Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Berkas Dinyatakan Lengkap (P-21), 10 Tersangka Khilafatul Muslimin Segera Disidang

Published

on

Jumat, 30 September 2022 09:30 WIB

TBNews PMJ – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akan segera melakukan pelimpahan tahap II sepuluh tersangka Khilafatul Muslimin berikut barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi untuk disidangkan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan berkas kasus Khilafatul Muslimin dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejari Bekasi pada Kamis (29/9/2022).

“Kami sudah menerima P21 dari Kejari Bekasi atas pekara Khilafatul Muslimin, seluruh tersangka dan barang bukti akan segera kami serahkan,” ujar Kombes Hengki dalam keterangannya.

Sebagai informasi, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan 10 orang sebagai tersangka Khilafatul Muslimin terkait penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Salah satu tersangka di antaranya adalah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, yakni Abdul Qadir Hasan Baraja yang ditangkap pada Selasa (7/6/2022) di Bandar Lampung.

Berikut daftar 10 tersangka tersebut:
1. Abdul Qadir Hasan Baraja
2. Muhammad Hidayat
3. Imbron Najib
4. Suryadi Wironegoro
5. Nurdin
6. Muhammad Hasan Albana
7. Faisol
8. Hadwiyanto Moerniadon
9. Abdul Azis
10. Indra Fauzi.

Berkas 10 tersangka di-split menjadi 5 berkas perkara. Di mana, salah satu tersangka atas nama Abdul Qadir Hasan Baraja menjadi satu berkas sendiri dengan persangkaan UU Ormas, UU Peraturan Hukum Pidana dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Tangkap 6 Pengeroyok Siswa SMP di Cibubur

Published

on

By

Jumat, 18 November 2022 13:20 WIB

TBNews PMJ – Petugas Subdit 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap enam orang pelaku pengeroyokan bocah SMP di Cibubur hingga tewas. Korban sempat hendak kabur dari pengeroyokan namun terlebih dahulu dibacok dan terjatuh hingga tewas.

Kanit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Widy Irawan mengatakan, enam orang yang ditangkap tersebut di antaranya FS, ZP, MVQ, AR, J dan MH. Para pelaku dinyatakan telah cukup umur alias dewasa dalam melakukan pengeroyokan bocah SMP hingga tewas di Cibubur, Ciracas, pada Minggu 30 Oktober 2022.

“Semuanya sudah dewasa, sudah cukup umur. Memang semuanya masih muda,” kata Kompol Widy Irawan dalam keterangan pers, Jumat (18/11/2022).

Lebih lanjut Kompol Widy Irawan menjelaskan, peran para tersangka pertama FS alias Onta sebagai eksekutor yang melakukan pembacokan, kedua ZP alias Kete sebagai eksekutor dan perekam dan MVQ alias Acoy sebagai orang yang menyiapkan senjata tajam dan ikut serta dalam pengeroyokan.

“Keempat AR berperan mengawasi teman-temannya dan ikut serta dalam pengeroyokan, selanjutnya J alias Jun sebagai orang yang membawa senjata tajam dan ikut memukuli korban, serta MH yang membawa senjata tajam dan ikut serta dalam pengeroyokan,” kata Kompol Widy Irawan.

Sejumlah barang bukti diamankan dalam kasus tersebut di antaranya enam buah handphone dengan sejumlah merek, sepeda motor, flash disk berisi rekaman CCTV, dan hasil visum.

“Kami juga amankan lima belah parang,” pungkasnya.

Para pelaku dijerat dengan pasal 170 dan 351 KUHP dengan hukuman 12 Tahun penjara.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tetapkan 43 Orang Jadi Tersangka dalam Bentrokan di Mampang Jakarta Selatan

Published

on

By

Kamis, 20 Oktober 2022 13:15 WIB

TBNews PMJ – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan 43 orang dari dua kelompok massa yang bentrok di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sebagai tersangka.

“Iya tersangka dan semuanya ditahan,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengky Haryadi ketika dikonfirmasi, Rabu (19/10/2022).

Kombes Hengki mengatakan, semua tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP dan atau 358 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat.

“Ancamanya 5 tahun 6 bulan (penjara),” ungkapnya.

Kombes Hengki pun menegaskan tidak akan membiarkan aksi premanisme khususnya di wilayah DKI Jakarta. Terlebih pihak pihak yang coba main hakim sendiri atas hal apapun.

Dia menyatakan akan menindak tegas segala bentuk main hakim sendiri jika hal itu masih terjadi.

“Aksi premanisme ini tidak boleh kita biarkan dan sekali lagi kita akan tindak tegas. Siapa yang bersalah akan kami tindak tegas,” ucap Kombes Hengky.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan terjadi antara dua kelompok massa di sebuah kafe di Jalan Terusan Rasuna Said, Mampang, Jakarta Selatan sekira pukul 19.00 WIB, Senin (17/10/2022).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengky Haryadi mengatakan, bentrokan itu diduga akibat adanya perebutan lahan yang dilakukan kedua kelompok tersebut.

“Kemudian diadakan pertemuan antara keduanya ini musyawarah dan justru terjadi pemukulan di hadapan petugas,” kata Kombes Hengky di Gedung Dirkrimum Polda Metro Jaya, Senin (17/10/2022).

Akibat keadaan itu, polisi pun kata Hengky langsung mengamankan sekitar 40 orang dari kedua kelompok tersebut.

Usai dibawa oleh petugas, 40 orang itu langsung digiring ke Dikrimum Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Pembunuh Perempuan di Kolong Tol Becakayu Ditangkap, Motif Sakit Hati

Published

on

By

Kamis, 20 Oktober 2022 09:45 WIB

TBNews PMJ – Kasus pembunuhan perempuan berinisial AYR (36 tahun), yang jasadnya ditemukan terbungkus plastik di kolong Tol Becakayu, Pondok Gede, Kota Bekasi diungkap jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pelaku berinisial R membunuh korban yang merupakan rekan kerja korban. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui motif pelaku membunuh korban akibat sakit hati.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat menjelaskan motif pembunuhan tersebut.

“Yang bersangkutan membunuh korban karena motif tersangka sakit hati,” ujar Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Rabu (19/10/2022).

Pada saat kejadian, kata Hengki, R dan korban yang merupakan rekan kerja mulanya sedang berbincang mengenai konten podcast. Di tengah perbicangan, AYR disebut mendapatkan panggilan telepon dari seseorang berinisial H yang tidak disukai pelaku.

“Saat sedang ngobrol, tiba-tiba korban mendapat telepon dari seseorang, diduga pelaku adalah H. Tersangka ini enggak suka sama H. Menurut tersangka, H ini pernah bermasalah sama korban,” kata Kombes Hengki.

Keduanya pun terlibat adu mulut. Sampai akhirnya pelaku naik pitam dan membunuh korban karena melontarkan perkataan yang dianggap menyakiti hati.

“Kami masih dalami lagi keterangan sementara sakit hati,” kata Kombes Hengki.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap pembuang sekaligus pembunuh perempuan yang ditemukan di Tol Becakayu, Kota Bekasi pada Senin (17/10/2022).

Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pelaku ditangkap di kawasan Pondok Gede pada Selasa (18/10/2022) siang. R membunuh korban yang merupakan rekan kerjanya di kamar salah satu apartemen kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Pelaku pembuang mayat berinisial R adalah pelaku tunggal pembunuhan. TKP (pembunuhan) di Apartemen Green Pramuka,” ujar Kombes Hengki.

Setelah menghabisi nyawa korban, lanjut Kombes Hengki, pelaku langsung membungkus jasad korban menggunakan plastik dan lakban berwarna hitam. Jasad AYR kemudian dibawa dari lokasi pembunuhan dan dibuang ke kolong Tol Becakayu.

R pun ditangkap oleh penyidik di kawasan Pondok Gede pada Selasa kemarin.

Atas perbuatannya, kata Hengki, pelaku R dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News