Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Gelar Lomba Orasi, Kapolri: Mari Ciptakan Alam Demokrasi yang Lebih Baik

Published

on

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menciptakan alam demokrasi di Indonesia kedepannya untuk semakin jauh lebih baik lagi. Diantaranya adalah menghargai kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi dan perundang-undangan.

Hal itu disampaikan Sigit saat menutup lomba orasi unjuk rasa Piala Kapolri 2021 dalam rangka memperingati momentum Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-Dunia, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (10/12/2021).

“Jadi mari kedepan kita ciptakan alam demokrasi yang lebih baik, kebebasan berekspresi, kebebasan mengkritik, kebebasan berpendapat. Yang memang itu dilindungi oleh Konstitusi dan UU. Dan ini harus kita jaga,” kata Sigit.

Kesuksesan lomba orasi hari ini, kata Sigit, membuktikan bahwa Indonesia yang menganut sistem demokrasi, sangat menghargai kebebasan menyampaikan pendapat dan ekspresi dari masyarakat luas.

Mantan Kapolda Banten ini juga berharap, lomba orasi ini dapat direfleksikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Polri, dengan menyerap seluruh aspirasi dari masyarakat.

“Sebagaimana kita sampaikan di awal, Indonesia secara konstitusi sangat menghargai kebebasan demokrasi. Ini tentunya harus dipahami seluruh masyarakat Bangsa Indonesia. Tentunya juga seluruh pemangku kepentingan, termasuk didalamnya adalah Polri yang selalu berhadapan setiap hari dengan kegiatan aksi unjuk rasa,” ujar Sigit.

Eks Kabareskrim Polri ini memastikan, selama penyampaian aspirasi berjalan sesuai aturan dan perundang-undangan, maka personel kepolisian harus memastikan kegiatan itu berjalan dengan baik.

“Tentunya bahwa apabila kegiatan unjuk rasa ini berlangsung sesuai aturan perundang-undangan maka kewajiban bagi seluruh anggota Polri untuk amankan agar pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat dimuka umum betul-betul bisa terselenggara dengan baik,” ucap Sigit.

Iklim demokrasi di Indonesia, kata Sigit, semakin hari makin baik. Oleh karena itu, menurut Sigit, tren positif tersebut harus tetap dipertahankan dengan memberikan wadah atau ruang dalam penyampaian pendapat dan aspirasi.

“Saya pesankan disini adalah, bagaimana kemudian di alam demokrasi makin hari makin baik ini, maka kebebasan menyampaikan ekspresi, kritik, dan aspirasi betul-betul bisa berjalan dengan baik,” tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit menekankan, penyampaian aspirasi yang baik adalah terlepas dari segala bentuk kepentingan segelintir kelompok yang kerap memanfaatkan situasi dan kondisi. Dengan begitu, kata Sigit, penyampaian aspirasi tidak akan terganggu dengan Noise yang dapat menghambat pesan dari masyarakat itu sendiri.

“Yang akhirnya kemudian pesan yang ingin disampaikan dari aspirasi teman-teman justru tidak sampai. Kedepan bagaimana kita buat suasana iklim yang baik di alam demokrasi yang semakin maju ini. Sehingga penyampaian pesan ini betul-betul tersampaikan dengan jernih tidak ada noise. Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama,” papar Sigit.

Disisi lain, dengan disaksikan oleh patung dua Pahlawan Bangsa Indonesia Soekarno dan Mohammad Hatta, Sigit meyakini, para peserta lomba orasi yang didominasi generasi muda, dapat menjadi pemimpin kedepannya.

“Ditengah-tengah Tugu Proklamasi, disaksikan dua pahlawan kita Bung Karno dan Bung Hatta. Saya meyakini diantara adik-adik semua akan ada calon pemimpin di masa datang. Dan kita yakin, karena saya melihat adik-adik memiliki kemampuan untuk itu,” ujar Sigit.

Tak lupa, Sigit memuji ide kreatifitas dari para peserta lomba orasi yang telah menuangkan aspirasi dan ekspresinya dalam kegiatan ini. Hal itu membuat dewan juri kesulitan dalam menentukan pemenang.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh adik-adik yang telah berekspresi, berinspirasi dengan ide-ide kreatif. Sehingga kita semua melihat dalam tayangan gimana penyampaian ekspresi, penyampaian pesan betul-betul menyentuh. Saya lihat semuanya memiliki kualitas sangat baik,” ucap Sigit.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyampaikan apresiasi kepada Kapolri yang telah memberikan ruang atau wadah kepada masyarakat menyampaikan pendapat dengan menggelar lomba orasi.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajaran serta Kompolnas atas kerjasama yang hari ini kita wujudkan merupakan kelanjutan MoU kita. Mudah-mudahan Polri semakin maju, bangsa kita maju, demokrasi kita semakin maju,” ujar Ahmad Taufan.

Ahmad Taufan menyebut, kegiatan ini diharapkan bisa membuat aparat kepolisian bisa semakin profesional dalam penanganan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat.

“Karena itu mari kita hormati juga mereka sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang ingin membangun negeri ini. Tentu kita bersama-sama berjanji membangun bangsa kita untuk menjadi bangsa besar, bangsa yang menghormati norma hak asasi manusia dan martabat kemanusiaan serta kemajuan kita bersama,” ucap Ahmad Taufan.

Dalam lomba orasi ini melahirkan enam pemenang yang terdiri dari Juara I hingga III dan Juara Harapan I sampai dengan III.

Adapun rinciannya;

– Juara I disabet oleh Tim Aman Kesal Unesa, Jawa Timur yang mengusung tema anti perundungan dan kekerasan seksual

– Juara II Tim Sembur Paus dari NTT dengan tema hak adat dalam cengkeraman negara

– Juara III Tim Pemberantasan Tikus dari Sumatera Barat dengan tema koruptor dan pelakor

– Juara Harapan I Tim Justisia dari Maluku Utara dengan tema kekerasan seksual terhadap perempuan

– Juara Harapan II Tim Lingkar Hijau dari Sulawesi Selatan dengan tema orasi humanis HAM

– Juara Harapan III Tim Uniba dari Kalimantan Timur yang mengusung tema memperingati hari HAM

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya Apresiasi Penanganan Covid-19 di Krukut Jakarta Barat

Published

on

By

Jumat, 14 Januari 2022 13:45 WIB

TribrataNews PMJ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran mengapresiasi kinerja tiga pilar yang terdiri dari wali kota, kapolres hingga dandim di wilayah Jakarta Barat karena telah bertindak cepat memutus mata rantai Covid-19 di kawasan Krukut Taman Sari, Jakarta Barat.

Tindakan cepat yang diapresiasi Kapolda yakni “tracing” warga yang terpapar Covid-19, “micro lockdown” di RW 02 hingga pemberian bantuan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.

“Ini membuktikan bahwa tiga pilar bersama masyarakat sudah memiliki ketangguhan untuk mengolah diri dan lingkungannya agar dapat memutus penularan Covid-19,” kata Kapolda saat memberikan bantuan sosial kepada warga Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, yang menjalani isolasi Covid-19, Jumat (14/1/2022).

Menurut Kapolda, penyebaran Covid-19 mungkin saja bisa semakin meluas jika langkah tersebut tidak dilakukan dengan cepat.

Kapolda pun mengimbau kepada masyarakat yang ada di lokasi untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama beraktivitas.

Warga yang berada di dalam lokasi micro lockdown pun diimbau untuk tidak keluar masuk wilayah RW 02 demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kapolda juga memastikan proses tracing dilokasi RW 02 masih berjalan guna melacak peredaran Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat memperluas karantina wilayah micro lockdown di wilayah Krukut dari semula empat RT menjadi 14 RT di RW 02. Hal tersebut terpaksa dilakukan menyusul 67 warga Krukut terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR. Seiring pemberlakuan micro lockdown, tracing terus dilakukan untuk memantau penyebaran Covid-19.

Saat ini, dari 67 orang yang terpapar COVID-19, sebanyak 52 sudah dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi mandiri. Sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu proses masuk ke Wisma Atlet Kemayoran.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Kronologi Penangkapan Musisi Ardhito Pramono

Published

on

By

Jumat, 14 Januari 2022 08:47 WIB

TribrataNews PMJ – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membeberkan kronologi awal penangkapan artis sekaligus musisi Ardhito Pramono (AP) dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

Kombes  Zulpan mengatakan, penangkapan terhadap musisi 26 tahun itu berawal dari laporan masyarakat. “Bermula dari suatu tempat kejadian peristiwa (TKP) di daerah Jakarta Barat, yaitu di wilayah Kebon Jeruk,” kata Zulpan saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/1/2022).

Dari situ, polisi melakukan pengembangan. Polisi kemudian menangkap Ardhito Pramono pada Rabu (12/1/2022) dini hari di kediamannya kawasan Klender, Jakarta Timur.

“Tersangka pada saat diamankan sedang gunakan narkotika jenis ganja,” katanya.

Kepada polisi Ardhito Pramono mengaku mendapatkan ganja tersebut melalui seseorang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Ardhito Pramono telah mengenal barang terlarang tersebut sejak 2011. Namun, sempat berhenti dan mulai aktif lagi pada tahun 2020.

“Alasan mengonsumsi untuk memberikan rasa tenang dan fokus dalam bekerja,” ungkapnya.

Dari tangan Ardhito Pramono polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ganja seberat 4,80 gram, 1 bungkus kertas vapir, 21 butir pil alprazolam dan satu buah handphone Iphone12.

Atas perbuatannya, Ardhito Pramono terancam dijerat dengan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara empat tahun.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Diresmikan Kapolri

Published

on

By

Kamis, 13 Januari 2022 10:48 WIB

TribrataNews PMJ – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hari ini meresmikan tim patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya. Dalam arahannya, Kapolri menekankan semua anggota yang terlibat dalam tim patroli tersebut bersikap humanis dalam bertugas.

“Tentunya saya berharap rekan-rekan bisa tampil dengan humanis pada saat bertemu dan berikan layanan kepada masyarakat. Rekan-rekan melakukan langkah-langkah dari kegiatan preemtif memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap potensi kejahatan dan memberikan edukasi kamtibmas,” kata Kapolri di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Jenderal Listyo Sigit secara khusus menaruh harapan besar kepada tim patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya. Kapolri berharap tim ini bisa menjadi jawaban dari permintaan rasa aman di tengah masyarakat.

Kapolri pun meminta anggota untuk bersikap humanis. Namun, tidak ragu dalam bersikap tegas dalam mengemban tugas memberikan perlindungan.

“Tampil humanis berikan pelayanan baik tapi jangan ragu-ragu lakukan langkah tegas dan berwibawa,” katanya.

Untuk diketahui, tim patroli Perintis Polda Metro Jaya ini berawal dari tuntutan masyarakat terkait keamanan di malam hari. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran lalu menyikapinya dengan membentuk tim khusus. Tim itu awalnya dinamakan Dream Team

“Banyak masukan melalui media sosial untuk mengantisipasi kejahatan pada malam hari. Saya berencana akan membuat sebuah ‘dream team’ yang akan melahirkan heroes-heroes baru untuk mengawal masyarakat supaya boboknya tenang,” kata Kapolda di sela-sela pembukaan ‘Kapolda Cup 2021’ di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Kapolda mengatakan Dream Team ini akan menjadi satu kesatuan dari tim-tim patroli yang ada di seluruh polres-polres jajaran Polda Metro Jaya. Tim yang dibentuk dari Satuan Sabhara ini akan dilatih sehingga memiliki kemampuan yang seragam.

“Ya nanti akan kita satukan, kita akan seragamkan, tapi quality control kita bangun bersama. Alatnya, skill-nya, pengetahuannya kita seragamkan,” ucapnya.

“Kemampuannya saya latih, kemampuan mengemudi, kemampuan pengetahuan tentang HAM, kemampuan tentang komunikasi, kemampuan tentang kejahatan dan bagaimana transformasi Polri yang diharapkan pimpinan,” sambungnya.

Kapolda mengatakan pihaknya akan melatih anggota Sabhara ini agar dalam pelaksanaan penindakannya tidak melanggar SOP hingga pengetahuan tentang HAM sehingga ia tidak khawatir ketika dalam penindakan itu anggota patroli melakukan kesalahan. Tim ini juga nantinya akan diberi pelatihan agar memahami undang-undang yang melekat pada dirinya.

“Demikian juga dia memahami undang-undang yang melekat pada dirinya. Menggeledah orang, memeriksa orang yang namanya tertangkap tangan dan sebagainya. Ini semua harus kita latih dan kita siapkan.” katanya.

Tim ini, kata Kapolda, akan menjadi wajah baru Polda Metro Jaya di malam hari.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News