Connect with us

Humanis

GERAI VAKSIN PRESISI POLSEK KELAPA DUA POLRES TANGERANG SELATAN TETAP LAYANI MASYARAKAT

Published

on

TribrataNewsPmj- Bertempat di Aula Polsek Kelapa Dua, Jl. Raya Kelapa Dua No. 1 Gading Serpong Kel./Kec. Kelapa Dua, telah dilaksanakan Giat Gerai Vaksin Presisi Polsek Kelapa Dua – Polres Tangsel, yang dipimpin oleh Kapolsek Kelapa Dua AKP Fredy Yudha Satria, S.ST.

kegiatan Vaksin Tahap I dikuti sebanyak 16 orang dan untuk tahap II di ikuti sebanyak 84 orang dengan 3 orang vaksinator dari RS. Siloam pimpinan dr. Renda Putri.

Kegiatan ini dalam rangka program akselerasi vaksinasi kepada masyarakat di wilkum Polsek Kelapa Dua – Polres Tangerang Selatan. Jenis vaksin yang diberikan untuk tahap 1 dan 2 adalah Sinovac.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk percepatan tercapainya herd immunity.

 

7. BIDANG HUMAS

Naik Kuda, Kapolda Metro Jaya Sapa Buruh Berunjuk Rasa di Patung Kuda

Published

on

By

Kamis, 25 November 2021 14:20 WIB

TribrataNews PMJ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menunggang kuda untuk menyapa buruh yang hendak berunjuk rasa di kawasan Bundaran Patung Kuda Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021).

Usai menyapa ratusan massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan aliansi buruh lainnya, Kapolda menaiki kuda jenis “Warmblood” bernama Ferdinand yang digunakan aparat kepolisian sebagai pengamanan aksi.

“Saya mencoba menunggangi kuda. Kapan-kapan saya naik kuda lagi,” kata Kapolda seraya tertawa kepada awak media, di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis.

Aparat kepolisian mengerahkan dua ekor kuda “Warmblood” dengan usia 9 dan 12 tahun. Pengerahan kuda ini dinilai efektif untuk mendorong massa mundur ketika terjadi kerusuhan.

Sebelumnya, Kapolda juga turut membagikan makanan ringan kepada massa yang sedang beristirahat sebelum melakukan aksi di depan Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Merdeka Selatan.

“Gimana? semua udah dapat ‘snack’? Yang penting tetap damai ya. Sudah suntik (vaksin) belum?,” tanya Kapolda kepada massa buruh.

Adapun aksi buruh ini dipicu oleh kenaikan UMP tahun 2022 yang dinilai sangat kecil, setelah diumumkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Buruh menilai penetapan UMP 2022 itu tidak memperhitungkan kondisi ekonomi dan inflasi. Berdasarkan data, UMP tahun 2022 terbesar adalah di DKI Jakarta sebesar Rp4.452.724. Kenaikan UMP Jakarta tahun 2022 hanya sedikit, karena tahun 2021 UMP Jakarta Rp4.416.186.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Diduga Cabuli Belasan Bocah, Seorang Pria Dikeroyok Massa di Jagakarsa

Published

on

By

Selasa, 16 November 2021 13:57 WIB

TribrataNews PMJ – Seorang pria berinisial F babak belur usai dikeroyok massa pada Senin (15/11/2021) malam. Pria yang bertempat tinggal di RT 07 RW 08 Jalan Camat Gabun 1, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu dikeroyok akibat dugaan tindak pencabulan terhadap belasan anak-anak di lokasi.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmawijaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Pelaku diamankan polisi pada Senin (15/11/2021) malam.

“Iya betul, itu pelakunya sudah diamankan di Polres. Semalam kita amankan karena mau diiniin (dikeroyok-red) sama massa, jadi kita langsung amankan ke Polres,” ujar Kompol Endang saat dihubungi wartawan, Selasa (16/11/2021).

Kompol Endang mengaku belum mendapatkan informasi lebih detail terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pelaku. Ia juga tidak mengetahui berapa jumlah korban pencabulan pelaku.

“Itu langsung dibawa ke Polres, saya nggak monitor. Yang menangani Polres,” imbuhnya.

Salah satu orang tua korban berinisial A mengatakan korban diperkirakan berjumlah 14 orang. Selain anaknya, dua orang keponakannya juga diduga dicabuli oleh pelaku.

“Itu total kurang lebih ada 14 anak, itu masih di bawah umur semua,” kata A.

Menurut A, pelaku telah melakukan tindakan asusila. Ia menduga pelaku memiliki seks menyimpang.

“Itu setelah kejadian ternyata ada yang melebihi batas wajar sampai ditunjukin kemaluannya. Sampai harus….ya udah menyimpang lah perlakuan seksnya dia dari si tersangka ini,” jelasnya.

A mengaku geram setelah mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan pelaku. Pencabulan pelaku terungkap setelah orang tua korban lain melapor ke RT.

“Terungkap semalam setelah dari anak tetangga nih, korban melapor ke temannya dan dari ibunya lapor ke RT setempat,” katanya.

Kabar pencabulan yang dilakukan pelaku menyebar cepat. Warga kesal hingga mendatangi rumah pelaku.

“Lalu ramai warga di sini, mungkin ya sempat ramai karena warga di sini sempat merasa kesal dengan kejadian ini,” tuturnya.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku masih diperiksa di Unit PPA Polres Metro Jakarta Selatan.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Fasilitasi Korban Laka Kerja Dapat Pekerjaan Baru

Published

on

By

Jumat, 29 Oktober 2021 07:52 WIB

TribrataNews PMJ – Setelah difasilitasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, FS (25 tahun) yang terancam tidak dapat bekerja akibat mengalami kecelakaan kerja, akhirnya dapat dipekerjakan kembali di perusahaan tempatnya bekerja.

FS (25 tahun) hampir kehilangan pekerjaan usai mengalami kecelakaan kerja pada 30 April 2021 lalu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kaki kirinya harus diamputasi usai terlindas crane saat bekerja sebagai tallyman di PT Carefastindo.

Tallyman ialah pegawai yang bertugas membuat laporan mengenai angkutan untuk kepentingan pemilik atau kepentingan operator pelabuhan.

Sejak hari itu hingga saat ini FS masih terbaring di rumah sakit di Banten. Ia sudah pasrah dengan nasibnya dan menganggap semua yang terjadi hanyalah kecelakaan biasa. Ia bahkan enggan memperkarakan kejadian itu.

Namun, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama memiliki pandangan yang berbeda. Kasus ini tidak masuk dalam delik aduan, sehingga tidak perlu menunggu laporan korban untuk melakukan penyelidikan.

Meski begitu kepolisian tetap menghormati keputusan korban. Jalan tengah diambil supaya korban tidak dirugikan dengan keputusannya.

“Korban tidak menuntut, dan kami mengambil langkah dari sisi kemanusiaan dan memikirkan nasib korban,” kata AKP Sang Ngurah dalam keterangannya, Kamis (28/10/2021).

Jalan keluar yang dipilih ialah meminta agar perusahaan tetap mempekerjakan korban dengan kondisinya saat ini. Korban memang tidak dipecat usai kecelakaan itu, namun akhir tahun ini kontrak kerja korban akan habis.

“Itu anak istrinya gimana, dia mau kerja apa? Dia umur 25 masa ga dikasih pekerjaan. Anaknya dua masih kecil,” kata AKP Ngurah.

Mediasi dilakukan sejak peristiwa itu terjadi, kepolisian tidak ingin korban hanya dikontrak jangka pendek. Hingga akhirnya kesepakatan dibuat beberapa hari lalu.

FS dipastikan dapat kembali bekerja di perusahaan itu. Tapi jenis pekerjaan yang ia jalani nanti tidak lagi di lapangan seperti pekerjaan sebelumnya. Ia akan menjadi salah satu staf di kantor perusahaan.

HRD PT Carefastindo, Riswan, mengatakan FS akan mulai bekerja begitu kondisinya sudah membaik. Perusahaan juga akan memberikan pelatihan pengoperasian komputer untuk menunjang pekerjaan FS.

“Jadi kita sudah berkomitmen bahwa korban ini akan terus bekerja dengan kontrak jangka panjang dan Insyaallah di Januari mulai sudah beraktivitas,” kata Riswan.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News