Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Ditbinmas Polda Metro Pantau Kegiatan Pos Kamling di Jaksel

Published

on

TribrataNewsPmj- Direktur Pembinaan (Dirbinmas) Polda Metro Jaya, Kombes Badya Wijaya, S.H., M.H melakukan pemantauan kegiatan awak Pos Kamling di RW 07 Kel. Keramat Pela Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pemantauan ini dilakukan guna mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gangguan kamtibmas selama pandemi Covid-19.

Dalam pemantauan itu, Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Badya sekaligus menyerahkan bantuan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Dr Fadil Imran berupa, 2000 pcs masker dan 50 paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Ketua RW 07 Keramat Pela, Ariyanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Binmas Polda Metro Jaya dan jajarannya. Warga setempat sangat bersyukur dengan adanya kegiatan pos kamling di lingkungan warga dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan secara berkesinambungan.

Salain itu, program ini dapat mempererat hubungan antara masyarakat dengan kepolisian. Selaku Ketua RW, Arianto sangat setuju dan mendukung karena melalui kegiatan Pos Kamling dapat dijadikan sarana untuk mengingatkan warga agar tetap memperhatikan Prokes secara ketat.

Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Bagya menyambut baik dan terimakasih atas dukungan Ketua RW 07 dan warganya. Kombes Badya juga mengucapkan terimakasih Ketua RW 07 dan warga setempat atas kehadiran awak kamling RW 07 Kelurahan Kramat Pela, Jakarta Selatan. Sebab, masih ada di daerah lain tidak peduli dengan Covid-19. Status zona hijau ini agar tetap dipertahankan

 

Dalam kegiatan pemantauan awak Pos Kamling oleh Dirbinmas Kombes Badya Wijaya, S.H., M.H hadir juga Kasat Binmas Restro Jaksel, Kompol Aji Wibowo, Wakapolsek Kebayoran Baru Kompol Johanes Soepriyanto S., S.H,. H.M, Kasi BinKommas, Kompol Prayitno, Kanit Binmas Polsek Kebayoran Baru, AKP Rita, S.H, Sekertaris Kecamatan Agung Maulana, Ketua RW 07 Kel. Kramat Pela Ariyanto, Bhabinkamtibmas Kel. Kramat Pela Aiptu Suratin dan Babinsa Pelda Burhanudin, Kordinator Keamanan RW. 07 Bimo Susatyo dan Para Ketua RT di RW 07.

7. BIDANG HUMAS

Polda Metro Jaya Larang Semua Kegiatan Khilafatul Muslimin

Published

on

By

Kamis, 23 Juni 2022 08:00 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya  melarang seluruh kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah hukumnya. Termasuk aktivitas belajar mengajar di lembaga pendidikan Ukhuwah Islamiyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, langkah tersebut diambil seiring dengan ditemukannya dugaan pelanggaran dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Khilafatul Muslimin.

Sebab, ormas tersebut menyebarkan ajaran khilafah dalam setiap kegiatannya dan berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi di Indonesia.

“Tentu saja dengan penyampaian Polda Metro Jaya kemarin, kami sudah memerintahkan jajaran untuk tidak ada lagi kegiatan-kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Zulpan di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Menurut Kombes Zulpan, larangan ini tidak hanya untuk aktivitas keorganisasian Khilafatul Muslimin, tetapi juga kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah milik kelompok tersebut.

Kombes Zulpan pun menyatakan langkah yang diambil kepolisian sudah disepakati bersama oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Selain itu, lanjut Kombes Zulpan, larangan ini juga turut disuarakan oleh ormas Islam lainnya seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Tidak ada lagi (kegiatan Khilafatul Muslimin). Karena apa, yang mereka lakukan baik itu pondok pesantren, maupun sekolah-sekolahnya kemarin sudah dijawab,” ungkap Kombes Zulpan.

“Dalam pertemuan bersama dengan Kemendikbudstek dan Kemenag, PWNU dan Muhammadiyah dijelaskan bahwa sekolah-sekolah itu tidak terdaftar,” sambung Zulpan.

Untuk diketahui, polisi masih terus menyelidiki Khilafatul Muslimin. Sejumlah petinggi kelompok penyebar ideologi khilafah ini pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Polda Metro Jaya telah menangkap enam orang petinggi Khilafatul Muslimin dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Satu di antaranya adalah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, yakni Abdul Qadir Hasan Baraja. Dia ditangkap pada Selasa (7/6/2022) di Bandar Lampung.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Membangun Negara di Dalam Negara

Published

on

By

Kamis, 16 Juni 2022 14:30 WIB

TBNews PMJ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol DR. Mohammad Fadil Imran menyebutkan bahwa organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin membangun negara di dalam negara. Hal itu disampaikan Kapolda ketika memaparkan hasil penyelidikan terhadap ormas yang diduga bertentangan dengan ideologi Pancasila tersebut di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

“Dari hasil penyelidikan, di bawah permukaan senyatanya ormas ini telah membangun struktur pemerintahan, membangun sistem kewarganegaraan dan susunan kemasyarakatan,” ujar Irjen Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/6/2022).

Selain itu, lanjut Irjen Fadil, Khilafatul Muslimin juga diketahui telah membangun suatu sistem pertukaran uang dan jasa, sistem pendidikan yang terkait dengan ideologi khilafah, serta sistem pertukaran barang dan jasa. “Yang keseluruhannya mengerucut pada adanya situasi yang menunjukkan adanya negara dalam negara,” kata Irjen Fadil.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, Yayasan dan lembaga yang dibentuk oleh Khilafatul Muslimin pada dasarnya diperankan atau difungsikan sebagai shell organization. Yayasan dan Lembaga yang digunakan sebagai upaya untuk menutupi kejahatan yang dilakukannya. Digunakan untuk pengelabuan, menghindar dari kewajiban, serta menggunakannya dengan mengeksploitasi celah dalam peraturan perundangan.

Ormas ini bukan saja telah menggunakan “influential power”, mengeksploitasi posisinya dalam jaringan dan menggunakannya untuk memanipulasi tekanan dan mengubah peristiwa tertentu untuk hasil yang diinginkan, akan tetapi juga menggunakan “soft power” atau “ambassadorial power”, menggunakan pesona, persuasi, dan kewirausahaan. Ormas ini menyajikan, membangun, dan mempromosikan hasil yang mereka inginkan melalui cara dan gambaran yang seolah tampaknya mendukung kepentingan banyak pihak. Praktik kuasa oleh Khilafatul Muslimin, menyebabkan ormas ini telah dapat menyebarkan dan mengembangkan pengaruhnya di berbagai wilayah, bukan saja di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dengan dmikian, kata Kapolda, perilaku jahat ormas Khilafatul Muslimin, bila ditelaah lebih dalam pada dasarnya bukan sekedar merupakan suatu pelanggaran hukum pidana konvensional, akan tetapi kejahatan ini sudah merupakan ranah offences against the State. Ormas Khilafatul Muslimin telah menantang legitimasi dan kedaulatan dari negara demokratis yang sah, serta mengancam pilar-pilar berbangsa dan bernegara. Merusak nilai, asas, dan tatanan 4 (empat) pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, ke-Bhineka Tunggal Ika-an, dan Indonesia sebagai negara kesatuan.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Menggunakan Praktik Hidden Crimes dan Invisible Crimes Melawan Ideologi Negara

Published

on

By

Kamis, 16 Juni 2022 14:00 WIB

TBNews PMJ – Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) DR. Mohammad Fadil Imran mengatakan Khilafatul Muslimin melaksanakan aksi kejahatannya menggunakan praktik hidden crimes dan invisible crimes. Mereka menyembunyikan aksi pelanggaran hukum melawan ideologi negara dengan cara-cara tersembunyi.

“Disebut hidden crime atau invisible crime kejahatan yang bergeeak di bawah bayangan dan kegelapan. Berada di sisi gelap kehidupan dengan berlindung dan berbaur dalam praktik sosial, ekonomi, keagamaan dan kemasyarakatan,” kata Kapolda saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 16 Juni 2022.

Dengan mekanisme itu, organisasi massa Khilafatul Muslimin menjalankan aksinya tidak terlihat dan tidak teramati selama ini, sehingga seolah-olah tidak ada pelanggaran hukum yang mereka lakukan. Padahal aksi mereka, kata Kapolda, berusaha melaksanakan kegiatan kriminal melawan negara.

Kejahatan melawan negara ini menurut Irjen Fadil bentuknya selalu tersembunyi. Makanya, orang-orang yang menjadi korban pemahaman yang diajarkan Khilafatul Muslimin, kata Kapolda, seringkali tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban doktrin paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa, khususnya Pancasila.

Mereka juga menurut Fadil memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi untuk memperkuat fenomena populisme untuk mendukung pemikiran ormasnya. Setelah mendapatkan perhatian orang banyak, mereka kata Fadil akan mencoba memanfaatkan ideologi bangsa ketika lemah di pemikiran masyarakat.

“Ideologi yang bisa memanfaatkan kelemahan dan ketidaktahuan masyarakat sehingga oknum-oknum itu memiliki kesempatan untuk mencari legitimasi ideologi ini layaknya benalu yang mampu menumpang di mana pun,” kata Irjen Fadil.

Oleh sebab itu, Irjen Fadil mengatakan, saat dirinya memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menginvestigasi tindakan kriminal yang dilakukan Khilafatul Muslimin harus sangat mendalam dengan berbasiskan pengetahuan dari barang bukti awal yang didapat.

“Dengan itu dan berbasis pengetahuan dari alat bukti yang didapatkan maka karakter kejahatan invisible crime ini dengan menggunakan arus gerakan populisme bisa kita ungkap secara terang benderang,” ucapnya.

Polisi sebagai elemen negara dipastikannya juga akan selalu berpegang pada ideologi negara yang memastikan bertumpu pada Pancasila. Dalam penelusuran ormas ini, Polda Metro Jaya juga tidak berdiri sendiri melainkan ormas lain yang turut memiliki paham sesuai ideologi bangsa yaitu Pancasila.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan ditemukan adanya pelanggaran hukum. Kami semua sepakat siapapun yang melakukan pelanggaran hukum, ormas manapun yang melakukan pelanggaran hukum, apalagi termasuk kejahatan yang melawan ideologi negara kami akan sungguh-sungguh menyelesaikannya,” ucap Irjen Fadil.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News