro Penjaringan dan Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang pria yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan hingga menyebabkan anggota TNI berinisial S (23 tahun) meninggal dunia di Penjaringan, Jakarta Utara.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya mengatakan satu anggota kelompok yang diduga menusuk korban dengan senjata tajam tersebut kini sedang diperiksa penyidik kepolisian.

“Alhamdulillah, tadi malam kami amankan (tangkap) satu pelaku,” ujar AKBP Febri kepada wartawan di Jakarta Utara, Minggu (16/1/2022)

Informasi yang didapatkan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, kata AKBP Febri, pelaku bersama anggota kelompok lain terlibat cekcok dan menganiaya korban saat mencari seseorang di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Korban S bersama temannya, SM, menjadi korban pengeroyokan kelompok tersebut hingga terjadi penusukan.

Akibat peristiwa tersebut, S meninggal dunia, sementara rekannya SM dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta.

Hingga saat ini polisi masih terus mengejar para pelaku lainnya dari kelompok tersebut.

“Dua orang korban, satu meninggal dunia, satu korban masih dirawat di RS Atmajaya. Informasi seperti itu (korban anggota TNI AD). Ada beberapa saksi sudah kami periksa terkait peristiwa semalam, pelaku lain masih dalam pengejaran,” ungkap AKBP Febri.

AKBP Febri belum mengungkapkan inisial dan identitas pelaku yang diciduk maupun kelompok tersebut agar tidak mengganggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Continue Reading

2. POLRES METRO JAKARTA UTARA

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap 14 Pengeroyok Anggota Polair dan 2 Warga di Tanjung Priok

Published

on

By

Jumat, 14 Januari 2022 13:27 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Polres Metro Jakarta Utara telah menangkap 14 pelaku yang mengeroyok dua orang warga dan seorang anggota Subdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri di Jalan Ende, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (1/1/2022) lalu.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo mengatakan, kejadian yang videonya viral itu langsung ditindak oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara bekerja sama dengan Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan melakukan penyelidikan dan analisis barang bukti.

“Alhamdulillah kami telah mengamankan 14 orang pelaku, 6 orang pelaku utama pengeroyokan dan penganiayaan dan 8 orang sisanya pelaku yang turut diduga membantu saat pelarian,” kata Kombes Wibowo dalam rilis di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (14/1/2022).

Kombes Wibowo mengatakan, dari 14 pelaku, terdapat 8 orang yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Kemudian, dari 6 orang pelaku utama, kata dia, 2 di antaranya masih di bawah umur. Keenam pelaku tersebut telah langsung ditahan.

“Sementara untuk 8 orang lainnya tidak dilakukan penahanan,” kata dia.

Adapun 6 orang pelaku utama dikenai Pasal 170 KUHP dan Pasal 363 KUHP karena berkaitan dengan hilangnya barang milik korban, yakni ponsel.

“Yang 6 pelaku ini sudah kami tahan dan dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” kata dia.

“Karena bersama-sama melakukan kekerasan dengan mengakibatkan luka berat, jadi wajib kami tahan,” lanjut Kombes Wibowo.

Sementara 8 orang yang tidak ditahan dikenai Pasal 221 KUHP karena membantu pelarian 6 pelaku utama.

Mereka tidak ditahan karena ancaman hukumannya hanya 9 bulan penjara.

“Ini spontan saja (aksi pengeroyokan ke anggota polisi). Mungkin mereka anggap anggota kami ini kawan korban. Semuanya karena spontan,” ucap Kombes Wibowo.

Diberitakan sebelumnya, seorang polisi dikeroyok segerombolan orang tak dikenal saat hendak melerai pengeroyokan yang menimpa seorang warga di Jalan Ende, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Berdasarkan video amatir yang diunggah di akun Instagram cetul222, kejadian tersebut terjadi pada 1 Januari 2022 pukul 16.30 WIB. Polisi yang dikeroyok itu merupakan anggota Subdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Bripda Rio Novemberyanto Rajagukguk.

Berdasarkan keterangan dalam akun tersebut, saat kejadian, yang bersangkutan sedang makan di warteg bersama seorang rekannya. Namun, tiba-tiba muncul segerombolan pengendara kendaraan bermotor yang mengeroyok seorang warga bernama Ari Alpiansyah.

“Bripda Rio melihat dan berusaha melerai pengeroyokan, tetapi segerombolan orang tidam dikenal balik mengeroyok Bripda Rio,” demikian informasi dalam akun cetul222.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News