Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Membangun Negara di Dalam Negara

Published

on

Kamis, 16 Juni 2022 14:30 WIB

TBNews PMJ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol DR. Mohammad Fadil Imran menyebutkan bahwa organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin membangun negara di dalam negara. Hal itu disampaikan Kapolda ketika memaparkan hasil penyelidikan terhadap ormas yang diduga bertentangan dengan ideologi Pancasila tersebut di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

“Dari hasil penyelidikan, di bawah permukaan senyatanya ormas ini telah membangun struktur pemerintahan, membangun sistem kewarganegaraan dan susunan kemasyarakatan,” ujar Irjen Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/6/2022).

Selain itu, lanjut Irjen Fadil, Khilafatul Muslimin juga diketahui telah membangun suatu sistem pertukaran uang dan jasa, sistem pendidikan yang terkait dengan ideologi khilafah, serta sistem pertukaran barang dan jasa. “Yang keseluruhannya mengerucut pada adanya situasi yang menunjukkan adanya negara dalam negara,” kata Irjen Fadil.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, Yayasan dan lembaga yang dibentuk oleh Khilafatul Muslimin pada dasarnya diperankan atau difungsikan sebagai shell organization. Yayasan dan Lembaga yang digunakan sebagai upaya untuk menutupi kejahatan yang dilakukannya. Digunakan untuk pengelabuan, menghindar dari kewajiban, serta menggunakannya dengan mengeksploitasi celah dalam peraturan perundangan.

Ormas ini bukan saja telah menggunakan “influential power”, mengeksploitasi posisinya dalam jaringan dan menggunakannya untuk memanipulasi tekanan dan mengubah peristiwa tertentu untuk hasil yang diinginkan, akan tetapi juga menggunakan “soft power” atau “ambassadorial power”, menggunakan pesona, persuasi, dan kewirausahaan. Ormas ini menyajikan, membangun, dan mempromosikan hasil yang mereka inginkan melalui cara dan gambaran yang seolah tampaknya mendukung kepentingan banyak pihak. Praktik kuasa oleh Khilafatul Muslimin, menyebabkan ormas ini telah dapat menyebarkan dan mengembangkan pengaruhnya di berbagai wilayah, bukan saja di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dengan dmikian, kata Kapolda, perilaku jahat ormas Khilafatul Muslimin, bila ditelaah lebih dalam pada dasarnya bukan sekedar merupakan suatu pelanggaran hukum pidana konvensional, akan tetapi kejahatan ini sudah merupakan ranah offences against the State. Ormas Khilafatul Muslimin telah menantang legitimasi dan kedaulatan dari negara demokratis yang sah, serta mengancam pilar-pilar berbangsa dan bernegara. Merusak nilai, asas, dan tatanan 4 (empat) pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, ke-Bhineka Tunggal Ika-an, dan Indonesia sebagai negara kesatuan.

7. BIDANG HUMAS

Sambut Hari Pramuka ke – 61 tahun 2022, Wakapolda Pimpin Apel Besar Saka Bhayangkara di Polda Metro Jaya

Published

on

By

Selasa, 9 Agustus 2022 12:05 WIB

TBNews PMJ – Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo memimpin Apel Besar Saka Bhayangkara Polda Metro Jaya di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (9/8/2022). Apel Besar Saka Bhayangkara Polda Metro Jaya dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pramuka ke-61 dan Jambore Nasional Pramuka tahun 2022.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Kak Isnawa Aji, sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Kwarda DKI Jakarta, Kak Triadi sebagai Sekretaris Kwarda DKI Jakarta dan Kombes Pol Purn . Zarkasih sebagai Kapusdiklat Kwarda DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakapolda Metro Jaya mengatakan Polri sebagai wujud representatif negara, dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, pada kenyataannya terdapat rasio perbandingan jumlah penduduk dan anggota kepolisian, masih terdapat perbedaan jumlah yang terlampau jauh, sehingga Polri tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sinergitas dari masyarakat.

Oleh karena itu, kata Wakapolda, Polri dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka membentuk Satuan Karya Pramuka Bhayangkara (Saka Bhayangkara) yang merupakan wadah untuk memupuk, membina, mengembangkan dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saka Bhayangkara bertujuan untuk membentuk gerenasi muda yang berkarakter, sehingga dapat terbentuk kemampuan pribadi (personal skill) dan kemampuan hidup (life skill),” ujar Brigjen Hendro Pandowo.

“Nantinya, mereka dapat menjadi solusi penyelesaian kerawanan sosial di tengah-tengah masyarakat, membantu tugas-tugas kepolisian, menjadi tutor sebaya dalam mensosiali sasikan bahaya narkoba dan pergaulan bebas, menjadi perpanjangan mata polri dalam rangka memonitor kerawanan sosial dan kriminalitas di masyarakat serta ikut membangun masyarakat dan menjaga kedaulatan bangsa dan negara,” lanjut Wakapolda.

Diakhir sambutannya, Wakapolda mengucapkan selamat Hari Pramuka ke – 61 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2022 dengan tema “Mengabdi Tanpa Batas Untuk Membangun Ketangguhan Bangsa”.

“Semoga Pramuka khususnya Saka Bhayangkara Daerah Metro Jaya semakin kreatif, inovatif sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Wakapolda.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Masjid Baitul Huda, Komplek Bukit Kencana, Pondok Gede, Kota Bekasi menjadi sasaran Program SULING Polda Metro Jaya

Published

on

By

Kamis, 28 Juli 2022 10:10 WIB

TBNews PMJ – Masjid Baitul Huda, di Komplek Bukit Kencana, Jalan Bahagia II Blok I No.8, Pondok Gede, Kota Bekasi, menjadi sasaran kegiatan SULING (Subuh Keliling) Direktorat Binmas Polda Metro Jaya, Rabu (27/7/2022) pukul 04.00 WIB.

Direktorat Binmas Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Program SULING (Subuh Keliling) kegiatan yang dilaksanakan selain Sholat Subuh Berjamaah dan Tausyiah juga memberikan bantuan dari Kapolda Metro Jaya berupa Al-Quran dan Sembako.

Dalam sambutannya, Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya mengucapkan terima kasih kepada DKM, Ketua RW, Bapak SekKel dan jamaah telah mengizinkan kegiatan Sholat Subuh Berjamaah. Kombes Badya mengatakan kegiatan Sholat subuh keliling ini menjadi salah satu Program Polri menuju Polri yang Presisi.

“Subuh Keliling ini merupakan Program Bapak Kapolda Metro Jaya agar Polisi lebih dekat dengan masyarakat,” kata Kombes Badya.

Dalam kesempatan itu, Kombes Badya juga menyampaikan beberapa penyuluhan antara lain Pancasila merupakan Ideologi Bangsa Indonesia; Fenomena Citayam Fashion Week agar anak-anak jamaah tetap diperhatikan supaya tidak terlibat hal-hal yang tidak baik; Mengajak warga masyarakat agar terus istiqomah dalam melaksanakan Solat Subuh berjamaah. Kombes Badya juga berterimakasih kepada para jamaah yang telah melaksanakan Protokol Kesehatan 5M saat sholat berjamaah dimasjid.

Dalam kegiatan SULING ini selain dihadiri oleh Direktur Binmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Badya Wijaya, S.H., M.H. juga dihadiri oleh AKBP Sujanto, S.Pd., MAP. selaku Kasubdit Bintibsos; Ir. H. Abdul Hanam selaku Ketua DKM Masjid Baitul Huda; AKBP Dr. Ali Yusron selaku Pengurus Masjid Baitul Huda; KH. Khoirul Huda Mursyid selaku Ketua MUI Kec. Pondok Gede; KH. Isyak selaku Ketua PCNU Kec. Pondok Gede; Ust. H. Murodih selaku Ketua MDI Kec. Pondok Gede; KH. Abdul Jawaz selaku Ketua Forsila Pondok Gede; Ust. H. Ahmda Fauzi selaku Kepala KUA Pondok Gede; AKP Sunowo Hard selaku Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota; Iptu Yanu Tri selaku Kanit Binmas Polsek Pondok Gede; Aipda Sapto Aji selakuBhabinkamtibmas Kecamatan Pondok Gede, Kelurahan Jati Makmur; Bapak Purwanto selaku Ketua RW 16; Pokdarkamtibmas Polsek Pondok Gede danJamaah Sholat Subuh lebih kurang 120 jamaah.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Penyidik Polda Metro Jaya Tetapkan Roy Suryo Sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama Terkait Meme Patung Buddha Mirip Jokowi

Published

on

By

Jumat, 22 Juli 2022 15:00 WIB

TBNews PMJ – Polisi menetapkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, sebagai tersangka kasus penistaan agama terkait kasus unggahan meme stupa Candi Borobobudur mirip Presiden Joko Widodo. pada Jumat (22/7/2022).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan berujar, setelah melakukan serangkaian penyidikan, penyidik menetapkan Roy Suryo sebagai tersangka.

“Iya benar tersangka,” ujar Kombes Zulpan saat dikonfirmasi, Jumat (22/7/2022).

Saat ini, kata Kombes Zulpan, Roy Suryo sudah berada di Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus unggahan meme Patung Sang Buddha yang diedit mirip wajah Presiden RI Joko Widodo.

“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan dengan status sebagai tersangka,” kata Kombes Zulpan.

Namun, Kombes Zulpan belum dapat memastikan apakah Roy Suryo akan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Untuk ditahan atau tidaknya nanti akan kami update, sekarang masih menjalani pemeriksaan,” ucap Kombes Zulpan.

Roy Suryo sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor pada Kamis (14/7/2022).

Saat itu, Roy menjalani pemeriksaan perdana dalam rangka penyidikan dugaan kasus penisataan agama yang menjeratnya.

Sebagai informasi, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kasus unggahan meme patung di Candi Borobudur yang diedit mirip wajah Jokowi telah naik ke tahap penyidikan.

Adapun unggahan itu sempat viral dan diunggah ulang oleh Roy Suryo dalam akun Twitter @KRMTRoySUryo2. “Statusnya dari proses penyelidikannya sudah dilakukan ditingkatkan penyidikan,” kata Irjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Irjen Dedi menyebutkan, perkara tersebut akan ditangani Polda Metro Jaya. Sebab, laporan yang diterima pihak Bareskrim terkait unggahan yang dibuat Roy Suryo itu telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Dalam kasus ini, Bareskrim telah memeriksa sejumlah ahli.

“Tadi malam berkas perkara yang dilaksanakan oleh Bareskrim sudah dilimpahkan ke Polda Metro. Jadi Polda Metro yang akan menangani terkait menyangkut masalah laporan perkara RS (Roy Suryo),” ucap Irjen Dedi.

Terpisah, Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, ada dua laporan terkait dugaan kasus penistaan agama melibatkan nama Roy Suryo yang ditangani Polda Metro Jaya.

“Ini berdasarkan laporan pada 20 Juni 2022, di mana pelapor atas nama Kurniawan Santoso dan terlapor atas nama Roy Suryo,” ungkapKombes Zulpan.

“Kemudian, laporan yang dilaporkan di Bareskrim oleh saudara Kevin Wu pada 20 juni 2022 terhitung hari ini telah dilimpahkan Polda Metro Jaya,” sambung dia.

Adapun Kurniawan Santoso melaporkan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya pada 20 Juni 2022 karena Roy turut mengunggah meme tersebut. Kuasa hukum Kurniawan, Herna Sutana, mengatakan bahwa meme yang diunggah ulang oleh Roy Suryo adalah editan gambar Patung Siddhartha Gautama atau dikenal sebagai Sang Buddha.

Dalam unggahannya, Roy Suryo dianggap melecehkan dan mengolok-olok Patung Sang Buddha karena mengunggah ulang gambar tersebut disertai kata “lucu” dan “ambyar”.

“Kalimat yang dia tambahkan adalah ‘lucu hehehe ambyar’. Itu bahasa yang sangat melecehkan,” ucap Herna saat itu.

“Dia tahu bahwa itu diedit, dia tahu bahwa itu simbol agama yang sangat sakral buat kami, dia tahu diubah, tapi ditertawakan,” sambung Herna.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News