Connect with us

Berita Terkini

Apabila Temukan Penyalahgunaan Sertifikat Vaksin, Laporkan ke Hotline Polda Metro Jaya

Published

on

Sabtu, 4 September 2021

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya membuka layanan hotline pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan kemungkinan adanya aplikasi vaksinasi Covid-19 maupun aplikasi pedulilindungi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, di Polda Metro Jaya mengatakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah membuat layanan hotline melalui media sosial Instagram Siber Polda Metro Jaya.

“Anda bisa pesan langsung ke sana atau Whatsapp melalui Posko Pengaduan PPKM Darurat di nomor 081113110110,” kata Kapolda Metro Jaya, setelah tim dari Polda Metro Jaya menangkap dua orang terduga pelaku pemalsu dan penjual sertifikat palsu vaksinasi Covid-19 yang terintegrasi dengan aplikasi pedulilindungi .Indo.

Menurut Kapolda, kalau masyarakat sedang browsing dan menemukan ada postingan yang menawarkan sertifikat vaksin yang bisa terkoneksi dengan aplikasi pedulilindungi, agar melaporkan ke polisi.

“ini untuk keselamatan bersama,” katanya.

Kasus penjualan palsu vaksinasi itu terkuak setelah petugas menemukan akun media sosial Facebook atas nama Tri Putra Heru yang menawarkan jasa pembuatan sertifikat vaksinasi tanpa vaksin, tapi terintegrasi dengan aplikasi.id.

“Saat dilakukan komunikasi ke akun facebook tersebut, diketahui akun itu menjual sertifikat vaksin tanpa vaksinasi dan bisa terkoneksi dengan akun pedulilindungi,id. Harga satu sertifikat vaksin Rp320.000,” kata Kapolda.

Berdasarkan fakta tersebut, polisi dari Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap FH dan melakukan pemeriksaan yang mengarah ke sesorang berinisial HH.

HH kemudian diketahui sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut. HH memanfaatkan posisi sebagai staf tata usaha Kelurahan Muara Karang, Jakarta Utara, untuk menginput data vaksinasi palsu ke dalam sistem yang terintegrasi dengan aplikasi pedulilindungi.id

“Pelaku HH membuat sertifikat vaksin pada sistem P-Care BPJS yang terkoneksi dengan aplikasi pedulilindungi tanpa melalui prosedur yang ditentukan,” katanya.

Fadli menjelaskan. pada prosedur normal seseorang mendapatkan sertifikasi setelah divaksin, kemudian datanya diinput secara manual oleh petugas. Warga yang telah disuntuk vaksin dapat sertifikat setelah aplikasi pedulilindungi.id.

“Petugas kelurahan itu, karena dia miliki akses dan mengetahui username dan password P-Care maka dia bisa menjual sertifikat vaksin tersebut,” katanya.

Polisi kemudian menangkap HH dan dari keterangan HH diketahui bahwa dia telah menjual sebanyak 93 sertifikat palsu vaksin Covid-19 yang datanya terintegrasi pada aplikasi pedulilindungi.id

Akibat perbuatan pembuatan dan penjualan sertifikat bodong vaksinasi Covid-19 tersebut, HH dan FH, dijerat dengan Pasal 30 dan 32 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yakni dengan sengaja tanpa hak melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, menghilangkan, menyembunyikan informasi elektronik dan/atau dokumen milik orang lain atau milik publik.

Para pelaku ini terancam hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp600 juta.

2. POLRES METRO JAKARTA UTARA

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Dua Kurir 2 Kilogram Sabu di Jelambar

Published

on

By

Senin, 20 September 2021

TribrataNews PMJ — Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua tersangka kurir narkotika jenis sabu seberat dua kilogram di samping SPBU Kelurahan Jelambar,Jalan Raya Prof Dr Latumenten Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan kedua tersangka berinisial JM dan MP yang kini mendekam dalam ruang tahanan di Polres Metro Jakarta Utara untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Pada Senin lalu tanggal 13 September 2021, dilakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka yaitu JM dan MP di sekitar Jalan Latumenten, Jakarta Barat. Mereka kurir, sekali mengantar dibayar Rp30 juta per kilogram. Satu kilogram (dibayar) tiga puluh juta artinya kalau dia bawa dua kilogram (dibayar) Rp60 juta,” kata Kombes Guruh saat konferensi pers kasus narkoba di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Senin (20/9/2021).

Kapolres mengatakan kedua tersangka membawa dua kilogram sabu yang dikemas dalam 23 plastik klip berbagai ukuran. Sebanyak 23 plastik klip itu dengan rincian 14 plastik ukuran besar dan sembilan lagi dalam plastik klip berukuran sedang. Barang bukti tersebut disembunyikan dalam tas yang dibawa-bawa oleh kedua tersangka saat penangkapan.

Kedua tersangka sudah menjadi target anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara sejak polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa keduanya juga membawa narkoba di daerah Jembatan 3, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Keduanya (tersangka) mengaku bulan (September) ini sudah dua kali ya (membawa narkoba). Sebelumnya juga sudah membawa (narkoba) ada tiga kilogram. Kemudian tim dari anggota kami melaksanakan kegiatan penangkapan yang dilanjutkan dengan pengembangan di daerah Jakarta Barat,” kata Kapolres.

Selain itu, polisi juga menemukan satu unit timbangan digital dan tiga unit ponsel dari tangan para tersangka.

Kemudian dari hasil pengembangan barang-barang tersebut, ditemukan informasi tentang seorang tersangka lagi berinisial A, diduga menjadi penerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman tersebut di Jakarta Barat.

“Tersangka A saat ini sedang kami kejar dan kami jadikan Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Kapolres.

Semua barang bukti tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Guruh mengatakan kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Ancaman hukumannya adalah 20 tahun penjara Kemudian denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” kata Kapolres.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Penembakan Ketua Majelis Taklim, Tim Labfor Analisa CCTV dan Proyektil

Published

on

By

Senin, 20 September 2021

TribrataNews PMJ — Kasus penembakan yang menewaskan ketua majelis taklim di Tangerang pada Sabtu (18/9/2021) malam masih terus diselidiki polisi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan pihaknya telah melakukan analisa dan pengumpulan bukti serta pemeriksaan terhadap para saksi terkait peristiwa tersebut.

“Polres Tangerang Kota diback up Dit Reskrimum Polda Metro Jaya kemarin sore sudah melakukan analisa evaluasi juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa beberapa saksi termasuk keluarga, tetangga dan terakhir bersama-sama ada sekitar 5 saksi. Kemungkinan bisa bertambah lagi,” kata Kombes Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (20/9/2021).

Kombes Yusri menjelaskan, tim Labfor juga tengah menganalisis proyektil yang sempat menyasar ke rumah korban dalam aksi penembakan tersebut.

“Tim melakukan analisa CCTV karena kejadiannya sudah mulai gelap, termasuk proyektil karena dalam penembakan tersebut menembus dan menyasar ke pintu rumah korban,” lanjutnya.

“Itu sedang dianalisis oleh tim Labfor untuk mengetahui jenis senjata apa yang digunakan pelaku,” tukas Kombes Yusri.

Sebelumnya, telah terjadi peristiwa penembakan seseorang bernama Marwan alias Alex di Jalan Gempol, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Sabtu (18/9/2021) malam, sekira pukul 18.30 WIB.

Korban yang merupakan ketua majelis taklim dan ahli pengobatan alternatif itu meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Continue Reading

8. POLRES METRO BEKASI

Polres Metro Bekasi Bubarkan Ratusan Pengunjung Diskotek di Jalan Inspeksi Kali Malang Tambun Selatan

Published

on

By

Senin, 20 September 2021

TribrataNews PMJ – Polisi dari Satresnarkoba Polres Metro Bekasi menghentikan dentuman musik di dalam diskotek, Senin (20/9/2021) dini hari. Ratusan pengunjung yang sedang asyik dugem ditemani wanita-wanita seksi, kaget saat melihat polisi masuk ke dalam diskotek.

Polisi mengambil langkah tegas dengan membubarkan kegiatan tersebut. Para pengunjung diminta keluar ruangan setelah menyelesaikan seluruh pembayaran. Tindakan tegas tersebut, menurut Kasatresnarkoba Polres Metro Bekasi, AKBP Farlin Lumban Toruan, dilakukan dalam rangka penerapan PPKM level 3.

“Kami lakukan razia di tempat-tempat hiburan malam yang masih membandel, dan melangar protokol kesehatan. Karena kedapatan melanggar, yakni beroperasi hingga larut malam dan tidak menerapkan protokol kesehatan, dua diskotek terpaksa kami segel,” tegas AKBP Farlin.

Sebanyak dua diskotek yang disegel karena tetap beroperasi hingga larut malam tersebut, berada di Jalan Inspeksi Kali Malang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Petugas juga mendata para pengunjung, lalu memasang garis polisi, dan memasang papan penyegelan.

Farlin mengatakan, selama PPKM level 3 tempat hiburan malam dilarang beroperasi hinggga status PPKM level 3 berakhir. “Kami akan memberikan sanksi pidana kepada pengelola diskotek yang melanggar PPKM level 3 ini,” tegasnya.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News