Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat Antisipasi Kerumunan Perayaan Idul Adha 1442 H dan Pemotongan Hewan Kurban Pada Masa PPKM Darurat

Published

on

Rapat bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi, Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma dan Dandim 0501 Kolonel Inf Luqman Arief, juga dihadiri asisten 1, Para Kapolsek, Camat, Danramil, Kepala Puskesmas, dan dinas kesehatan, membahas antisipasi tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan hingga vaksinasi dan pembagian bantuan sosial, dengan tetap protokol kesehatan.

Hengki Haryadi mengatakan Polres Jakarta Pusat bersama tiga pilar, Kodim dan Walikota, akan melakukan antisipasi kerumunan pada hari raya, terutama saat pemotongan hewan qurban, dan simpul simpul yang berpotensi menciptakan kerumunan.

“Kita akan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk ormas ormas Islam, dalam rangka menghindari pelanggaran PPKM terutama potensi potensi kerumunan. Kita akan komunikatif dengan mendatangi langsung,” ungkap Hengki

Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang melakukan pemotongan hewan qurban untuk dilakukan di lokasi yang di tetapkan sesuai Surat yang di keluarkan Menteri Agama.SE. 17 Tahun 2021″. Tambahnya

Meskipun begitu masyarakat diminta untuk memotong hewan qurban di lokasi yang cukup terbuka dan luas atau RPH ( Rumah pemotongan Hewan ) dengan prokes yang ketat,ingat Pandemi ini belum berakhir.jangan sampai kita lengah dan menjadi klauster baru.prokes tetap harus dijalankan

Sementara terkait program vaksinasi, selain dengan 15 armada keliling, juga akan ada relawan kesehatan dan tim dokter kalangan milineal yang akan melakukan penyuntikan.

“Armada 15 gerai vaksin keliling itu dari CSR, dan di tambah relawan dokter dokter milineal, untuk menarik animo masyarakat agar melakukan vaksin,” ujar Hengki.

Terkait bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kodim, dan Pemkot Jakarta Pusat, sehingga tidak tumpang tindih, dan tepat sasaran.

“Terkait bantuan sembako yang harus segera sampai ke masyarakat, akan dirumuskan bersama  tiga pilar, jangan sampai overlap,” tegas Hengki.

Hengki menambahkan, terkait penindakan hukum pada pelanggaran masa PPKM Darurat, telah ada kesepakatan bersama, antara Gubernur DKI, Polda Metro Jaya, Pangdam Jaya, Kejati DKI, dan Pengadilan Negeri, bahwa akan dilakukan dengan berita acara singkat, yang satu hari harus selesai jika memungkinkan.

Dandim 0501 JP/BS Kolonel. Inf Luqman Arief,  mengajak para Babinsa dan Bhabinkamtibmas hingga aparat Kelurahan, dapat benar benar menyampaikan pesan pesan pentingnya vaksin, dan kepatuhan terhadap kebijakan PPKM kepada masyarakat.

“Ujung tombak di lapangan harus mampu menyampaikan hal penting ini hingga ke masyarakat melalui RT RW. Sehingga tidak dibiarkan menjadi liar. Dan dimanfaatkan pihak lain untuk memperkeruh suasana,” kata Dandim.

Dandim menyatakan pihaknya juga akan menyiapkan para prajurit untuk menjadi relawan membantu tenaga kesehatan yang terbatas.

“Tentu dengan lebih dulu di berikan pelatihan, minimal standar soal pemulasaran jenazah, pengangkatan pasien covid, dll,” katanya.

Sementara Walikota Dhany Sukma juga akan menyiapkan teknis teknis dalam mengantisipasi kerumuman hari raya Idul Adha, terutama saat pemotongan hewan qurban.

“Kita sepakat dengan Pak Kapolres, jika memungkinkan besok kita akan keliling mendatangi satu persatu  lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Kita juga udah siapkan antisipasi bahwa pemotongan hewan qurban di lakukan di rumah pemotongan hewan (RPh), jika padat maka di perboleh di lingkungan tetapi dengan ketentuan tempat yang luas, atau lapangan. lapangan sekitar, sehingga menghindari kerumunan, dengan protok kesehatan ketat.” kata Dhany Sukma.

Dhany juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada Polres Jakarta Pusat yang sudah menyiapkan penambahan 15 armada gerai vaksin keliling. Sehingga mempercepat pelayanan vaksinasi kepada masyarakat Jakarta Pusat.

“Melihat situasi, vaksin yang dilakukan di komunitas dan tidak lagi berdasarkan nik. Terimakasih Pak Hengki, kita sudah dibantu 15 mobil vaksin keliling yang sudah menjangkau langsung ke masyarakat. Kita harus yakinkan bahwa warga Jakarta Pusat sudah di vaksin. Jika ada warga yang ternyata belum berKTP elektrik, maka petugas pemda wajib rekam untuk dapat ktp elektronik,” katanya.

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Salurkan Dana BPUM untuk Pedagang Mikro dan Kecil

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ — Polres Metro Jakarta Pusat membantu menyalurkan dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Rp1,2 juta per pedagang, untuk pedagang berskala mikro dan kecil yang terdampak pandemi COVID-19.

Kepala Bagian Sumber Daya Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Widiastuti Chasanah, di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021) kemarin, mengatakan, percepatan penyaluran BPUM tersebut dilakukan dengan membuka pendaftaran bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang warung kecil untuk mendapatkan dana BPUM melalui Kantor Polsek di domisili masing-masing.

“Persyaratannya sangat mudah, pedagang ber-KTP DKI Jakarta dan mendaftarkan diri melalui Bhabinkamtibmas pada masing-masing kelurahan,” kata AKBP Widi.  Kemudian, pedagang akan diverifikasi sesuai dengan ketentuan penerima BPUM.

Polres Metro Jakarta Pusat menargetkan bantuan dana BPUM dapat disalurkan kepada 4.500 PKL dan pedagang warung kecil hingga akhir Desember 2021.

Menurut AKBP Widi, bantuan dana dapat dibayarkan langsung secara tunai, sehingga pedagang tidak dibebankan oleh birokrasi.

“Apabila sampai Desember 2021 penyelauran bantuan untuk 4.500 pedagang tidak terpenuhi, maka dananya akan dikembalikan ke kas Negara,” kata AKBP Widi.

Pada Senin hari ini, ada sebanyak 1.200 PKL dan warung kecil telah mendapatkan bantuan dana tunai tersebut, yakni sebanyak Rp1,2 juta per orang.

Salah satu pedagang makanan beku di Pasar Gunung Sahari, Mardiana (41), menyatakan terima kasih atas bantuan dana yang disalurkan dari Polri. Menurut dia, proses pendaftarannya cukup mudah.

“Saya ditawari oleh LMK Gunung Sahari dan isi formulir dengan melampirkan fotokopi KTP dan tempat usaha. Pendaftaran tidak sulit. Baru berapa hari sudah cair. Saya baru pertama kali dapat bantuan,” kata dia.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Gagalkan Peredaran Ekstasi Palsu Produksi Home Industry di Johar Baru, Tiga Pelaku Ditangkap

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ — Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran ekstasi palsu yang diproduksi dalam skala rumahan di Jalan Kramat Raya, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koesheryanto menjelaskan, pengungkapan produksi ekstasi tersebut berawal dari penangkapan sejumlah tersangka yang terlibat dalam aksi tawuran antarwarga Johar Baru, baik di tingkat Polsek maupun Polres.

Para tersangka yang diamankan terindikasi menggunakan narkoba sebelum tawuran.

“Dari sinilah, Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat melakukan penyelidikan dan dalam waktu kurang lebih satu bulan ini, telah mengungkap penyalahgunaan dan peredaran psikotropika,” kata AKBP Setyo dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Rabu.

AKBP Setyo menjelaskan. tiga tersangka berinisial IS, MN dan PR memproduksi ekstasi palsu dengan bahan baku berupa diazepam, clorilex clozapine dan pil kina.

Dengan modal Rp5.000 per butir, ketiga tersangka mampu memproduksi pil ekstasi palsu sebanyak 3.000 butir per minggu dan dijual seharga Rp200 ribu per butir.

“Kenapa kami katakan ‘home industry‘, industri rumahan? karena alat-alatnya sangat sederhana, hanya sebatas pensil, spidol dan obat-obatan yang didapatkan,” kata AKBP Setyo.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga menjelaskan, ketiga tersangka sudah menjalankan industri ekstasi palsu sekitar 4-5 bulan.

Kompol Panjiyoga menegaskan, efek dari penggunaan ekstasi palsu ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan emosi tinggi atau paranoid ketika melihat orang lain.

“Ekstasi asli yang mengandung amfetamin itu biasanya apabila memakai, harus mendengarkan musik, sedangkan ini halusinogen,” katanya.

Pemakainya bisa berhalusinasi dan efeknya bisa menyebabkan emosi tinggi. “Apalagi tersangka menggunakan spidol warna untuk pewarna pil yang dicetak oleh mereka,” tambahnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 60 ayat (1) b Subsider Pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU Kesehatan jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Ringkus Sembilan Bandar Sabu Jaringan Malaysia

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ -Tim Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil meringkus sembilan orang bandar narkoba jenis sabu di dua lokasi di Jakarta Timur dari jaringan narkoba internasional dari Malaysia yang  berperan sebagai pengedar di Jakarta.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koesheryanto, di Jakarta, Rabu (15/9/2021),  mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, sembilan orang tersangka itu berperan sebagai bandar dari jaringan narkoba internasional yang dipasok dari Malaysia dan diedarkan di Jakarta.

“Kami mengungkap peredaran sabu dari dua TKP (tempat kejadian perkara) dari jaringan yang sama. Jadi, kita amankan bandarnya, diindikasi ini  jaringan dari Malaysia,” kata AKBP Setyo dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu.

AKBP Setyo menjelaskan, barang bukti narkoba jenis sabu yang diamankan mencapai 2 kilogram

Ada pun penangkapan komplotan pengedar sabu tersebut, bermula dari adanya informasi masyarakat tentang peredaran barang haram itu di Jakarta Pusat. Berbekal informasi yang diterima, Polisi lalu melakukan penelusuran.

Dari penelusuran itu, diketahui bahwa barang haram itu bersumber dari seorang pengedar berinisial MW alias B. Polisi pun menangkap MW di rumahnya di Jalan H. Husin Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Dari hasil penggeledahan, Polisi mengamankan satu bungkus plastik narkoba jenis sabu seberat 975, 8 gram; telepon seluler, dan alat hisap sabu atau bong.

Polisi lalu mengembangkan temuannya itu untuk menyasar bandar lain. Dari hasil pengembangan, Polisi menyelidiki delapan orang lainnya yang tinggal di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur.

Kedelapan bandar itu ditangkap di sebuah rumah kost Jalan Balai Rakyat,  Pulogadung, Jakarta Timur, dengan barang bukti sabu siap edar.

“Awal penyelidikan dari Jakarta Pusat, kemudian kita kembangkan, dan kemudian mengamankan bandarnya di dua lokasi yang berbeda di Jakarta Timur. Pertama di Ciracas, dan kedua di Pulogadung,” kata Setyo.

Atas perbuatannya, delapan tersangka dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News