Connect with us

21. DITLANTAS

Ada Tambahan Tiga Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jakarta Hari Ini, Berlaku Mulai Pukul 06.00 Hingga 22.00 WIB

Published

on

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya kembali menambah daftar penyekatan jalan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta sejak 3-20 Juli 2021. Terbaru, ada tiga titik penambahan penyekatan yakni di Jalan Fatmawati dan Jalan Antasari di Jakarta Selatan dan Jalan Raya Cijantung di Jakarta Timur. Penambahan tiga titik penyekatan yang berlaku pukul 06.00 hingga 08.00 WIB telah disosialisasi pada Sabtu (10/7/2021).

Pada Senin (12/7/2021) ini, Ditlantas Polda Metro Jaya menetapkan penyekatan tiga titik tersebut mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. “Nanti full, pukul 06.00 sampai 22.00 WIB, baru kami laksanakan pada Senin (12/7/2021),” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Sabtu (10/7/2021), dikutip dari laman NTMC Polri.

Polisi menyebut penyekatan diberlakukan bagi masyarakat yang bekerja di luar sektor esensial dan kritikal. Penambahan lokasi penyekatan untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta.  Adapun tiga ruas jalan yang dilakukan penyekatan kendaraan menambah daftar lokasi pembatasan mobilitas sebelumnya.

Pada awal pelaksanaan sebelumnya, polisi hanya menyekat 63 titik ruas jalan di Jakarta. Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo kemudian mengumumkan penambahan lokasi penyekatan menjadi 72 titik. Kini total lokasi penyekatan menjadi 75 titik yang diberlakukan di beberapa akses masuk ke Jakarta.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyekat 63 titik. Dari 63 titik ruas jalan, 28 di antaranya ada di batas kota dan jalan tol. Sedangkan 21 titik jalan yang rawan pelanggaran protokol keaehatan dan 14 pengendalian mobilitas yang diawasi dengan patroli. “Maka ada 63 titik yang akan kita jaga. Terdiri dari 28 titik di batas kota dan jalan tol. Untuk 21 titik di pembatasan mobilitas dianggap rawan pelanggaran yang selama ini sudah berlakukan, dan 14 titik pengendalian mobilitas, ” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, pada Jumat (2/7/2021) lalu.

Berikut 28 titik pembatasan mobilitas di dalam tol, dalam batas kota atau provinsi dan jalur utama:

Pembatasan mobilitas di dalam kota

1. Bundaran Senayan

2. Semanggi

3. Bundaran HI

4. TL Harmoni

 

Pembatasan mobilitas di dalam tol Arah Timur ke Barat

1. Gerbang Tol Tegal Parang

2. Gerbang Tol Polda Arah Barat ke Timur

3. Gerbang Tol Semanggi

4. Gerbang Tol Senayan

5. Gerbang Tol Pancoran

 

Pembatasan mobilitas di batas kota

1. Ringroas Tegal Alur, Jakut

2. Pos Joglo Raya, Jakbar

3. Pos LTS Kalideres, Jakbar

4. Perempatan Pasar Jumat, Jaksel

5. Ciledug Raya (Unibersitas Budi Luhur), Jaksel

6. Lampiri Kalimalang, Jaktim

7. Panasonic Jalam Raya Bogor, Jaktim

8. Depan SPBU Cilangkap, Depok

9. Jalan Parung Ciputat, Depok

10. Batu Ceper, Tangkot

11. Jati Uwung, Tangkot

12. Jalan Sultan Agung Meda Satria, Bekasi Kota

13. Jalan Nur Ali Sumber Arta, Bekasi Kota

14. Kedung Waringin, Bekasi Kabupaten

15. Tambun, Bekasi Kabupaten

16. Bintaro, Tangsel

17. Legok, Tangsel

18. Lenteng Agung, Depok

19. Kolong Cakung, Jaktim

 

Berikut 21 titik jalan rawan pelanggaran protokol kesehatan yang disekat:

Jakarta

1. kawasan Bulungan (Jaksel)

2. Kawasan Kemang (Jaksel)

3. Jalan Gunawarman dan Jalan Suryo (Jaksel)

4. Kawasan Sabang (Jakpus)

5. Kawasan Cikini (Jakpus)

6. Kawasan Asia-Afrika (Jakpus)

7. Kawasan BKT (Jaktim)

8. Kawasan Kota Tua (Jakbar)

9. Kawasan Boulevard Kelapa Gading (Jakut)

10. Kawasan Pantai Indah Kapuk (Jakut).

 

Tangerang Kota

1. Jalan Kali Pasir

2. Jalan Bandeng Raya

 

Tangerang Selatan

1. Kawasan Boulevard Alam Sutera

2. Jalan Sutera Utama

3. Jalan Gading Serpong

 

Depok

1. Jalan M Yasin tepat depan STIE MBI

2. Jalan M Yasin tepat depan McDonal’s

 

Bekasi Kota dan Kabupaten

1. Jalan Boulevard Bekasi Kota

2. Jalan Utama Sumarecon

3. Jalan Cikarang Baru

4. Jalan Cikarang Selatan tepat depan Cifest Walk

 

Sedangkan 14 titik pengendalian mobilitas, sebagai berikut :

1. Jalan Kasa (Jakpus)

2. Jalan Salemba Tengah (Jakpus)

3. Jalan Ulin Sumoharjo, Jatinegara (Jaktim)

4. Jalan Sutoyo Kramat Jati (Jaktim)

5. Jalan Raya Bogor depan Pusdikkes (Jaktim)

6. Jalan Wolter Monginsidi (Jaksel)

7. Jalan Cipete Raya, Cilandak (Jaksel)

8. Jalan Cikajang (Jaksel)

9 Jalan Gunawarman (Jaksel)

10. Kawasan Sunter (Jakut)

11. Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (Jakut)

12. Kawasan Mangga Besar (Jakbar)

13. Kawasan Taman Sehati Cikarang

14. Kawasan Distrik Meikarta Cikarang.

21. DITLANTAS

Sembilan Hari Operasi Patuh Jaya 2022, Polisi Tindak 21.475 Pelanggar Lalu Lintas

Published

on

By

Kamis, 23 Juni 2022 10:15 WIB

TBNews PMJ – Sebanyak 21.475 kendaraan melanggar aturan lalu lintas dan ditindak petugas selama Operasi Patuh Jaya 2022 yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jumlah tersebut berdasar data pelanggaran yang dicatatkan Polda Metro Jaya selama sembilan hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022 terhitung sejak Senin (13/6/2022).

“Hasil rekap penegakan hukum dalam Ops Patuh Jaya 2022 hari kesembilan jumlah penindakan 21.475,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam, Rabu (22/6/2022).

Secara terperinci, sebanyak 19.566 pengendara ditindak dengan sanksi teguran oleh petugas di lapangan. Sementara 1.909 pengendara lain yang melanggar ditilang secara elektronik menggunakan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

“Untuk rincian penindakannya, 1.909 ditilang menggunakan E-TLE. Teguran oleh petugas sebanyak 19.566,” kata Jamal.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2022 yang dilaksanakan selama dua pekan sejak 13 hingga 26 Juni 2022. Operasi tersebut dilakukan seiring dengan digelarnya Ops Patuh 2022 oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri secara serempak di semua wilayah sejak Senin kemarin.

Operasi Patuh Jaya 2022 bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya agar tertib dan disiplin berlalu lintas.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Lima Hari Operasi Patuh Jaya 2022, Sebanyak 1.115 Pelanggar Lalin Ditilang Melalui Kamera E-TLE

Published

on

By

Senin, 20 Juni 2022 11:20 WIB

TBNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menindak 12.217 pengendara selama lima hari dalam Operasi Patuh Jaya 2022. Kegiatan itu telah dilakukan sejak 14 Juni-26 Juni 2022 mendatang.

“Hasil rekap penegakan hukum dalam Operasi Patuh Jaya 2022 selama 5 hari pelaksanaan mulai tanggal 13-18 Juni 2022 penindakan dengan jumlah 12.217 pelanggaran,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam dalam keterangannya, Sabtu (18/6).

Menurut AKBP Jamal, dari 12.217 pelanggar lalu lintas, 1.115 pelanggar diantaranya ditilang melalui kamera E-TLE dan diberikan teguran simpatik 11.102 pelanggar sehingga berjumlah 12.217 pelanggaran. Kemudian dari total penilangan, sebanyak 41 pengendara kedapatan menggunakan handphone saat berkendara, 35 pengemudi melebihi batas kecepatan serta tidak menggunakan sabuk pengamanan sebanyak 973 orang.

“Ganjil-genap 66. Sehingga jumlah 1.115. Khusus jumlah penindakan pelanggaran Gage di 25 ruas jalan dari tanggal 13 – 17 Juni 2022 sebanyak 469 pelanggar,” terang AKBP Jamal.

Selanjutnya, AKBP Jamal mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas. Masyarakat sebagai pengguna jalan diharapkan lebih disiplin dan tertib berlalu lintas, patuhi segala aturan tertib berlalu lintas di jalan. Selain itu, pengguna jalan juga harus menghormati hak-hak pengguna jalan yang lain dan utamakan keselamatan saat berkendara di jalan.

“Semoga dengan Operasi Patuh Jaya 2022, masyarakat lebih meningkat disiplinnya dan tertib berlalu lintas dan bisa menurunkan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban,” harap AKBP Jamal.

Continue Reading

21. DITLANTAS

E-TLE Catat Ada 614 Penindakan, Selama Tiga Hari Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022

Published

on

By

TBNews PMJ – Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, resmi menggelar operasi kepolisian Patuh Jaya 2022 yang dimulai sejak hari Senin (13/6/2022) hingga Minggu (26/6/2022) mendatang. Selama tiga hari pelaksanaannya tercatat ada 614 lebih penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).
Operasi ini, ditujukan untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan penekanan guna meminimalisir terjadinya angka kecelakaan lalu lintas yang berujung maut.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) telah mencatatkan 600 lebih penindakan yang terjadi dalam gelaran Operasi Patuh Jaya 2022

Kombes Sambodo melanjutkan, terkait dengan berapa jumlah penindakan yang dilakukan para kendaraan dengan plat nomor khusus dan rahasia, pihaknya belum masih bisa untuk membeberkan hal itu.

Dalam Operasi Patuh 2022 ini, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, pelaksanaan Operasi kali ini bakal berbeda dengan pelaksanaan Operasi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tidak menitikberatkan kepada Operasi yang dilaksanakan secara stationer di jalan maupun mengejar target, menangkap, melakukan penindakan kepada para pelanggar sebanyak-banyaknya itu tidak. Kita akan dieksistensi pada kegiatan Operasi tahun ini dengan menggunakan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE),” kata Irjen Firman Shantyabudi saat gelaran apel Operasi Patuh 2022 di Polda Metro Jaya, Senin (13/6/2022).

Irjen Firman Shantyabudi menjelaskan, kendati menitikberatkan penggunaan teknologi ETLE untuk memantau pelanggaran di jalanan, pihaknya bakal tetap menempatkan sejumlah petugas Kepolisian di lokasi guna memberikan edukasi dan pencegahan kepada para pihak yang melanggar.

“Jajaran yang melaksanakan kegiatan Operasi ini dititikberatkan pada kegiatan edukasi dan preventif, sementara kegiatan penegakkan hukum akan dilaksanakan melalui kegiatan elektronik (ETLE),” ujar Irjen Firman Shantyabudi .

“Evaluasi dari giat rutin yang rekan-rekan laksanakan selama ini, maupun kelengkapan kamera yang ada pada teguran di masing-masing Polda, silakan dijadikan evaluasi dan target kita hari ini,” sambung dia.

Sementara itu, terkait Operasi ini, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya bakal lebih menekankan pengendara yang menggunakan rotator dan plat nomor khusus yang kerap menyalahi aturan.

“Penekanannya adalah untuk pengguna rotator dan pengguna plat khusus. Tidak ada keistimewaan yang menggunakan rotator atau plat khusus, saya juga sedang mengevaluasi dan memerintahkan Dirlantas untuk menertibkan plat-plat khusus dan rotator apabila ditemukan,” ujar Kapolda.

Sebagai informasi, dalam Operasi Patuh 2022 ini, polisi setidaknya menargetkan sebanyak 8 jenis pelanggaran, di antaranya, penggunaan knalpot bising, penggunaan rotator, aksi balap liar, melawan arus, penggunaan handphone saat mengemudi, penggunaan helm yang tidak sesuai standar, berkendara tak menggunakan sabuk keselamatan, serta berboncengan roda dua melebihi satu orang.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News