Connect with us

9. POLRES KOTA DEPOK

Ini Hasil Operasi Yustisi Jajaran Polres Metro Depok pada Rabu malam

Published

on

TribrataNews PMJ — Petugas gabungan Polres Metro Depok, TNI dan Satpol PP Kota Depok menggelar operasi yustisi di wilayah hukum Polres Metro Depok yang dilaksanakan pada pada hari Rabu (21/7/2021) mulai pukul 20.30  WIB. Operasi Yustisi melibatkan 59 personel terdiri dari 6 personel TNI, 26 personel Polri, 20 personel Satpol PP dan 6 personel Dishub Kota Depok tersebut dibagi menjadi 3 tim.

“Tim 1 menyusuri rute Jl. Boulevard GDC, tim 2 menyusuri Jl. Raya Citayam dan tim 3 menyusuri rute Jl. Raya Kemakmuran, Sukmajaya,” kata Kompol Otoli Mendrofa.

Lebih lanjut, Kompol Otoli Mendrofa mengatakan, sasaran operasi adalah pembatasan kegiatan masyarakat dan tempat keramaian seperti toko, tempat kuliner (café) agar mematuhi prokes Covid-19 sesuai Intruksi Mendagri No. 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan himbauan secara humanis kepada Masyarakat terkait Sosialisasi PPKM agar selalu menerapkan Prokes 5M. Petugas juga memberikan tindakan teguran lisan dan tertulis kepada masyarakat yang melanggar Prokes 5M dan membubarkan kerumunan secara humanis, agar pulang kerumah masing masing guna antisipasi pencegahan dan penyebaran Wabah Pandemi Covid 19 di Wilayah Hukum Polres Metro Depok

Pada pelaksanaan hari ini (Rabu malam), petugas telah memberikan:
•Teguran Lisan : 18 Tempat Usaha
•Teguran Tertulis : 4 Tempat Usaha
•Denda : 2 Tempat Usaha

“Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Situasi aman dan terkendali, kejadian menonjol nihil,” tutupnya.

9. POLRES KOTA DEPOK

Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok Tangkap 3 Anggota Komplotan Pencuri Motor yang Kerap Beraksi di Depok, Bogor, dan Bekasi

Published

on

By

Jumat, 14 Januari 2022 07:30 WIB

TribrataNews PMJ – Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok berhasil menangkap komplotan pencuri sepeda motor yang kerap beraksi di Depok, Bogor, dan Bekasi. Tiga pelaku ditangkap yakni AH, AR, dan AJ. Salah satu pelaku yaitu AJ terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berupaya melawan.

Penangkapan berawal ketika Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok menggelar patroli di Jalan Raya Bogor pada Kamis (13/1/2022). Sekira pukul 04.30 WIB, tim mencurigai motor yang dikendarai oleh pelaku dan berboncengan 3 orang. Mereka tidak ada yang menggunakan helm. Ketika dipergoki petugas, pelaku bukannya berhenti malah tancap gas.

“Warga yang mengetahui bahwa itu Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok kemudian membantu melakukan pengejaran. Sampai pada saat mau dipepet, salah satu pelaku menendang warga yang membantu,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar saat menggelar rilis, Kamis (13/1/2022).

Karena mengancam jiwa masyarakat, kemudian petugas melakukan tembakan peringatan ke atas tapi diabaikan. Akhirnya, Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok bentukan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran itu melepaskan tembahan ke arah pelaku.

“Tembakan tepat mengenai badan yang bersangkutan kemudian yang bersangkutan menabrak warung. Barulah mereka tertangkap,” kata Kombes Imran.

Komplotan maling ini sudah 6 kali beraksi di Depok, Bogor, dan Bekasi. Sasarannya adalah motor yang diparkir di depan rumah. Modusnya dengan merusak kunci motor menggunakan letter T.

“Mereka beraksi sejak tahun 2021. Dijual ke Cianjur. Harganya berkisar Rp2 juta-Rp3 juta satu unit,” ujarnya. Dari 6 motor yang dicuri, satu di antaranya milik anggota DPRD Kota Depok Hamzah. Motor milik Hamzah dicuri pada pekan lalu. Dalam waktu sepekan, pelakunya sudah tertangkap.

Continue Reading

9. POLRES KOTA DEPOK

Ngaku Dikeroyok Saat Beli Nasgor, Polisi Ungkap Kebohongan Pelaku Tawuran

Published

on

By

Kamis, 13 Januari 2022 07:30 WIB

TribrataNews PMJ – Aparat Polsek Cimanggis Polres Metro Depok mengungkap kebohongan seorang pria berinisial MRS yang mengaku menjadi korban pengeroyokan saat membeli nasi goreng. Hal ini berdasarkan laporan yang dibuat kakaknya di Polsek Cimanggis.

“Berdasarkan laporan dari kakak MRS, adiknya menjadi korban pengeroyokan saat sedang membeli nasi goreng pada Minggu 9 Januari 2022 sekitar pukul 03.40 hingga harus dilarikan ke rumah sakit Kramat Jati,” ungkap Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim Sadjad kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

“Ternyata dalam pemeriksaannya di kemudian hari, diketahui bahwa korban merupakan anggota kelompok yang melakukan aksi tawuran,” sambungnya.

Kompol Ibrahim menjelaskan, MRS merupakan anggota geng Tipar Pusat yang terlibat tawuran dengan geng KM29 di Jalan Raya Bogor, KM29, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Dari keterangan tersebut, lanjut Ibrahim, luka-luka yang dialami MRS bukan karena diserang saat beli nasgor. “Luka karena tawuran, bukan korban sedang beli nasi goreng,” ucapnya.

Lebih lanjut Kompol Ibrahim mengatakan, justru korban MRS yang lebih dulu mengajak tawuran melalui media sosial. “(Mereka) janjian lewat WA, ajakan, bahkan waktu kejadian ternyata diketahui melakukan live (instagram),” terangnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan, kata Kompol Ibrahim, ada dua orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap MRS. Mereka di antaranya RM (19) dan M. Pelaku RM yang membacok bagian perut MRS, sedangkan M membacok bagian tangan.

“Untuk RM kita amankan di rumahnya daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur dua hari setelah kejadian, sementara untuk M masih dalam pengejaran (DPO),” tukasnya.

Continue Reading

9. POLRES KOTA DEPOK

Polres Metro Depok Dalami Kasus Dugaan Retweet Akun Twitter Pemkot Depok

Published

on

By

Rabu, 12 Januari 2022 10:15 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Depok mendalami kasus retweet unggahan yang dilakukan oleh akun Twitter Pemkot Depok untuk mencari polisi yang menembak Laskar FPI.

Unggahan tersebut awalnya diposting oleh akun Twitter @mca_62, dimana berisi ajakan mencari keluarga polisi penembak Laskar FPI di Tol Cikampek KM 50.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya memanggil admin akun tersebut. Berdasarkan hasil keterangan sementara, Diskominfo mengaku akun resmi Twitter Pemkot Depok diduga diretas.

“Makanya kita akan panggil adminnya apakah ada unsur kesengajaan atau bagaimana,” ujar AKBP Yogen saat dikonfirmasi, Selasa (11/1/2022).

Jika terbukti ada unsur kesengajaan, lanjut AKBP Yogen, admin akun tersebut dapat dijerat dengan UU ITE. Sejauh ini, pihaknya baru mengamankan barang bukti berupa tangkapan layar dari unggahan tersebut.

Kemudian, polisi akan meminta keterangan saksi-saksi jika sudah masuk tahap penyidikan. Pemanggilan itu lantaran informasi yang diretweet akun Pemkot Depok masuk kategori meresahkan.

“Sudah ada pembelaan dari Diskominfo kalau itu diretas, tapi kan harus kita dalami. Dan ini laporannya model A temuan polisi,” ucapnya.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News