Connect with us

BIDANG HUMAS

GREBEK VAKSINASI MERDEKA AGLOMERASI POLSEK LEGOK UNTUK WARGA TINGKAT RT DAN RW

Published

on

Foto-TribratanewsPmj- Bhabinkamtibmas Polsek Legok BRIGADIR AGUS SETIAWAN bersama Tim Kecamatan Legok, RT/RW , Kader Desa Rancagong dan Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Legok, pelaksanaan Grebek Vaksinasi aglomerasi gerai legok  dari Muspika Kec. Legok untuk warga Desa Rancagong Tingkat Rt dan Rw.Senin,25/10/21.

8. POLRES METRO BEKASI

Polsek Tambun Tangkap Pemilik Toko Penganiaya Pemuda yang Dituduh Pasang Poster Sembarangan di Karang Satria Bekasi

Published

on

By

Kamis, 28 April 2022 15:20 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polsek Tambun menangkap seorang pemilik toko rokok elektrik yang diduga menganiaya pemuda berinisial NAA (19) di Jalan Raya Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, terduga pelaku diketahui berinisial JD, pemilik toko vape yang menjadi lokasi penganiayaan NAA.

“Sudah ditangkap pelakunya. Pelakunya satu orang inisial JD,” kata Kombes Zulpan melalui pesan singkat, Kamis (28/4/2022).

Kombes Zulpan belum menjelaskan secara terperinci kasus penganiayaan tersebut dan penangkapan satu orang terduga pelaku berinisial JD. Dia hanya mengatakan bahwa dugaan penganiayaan tersebut sudah dalam penyidikan kepolisian.

Informasi yang diperoleh, NAA diduga dianiaya di salah satu toko rokok elektrik kawasan Jalan Raya Karang Satria, Tambun Utara. NAA mengungkapkan, kejadian bermula saat dia dan rekannya ditugaskan untuk menyebarkan poster promosi tempat kerjanya ke sejumlah titik.

Korban akhirnya meminta izin untuk memasang poster tersebut di salah satu kedai kopi di Jalan Raya Karang Satria. Lokasinya bersebelahan dengan toko rokok elektrik milik pelaku.

Setelah memasang poster, korban dan rekannya langsung bergegas meninggalkan kedai kopi tersebut. Sekitar pukul 20.30 WIB, kata NAA, atasannya tiba-tiba menelepon dan menanyakan lokasi poster yang dipasang korban.

“Terus tiba-tiba disuruh ke toko vape di samping (kedai) kopi, dan disuruh copotin poster sekalian menyampaikan permintaan maaf,” ungkap NAA.

NAA pun kaget dengan permintaan itu. Pasalnya, dia tidak menempelkan poster promosi yang ditugaskan atasannya di toko rokok elektrik tersebut. Sesampainya di lokasi, korban masuk dan meminta maaf kepada pelaku selaku pemilik toko, sambil meminta untuk mencopot poster promosi tempat kerjanya.

“Pada pukul 21.30 WIB, saya masuk ke dalam toko vape itu (milik pelaku) seorang diri, dan di dalam toko itu ada (terduga) pelaku bersama empat orang. Saya datang untuk meminta maaf,” ungkap NAA.

Namun, NAA menyebutkan bahwa pelaku justru menamparnya beberapa kali sambil menuduhnya memang poster promosi sembarangan di toko milik pelaku.

Pelaku juga membanting kursi hingga melukai kaki korban dan melucuti pakaian korban, lalu memintanya keluar dari toko tersebut.

“Pas itu ada orang yang memvideokan peristiwa itu. Habis itu saya minta maaf lagi dan pergi,” kata NAA.

Atas kejadian itu, NAA bersama rekannya kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tambun, Kabupaten Bekasi. Kasus itu teregistrasi dengan nomor LP/B/329/III/2022/SPKT/POLSEK TAMBUN/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA.

Continue Reading

7. POLRES METRO BEKASI KOTA

Polres Metro Bekasi Kota Ringkus Tujuh Pelaku Pembegalan Ibu Hamil di Mustikajaya, Kota Bekasi

Published

on

By

Jumat, 11 Maret 2022 15:48 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya menangkap tujuh orang pelaku pembegalan terhadap ibu hamil di Kp. Kemuning Rt. 002 / 006 Kel. Cimuning Kec. Mustikajaya Kota Bekasi. Para pelaku tidak bisa ditampilkan dalam rilis yang digelar di Polda Metro Jaya karena masih di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan, ketujuh pelaku adalah anak di bawah umur dan masih berusia belasan. Para pelaku sejauh ini telah ditahan di Polres Metro Bekasi Kota setelah beraksi sadis.

”Mereka sudah ditangkap dan sudah ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kombes Zulpan, Jumat (11/3/2022).

Ketujuh pelaku adalah berinisial, SA, RA, JS, MS, MA, DR dan UH. Para pelaku memiliki peranannya masing-masing, ada yang bertugas sebagai joki atau yang membawa sepeda motor, ada eksekutor dan juga yang menjual barang hasil curian tersebut.

”Hasil curiannya masih kita cari, karena mereka menjualnya ke suatu tempat,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita senjata tajam jenis clurit, dua unit sepeda motor yang digunakan untuk beraksi, baju, celana yang digunakan dalam beraksi dan juga beberapa ponsel milik para pelaku. “Mereka kita kenakan pasal 365 KUHP dengan hukuman di atas 9 tahun penjara,” tegas Kabidhumas.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Polda Metro Jaya Tahan Artis Peran Aliff Alli, Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen

Published

on

By

Rabu, 2 Maret 2022 15:35 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya menetapkan artis peran Aliff Alli sebagai tersangka dugaan kasus pemalsuan dokumen. Dia kini ditahan di ruang tahanan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, Aliff ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa oleh penyidik pada Selasa (1/3/2022). Dalam pemeriksaan itu, Aliff mengaku kepada penyidik bahwa dia telah memalsukan sejumlah dokumen sebagaimana laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya.

“Jadi terkait dengan saudara Aliff Alli, tadi malam penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Kombes Zulpan kepada wartawan Rabu (2/3/2022).

“Sangkaanya terkait dengan pemalsuan dokumen sebagaimana yang dilaporkan oleh seseorang terhadapnya,” sambung Kombes Zulpan.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Kombes Zulpan, penyidik mendapatkan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Aliff Alli sebagai tersangka.

Penyidik menjerat artis peran tersebut dengan Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan langsung melakukan penahanan sejak Selasa malam. “Mulai tadi malam penetapan tersangka dan juga dilakukan penahanan. Ancaman hukuman 7 tahun kasus pemalsuaan dokumen,” kata Kombes Zulpan.

Untuk diketahui, Aliff Alli sempat menikah siri dengan artis Aska Ongi. Aska Ongi kemudian melaporkan Aliff Alli atas dugaan pemalsuan dokumen berupa KTP dan akta lahir anak pada 2020 lalu. Laporan pemalsuan KTP dan akta autentik bermula ketika Aska Ongi hendak melakukan pengurusan akta kelahiran anak. Aska mengurus akta kelahiran anaknya di Kecamatan Pancoran pada Oktober 2019.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News