Connect with us

21. DITLANTAS

Dua Pekan Penerapan Ganjil-Genap, 595 Kendaraan Ditilang

Published

on

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya  mencatat ada 595 kendaraan ditilang selama pemberlakuan ganjil-genap di tiga jalan Jakarta. Jumlah itu terhitung selama dua pekan penerapan ganjil genap di Jalan Rasuna Said, Sudirman, dan MH Thamrin.

“Jadi, dari tanggal 1 sampai 16 sudah ada 595 tilang yang sudah kami berikan kepada pelanggar,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Lebih rinci Kombes Sambodo menjelaskan, data paling banyak dilakukan penilangan dilakukan di Jalan Rasuna Said sebanyak 293, disusul Jalan Sudirman sebanyak 214, dan Jalan MH Thamrin sebanyak 88 pelanggar.

“Rata-rata per hari itu, kami menilang 40 sampai 70 kendaraan. Terbanyak di 10 September, ada 75 kendaraan yang kami tilang,” ujar Kombes Sambodo.

Lebih lanjut Sambodo menjelaskan, ratusan kendaraan yang dilakukan tilang tersebut ditindak dengan menggunakan sistem tilang manual dan melalui kamera elektronik (ETLE).

“Ketika dia sudah ditilang pake ETLE maka ditilang pakai ETLE, tetapi ketika ditilang manual maka yang diberikan adalah tilang manual,” terang Kombes Sambodo.

Kombes Sambodo menilai, sistem ganjil genap tersebut berlaku bagi semua pelat, baik biasa hingga pelat dinas. “Ada beberapa juga kendaraan yang berpelat khusus RF dan sebagainya yang kemarin sudah kami tilang. Ada lima kami tilang,” pungkasnya

21. DITLANTAS

Hampir Sepekan Ganjil Genap Dua Sesi, Polisi Sebut Pelanggaran Sedikit

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 13:18 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklaim bahwa pelanggar kebijakan ganjil-genap dua sesi di Ibu Kota terbilang sedikit. Hampir sepekan diterapkan, baru didapati 11 pelanggar.

“Jumlahnya baru 11 pelanggar, nggak banyak,” kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Argo Wiyono kepada wartawan, Jumat, 22 Oktober 2021.

AKBP Argo menilai, minimnya pelanggar ganjil-genap menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai tertib dalam berlalu lintas. Adapun, ganjil-genap dua sesi sejauh ini baru berlaku di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said. Dibagi menjadi dua tahap yakni pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. “Masyarakat sudah banyak paham aturan ganjil genap,” katanya.

Lebih lanjut, AKBP Argo mengatakan, pada Senin, 18 Oktober 2021 ditemukan lima pelanggar di ruas Jalan Rasuna Said. Argo menyebut mereka ditindak secara tilang manual. Sementara itu pada Selasa, 19 Oktober 2021 ada enam pelanggar ganjil-genap yang ditilang secara manual. Argo merinci, enam pelanggar didapati ketika melintas di ruas Jalan Rasuna Said.

“Pada Senin kami dapati pelanggar pada gage sesi satu yakni pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Pada Selasa, empat kendaraan kami dapati saat gage berlaku pada pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Sedangkan, dua lagi pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB,” katanya.

Kembali Terapkan Ganjil Genap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menerapkan kebijakan ganjil genap di wilayah Ibu Kota, pada Senin hingga Jumat, mulai jam 06.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB. Hal itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019.

“Untuk Sabtu, Minggu dan libur nasional, gage tidak berlaku,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 15 Oktober 2021.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Ditlantas Polda Metro Jaya Tengah Mengkaji Mengaktifkan Kembali 25 Titik Ganjil Genap di Jakarta

Published

on

By

Senin, 18 Oktober 2021 17:20 WIB

TribrataNews PMJ – Ditlantas Polda Metro Jaya tengah mengkaji akan mengaktifkan kembali 25 titik ganjil genap di Jakarta. Sejumlah aturan akan diperbarui pihak kepolisian.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, saat ini pihaknya masih masih memberlakukan di tiga titik ganjil genap. Pihaknya kini bakal segera menggelar rapat dengan dinas terkait untuk pengkajian 25 titik ganjil genap tersebut.

“Masih ada 20-an lagi kawasan ganjil genap yang belum kita aktifkan. Tentu minggu depan kita akan melaksanakan rapat dengan instansi terkait dengan dishub dan sebagainya untuk menentukan apakah cukup dengan tiga kawasan ini atau perlu diaktifkan di kawasan lain,” kata Kombes Sambodo, Senin (18/10/2021).

Kombes Sambodo pun mengatakan, mulai hari ini anggotanya tidak akan berjaga di mulut-mulut menuju titik ganjil-genap. Meski begitu penindakan secara manual dan e-TLE tetap berlaku.

“Kita tetap melaksanakan penindakan di tengah. Anggota kami akan melakukan patroli dan penindakan kepada masyarakat yang melanggar,” pungkasnya.

Sebelumnya, sesuai aturan Peraturan Gubernur sistem ganjil genap berlaku pada hari Senin-Jumat. Operasional ganjil genap akan berlaku mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan dilanjutkan pukul 16.00-20.00 WIB.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan kembali memberlakukan sistem ganjil genap seperti awal sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019. Dari 25 titik, baru tiga ruas jalan diterapkan.

“Mulai hari Senin, Tanggal 18 Oktober 2021 sistem penerapan ganjil genap di 3 titik ruas jalan utama,” tulis akun Instagram @tmcpoldametro dikutip MNC Portal.

Tiga lokasi yang akan menetapkan kembali ganjil genap di antaranya Jalan Jendral Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan

Continue Reading

21. DITLANTAS

Holywings Cafe di Tebet Digerebek karena Langgar PPKM Level 3

Published

on

By

Minggu, 17 Oktober 2021 22:22 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama Satpol PP DKI Jakarta menggerebek kafe dan bar Holywings di Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan. Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (16/10/2021) dini hari karena batas jam operasional yang berlaku pada masa pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3.

“Karena sudah melewati jam yang ditentukan, artinya lewat jam 04.00 WIB sudah lebih dari waktu yang ditentukan,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi Minggu (17/10/2021).

Menurut AKBP Argo, penemuan tidak menemukan unsur pelanggaran pidana dalam penggerebekan tersebut sehingga hanya dilakukan pembubaran konsep. Dia memperkirakan, jumlah pengunjung yang berada di lokasi pada saat penggerebekan mencapai 70 persen dari kapasitas normal.

“Jumlah gak pasti tapi kalau kasat mata 70 persen penuh,” kata AKBP Argo.

Kasus Pelanggaran PPKM, Terkait dengan sanksi pelanggaran protokol kesehatan dan aturan PPKM, hal ini akan ditindaklanjuti Satpol PP DKI Jakarta. “Ada pembukaan maka kami bubarkan tapi tindak lanjut administrasi penyegelan itu ranah Satpol PP, mereka sudah memberikan surat,” kata AKBP Argo.

Sebelumnya, kafe gabungan pernah juga menggerebek dan bar Holywings di kawasan Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, karena pelanggaran aturan PPKM yang berlaku di Jakarta.

Satpol PP DKI Jakarta menyebut Holywings Kemang telah tiga kali melakukan pelanggaran pada masa PPKM. Mereka melanggar ketentuan jam operasional dan pelanggaran lainnya sebanyak tiga kali. Pelanggaran pertama dilakukan pada Februari 2021, kedua pada Maret 2021, dan terakhir pada 5 September 2021.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News