Connect with us

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Bentrok Ormas PP dan FBR di Ciledug, Tersangka Bertambah Jadi 7 Orang

Published

on

Kamis, 2 Desember 2021 09:03 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik Polres Metro Tangerang Kota telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka terkait bentrok ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) di kawasan Ciledug pada 19 November 2021 lalu. Dari 7 tersangka, 3 di antaranya positif narkoba.

“Tujuh orang itu sudah dijadikan tersangka, 3 di narkoba dan kemudian ada di reskrim,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu de Fatima, Rabu (1/12/2021) kemarin.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya polisi berhasil mengamankan 5 orang tersangka dari PP terkait bentrok yang terjadi di kawasan Ciledug pada Jumat 19 November 2021 lalu. Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan senjata tajam hingga kedapatan melakukan kekerasan kepada kelompok FBR.

Kombes Deonijiu menuturkan, untuk tersangka yang positif narkoba sendiri menuturkan ketiga tersangka berada di lokasi peristiwa bentrok itu terjadi. “3 orang lain kita tahan juga saat pemeriksaan yaitu terlibat dalam penggunaan narkoba, dimana mereka-mereka ada di lokasi peristiwa bentrok itu,” paparnya.

Kini, khusus ketiga tersangka yang mengkonsumsi narkoba sendiri diamankan di Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang Kota.

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Tetapkan Lima Tersangka Kasus Tawuran Pelajar di Tangerang

Published

on

By

Senin, 15 Agustus 2022 11:25 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Tangerang Kota menetapkan lima orang tersangka kasus tawuran pelajar yang terjadi pada Kamis (11/8/2022) lalu di Jalan Husein Sastra Negara Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Para pelaku terbukti membawa senjata tajam, di antaranya melakukan aksi pembacokan hingga menyebabkan adanya korban luka dalam tawuran tersebut.

 “Satu orang pelaku pembacokan dan empat orang pelaku membawa senjata tajam menjadi tersangka,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada wartawan, Minggu (14/8/2022).

Kombes Zain menuturkan, pelaku yang melakukan aksi pembacokan berinisial AS dan berusia 19 tahun. Sementara pelaku lainnya, yakni TM, AM, FF dan AR yang membawa senjata tajam berusia di bawah umur.

“(Pasal yang menjerat para pelaku membawa senjata tajam) Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, ancamannya maksimal 10 tahun penjara. (Pelaku) yang membacok Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” tuturnya.

Aksi tawuran yang terjadi di Jalan  Husein Sastra Negara Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, itu berlangsung pada Kamis (11/8/2022) petang. Dalam aksi tawuran tersebut, puluhan pelajar diamankan oleh pihak kepolisian.

“Sebanyak 73 pelajar kami amankan mereka berasal dari enam sekolah yakni SMKN 53 Jakarta Barat, SMKN 1 Jakarta Barat, SMKN 2 Tangerang, SMKN 4 Tangerang, SMKN Yuppentek Tangerang, dan SMAN BDN Jelambar Jakarta Barat,” ujar Kombes Zain.

Kombes Zain menuturkan, dalam insiden tawuran tersebut, satu orang pelajar berinisial MAM (16) menjadi korban pembacokan. Kronologis kejadian pembacokan itu, kata Kombes Zain, bermula saat pelaku pembacokan berinisial RS (19) berasal dari SMKN 53 Jakarta Barat bersama rekan pelajar lainnya sedang berjalan dengan menggunakan sepeda motor bertemu dengan segerombolan pelajar SMK PGRI 24.

“Salah satu dari pelajar meledek kepada pelajar SMKN 53, “kamput” nih “kamput” nih (semacam ejekan), kemudian dikejar oleh pelajar SMKN 53 hingga ke arah Rawa Bamban Kelurahan Jurumudi baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang,” tutur Kombes Zain.

Namun, bukannya bertemu dengan pelajar yang dicari, mereka malah bertemu dengan pelajar lain di TKP. Alhasil korban, pelajar dari SMK Excelent Batuceper Kota Tangerang yang tengah di TKP berboncengan bersama temannya dikejar oleh para pelaku.

“Selanjutnya pelaku membacok korban satu kali ke arah bagian punggung belakang sebelah kanan dengan menggunakan celurit Madura sehingga korban mengalami luka,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, para pelajar dari berbagai sekolah kerap berkumpul di wilayah Kecamatan Benda. Dalam penangkapan para pelajar yang terlibat, polisi turut mengamankan sebanyak 31 unit kendaraan bermotor yang digunakan oleh para pelajar. Dari 73 orang pelajar yang diamankan, 68 pelajar lainnya diberi pembinaan dengan memanggil pihak sekolah dan orang tua, sementara lima lainnya diproses hukum.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 2 Kasus Begal Bersenjata Tajam dengan Puluhan Pelaku, Sebagian Anak di Bawah Umur

Published

on

By

Selasa, 2 Agustus 2022 07:30 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota mengungkap dua kasus begal bersenjata tajam dan mengamankan sepuluh orang pelaku. Tujuh dari sepuluh pelaku masih dibawah umur.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, selama Juni 2022, ada dua kasus pencurian dengan kekerasan yang terungkap di wilayah Tangerang.

Keduanya terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di Jalan Pembangunan, Batu Ceper dan di Jalan Prabu Kian Santang, Priok. “Di mana pencurian dengan kekerasan ini dua-duanya terekam oleh CCTV dan viral di sosial media,” ujar Kombes Zain di Mapolsek Batu Ceper, Senin (1/8/2022).

Untuk kasus pertama yang terjadi di Batu Ceper melibatkan 10 pelaku. Sembilan di antaranya sudah ditangkap. Mayoritas pelaku masih anak-anak di bawah umur.

“Sembilan orang ditangkap terdiri dari dua pelaku dewasa dan tujuh orang masih anak-anak,” jelas Kombes Zain.

Pelaku dewasa tersebut berinisial AAF (19) dan FF. Sedangkan tujuh pelaku anak-anak yakni MRA (15), RIM (15), GDA (15), A (14), RS (16), RDA (15), dan DR (15). Satu pelaku berinisial A masih buron.

Kombes Zain menuturkan, ada pelaku yang berperan sebagai pengendara dan ada pula yang berperan sebagai penumpang.

Dalam kasus ini, ada dua pelaku yang membawa celurit. Senjata tajam itu kemudian digunakan pelaku untuk menganiaya korban R (20). Barang bukti yang diamankan dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama yaitu tiga unit sepeda motor, dua celurit, delapan handphone, dua sweater, dan dua topi.

Untuk kasus pencurian dengan kekerasan yang kedua, terjadi di Jalan Prabu Kian Santang, Gabang Raya, Kecamatan Priok Jatiuwung, Kota Tangerang. Ada lima pelaku yang terlibat dalam kejadian. Namun, baru satu pelaku yang sudah ditangkap yaitu NIK. Empat pelaku lainnya masih buron yaitu M, R, B, dan MF.

“Kemudian adapun motif pelaku dari dua TKP ini, pelaku memang mengincar korbannya untuk mendapatkan hp (handphone). Nanti HP-nya dapat dikuasai dan dijual, intinya motif ekonomi,” ungkap Zain. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu handphone, satu motor, satu senjata tajam jenis parang, dan satu box HP milik korban.

Para pelaku disangkakan Pasal 365 KUHP ayat 2 dan Pasal 76 UU Nomor 35 UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Tangkap 1 Begal Ponsel di Jatiuwung dan 4 Lainnya Masih Buron

Published

on

By

Selasa, 2 Agustus 2022 07:20 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota berhasil menangkap satu dari lima pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Prabu Kian Santang, Kelurahan Gabang Jaya, Kecamatan Periuk Jatiuwung, Kota Tangerang, pada 5 Juli 2022.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengungkapkan bahwa aksi tersebut terjadi sekira pukul 03.00 WIB, tepatnya di depan pangkas rambut Berkah. Ia kemudian menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Menueut Kombes Zain, awalnya pelaku datang berboncengan dan memarkirkan sepeda motornya di dekat korban. Sedangkan pelaku lainnya berada di seberang jalan untuk mengawasi dari jarak sekitar 2 meter. Baca juga: Detik-detik Komplotan Begal Lukai Korbannya di Batu Ceper Tangerang

“Tersangka NIK dan M turun dari sepeda motor. Dengan mengacungkan senjata tajam parang (golok) ke arah korban (D dan S) sambil berteriak, ‘Mana HP lo’,” ujar Kombes Zain di Mapolsek Batu Ceper, Senin (1/8/2022).

Selanjutnya, kedua korban menyerahkan ponsel miliknya ke pelaku karena ketakutan. Para pelaku kemudian melarikan diri setelah melancarkan aksinya. Setelah itu, pada 27 Juli 2022 polisi menangkap satu pelaku inisial NIK di Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor, satu unit handphone, dan senjata tajam jenis parang.

“Saat ini empat pelaku lainnya yang masih belum tertangkap dan masuk DPO yaitu M, R, B, dan MF.

Zain mengungkapkan, motif para pelaku adalah mengincar ponsel yang dibawa korban. Setelah itu, ponsel tersebut dijual dan hasilnya dibagi oleh para pelaku.

Para pelaku disangkakan Pasal 365 KUHP ayat 2 dan Pasal 76 UU Nomor 35 UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News