Connect with us

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Jajaran Polres Tangerang Selatan Bekuk 4 Begal Sadis di Bintaro, Semua Berstatus Pelajar

Published

on

Rabu, 22 September 2021

TribrataNews PMJ -Jajaran Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap empat tersangka kasus pembegalan yang beraksi di sekitar wilayah Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Para pelaku yang ditangkap seluruhnya masih berusia di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanuddin mengatakan rentetan peristiwa pembegalan yang terjadi baru-baru ini di sekitar kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), berhasil terungkap. Para pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial RDS (17), AFA (14), FGA (17), dan CFR (17).

“Semua pelakunya berusia di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar,” kata Kapolres saat menggelar jumpa pers di Mapolres Tangerang Selatan, Selasa (21/9/2021).

“Selain itu, polisi masih memburu dua pelaku lainnya,” kata Kapolres.

Sementara Kapolsek Pondok Aren Kompol Riza Sativa menambahkan, pelaku bukan berasal dari geng motor. Melainkan hanya sekelompok anak-anak remaja yang sering kumpul, lalu iseng hingga mencoba untuk membegal di jalan.

Beberapa lokasi pembegalan yang mereka lakukan yakni di Jalan Raya Tegal Rotan, samping cucian mobil. Lalu di seberang makanan cepat saji Jalan Boulevard Bintaro. Kemudian di Jalan Bintaro Utama Sektor 3A, dan terakhir di Taman Bintaro X-Change.

“Barang-barang hasil kejahatan mereka jual, dan digunakan untuk keperluan mereka,” jelas Kompol Riza.

Para pelaku dalam beraksi terbilang sadis. Korban terakhirnya merupakan driver ojek online dan saudara kembarnya yang mengalami luka dalam bekas sabetan celurit. Tak hanya itu, pelaku berhasil membawa lari handphone dan dompet korban.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita senjata tajam berupa celurit serta 3 unit sepeda motor jenis matik hasil perampasan.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman maksimal 12 tahun.

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Satuan Reserse Narkoba Polres Tangsel Sita 31,7 Kilogram Ganja Kering dari Tiga Pengedar di Bekasi

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 07:10 WIB

TribrataNews PMJ – Sebanyak 31.736 gram berisi daun ganja kering siap edar digagalkan Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan menyita 31,7 Kilogram ganja kering dari tiga tersangka pengedar, Kamis (21/10/2021). Daun ganja kering siap edar dengan jumlah 32 bal yang telah dilakban dan 3 bungkus dalam plastik hitam diamankan di wilayah Bekasi.

Selain itu barang bukti lainnya yang diamankan seperti 2 buah kotak aluminium, 1 timbangan digital, 3 handphone. Polisi juga meringkus tiga orang APP, EP dan PM yang masing-masing memiliki peran yang berbeda. Dari mulai kurir, yang menyediakan tempat, dan yang melakukan transaksi barang haram tersebut.

Waka Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Kompol Lalu Hedwin didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Amantha dan Kanit 2 Arya, Kasubag Humas Iptu Tarmui Kamis (21/10/2021) mengatakan, ketiganya dikenakan pasal 114. (2) sub 111 (2) junto pasal 132 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup atau pidana paling singkat 6 Tahun paling lama 20 Tahun.

Menurut Waka Polres Kompol Hedwin, masih ada terduga pelaku yang masih ditelusuri dan dilakukan upaya pengejaran oleh Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polres Tangsel.

Penangkapan berawal melalui informasi akan berlangsungnya transaksi Narkoba di daerah Tangsel, kemudian dilakukan pengejaran hingga terjadi pergeseran transaksi yang akhirnya berhasil diamankan di Wilayah Bekasi.

”Ganja yang diamankan ini sekitar 31.736 gram yang apabila dihitung atau dianalogikan, maka ganja bisa dikonsumsi oleh 80.000 jiwa yang artinya dengan diamankan ganja ini maka setidaknya bisa terselamatkan 80.000 jiwa masyarakat penyalahgunaan Narkoba, “sebut Waka Polres Tangsel Kompol Hedwin saat memimpin konferensi pers.

Di tempat yang sama Kanit 2 Arya menyebutkan untuk modus operandi penangkapan kepada ketiga orang terduga pelaku peredaran narkoba ini adalah rumah yang dibelakangnya adalah warung bakso yang dijadikan gudang penyimpanan daun ganja tersebut.

”Peredaran Narkoba daun ganja ini sudah berjalan selama 3 bulan dan langsung turun ke gudang. Sedangkan barang awal yang turun seberat 90 Kg, sedangkan yang kita amankan adalah sisa yang belum sempat terjual, “ucap Arya Kanit 2 Sat Res Narkoba.

” Sedangkan untuk bisnis daun ganja apakah antar kota atau antar provinsi, kita masih lakukan penyelidikan, “tandasnya.

Continue Reading

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Unit PPA Polres Tangerang Selatan Amankan Penjaga Warung Kelontong di Kedaung Pamulang Terduga Pelaku Pelecehan Anak 14 Tahun

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 19:39 WIB

TribrataNews PMJ – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan mengamankan seorang pria penjaga warung kelontong diduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak perempuan berusia 14 tahun di kawasan Kedaung Pamulang.

Peristiwa pelecehan seksual tersebut terjadi pada Senin (18/10/2021) ketika korban berinisial Y (14) sedang diminta orangtuanya berbelanja di warung kelontong yang dijaga oleh pelaku berinisial T.

Warga sekaligus tetangga korban, Agus mengatakan, dugaan pelecehan itu diketahui ketika Y terlihat menangis ketika keluar dari warung kelontong tersebut. “Si korban ini disuruh beli gula kalau enggak salah di warung pelaku. Cuma agak lama. Tiba-tiba keluar dari warung, nangis-nangis,” ujar Agus saat diwawancarai, Selasa (19/10/2021).

Setelah itu, kata Agus, korban pulang dan menceritakan tindakan yang yang dilakukan pelaku saat berada di warung tersebut. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Kepada Ibunya, korban mengaku disekap oleh T dan dibawa ke dalam kamar. Pelaku akhirnya melepaskan korban ketika mengetahui ada pembeli yang datang ke warungnya. “Katanya dimasukin ke kamar, sudah disekap di kamar. Terus ada pembeli, korban lepas dan pulang sambil nangis. Ibu korban terus ke warung marah-marah,” ungkap Agus.

Menurut Agus, warga yang mendengar suara keributan pun langsung mendatangi warung kelontong tersebut. Terduga pelaku berinisial T itu langsung diamankan pengurus lingkungan setempat dan diserahkan ke kepolisian.

Terpisah, Kanitreskrim Polsek Pamulang Iptu Iskandar membenarkan terjadinya dugaan aksi terhadap remaja perempuan di kawasan Kedaung itu. Terduga pelaku pun sudah ada untuk dimintai keterangan.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan dan ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan.

“Kejadiannya kemarin siang. Sudah sempat dibawa ke kantor dan langsung dibawa ke Polres. Kasusnya ditangani Polres Tangerang Selatan,” jelas Iptu Iskandar.

Continue Reading

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Polisi Gadungan Dibekuk Reskrim Polres Tangerang Selatan, Gelapkan Empat Mobil Rental

Published

on

By

Kamis, 7 Oktober 2021 11:00 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Tangerang Selatan mengamankan pelaku penipuan dan penggelapan empat mobil milik rental (RM) di Jalan Pajajaran Pacuan Kuda 6, Pamulang. Tersangka berinisial (AIP) ditangkap di daerah Tegal, Jawa Tengah.

Kapolres Tangerang Selatan (AKPB. Iman Imanuddin) mengungkapkan awalnya (AIP) membeli mobil dari showroom (RM) dengan membayar penuh. Kemudian tersangka kembali membeli mobil di tempat tersebut, namun tidak melakukan pembayaran.

“AIP melakukan pembelian mobil di rental (RM) sebanyak 4 unit tanpa membayar. Bahkan, diketahui mobil-mobil itu dijual oleh tersangka ke Jawa Tengah,” jelasnya.

Selain menangkap tersangka, pihaknya juga menyita tujuh unit mobil, tiga di antaranya Toyota Alphard. Tak hanya itu, saat meringkus (AIP), petugas juga menemukan seragam dinas Polri dengan pangkat AKBP.

“Saat menangkap AIP, kami temukan ada seragam dinas Polri berpangkat AKBP. Ketika dilakukan pengecekan ke Polda Metro Jaya, ternyata tersangka bukan anggota kepolisian,” tuturnya.

Ia menduga identitas palsu sebagai anggota polisi ini kerap digunakan tersangka untuk menarik simpati para korbannya saat melancarkan aksi penipuan.

“Itu digunakan oleh tersangka untuk melakukan penipuan atau menarik simpati dari orang lain agar percaya bahwa pelaku sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun, dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News