Connect with us

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Bongkar Kasus Investasi Alkes Rp65 Milyar, Polres Metro Jakarta Barat Dapat Penghargaan dari BNPB

Published

on

Jumat, 16 September 2022 07:45 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Barat menerima penghargaan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam mengungkap kasus penipuan investasi alat kesehatan (Alkes). Kasus penipuan tersebut mengatasnamakan BNBP dengan nilai kerugian senilai Rp65 Miliar.

Deputi logistik peralatan BNPB Zaherman Muabesi mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas pengungkapan yang dilakukan oleh Satreskrimsus Polres Metro Jakarta Barat.

”Ini merupakan hasil pengungkapan yang besar, saya mengapresiasi atas kinerja dari Polres Metro Jakarta Barat,” ujar Zaherman Muabesi dalam keterangannya, dikutip Kamis (15/9/2022).

Disadari Zaherman, di saat pandemi Covid 19 banyak warga memiliki keterbatasan gerak dan memperoleh obat Covid-19, ada yang memanfaatkan dengan mengambil untung yang sebesar-besarnya dari musibah tersebut.

Untuk itu, dengan adanya pengungkapan ini, pihaknya sangat mengapresiasi upaya kerja keras dari jajaran Polres Metro Jakarta Barat.

Untuk diketahui berikut nama-nama anggota Polres Metro Jakarta Barat yang menerima penghargaan dari BNPB di antaranya;

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce,

Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh Prakoso.

Kemudian, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono,

Wakasat Reskrim Kompol Niko Purba, Kanit Krimsus AKP Fahmi Fiandri,

Kasubnit II Krimsus Ipda Leo J Sitepu, Aiptu Guntur Simanjuntak.

Kemudian Aiptu Dadi Sutardi, Aiptu Wahyudin, Aipda Deki Isdiantoro, Aipda ST Banua, Bripka Sanusi, Briptu Muhammad Adhar Awaludin, Briptu Hisam Prayogo.

Sebagai pengingat, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus enam pelaku kasus investasi fiktif suntik modal alkes. Dalam menjalankan aksinya para pelaku menjanjikan keuntungan investasi hingga 20 persen kepada para korbannya terkait pengadaan alkes dari BNPB.

”Awalnya investasi tersebut berjalan normal pada September, Oktober dan November 2021, namun korban (investor yang dijaring pelaku YF), hanya diberikan profit sebesar 10 persen,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce, Rabu (8/6/2022).

Kombes Pasma melanjutkan, meski hanya diberikan profit 10 persen, para korban mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, sebab korban merasa investasi yang mereka jalani berjalan dengan lancar, meski profit tak sesuai.

Namun, pada akhir bulan Desember 2021, para pelaku tidak lagi menyerahkan profit atau mengembalikan uang modal kepada korban.

Hal tersebut membuat para korban merasa janggal dan akhirnya melaporkan ke pihak berwajib.

Atas dasar laporan itu, kepolisian berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mendapati informasi bahwa investasi PT RBS tersebut tidak berizin dan tidak terdaftar.

Perusahaan yang dimiliki para tersangka juga dipastikan tidak mempunyai izin.

”Jadi untuk total investasi fiktif ini, ada 37 korban investor, dan total kerugian yang ada (dilaporkan) di Polres Metro Jakarta Barat sebesar Rp22 Miliiar dari 37 investornya,” tutur Kombes Pasma.

Lebih lanjut, Kombes Pasma menambahkan, ternyata banyak korban lain yang juga mengaku telah ditipu oleh para pelaku. Korban lain yang sudah melaporkan terkait dengan perkara investasi dengan pelaku yang sama ini berada di Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya hingga Polres Depok.

”Kalo dengan kerugian yang ada di kita Rp22 miliar di tambah Rp43 miliar, jadi total Rp65 Miliiar,” ungkapnya.

Keenam tersangka yang ditahan yakni YF (37) perempuan, YD (41) laki-laki, NH (33) perempuan, REP (41) perempuan, SA (43) laki-laki dan AS (31) laki-laki. Pelaku memiliki peran berbeda-beda. Mulai dari yang menawarkan hingga mengumpulkan aliran dana para investor.

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polsek Tambora Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Modus Iming-imingi Korban Rp100 Ribu

Published

on

By

Kamis, 8 Desember 2022 14:35 WIB

TBNews PMJ – Seorang pria berinisial FH (32 tahun) ditangkap petugas Polsek Tambora atas dugaan pencabulan bocah 11 tahun di wilayah Tambora, Jakarta Barat. FH mencabuli korban dengan iming-iming uang Rp 100 ribu.

“Kita tangkap FH lantaran karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 11 tahun,” kata Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama, saat dihubungi, Kamis.

Kompol Putra mengatakan awalnya pelaku dengan keluarga korban saling kenal sehingga kedua belah pihak sempat menjalin hubungan baik.

Kedekatan tersebut dimanfaatkan FH untuk mendekati korban dan setelah beberapa lama menjalin komunikasi dengan korban, FH akhirnya mengajak korban ke hotel di kawasan Jakarta Barat.

Pertemuan itu terjadi sebanyak dua kali yakni pada 22 Oktober dan 21 November 2022.

“Di situlah peristiwa kekerasan seksual dilakukan pelaku,” kata Kompol Putra.

Kompol Putra mengatakan FH kerap memberikan uang senilai Rp100.000 sebagai imbalan.

Dia juga meminta korban untuk tidak memberi tahu orang tuanya tentang tindakannya itu.

Namun demikian, aksi bejad FH akhirnya terbongkar kala korban melaporkan peristiwa tersebut ke orang tuanya.

Orang tua korban pun akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tambora. Setelah laporan masuk, FH akhirnya ditangkap di Jakarta Barat.

“Kita sudah tangkap berikut dengan beberapa barang bukti juga sudah kita amankan. Saat ini FH tengah diperiksa lebih lanjut,” kata Kompol Putra.

Dengan adanya peristiwa ini, Kompol Putra berharap orang tua bisa lebih aktif dalam mengawasi dan mengedukasi anak tentang tindak pelecehan dan kekerasan seksual.

“Kami berpesan kepada para orang tua bangunlah komunikasi yang intens dengan anak, ajarkan anak batasan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan,” kata Kompol Putra.

Kompol Putra menambahkan, FH dapat dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana 3-15 tahun penjara.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polres Metro Jakarta Barat Bagikan Paket Sembako dan Alat Belajar kepada Warga Kembangan

Published

on

By

Jumat, 2 Desember 2022 10:00 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Barat membagikan paket sembako dan peralatan belajar seperti alat tulis serta meja belajar kepada warga di RW 04, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan untuk meringankan beban ekonomi dan penyemangat anak-anak untuk belajar.

“Di sini kami memberikan sebanyak 100 paket sembako, peralatan tulis dan meja belajar untuk anak-anak di kawasan kumuh,” kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce saat dihubungi, Jumat (2/12/2022).

Kombes Pasma menjelaskan, selain memberikan bantuan, kegiatan ini bertujuan untuk membina kedekatan masyarakat dengan petugas.

Dengan terbangunnya hubungan yang hangat, warga akan merasa aman dan tidak ragu melapor ke polisi jika terjadi tindak kriminal.

Lebih lanjut, Kombes Pasma menjelaskan, kegiatan amal ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya.

Kombes Pasma memastikan kegiatan berbagi bantuan ini akan terus berlangsung hingga puncak acara 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya pada 6 Desember 2022.

Kombes Pasma juga berharap beban perekonomian warga bisa diringankan dan semangat anak-anak untuk belajar terus bertumbuh.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan baik untuk kebutuhan sehari-hari dan dipergunakan sebagaimana mestinya,” katanya.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polsek Palmerah Gerebek Kampung Boncos, Tangkap 12 Orang Diduga Pengguna Narkoba

Published

on

By

Jumat, 2 Desember 2022 07:35 WIB

TBNews PMJ – Polsek Palmerah Polres Metro Jakarta Barat kembali menggerebek Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (1/12/2022) sore. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap 12 orang yang diduga sebagai pengguna dan pengedar narkotika berikut sejumlah barang bukti.

“Beberapa yang kami amankan ada 12 orang yang menggunakan, kami amankan dulu, kami tes urine dulu, kita lihat positif atau enggak,” kata Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim di lokasi, Kamis.

Dari tangan ke-12 orang tersebut, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa handphone, alat bong, dan cangklong. Selain itu, ada juga senjata tajam (sajam) berupa celurit, samurai, golok, hingga pisau dapur.

“Hari ini, kita dorong tes urine semua. Kalau positif, bisa rehabilitasi,” ujarnya.

AKP Dodi menambahkan, satu orang yang diduga sebagai pengedar juga turut diamankan di dalam sebuah kamar kos. Meski tidak ada barang bukti yang didapat, namun pihak kepolisian akan mengembangkan jaringan dari terduga pelaku ini.

“Kita dalami lagi kita akan kembangkan,” ujarnya.

Saat ini, 12 orang tersebut telah dibawa ke Unit Reskrim Polsek Palmerah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya akan terus menindak tegas para pengguna, pengedar, maupun bandar narkotika di wilayah hukumnya.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News