Connect with us

21. DITLANTAS

Bocah 12 Tahun Jadi Sopir Truk Tronton yang Viral di Medsos Diamankan Sat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya

Published

on

Tribratanews PMJ — Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun pengemudi truk kontainer, setelah videonya beredar di media sosial. Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan video viral mengenai seorang anak usia 12 tahun yang mengemudikan truk tronton di tol merupakan peristiwa pada 2020 silam yang viral pada April 2021.

“Jadi ini adanya video viral di media sosial tentang percakapan antara sesama supir, yang dikendarai seorang anak. Dia akan ke Tasikmalaya. Sempat viral di media sosial. Jadi bahan pertanyaan di netizen. Kok bisa ada anak kecil bawa truk trailer dengan muatan tujuan ke Tasikmalaya?” kata Yusri Yunus, Jumat (30/4/2021) di Mapolda Metro Jaya.

Kata Kabid Humas, saat ini  truk dengan plat B-9057-UEJ tersebut sudah diamankan bersama seorang supir asli berinisial H (33 tahun).

Sebelumnya, sebuah video viral dilini masa yang tersebar menampilkan truk tronton sedang berjalan. Sedangkan truk itu dikendarai oleh seorang bocah yang disinyalir masih berusia 12 tahun.
Dalam keterangan dalam postingan itu, sang bocah mengaku mengendarai truk tronton menuju ke arah Tasikmalaya. Dia juga mengaku masih berusia 12 tahun.

Dalam video tersebut terjadi percakapan antara pengemudi kendaraan trailer dengan pengendara lainnya, pada saat terjadi kepadatan arus lalu lintas.

Adapun percakapan tersebut sebagai berikut :
Pengendara yang membuat Video : broo narik kemana ?
Pengemudi kendaraan trailer : ke Tasik
Pengendara yang membuat Video : umur berapa?
Pengemudi kendaraan trailer : 12

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan setelah video kejadian diatas beredar di kalangan masyarakat dan viral, pihaknya merespon kejadian tersebut dengan mengumpulkan Informasi dan pendalaman kepada beberapa pihak untuk mengetahui kebenaran video viral tersebut. Hasilnya, diketahui lokasi kejadian di ruas tol Bekasi Timur arah Cikampek (KM 19.000 A). Nomor Polisi Kendaraan Trailer B -9057 – UEJ, pemilik atas nama PT. STA. Pengemudi Trailer bernisial W (12 tahun) adalah bukan sopir aslinya. Pengemudi asli adalah H (33 Tahun), warga Kp. Cigintung Cikalong Wetan, Bandung Barat

Keterangan H, pada saat kendaraan berangkat dari PT. STA di Jakarta akan mengirim barang ke Tasikmalaya. Setibanya di KM.12.000 A (Bekasi Barat arah Cikampek)
H (supir aslinya) merasa lelah dan mengantuk. Kemudian berhenti, dan kemudi trailer di gantikan oleh Ponakannya berinisial W (diduga usia 12 Tahun) yang ikut di dalam kendaran trailer tersebut.

Sesampainya di sekitar KM 19.000A Tol Japek arah Cikampek, ada salah satu pengguna jalan yg merekam menggunakan aplikasi tiktok dan melakukan percakapan. Setelah direkam kendaraan trailer masuk ke Rest area KM 19.000 A, Heriyana istirahat 30 menit kemudian melanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya dikemudikan oleh Heriyana. Heriyana (supir asli) mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar Enam Bulan yang Lalu namun Viral pada tanggal 25 April 2021.

Dirlantas mengatakan H telah lalai dengan menyuruh keponakanya W diduga usianya sekira 12 tahun mengemudikan kendaraan trailer di Jalan tol. Menurut Dirlantas, pihaknya  tidak dapat melakukan tindakan tilang terhadap W mengingat anak tersebut usianya masih dibawah 14 tahun.

“Untuk Penegakan Hukum Sat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya masih melakukan koordinasi dengan pihak Subdit Reknata Dit Reskrimum Polda Metro Jaya. Dengan mempedomani UU No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” katanya.

“Sehingga berlaku Diversi, sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (“UU SPPA”),” jelasnya.

“Tindakan teguran juga diberikan kepada pihak perusahaan agar lebih mengingatkan kepada para pengemudinya dalam mematuhi Peraturan Lalu Lintas,” pungkasnya.

21. DITLANTAS

Penyekatan di Tol Cikarang Barat dan Cikupa, 725 Kendaraan Diputar Balik

Published

on

By

Tribratanews PMJ — Polda Metro Jaya melakukan penyekatan kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Barat dan Gerbang Tol Cikupa untuk menghadang pemudik.  Sebanyak 725 kendaraan diputar balik, dan tiga kendaraan diamankan.

 

Dari data yang disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, sebanyak 725 kendaraan tersebut merupakan hasil operasi pada Kamis (6/5/2021), pada pukul 00.00 WIB sampai 05.00 WIB.

 

Di GT Cikarang Barat, sebanyak 317 kendaraan diputar balik dengan rincian 233 kendaraan pribadi, dan 84 kendaraan umum.

 

Sementara itu, di GT Cikupa, sebanyak 408 kendaraan diputar balik dengan rincian 359 kendaraan probadi, dan 49 kendaraan umum.

 

Selain itu, Sambodo meyebut polisi juga mengamankan tiga kendaraan saat penyekatan. “Ada dua trevel dan satu truk yang diamankan,” kata Sambodo saat dihubungi.

 

Truk yang diamankan adalah truk pengangkut sayur yang kedapatan membawa pemudik. Truk itu diamankan petugas di Gerbang Tol Cikarang Barat.

 

“1:51 #Polri amankan kendaraan Truk bermuatan sayur yang juga membawa Pemudik di KM 31 Tol Cikarang (arah ke Cikampek),” tulis TMC Polda Metro dalam ungahan akun instagramnya, Kamis (6/5/2021).

 

Seperti diketahui pemerinah menetapkan masa larangan mudik pada 6 sampai dengan 17 Mei 2021. Petugas, khususnya polisi berjaga untuk menghalau pemudik keluar wilayah

Continue Reading

21. DITLANTAS

Ini 31 Titik Penyekatan Mudik 2021 Jabodetabek

Published

on

By

Tribratanews PMJ — Jelang larangan mudik 6-17 Mei mendatang ada sejumlah titik penyekatan mudik 2021 Jabodetabek yang disiapkan Polda Metro Jaya. Penyekatan akan dilakukan di jalan-jalan arteri, ruas jalan tol hingga jalur tikus melalui operasi terpusat Ketupat Jaya 2021.

Dalam operasi ‘Ketupat Jaya’ ini, ada 31 titik penyekatan dan didirikan 77 pos pengamanan. Titik penyekatan mudik Jabodetabek 2021 ini tersebar mulai Kabupaten Bekasi hingga Tangerang Selatan.

“Kemudian untuk kegiatannya di antaranya adalah melakukan penyekatan itu ada di 14 titik, kemudian ada check point sebanyak 17 titik. Kemudian selain itu juga disiapkan 77 pos pengamanan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (5/5/2021).

Sebanyak 77 pos pengamanan juga tersebar di beberapa titik penyekatan mudik 2021 Jabodetabek, dari pusat rekreasi, mal, pasar, hingga pusat perekonomian lainnya. Dalam operasi ini, polisi fokus pada kebijakan larangan mudik.

 Berikut sebaran 31 Titik Penyekatan Mudik 2021 Jabodetabek:

  1. Polres Metro Jakarta Barat: 2 Pos yakni: Kalideres dan Joglo
  2. Polres Metro Jakarta Timur: 2 Pos yakni: Lampiri dan Panasonic
  3. Polres Metro Jakarta Utara: 1 Pos yakni: Perintis Kemerdekaan
  4. Polres Metro Jakarta Selatan: 2 Pos yakni: Pasar Jumat, dan Budi Luhur
  5. Polres Metro Bekasi Kota: 4 Pos yakni, Gerbang Tol Bekasi Barat, Gerbang Tol Bekasi Timur, Sumber Arta, Harapan Indah
  6. Polres Metro Bekasi Kabupaten: 8 Pos yakni: Kedung Waringin, Cibeet, Kalimalang Tambun, Gerbang Tol Tambun, Gerbang Tol Cibitung, Gerbang Tol Cikarang Pusat dan Cibarusah
  7. Polres Metro Depok: 5 Pos yakni: Jalan Raya Ciputat/Bogor, Jalan Raya Bogor SPBU Cilangkap, Gerbang Tol Kukusan, Gerbang Tol Brigif dan Simpang Bambu Kuning BI Gede
  8. Polres Tangerang Kota: 2 Pos yakni: Kebon Nanas dan Jatiuwung
  9. Polres Tangerang Selatan: 2 Pos yakni: Gerbang Tol Bitung dan Pos Bitung
  10. Polda Metro Jaya: 3 Pos yakni: Penyekatan Cikarang Barat, Putaran Gerbang Tol Cikarang Barat, Cikupa

 Siapkan SIKM

Di titik penyekatan mudik 2021 Jabodetabek, Polisi dan jajarannya akan melakukan pemeriksaan dokumen, termasuk SIKM dan surat bebas COVID-19 bagi pelaku perjalanan yang tetap akan bepergian ke luar kota di masa larangan mudik. Para pelaku perjalanan bisa mengurus SIKM melalui aplikasi JakEVO.

Proses pengurusan di JakEVO akan dilakukan di tahap kelurahan masing-masing pemohon SIKM.

Untuk memperoleh SIKM melalui JakEVO, pemohon harus melengkapi syarat administrasi, termasuk melampirkan bukti adanya kepentingan mendesak yang mengharuskan bepergian di masa larangan mudik.

“Contoh ada kedukaan ada surat keterangan kematian dari asal, kemudian misalnya ada orang sakit di kampung, ada surat keterangan sakit dari RS setempat. itu dokumen yang dilampirkan beserta KTP pemohon,” ujar Kombes Yusri Yunus.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Operasi Ketupat 2021, Polri Dirikan 381 Pos Penyekatan dan 1.536 Pos Pengamanan

Published

on

By

Tribratanews PMJ — Operasi Ketupat dalam rangka larangan mudik Lebaran dimulai Kamis (5/5/2021) dini hari. Ratusan ribu personel gabungan diturunkan selama dua pekan berlangsungnya operasi tersebut.

Sebagai kesiapan, Polri menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat di Polda Metro Jaya. Kakorlantas Irjen Istiono yang memimpin apel menekankan operasi tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat agar terhindar dari virus Corona.

“Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman terhindar dari bahaya COVID-19,” kata Istiono membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Irjen Istiono mengatakan ada ratusan ribu personel yang diturunkan dalam Operasi Ketupat Jaya 2021 ini. Personel itu terdiri atas anggota Polri, TNI, hingga beberapa instansi terkait.

“Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, jumlah personel yang terlibat sebanyak 155 ribu personel gabungan terdiri atas 90.502 personel Polri dan 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, Jasa Raharja,” ungkap Istiono.

Ratusan ribu personel itu nantinya akan ditempatkan di 381 pos penyekatan. Selain itu, ada 1.536 pos pengamanan yang akan dijaga oleh para personel tersebut.

“Serta ada 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dan lain-lain,” jelasnya.

Lebih lanjut Irjen Istiono mengatakan ada tren kenaikan kasus COVID-19 tiap kali pemerintah menerapkan libur panjang di masa pandemi. Tahun lalu tercatat ada kenaikan 2,03 persen kenaikan angka virus Corona menjelang Idul Fitri.

Untuk itu, Irjen Istiono meminta Operasi Ketupat jaya tidak hanya dianggap sebagai agenda rutin tahunan. Operasi Ketupat Jaya kali ini harus ditekankan untuk benar-benar mencegah tren penyebaran virus Corona agar tidak mengalami peningkatan.

“Pengamanan tidak boleh dianggap agenda rutin tahunan biasa sehingga kita underestimate terhadap perkembangan dinamika di masyarakat, apalagi di masa pandemi COVID kita harus peduli. Jangan sampai kegiatan Idul Fitri timbulkan klaster baru COVID-19,” pungkas Irjen Istiono.

Continue Reading

Berita Terkini

Breaking News