Connect with us

Kriminalitas

Ditemukan Sabu Seberat 0,39 gram, Polisi Beberkan Kronologi Penangkapan Public figure JJ

Published

on

Tribratanews PMJ – Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kepemilikan narkoba atas selebritas yang juga suami dari pesinetron inisial JJ yang ditangkap beberapa hari lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo serta Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akbp Ronaldo Maradona Siregar mengungkapkan, berawal dari laporan masyarakat kemudian dilakukan penyelidikan hingga penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Kanit 1 AKP Arif Purnama Oktora melakukan penggeledahan di kediaman JJ di kawasan Ancol Jakarta Utara.
“Dari hasil penggeledahan, ditemukan satu kotak yang isinya adalah dua paket sabu-sabu seberat 0,39 gram dan ada alat penghisapnya,” ungkap Kombes Yusri Yunus, Jumat (19/02/2021).
Barang bukti tersebut, lanjut Kombes Yusri Yunus, ditemukan di dalam satu kamar. Saat itu yang ada hanya anaknya (P). Kemudian, ada satu lemari di kamar milik ibunya (JJ) yang memang tidak boleh dibuka. Lalu dilakukan penggeledahan di lemari tersebut dan ditemukan satu kotak yang isinya adalah dua paket sabu-sabu dan ada alat penghisapnya.
“Dari pengakuan P, barang bukti tersebut milik JJ,” lanjut Kombes Yusri Yunus.
Dijelaskan Kombes Yusri Yunus, Saat itu JJ dan suami tidak berada di lokasi, kemudian polisi melakukan pencarian hingga ditemukan sedang berada di suatu tempat, hingga petugas pun membawa keduanya ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk dilakukan pemeriksaan tets urine,
“Hasil (tes Urine) ketiganya negative,” jelasnya.
Masih dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, JJ mengakui barang haram itu miliknya, dari keterangan awalnya itu ia memiliknya sejak 4 tahun yang lalu dan dia dapat dari orang berinisial A dan R yang saat ini menjadi DPO.
Adapun alasan JJ menyimpan sabu tersebut selama 4 tahun, Kombes Yusri Yunus mengaku masih mendalaminya.
“Yang pasti kami masih lakukan pengejaran kepada dua orang tersebut. Untuk pastikan lagi JJ kami bawa ke lab forensik untuk dilakukan tes rambut untuk dilakukan apa benar positif atau tidak. Memang ketentuan baru akan keluar min 3 hari kerja. Jadi kita masih tunggu nanti hasil dari lab forensik,” katanya.
Termasuk penyidik sat masih mendalami dan melakukan pengejaran terhadap kedua orang A dan R, agar menjadi terang termasuk hasil lab forensik.
Termasuk juga ada kemungkinan apa ada orang lain. Karena teman-teman media pasti menanyakan ada pemasok narkotika untuk public figure lain atau tidak.
“Untuk sementara JJ kami jerat Pasal 112 ayat (1) tentang UU Narkotika,” tandasnya.

16. DITRESKRIMUM

Satu dari lima korban di Bekasi diduga pelaku

Published

on

By

TBNews PMJ- Fadil ungkap fakta mengejutkan tentang 3 korban meninggal dan 2 masih dalam perawatan diduga akibat keracunan di Bekasi.

Metode scientific yang dikedepankan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini membawa tim penyidik pada suatu kesimpulan, satu korban yang masih dalam perawatan di duga merupakan pelaku kejahatan berencana tersebut.

“Dengan scientific crime investigation penyidik tidak terjebak dalam sebuah kesimpulan, dan kebenarannya dapat di pertanggungjawabkan”, ujar Kapolda saat konferensi pers di gedung Satya haprabu. Kamis (19/01/23). “Metode penyelidikan dan penyidikan interkolaborasi profesi akan terus di kembangkan di Polda Metro Jaya”, lanjutnya.

Hasil kolaborasi interprofesi yang melibatkan labfor, psikolog forensik, dokter forensik, digital forensik dan ahli-ahli lainnya, diketahui 3 korban meninggal berasal dari Cianjur. “(di TKP) tidak ditemukan kerusakan pintu depan maupun belakang dan kamar tidur namun ditemukan sebuah galian yang kedalamannya 2 meter di area belakang rumah. Pada proses olah TKP, penyidik mendapat sisa bakaran sampah sebuah plastik yang di duga bekas bungkus racun dan alat komunikasi yang di gunakan oleh pelaku. besar kemungkinan meninggalnya korban karena sebab lain bukan karena kekerasan.” Fadil selaku Kapolda Metro Jaya merasa perlu menyampaikan langsung keunikan penyelidikan kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan bahan kimia berbahaya yang mengandung pestisida yang sangat berbahaya apabila di konsumsi oleh manusia dapat menyebabkan kematian. Pembunuhan ini akan terus di dalami apakah pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain atau murni pembunuhan biasa. Tutupnya.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Metro Tanah Abang Tangkap Paman dan Keponakan Pengedar Narkoba

Published

on

By

Jumat, 21 Oktober 2022 08:25 WIB

TBNews PMJ – Polsek Metro Tanah Abang Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua orang pengedar narkoba. Ironisnya kedua pelaku CA (23 tahun) dan RY (36 tahun) ini masih ada hubungan keluarga yaitu paman dan keponakan.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang AKP Fiernando Adriansyah mengungkapkan pihaknya juga mengamankan lima paket narkotika jenis sabu dengan berat 19,38 gram yang siap diedarkan.

“Dari hasil pengungkapan tersebut kami mengamankan 2 orang diantaranya berinisial CA (23 tahun) dan RY (36 tahun) yang merupakan pamannya sendiri,” kata AKP Fernando Adriansyah saat dikonfirmasi, Kamis, (20/10/2022).

AKP Fiernando menjelaskan awal mulanya mendapatkan informasi dari laporan masyarakat jika ada peredaran narkoba di daerah Jakarta Pusat.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk bertransaksi dan disepakati di pinggir jalan mencong Kelurahan Peninggilan Selatan Tangerang.

“Kami berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial CA (23) berikut barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak 0,60 gram,“ ujarnya.

Tak hanya sampai disitu, kata AKP Fiernando, pihaknya terus melakukan pengembangan di kediaman pelaku dan berhasil mengamankan kembali narkotika jenis sabu sebanyak 4 paket jika ditotalkan sebanyak 19,38 gram berhasil diamankan.

Setelah dilakukan penyelidikan didapat informasi kembali bahwa yang bersangkutan mendapatkan narkoba jenis sabu dari pamannya sendiri

“Anggota langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku RY  yang merupakan paman dari sdr CA tak jauh dari lokasi penangkapan,” ucapnya.

Dihadapan penyidik pelaku RY mengakui perbuatannya yang telah melakukan transaksi terkait narkoba tersebut.

AKP Fiernando menambahkan pengungkapan perderan gelap narkotika tersebut merupakan hasil upaya sinergitas antara Polsek Metro Tanah Abang dengan Tim Satopspatnal Lapas/Rutan.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti lainnya diantaranya 1 (satu) pax plastik klip kecil, 1 (satu) buah timbangan elektrik, 1 (satu) unit Handphone merk Vivo Y12 i warna biru casing warna hitam, “ tuturnya.

Atas perbuatanya kedua pelaku dikenakan Pasal 114 Subsidair Pasal 112 juncto 132 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polisi Lepaskan Tembakan Saat Tangkap Perampok Indogadai di Jagakarsa

Published

on

By

Selasa, 14 Desember 2021 18:46 WIB

TribrataNews PMJ – Anggota Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan melepaskan tembakan peringatan saat menangkap seorang pria terduga pelaku perampokan, berinisial D (22) karena melakukan perlawanan, di salah satu pegadaian Jakagarsa, Senin (13/12/2021) malam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (14/12/2021), mengatakan tindakan itu dilakukan oleh dua anggota Polsek Jagakarsa yang saat itu berpatroli dan melintas di lokasi kejadian.

“Kebetulan berpatroli melihat ada keramaian di Indogadai tersebut dan melihat tersangka mengancam orang-orang sekitarnya untuk mundur, atau kalau tidak ditembak dengan senjata airsoft gun,” kata Kombes Endra.

Sehingga anggota yang sedang patroli tersebut, kata Kombes Zulpan, memberikan tembakan peringatan.

Namun demikian, tembakan peringatan tersebut tidak diindahkan oleh tersangka, sehingga anggota memutuskan untuk melumpuhkan tersangka.

“Namun tersangka melakukan perlawanan sehingga terpaksa dilumpuhkan. Ada satu luka tembakan di kaki tersangka yang dilakukan oleh kepolisian, tentunya tegas dan terukur,” kata dia.

Kombes Endra menjelaskan kasus perampokan disertai dengan penyanderaan ini terjadi di Jalan Mohamamd Kahfi II, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (13/12/2021) sekira pukul 20.05 WIB.

Peristiwa ini bermula saat tersangka berpura-pura ingin menggadaikan dua barang elektroniknya yakni, sebuah Laptop merek Acer dan HP Oppo kepada karyawan Indogadai.

Kemudian, salah satu karyawan Indogadai, SR, melayani permintaan dari pelaku. Sementara dua korban lain pada saat itu yakni, UKH dan DNA, bersiap untuk menutup menutup toko.

Lantas, berselang beberapa waktu, pelaku kemudian menodong korban dengan menggunakan senjata airfsoft gun oleh tersangka sehingga membuat takut karyawan tersebut dan memerintahkan karyawan, yakni, UKH untuk membuka brangkas yang ada di situ.

“Kemudian UKH karena ketakutan, karena diancam, apabila tidak mengikuti perintahnya nanti akan ditembak. Sehingga membuka brangkas yang ada di Indogadai tersebut, uang sejumlah Rp33 juta ini diambil oleh pelaku atau tersangka. Kemudian dimasukkan ke dalam tas hitam,” katanya.

Tak berhenti di situ, tersangka juga merusak serta mengambil server CCTV dan memasukannya ke dalam tas hitam miliknya.

Kemudian setelah kejadian tersebut, tersangka tersebut berniat meninggalkan Indogadai. Namun, usaha tersangka dihalau oleh warga di lokasi.

“Tersangka ini kita jerat dengan tindak pidana di sini ialah pasal 365 KUHP ayat 2 dengan pidana paling lama 12 tahun penjara,” kata Kombes Endra.

 

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News