Connect with us

18. DITRESNARKOBA

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Bubarkan Kerumunan Orang di Tiga Kafe di Jakarta Selatan

Published

on

Senin, 4 Oktober 2021 08:21 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membubarkan kerumunan orang di tiga kafe di Jakarta Selatan pada Sabtu (2/10/2021) dini hari. Tiga kafe itu beroperasi melampaui jam operasional yang diperkenankan pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa mengatakan, tiga kafe tersebut yakni Secondfloor Resto and Bar di Kemang, Half Way Bar di Kebayoran Lama, dan Kopi Koboy di Jalan Radio Dalam.

“Malam ini kami menemukan ada kerumunan di tiga kafe. Pertama di Secondflor jam 00:30 WIB kami bubarkan, di Halfway sampai pukul 01:00 WIB, dan yang paling parah di Kopi Koboy, sudah jam 01:30 WIB masih belum bubar,” kata Mukti Juharsa, Sabtu (2/10/2021).

Dalam razia itu, polisi hanya membubarkan kerumunan pengunjung kafe yang beroperasi melampaui jam operasional. Polisi tidak menutup sementara ketiga kafe tersebut. Namun, di Kopi Koboy petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menyita minuman beralkohol lantaran kafe tersebut tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB).

“Kopi Koboy di Radio Dalam, belum punya SIUP MB tapi sudah menjual minuman, itu tidak boleh. Minumannya kami bawa ke kantor kemudian kami periksa dan akan kami proses secara hukum. Itu pelanggarannya, tidak boleh menjual miras tanpa izin,” ujarnya.

Kombes Mukti menyebutkan, polisi akan terus menggelar operasi serupa setiap hari dan akan memberikan tindakan tegas jika masih ada kafe nakal yang beroperasi melampaui jam operasional yang diperkenankan pada PPKM. “Kalau kami analisa dan evaluasi, masih banyak kafe yang ‘kucing-kucingan’. Kami setiap hari akan operasi terus,” ujar dia.

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Musnahkan 1,74 Ton Narkotika Hasil Operasi Nila Jaya 2021

Published

on

By

Kamis, 25 November 2021 11:00 WIB

TribrataNews PMJ –  Kapolda Metro Jaya memimpin pemusnahan langsung narkotika sebanyak 1,74 ton dari sejumlah wilayah hukumnya. Narkotika ini merupakan hasil dari pengungkapan kasus selama operasi Nila Jaya 2021.

“Hari ini ada 221 laporan polisi dari pengungkapan Operasi Kepolisian Kewilayahan Nila Jaya 2021 yang berlangsung dari tanggal 1 November sampai 15 November 2021,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran dalam konferensi pers, Kamis (25/11/2021).

“Jumlah tersangka ini sebanyak 273 orang, dengan rincian 14 orang sebagai bandar dan 259 orang sebagai pengedar berdasarkan pengungkapan ini dengan barang bukti 1,74 ton,” terangnya.

Adapun rincian dari 1,74 ton narkotika tersebut mencakup 60,14 kilogram sabu, 1.658 kilogram ganja atau sekitar 1,65 ton, kemudian 470 butir ekstasi, 500 butir happy five (h-5), serta bubuk sintesis sebanyak 24,35 kilogram.

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan bahwa pengungkapan dan pemusnahan narkotika menjadi tantangan semua pihak. Ia berharap, seluruh elemen dapat bersatu dan berperang melawan narkotika.

“Ini menjadi tantangan bagi kita karena bertapa berat kedepannya kalau kita tidak segera sadar diri untuk kerja melawan narkotika. Ini adalah perang bersama, semua orang harus ikut berperang jadi bukan hanya polisi, jaksa, hakim, tapi juga semua teman-teman,” tukasnya.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Polda Metro Jaya Ikuti Pedoman Jaksa Agung, Pengguna Narkoba Tidak Dipenjara Tetapi Direhabilitasi

Published

on

By

Selasa, 9 November 2021 08:08 WIB

TribrataNews PMJ – Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa merespons aturan yang dikeluarkan Jaksa Agung RI tentang pedoman tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Polda Metro Jaya sepakat tersangka narkotika tak dipenjara melainkan direhabilitasi. Aturan itu dikeluarkan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam Pedoman Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa. “Kami sejalan dengan kebijakan dari Jaksa Agung,” kata Kombes Mukti saat dihubungi, Senin (8/11/2021).

Meski begitu Mukti menjelaskan sesuai dengan aturan dari Jaksa Agung RI ST Burhanuddin terdapat sejumlah syarat untuk tersangka narkotika yang bisa menjalani masa hukuman lewat rehabilitasi.

Syaratnya, tersangka narkotika untuk direhabilitasi harus minim barang bukti ketika dilakukan penangkapan. “Persyaratannya jumlah barang bukti harus sesuai edaran Mahkamah Agung, seperti contoh sabu satu gram,” jelasnya.

Selain itu, tersangka narkoba juga tak boleh terkait dengan peredaran narkotika. Pengguna pun harus dinyatakan lolos dari hasil tes assessment terpadu. “Pengguna bukan pengedar atau bandar, serta lolos hasil TAT (tes assessment terpadu),”ucapnya.

Dalam pedoman tersebut dijelaskan, pelaku penyalahgunaan narkoba tidak lagi dihukum di penjara, melainkan hanya akan direhabilitasi. Melalui pedoman tersebut, penyelesaian perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan melalui rehabilitasi pada tahap penuntutan.

Continue Reading

18. DITRESNARKOBA

Melanggar Batas Jam Operasional PPKM Level 3, Shamrock Kitchen & Bar di Tebet Disegel Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ – Petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menyegel Shamrock Kitchen & Bar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2021) malam karena melanggar protokol kesehatan. Tempat hiburan malam ini melanggar jam operasional saat penerapan PPKM Level 3 di Jakarta.

“Rupanya di Shamrock Kitchen & Bar ditemukan adanya pelanggaran jam operasional, selanjutnya petugas melakukan tes urine secara random terhadap 15 orang pengunjung dengan hasil seluruhnya negatif,” ujar Kanit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Vernal Armando Sambo melalui akun Instagram @narkoba_metro, Selasa (21/9/2021).

Dia mengungkapkan kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menutup tempat hiburan itu dan memanggil manajemen untuk dimintai keterangan. “Kita lakukan tindakan tegas, tempat kita Police line dan akan memanggil pihak manajemen tempat hiburan tersebut untuk dimintai keterangan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit,” kata AKP Armando.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News