Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Tinjau Pos Penyekatan PPKM Darurat di Lampiri Jakarta Timur

Published

on

TribrataNews PMJ — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji meninjau pos penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Lampiri, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya melihat penyekatan terhadap pengendara kendaraan bermotor yang menuju Jakarta dari arah Bekasi.

“Hari ini saya bersama Pangdam turun ke lapangan melihat secara langsung. Kendaraan taktis juga kita turunkan, water barrier juga kita turunkan,” kata Kapolda di lokasi, Senin (5/7/2021).

Kapolda mengatakan masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas saat pelaksanaan PPKM Darurat. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan aturan bagi perkantoran untuk melakukan “work from home”.

Kapolda menambahkan akan melakukan tindakan tegas bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan namun tetap memaksa untuk melewati pos penyekatan saat PPKM Darurat.

“Penegakan hukum salah satu cara. Nanti kalau ada yang memaksa kami akan melakukan penegakan,” ujar Kapolda.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji mengatakan, kemacetan tidak dapat dihindari karena masyarakat tetap bekerja meski ada aturan PPKM Darurat. Mereka, kata dia diwajibkan ke kantor oleh perusahaan masing-masing.
“Perusahaan di Jakarta masih mewajibkan mereka bekerja. Sehingga mau tidak mau melaksanakan perintah perusahaannya. Artinya di Jakarta yang tidak mematuhi banyak anjuran dari pemerintah untuk bekerja dari rumah (WFH),” ujar Pangdam Jaya.
Pangdam menuturkan, penyekatan dilakukan untuk membatasi pergerakan kendaraan dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Jakarta yang semakin tinggi.
“Jadi kita di lapangan ini berdasarkan perintah. Kita di sini bukan berdebat tapi menyeleksi. Mereka (warga) memaksa masuk karena perintah kantor, nah ini yang jadi masalah,” tuturnya. Menurutnya, evaluasi segera dilakukan dan akan memberikan sanksi kepada perkantoran yang tidak menerapkan aturan WFH.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub, hingga Satpol PP ikut terlibat penyekatan bagi kendaraan bermotor saat PPKM Darurat tersebut.

7. BIDANG HUMAS

Usut Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Penyidik Polda Metro Jaya Masih Analisis CCTV dan Periksa Saksi

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ — Penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya  masih terus mengusut kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. Pengusutan kasus ini dilakukan dengan menganalisis closed circuit television (CCTV) di Lapas Tangerang dan memeriksa puluhan saksi secara maraton. Pengusutan ini dilakukan untuk membuat terang perkara dan menentukan pihak yang layak dimintai pertanggungjawaban atas kebakaran lapas yang menewaskan 48 warga binaan tersebut.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan melakukan analisa lebih mendalam lagi terhadap alat bukti yang ditemukan di lokasi kebakaran termasuk CCTV yang ada di sana. Penyidik juga masih terus maraton melakukan pemeriksaan saksi baik itu dari petugas lapas hingga narapidana yang selamat dari kebakaran itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus usai menggelar jumpa pers, Rabu (15/9/2021) kemarin.

Tim penyidik, kata Kombes Yusri sudah memeriksa 62 orang saksi, yakni 28 saksi dalam tahap penyelidikan, dan 34 saksi lainnya selama proses penyidikan. Dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, kepolisian menemukan adanya unsur pidana berupa kelalaian. Namun, Kombes Yusri meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Kalau dari penyidik memang menemukan ada kealpaan dan kelalaian dalam kebakaran itu dan pastinya ada unsur pidana di kasus ini. Maka kita meminta masyarakat bersabar untuk bisa mengetahui jelas duduk perkaranya dan siapa tersangkanya,” katanya.

Kombes Yusri memastikan kepolisian akan melakukan gelar perkara setelah proses penyidikan. Dalam gelar perkara itu, kepolisian akan menentukan tersangka kasus ini.

“Kita rencanakan gelar perkara untuk bisa menentukan apakah ada tersangka di sini karena memang pidananya ada di sini,” kata Kombes Yusri.

Tersangka nantinya dapat dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dan Pasal 187 serta Pasal 188 KUHP terkait kesengajaan atau kealpaan yang mengakibatkan kebakaran. Pelaku terancam hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Tak Tebang Pilih, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Manajemen Holywings Terkait Pelanggaran Kerumunan dalam PPKM

Published

on

By

Senin, 6 September 2021

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya akan memeriksa manajemen Restoran dan Bar Holywings  terkait kasus pelanggaran kerumunan dalam PPKM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan proses terhadap manajemen Holywings baik yang di Kemang maupun Epicentrum. “Kita akan proses karena ditemukan adanya pelanggaran dalam kasus kerumunan yang terjadi di Holywings,” ujarnya, Senin (6/9/2021).

Polisi akan memeriksa manajemen Holywings dan segera dipanggil secara marathon. “Mereka terbukti melanggar UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit,” tegasnya. Pemanggilan akan dilaksanakan pada pekan ini terhadap manajemen.

Pihaknya tidak tebang pilih siapapun yang melakukan pelanggaran kesehatan akan tetap diproses termasuk manajemen Holywings.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Polres Metro Tangerang Kota Tangkap Komedian Reza Pardede alias Coki Pardede Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Published

on

By

Kamis, 2 September 2021

TribrataNews PMJ — Polres Metro Tangerang Kota menangkap komedian Reza Pardede alias Coki Pardede atas dugaan terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Kabar penangkapan terhadap Coki oleh Polres Metro Kota Tangerang dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

“Saya mengiyakan dulu,” kata Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/9/2021).

Kombes Yusri mengungkapkan, dalam penangkapan itu penyidik Polres Metro Tangerang Kota  turut menyita barang bukti narkoba jenis sabu.

“(Barang bukti) Sabu,” singkatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Coki ditangkap di kawasan Tangerang pada Rabu malam (1/9/2021).

Meski demikian Kombes Yusri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status Coki lantaran yang bersangkutan saat ini masih dalam pemeriksaan intensif oleh petugas terkait temuan narkotika tersebut.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News