Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Hasil Mediasi, Meski Saling Memaafkan Adam Deni Tetap Minta Proses Hukum Terhadap Jerinx Berlanjut

Published

on

TribrataNews PMJ   – Setelah 1 jam mediasi antara pegiat medsos Adam Deni  dengan I Gede Ary Astina alias Jerinx  di Polda Metro Jaya selesai. Dalam mediasi Jerinx disebut telah meminta maaf dan diterima secara pribadi oleh Adam Deni.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, meski Jerinx dan Adam telah saling bermaafan namun tetap dilanjutkan. Hal itu karena Adam Deni meminta proses tetap berlanjut.

“Tetapi, saudara pelapor meminta proses hukum tetap berjalan,” kata Kombes Yusri saat menggelar jumpa pers bersama Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya, Sabtu (14/8/2021).

Kombes Yusri mengatakan, Adam Deni sebagai pelapor memang memiliki hak untuk meminta agar proses hukum tetap berjalan. Meski demikian, masih tetap membuka peluang mediasi antara keduanya sehingga kasus bisa ditutup.

“Kami akan berupaya untuk memediasikan lagi,” kata Kombes Yusri.

Sebelumnya Penyidik ​​Polda Metro Jaya telah menetapkan Jerinx sebagai tersangka pengacaman Adam Deni melalui media elektronik. Dia dijerat dengan Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45 B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.
Kemudian dalam setiap kasus UUITE proses hukum harus mediasi sesui dengan Surat Keputusan Kapolri Nomor SE/2/11/2021 tentang restorative justice.

16. DITRESKRIMUM

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Jambret Ponsel Milik Pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman yang Viral di Media Sosial.

Published

on

By

Selasa, 26 Oktober 2021 15:13 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pelaku jambret ponsel milik pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Video aksi penjambretan ponsel oleh dua pengendara sepeda motor yang berboncengan itu sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Polisi menangkap seorang tersangka berinisial ABL di kawasan Cakung, Jakarta Timur dan satu pelaku lainnya serta penadah masih diburu. “Saat ini pelaku berinisial M alias O yang merupakan eksekutor penjambretan dan Y seorang penadah masih dalam pencarian,” tutur Wakil Direktur (Wadir) Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian, Selasa (26/10/2021).

AKBP Jerry mengatakan, sebelumnya pihaknya sempat menerima laporan polisi terkait penjambretan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi Kamis (21/10/2021) pukul 06.10 WIB.

“Korban menjelaskan ketika bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, tiba-tiba dipepet dua orang dengan mengendarai sepeda motor,” ujar AKBP Jerry.

Kemudian, kata AKBP Jerry, tersangka langsung merampas ponsel milik korban yang ditaruh di kantong punggung baju belakang. Ponsel korban yang dicuri oleh pelaku bermerek Samsung Galaxy A32. Keesokan harinya usai videonya viral, korban membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/10/2021).

Dari kediaman ABL, polisi menyita barang bukti, antara lain pakaian, helm, dan jaket yang dipakai pelaku saat menjambret. Barang bukti itu cocok dengan rekaman aksi penjambretan yang viral di media sosial. ABL juga sudah mengakui perbuatannya.

Sebelumnya viral di media sosial seorang pesepeda menjadi korban penjambretan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di bawah flyover Bendungan Hilir. Video penjambretan itu terekam oleh kamera dari seorang pesepeda lain.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Ditemukan Unsur Pidana, Kasus Anak Nia Daniaty Naik ke Penyidikan

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 17:54 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik ​​Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan unsur pidana terkait kasus dugaan penipuan CPNS yang dimiliki anak Nia Daniaty , Olivia Nathania. Tidak tersingkap usai dilakukan gelar perkara.

“Ada unsur-unsur pidana di situ yang kita temukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (19/10/2021).

Atas dasar itu, kasusnya naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Gelar perkara dilakukan usai memeriksa Olivia pada Senin, 18 Oktober 2021. Olivia dua kali diperiksa sebagai terlapor. Dia dicecar 41 pertanyaan dalam pemeriksaan pertama pada Senin, 11 Oktober 2021. Kemudian, 42 pertanyaan dalam pemeriksaan tambahan pada Senin, 18 Oktober 2021.

Polisi juga telah memeriksa 9 korban. Korban membeberkan kedok anak Nia Daniaty hingga menyerahkan bukti berupa surat keputusan (SK) strategi PNS, nota dinas, dan nomor pegawai induk (NIP) palsu.

Penipuan CPNS terlupakan dilakukan Olivia bersama dengan suaminya Rafly N Tilaar atau Raf sejak 2019. Raf merupakan taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) yang disimpan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham. Olivia dan Raf menawarkan korban sebagai PNS dengan tarif Rp25 juta-Rp156 juta. Total kerugian 225 korban mencapai Rp9,7 miliar.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Ringkus Tiga Komplotan Begal Sadis di Bekasi dan Tangerang

Published

on

By

Selasa, 12 Oktober 2021 07:35 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meringkus tiga komplotan begal bersenjata tajam yang tidak segan melukai korbannya dan kerap beraksi di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Tangerang.

“Ada tiga kasus yang ketiganya adalah curas, pencurian dengan kekerasan di Pasal 365 KUHP ancamannya 9 tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Senin.

Komplotan pertama yang diringkus petugas adalah empat begal yang biasa beraksi di Tambun, Kabupaten Bekasi.

Empat tersangka tersebut diketahui berinisial EH alias B yang berperan menodongkan senjata tajam dan melukai korban. Tersangka kedua diketahui berinisial RA alias A yang berperan menyediakan senjata tajam.

Sedangkan dua tersangka lainnya berinisial SP alias S dan RH alias T yang berperan sebagai joki. Selain keempat tersangka ini, polisi juga masih memburu satu tersangka lainnya yang berinisial A alias K.

Komplotan kedua yang diciduk petugas yakni komplotan begal yang sering beraksi di wilayah Pagedangan, Tangerang.

Dalam kasus ini polisi menangkap dua tersangka yakni FM yang berperan sebagai eksekutor. Tersangka FM juga diketahui sebagai residivis dalam kasus serupa.

Sedangkan tersangka kedua adalah S alias P yang berperan sebagai joki dan berstatus anak di bawah umur.

Komplotan ketiga yang dibekuk polisi yakni kawanan begal di Rawa Lumbu, Kota Bekasi, dengan lima tersangka yakni MH dan MS selaku eksekutor. Kemudian MA dan AM sebagai joki, dan MA alias C sebagai penyedia senjata tajam.

Meski demikian Yusri tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dimana para tersangka tersebut ditangkap.

Modus komplotan ini adalah berkeliling dan mengincar pengendara sepeda motor yang melintas ditempat sepi.

“Mereka ini sifatnya berkelompok biasanya mereka langsung memberhentikan dan tidak segan melakukan kekerasan untuk merebut kendaraan korban,” ujar Yusri.

Akibat perbuatannya ke-11 tersangka tersebut kini harus mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News