Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Berkas Perkara Rachel Vennya Dinyatakan Lengkap (P21), Polda Metro Jaya Segera Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke JPU

Published

on

Jumat, 26 November 2021 14:05 WIB

TribrataNews PMJ – Berkas perkara selebgram Rachel Vennya beserta kekasihnya, Salim Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnisa dinyatakan lengkap dan akan segera disidangkan.

“Sudah dinyatakan lengkap. Paling minggu sekarang tersangka dan barang bukti diserahkan, kita buat janji dulu dengan jaksa penuntut umum (JPU),” kata Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Kamis (25/11/2021) kemarin.

Dikatakan Kombes Tubagus, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kini kasus itu menjadi wewenang dari Kejaksaan Tinggi Banten. Rachel Vennya akan segera menjalani proses persidangan.

“Saat ini nasib keempat tersangka sudah berada di tangan Kejati Banten dan menunggu proses peradilannya,” ucapnya.

Terkait berkas perkara di Kejaksaan Tinggu Banten alasannya karena lokasi kejadian tindak pidana tersebut bermula di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan Rachel, Salim, Maulida, dan OP sebagai tersangka kasus dugaan kabur dari karantina atau dugaan pelanggaran karantina kesehatan.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Rachel Vennya dan ketiga tersangka lainnya diketahui melanggar Pasal 14 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun penjara.

16. DITRESKRIMUM

Penyidik Polda Metro Jaya Sita Rp2,3 Miliar Dana Zakat dari Brankas Khilafatul Muslimin

Published

on

By

Kamis, 11 Agustus 2022 15:35 WIB

TBNews PMJ – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menemukan uang sebesar Rp2,3 miliar dari brankas di kantor pusat Khilafatul Muslimin Lampung yang disita pada Juni 2022 lalu. Dana tersebut bersumber dari rekening Menteri Penerimaan Zakat Khilafatul Muslimin, Indra Fauzi (IF).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, Indra secara aktif melakukan pencucian uang dalam bentuk penempatan dan pengaburan asal usul hasil kejahatan.

“Yang bersumber dari warga KM (Khilafatul Muslimin) di mana penggunaannya untuk kepentingan penyebaran dan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila,” ujar Kombes Zulpan, Kamis (11/8/2022).

Dalam kasus ini, tersangka Indra dikenakan Pasal 59 ayat (4) huruf c juncto Pasal 82 A ayat (2) UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 10 juncto Pasal 2 ayat (1) huruf (z) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Tersangka Indra Fauzi telah lama berbaiat kepada Khalifah Abdul Khodir Hasan Baraja dan diangkat menjadi Menteri Penerimaan Zakat Khilafatul Muslimin,” ujar Kombes Zulpan.

Sebelumnya, Menteri Penerimaan Zakat Khilafatul Muslimin Indra Fauzi ditangkap polisi di Lampung, Rabu 10 Agustus 2022. Setelah diperiksa, dia ditetapkan tersangka.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Menteri Penerima Zakat Ormas Khilafatul Muslimin di Lampung

Published

on

By

Kamis, 11 Agustus 2022 08:35 WIB

TBNews PMJ – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kembali menangkap Menteri Penerima Zakat Ormas Khilafatul Muslimin berinisial IF di Lampung pada Rabu (10/8/2022) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membenarkan penangkapan salah satu pemimpin Khilafatul Muslimin tersebut.

“Setelah ditangkap langsung dibawa ke Mapolda sekira pukul 17.30 WIB tiba,” katanya, Rabu (10/8/2022).

Kombes Zulpan mengungkapkan, IF berperan menampung dana zakat.

Kombes Zulpan mengatakan, rekening bank milik IF digunakan sebagai rekening penampung dana zakat Khilafatul Muslimin yang bersumber dari masyarakat.

“Rekening yang bersangkutan digunakan sebagai rekening penampung dana Bazis ormas Khilafatul Muslimin yang bersumber dari warga,” kata Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan menambahkan IF bergabung bersama Khilafatul Muslimin sejak tahun 2000. Di organisasi Khilafatul Muslimin, IF memiliki nomor induk 026.

“Tersangka IF telah lama berbaiat kepada Abdul Qadir Hasan Baraja dan kemudian diangkat menjadi Menteri Penerimaan Zakat Khilafahtul Muslimin,” ujar Kombes Zulpan.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Keroyok dan Curi Harta Suporter Persib, Dua Oknum Suporter Persija di Ringkus Resmob Polda Metro Jaya

Published

on

By

Jumat, 5 Agustus 2022 07:40 WIB

TBNews PMJ – Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap pelaku pengeroyokan disertai pencurian yang dilakukan oleh suporter tim sepak bola.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Pol M. Hari Agung Julianto didampingi oleh Kabag Binops dan Penyidik Reskrimum Polda Metro Jaya mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada hari Senin, (25 Juli 2022) yang di Jalan Inspeksi Kalimalang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Kedua tersangka dengan inisial JR (22) dan MF (22) dan korban nya adalah dengan inisial AF, laki-laki, kerugian dua unit handphone ujar,” Kompol Agung kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

Dua pelaku yang ditangkap yakni JR (22) yang berperan memukul korban dan MF (22) yang berperan mengambil handphone milik korban.

Lanjut Kompol Agung, pelaku JR dan MF bersama kelompok suporter Persija lain melakukan sweeping terhadap suporter Persib pada hari Senin (25/7/2022) pukul 00.30 WIB menggunakan senjata seperti stick golf, pedang, celurit, dan stick baseball.

“Tersangka JR melihat dua suporter Persib jatuh dari motor karena dipukul oleh suporter Persija lainnya,” ungkapnya.

“Lalu tersangka JR memukul secara asal pada suporter Persib dengan menggunakan alat tersebut sebanyak 1 kali mengenai bagian helm, sehingga korban yang dipukul berlari mengamankan diri meninggalkan sepeda motornya,” tambahnya.

“Lalu MF membuka jok motor milik korban menemukan dua unit handphone,” sambungnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dengan pidana penjara paling lama 9 tahun,” pungkas Kompol Agung.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News