Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Hingga Kini, Polisi Tangkap 49 Preman Pelaku Pungli Sopir Truk Pelabuhan Tanjung Priok

Published

on

TribrataNews PMJ — Aparat Jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok hingga saat ini telah menangkap 49 tersangka pelaku pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk kontainer di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.  Puluhan orang yang ditangkap itu merupakan karyawan PT hingga preman yang biasa menjalankan aksi pungli di kawasan tersebut

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, 49 orang itu ditangkap di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Dari Polres Utara mengamankan 42 orang dari dua TKP. Kemudian Polsek Cilincing dan Tanjung Priok mengamankan enam dan delapan orang. Juga Polres Pelabuhan Tanjung Priok atau KP3 mengamankan tujuh orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

Kombes Yusri menyebutkan bahwa orang-orang itu sebagian besar tersangka merupakan pegawai PT Greating Fortune Container (GFC) dan PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

“Rata – rata mereka ini pegawai,” ujar dia.

Kombes Yusri mengatakan para pelaku pungli ini tersebar di beberapa titik atau dikenal dengan pos yang berada di sepanjang jalan menuju Pelabuhan. Mereka masing-masing meminta uang dari para sopir truk kontainer yang lewat.

“Saya ambil contoh ada 5 pos ya. Di pos 1 fortun saja di pintu masuk security harus bayar Rp 2.000. Kemudian pos 2 masuk, biayanya masuk lagi Rp 2000. Masuk ke pos 3, itu harus bayar Rp 2000-5000. Ini saya ambil kecilnya karena kalau siang itu beda dengan malam, pengawasan siang lebih ketat,” ujar Kombes Yusri.

“Pengawasan bayar min Rp 5.000, terakhir keluar dipo harus bayar lagi Rp 2.000. Jadi total di fortun ini sekitar Rp 15.000. 1 hari bisa 300 kendaraan kontainer loh. Coba dikalikan. Sekitar Rp 6 juta yang dikeluarkan oleh sopir-sopir. Kemudian perusahaan DKM, ada 4 pos. Total semua per 1 kontainer ada Rp 11.000. Sehari bisa Rp 350-500 ribu untuk kendaraan per 1 kontainer, belum lagi preman-preman yang di luar itu Sengaja buat macet, kemudian ketok kaca minta uang,” lanjutnya.

Kombes Yusri mengatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk mengusut para pelaku pungli. Dia menyebut tidak menutup kemungkinan para pelaku ini ada kerja sama dengan para karyawan di pelabuhan.

“Saya katakan ini baru dipermukaan, perintah Pak Kapolda Metro Jaya bentuk tim kemarin usai adanya 1 keluhan sopir truk. Kami amankan pelaku-pelaku ini. Karena minta Pak Kapolda bentuk tim, susur pelaku mulai dari hulu ke hilir atau dari hilir ke hulu. Kita ungkap semua. Makanya tim ini bergerak dan kami lakukan rapat koordinasi karena ini rata-rata karyawan. Kita akan rapat dengan stakeholder terkait, apa yang jadi pokok masalah di sini kenapa terjadi macet,” tuturnya.

Kabid Humas juga mengingatkan kepada para korban untuk memanfaatkan Call Center Polisi 110. “Laporkan ke call center 110,” imbuhnya.

Sebanyak 49 tersebut akan dijerat dengan Pasal 368 (1) KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun. “Mereka dikenakan Pasal 368 KUHP, ancaman sembilan tahun penjara, ini dikenakan pada pelaku,” kata dia.

Penangkapan para tersangka itu buntut dari dialog Presiden Joko Widodo dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok, Kamis pagi kemarin. Setelah dialog itu Presiden Jokowi kemudian menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo perihal kriminalitas yang kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu,” kata Presiden Jokowi.

“Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja,” kata Presiden.

Kapolri pun menyanggupi permintaan Jokowi. “Siap laksanakan bapak,” kata Kapolri dari sambungan telepon.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara dan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung melakukan penyelidikan.

7. BIDANG HUMAS

Vaksinasi Merdeka Anak Polda Metro Jaya Capai 96,32%.

Published

on

By

Jumat, 21 Januari 2022 07:45 WIB

TribrataNews PMJ – Kepolisian Jajaran Polda Metro Jaya gelar Vaksin Merdeka untuk anak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Vaksinasi anak itu telah menjangkau dua juta suntikan.

Dari rilis yang disampaikan Polda Metro Jaya, vaksinasi Merdeka Anak di Seluruh Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, berhasil memenuhi target vaksinasi sebesar 89,66% wilayah DKI Jakarta dan 101,61% di kawasan aglomerasi-nya. Sampai Rabu, 19 Januari 2020, total capaian Vaksinasi Merdeka Anak ialah 96,32%.

“Kami bersyukur, seluruh elemen bergerak bersama untuk menjadikan wilayah hukum Polda Metro Jaya, yang meliputi DKI Jakarta dan kawasan penyangga, yaitu Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Tangerang Selatan, Tangerang kota dan Depom,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, dalam rilis Polda Metro Jaya, Kamis (20/1/2022).

Kapolda menyebut, program Vaksinasi Merdeka Anak ini telah memvaksinasi lebih dari 2 juta anak sejak 5 Januari 2022 dengan rata-rata per harinya 25 ribu dosis.

“Berlangsung semenjak 5 Januari 2022, mampu menyuntikkan lebih dari 2 juta anak. Menyasar berbagai lingkungan seperti SD, Madrasah, Pesantren dan sederajat serta anak-anak tidak mampu,” lanjutnya.

Kepala Pelaksanan Harian (Kalakhar) Vaksinasi Merdeka Anak Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo sebut seluruh Polres di wilayah Polda Metro Jaya berhasil mencapai target. Bahkan, beberapa daerah dilaporkan melebihi sasaran.

“Seluruh Polres di 13 wilayah hukum Polda Metro Jaya mengejar target sasaran. Beberapa wilayah sudah melebihi jumlah sasaran seperti Polres Kepulauan Seribu 111,17%, Polres Pelabuhan Tanjung Priok 105,11% dan Polres Metro Bekasi Kabupaten sebesar 102,89%,” kata Kombes Sambodo dikutip dari laporan tertulisnya.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Vaksinasi Anak oleh Polda Metro Jaya Sudah Mencapai 91,7%

Published

on

By

Rabu, 19 Januari 2022 08:28 WIB

TribrataNews PMJ – Vaksinasi Covid-19 yang digelar Polda Metro Jaya  untuk anak usia 6 – 11 tahun telah mencapai 91,7% di wilayah aglomerasi dan 76,2% di DKI Jakarta, pada hari ke-10.

Program vaksinasi oleh Polda Metro Jaya ini diberi nama Vaksinasi Merdeka Anak. Vaksinasi ini diselenggarakan bersama Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka yang merupakan bagian dari amanah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Vaksinasi Merdeka Anak Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, vaksinasi yang dimulai 5 Januari-17 Januari 2022 telah mencapai 91,7% atau sekitar 1.142.417 anak di Bodetabek.

Sedangkan di wilayah DKI Jakarta sudah mencapai 76,2% atau sekitar 872.889 anak.

“Vaksinasi Merdeka Anak digelar secara serempak di seluruh wilayah Nusantara. Polda Metro Jaya ditargetkan mampu memvaksin lebih dari 2 juta anak,” kata Kombes Sambodo kepada wartawan, Senin (17/1/2022) lalu.

Sementara itu, Kaposko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya Kompol Supriyanto mengatakan, program tersebut untuk seluruh anak-anak di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk anak-anak dari ekonomi menengah ke bawah.

“Kami memastikan seluruh anak-anak yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya termasuk anak-anak di Musala Baitul Amanah. Ada sekitar 26 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu,” ungkapnya.

Program Vaksinasi Merdeka Anak digelar hingga hari ini,  Rabu, 19 Januari 2022.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya Apresiasi Penanganan Covid-19 di Krukut Jakarta Barat

Published

on

By

Jumat, 14 Januari 2022 13:45 WIB

TribrataNews PMJ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran mengapresiasi kinerja tiga pilar yang terdiri dari wali kota, kapolres hingga dandim di wilayah Jakarta Barat karena telah bertindak cepat memutus mata rantai Covid-19 di kawasan Krukut Taman Sari, Jakarta Barat.

Tindakan cepat yang diapresiasi Kapolda yakni “tracing” warga yang terpapar Covid-19, “micro lockdown” di RW 02 hingga pemberian bantuan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.

“Ini membuktikan bahwa tiga pilar bersama masyarakat sudah memiliki ketangguhan untuk mengolah diri dan lingkungannya agar dapat memutus penularan Covid-19,” kata Kapolda saat memberikan bantuan sosial kepada warga Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, yang menjalani isolasi Covid-19, Jumat (14/1/2022).

Menurut Kapolda, penyebaran Covid-19 mungkin saja bisa semakin meluas jika langkah tersebut tidak dilakukan dengan cepat.

Kapolda pun mengimbau kepada masyarakat yang ada di lokasi untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama beraktivitas.

Warga yang berada di dalam lokasi micro lockdown pun diimbau untuk tidak keluar masuk wilayah RW 02 demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kapolda juga memastikan proses tracing dilokasi RW 02 masih berjalan guna melacak peredaran Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat memperluas karantina wilayah micro lockdown di wilayah Krukut dari semula empat RT menjadi 14 RT di RW 02. Hal tersebut terpaksa dilakukan menyusul 67 warga Krukut terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR. Seiring pemberlakuan micro lockdown, tracing terus dilakukan untuk memantau penyebaran Covid-19.

Saat ini, dari 67 orang yang terpapar COVID-19, sebanyak 52 sudah dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi mandiri. Sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu proses masuk ke Wisma Atlet Kemayoran.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News