Connect with us

Berita Terkini

Hari Kelima PPKM Darurat di Jakarta, Polisi Buat Jalur Khusus Nakes di Penyekatan Lenteng Agung Jaksel

Published

on

TribrataNews PMJ — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hari kelima, Polisi membuat jalur darurat dan khusus tenaga kesehatan (nakes) agar dapat melintas di pos penyekatan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021).

Petugas membagi Jalan Raya Lenteng Agung arah Pasar Minggu menjadi tiga ruas menggunakan traffic cone karet yang disambung dengan tali.

Ruas paling kanan digunakan untuk nakes, pengendara berkebutuhan darurat, serta kendaraan yang melakukan putar balik arah Depok melalui fly over tapal kuda. Ruas tengah untuk mobil dan ruas paling kiri untuk pengendara roda dua.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya akan membuat jalur-jalur yang lebih baik bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal, seperti tenaga kesehatan, agar bisa melintasi jalanan di Jakarta di masa pemberlakuan PPKM Darurat.

“Kami sudah evaluasi dengan Pangdam, besok akan buat jalur-jalur yang lebih baik jalur untuk nakes, kritikal, esensial, masing-masing roda dua dan roda empat,” ujarnya pada wartawan, Selasa 6 Juli 2021.

Kapolda meminta, masyarakat harus taat dengan jalur yang telah ada agar nantinya antrean kendaraan yang hendak melintas berjalan rapi dan tidak terjadi saling serobot. Di samping itu, dia tak ingin membiarkan orang bukan di dua sektor itu untuk masuk ke Jakarta lantaran hanya meningkatkan potensi penularan Covid-19 sehingga pembatasan tetap dilakukan.

“Anda lihat sekarang, sektor esensial dan kritikal yang kami loloskan saja jumlahnya tidak sedikit. Padahal tolak ukurnya indeks mobilitas,” terang Kapolda.

Sejauh ini, kata Kapolda, situasinya relatif membaik lantaran volume kendaraan dari arah Depok menuju DKI Jakarta mulai menurun jumlahnya.

“Tadi sudah melihat situasi sudah semakin membaik, antrean sudah tidak sepanjang kemarin. Kemarin bisa sampai ke Universitas Pancasila, sekarang hanya ekornya sekitar 200 meter ke belakang,” jelasnya.

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pelaku Pungli yang Viral di Tanjung Priok, Pelaku Mengaku Untuk Penghasilan Tambahan

Published

on

By

Rabu, 27 oktober 2021 14:33 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap pria berinisial R, pelaku pungutan liar (pungli) di JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), yang viral di media sosial. Kepada polisi, R mengaku melakukan pungli demi pemasukan tambahan.

“Motif murni mencari uang tambahan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama saat dihubungi, Rabu (27/10/2021).

AKP Wiratama mengatakan R merupakan karyawan JICT. R melakukan pungli kepada sopir truk peti kemas.

“Karyawan JICT. Pelaku meminta uang dalam pemuatan peti kemas dari lapangan ke atas trucking kepada sopir,” ujarnya.

R melakukan pungli dengan meminta uang Rp 5 ribu kepada setiap sopir truk. Jika sopir truk tidak memberi uang, muatan akan lama diproses.

“Korban menerangkan bahwa pada saat kejadian menaruh uang Rp 5.000 untuk memuat kontainer, yang sebelumnya telah diberikan kode oleh operator tanggo. Karena jika tidak memberikan uang Rp 5.000, muatannya lama untuk dimuat,” ucapnya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/10) pukul 16.00 WIB. Lokasi pungli di Terminal Peti kemas Blok N4L JICT 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Seperti diketahui, dalam video yang beredar, seorang pria mendatangi sopir truk dan diduga meminta sejumlah uang. Suara perekam dalam video mengatakan melihat sendiri kejadian pungli tersebut.

“Ini nih pelat nomor 13 nih, minta pungli, minta pungli. Minta pungli nih, saya lihat sendiri saya berani menjadi saksi,” ujar perekam video seperti dilihat, Rabu (20/10).

Menanggapi hal itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana membenarkan aksi pria yang melakukan pungli tersebut. AKBP Putu menyebut polisi sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang merupakan karyawan PT JICT.

“Terduga sudah diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar AKBP Kholis saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Awalnya, sekitar pukul 16.00 WIB, kepolisian Tanjung Priok berkoordinasi dengan koordinator crane, Gilang, terkait operator yang bertugas di PT JICT I Dermaga Utara CC 13 Jakarta Utara.

“Dan yang bersangkutan menyampaikan petugas operator RTG kemarin yakni Saudara Revilino. Selanjutnya Saudara Gilang memanggil Saudara Revilino ke workshop PT JICT I untuk dimintai keterangan terkait adanya pemberitaan di media sosial terkait adanya pungli di PT JICT I Dermaga Utara CC 13,” katanya.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.30-23.00 WIB, Revilino yang bertugas shift dua di operator Crane melaporkan adanya pungli di PT JICT I Dermaga Utara CC 13. Pungli dilakukan terhadap sopir Basri dari PT Gutarama Lintas Buana dengan nopol kendaraan B-9206-UIX.

Kemudian, kepolisian meminta keterangan Revilino selaku operator RTG nomor 13 usai melakukan kegiatan 10 boks alat RTG rusak. Hingga pukul 17.00 WIB, Revilino menunggu petugas dengan keadaan alat menggantung.

Selanjutnya pukul 19.00 WIB, alat RTG kembali rusak dan pukul 20.00 WIB petugas kembali bekerja. Hingga pukul 22.00 WIB, mereka berhenti bekerja lantaran alat RTG rusak.

“Telah dilakukan pengecekan CCTV pada saat kejadian namun tidak fokus di posisi N4. Langkah dan tindak lanjut kami melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi, melakukan pengecekan terhadap perusahaan angkutan guna pemeriksaan sopir, melakukan pemeriksaan terhadap operator RTG dan koordinator crane, berupaya bertemu dan mewawancarai sopir truk yang diduga sebagai korban dan yang membuat video tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan hasil yang ditelusuri, kepolisian menemukan korban memberi uang Rp 4.000. R diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk diperiksa.

“Sehingga kami bisa tindaklanjuti temukan terduga pelaku pungli di PT JICT. Terduga telah diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Ungkap Pelaku “Eksibisionis” di kawasan Sudirman yang Viral di Medsos

Published

on

By

Rabu, 27 Oktober 2021 14:10 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap kasus tindakan asusila “eksibisionis” di kawasan Stasiun Sudirman Jakarta yang dilakukan oleh pria berinisial WYS (23), bekerja sebagai pengamen.

“Mengamankan saudara WYS yang pekerjaannya wiraswasta atau pengamen. Tersangka melakukan aksinya dengan sengaja melakukan tindakan ‘eksibisionis’,” kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyatno, di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (27/10/2021).

AKBP Setyo menjelaskan, korban berinisial MS adalah seorang karyawan BUMN yang diperlihatkan hal tidak pantas oleh tersangka, pada Jumat (15/10/2021) sekira pukul 19.20 WIB.

Peristiwa yang dialaminya itu terekam dalam CCTV yang kemudian diunggahnya lewat akun tiktok @embaaak pada pekan lalu.

Video tersebut pun viral di berbagai lini media sosial agar masyarakat lebih waspada saat melintasi trotoar dekat Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat.

“Korban selalu menggunakan transportasi KRL, harus melewati jalan tersebut setiap hari pada jam yang relatif sama,” kata AKBP Setyo.

Korban langsung melarikan diri setelah mengetahui aksi pria “eksibisionis” yang menunjukkan kemaluannya saat MS melintas.

Adapun motif tersangka WYS melakukan tindakan itu berasal dari fantasi seksualnya. Ia juga mengaku, pernah melihat kawannya melakukan aksi eksibisionis.

Setelah diperiksa, pihak Kepolisian menyatakan, kondisi kejiwaan tersangka normal dan berperilaku wajar. Saat ini, tersangka diamankan di Polsek Metro Tanah Abang.

Atas tindakannya itu, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni UU Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi Pasal 36 dengan ancaman lima tahun penjara, serta Pasal 281 KUHP tentang Kejahatan Kesusilaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Polda Metro Jaya Buka Layanan Hotline Pengaduan Korban Pinjol di Nomor 081191-110-110

Published

on

By

Rabu, 27 Oktober 2021 12:48 WIB

TribrataNews PMJ – Kasus pinjaman online (Pinjol) menjadi atensi atau perhatian Kapolri Jenderal  Polisi Listyo Sigit Prabowo hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena meresahkan masyarakat. Banyak korban pinjol ilegal yang mendapatkan ancaman hingga besaran bunga yang berlipat ganda.

Tim Siber Polda Metro Jaya pun membuka layanan pengaduan melalui hotline khusus bagi korban Pinjol di wilayah hukum Polda Metro Jaya

“Siber Polda Metro Jaya membuka layanan Hotline untuk para korban Pinjol dan masyarakat yang mengetahui tempat operasional (kantor) Pinjaman Online khususnya yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” tulis akun Instagram @siberpoldametrojaya dikutip, Rabu (27/10/2021).

Adapun Hotline Pinjol Polda Metro Jaya sebagai berikut; 081191-110-110.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News