Connect with us

Berita Terkini

100 Hari Kerja Kapolri, Sebanyak 1.864 Kasus Diselesaikan Dengan Restorative Justice

Published

on

Tribratanews PMJ — Polri menyatakan sebanyak 1.864 kasus yang diselesaikan dengan menggunakan pendekatan Restorative Justice atau keadilan restoratif dalam 100 hari kerja Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri.

“Sudah dilakukan sebanyak 1.864 di masing-masing Polda,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers 100 hari kinerja Kapolri, di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/5/21).

Irjen Argo Yuwono menjelaskan, terkait dengan keadilan restoratif, saat ini, pihaknya sedang menggodok Peraturan Kepolisian (Perpol) untuk mengatur mengenai penerapan restorative justice di Korps Bhayangkara. “Akan kami garap peraturan kepolisian berkaitan dengan penerapan keadilan restorative justice dalam penanganan tindak pidana,” jelas Kadiv Humas Polri.

Kadiv Humas juga mengatakan, pendekatan restoratif itu dilakukan terhadap beberapa kasus dan telah dilakukan di seluruh Indonesia. Misalnya, di Bareskrim ada kasus di Direktorat Tindak Pidana Umum, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, ataupun Direktorat Tindak Pidana Siber yang telah diselesaikan menggunakan pendekatan restoratif.

Selain itu, terdapat juga beberapa contoh kasus lain di seluruh Indonesia yang menggunakan pendekatan yang sama. Dalam hal ini, restoratif justice membuat aparat dapat mengambil diskresi sehingga pihak pelapor ataupun yang dilaporkan berdamai. “Misalnya ada seperti kemarin, kasus-kasus nenek ngambil kapas. Yang bisa kami selesaikan restorative justice, itu tidak masalah,” jelas Kadiv Humas.

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Hoax! Pesepeda Terkapar Usai Tangannya Ditebas Begal

Published

on

By

Kamis, 28 Oktober 2021 09:56 WIB

TribrataNews PMJ – Beredar viral video seorang pesepeda yang tangannya ditebas oleh begal, dan terbaring di jalan raya, Kamis 28 Oktober 2021. Dalam video berdurasi 9 detik yang diunggah akun cetul222 di Instagram, terlihat sejumlah pesepeda mengelilingi korban.

Korban tampak menggunakan kaus warna abu-abu dan celana warna hitam. Ia terbaring di pinggir jalan bersebelahan dengan trotoar pejalan kaki.

“Astagfirullahaladzim, Astagfirullahaladzim,” ujar pria yang memvideokan kejadian tersebut. “Saya juga gak lihat (kejadiannya),” kata seorang pesepeda perempuan yang berada dekat dengan korban.

Dalam video tersebut tampak belasan pesepeda mengelilingi korban. Sedangkan korban dalam posisi terbaring dan tidak banyak bergerak. Admin akun tersebut menyebutkan dalam postingannya bahwa korban diduga menjadi korban begal karena menggunakan sepeda berharga mahal.

“Informasi yang mimin terima, Anak dari bos perusahaan ternama di tebas tangan nya hampir putus sm perampok… Sepedanya di incar yg seharga Rp. 250 juta. Bagi yang mempunyai info lanjutnya silahkan tambahkan,” kata admin cetul222.

Dan ternyata, info tersebut hoax. Peristiwa yang sebenarnya adalah kejadian kecelakan sepeda terjadi di kawasan Jalan Bintaro Tangerang Selatan beberapa hari yang lalu. Sehinggga penjelasan tentang video dan foto yang mengatakan korban dibegal, dibacok, harga sepeda ratusan juga adalah berita yang tidak benar..HOAX..dan tidak bertanggung jawab.

Informasi yang diperoleh dari Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan, Iptu Nanda Setya menyebut wanita tersebut merupakan korban atas insiden tabrakan yang terjadi antarpesepeda saat melaju di jalanan. Iptu Nanda Setya mengatakan insiden tersebut terjadi di Jalan Boulevard Bintaro pada pekan lalu, yakni Rabu, 20 Oktober 2021.

“Iya (benar ada insiden tersebut), itu kejadian tanggal 20 ya,” kata Iptu Nanda saat dikonfirmasi, Kamis.

Iptu Nanda menjelaskan, kecelakaan itu terjadi lantaran korban bertabrakan dengan pesepeda lain dalam rombongannya saat melaju di jalan raya. “Tabrakan antarsepeda yang masih dalam satu rombongan juga, jadi masih rekan dari korban sendiri,” ujarnya.

Iptu Nanda mengatakan, korban lantas dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, Iptu Nanda tidak menjelaskan secara detail kondisi korban.

“Untuk korban langsung dibawa ke RS pada saat itu untuk penanganan medis,” katanya.

Iptu Nanda memastikan tidak ada kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang terlibat dalam insiden kecelakaan tersebut. “Tidak ada kendaraan bermotor yang terlibat,” ujarnya.

Iptu Nanda menambahkan, kasus kecelakaan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak-pihak yang terlibat. “Untuk kejadian saat itu, langsung diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak,” katanya.

Continue Reading

7. POLRES METRO BEKASI KOTA

Demi Keamanan, Polres Metro Bekasi Kota Dukung Pemasangan Spanduk Parkir Gratis di Minimarket

Published

on

By

Kamis, 28 Oktober 2021 09:23 WIB

TribrataNews PMJ – Baru-baru ini Indomaret sempat viral usai unggahan foto spanduk menggratiskan parkir bagi konsumennya tersebar di media sosial. Bahkan, tagar Indomaret sempat trending di media sosial twitter.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan, pihaknya siap mendukung kebijakan yang meningkatkan keamanan untuk masyarakat. Dia juga mengatakan, pemasangan spanduk tersebut telah dilakukan dengan koordinasi bersama kepolisian.

“Kalau untuk keamanan kan tidak ada masalah, kalau untuk keamanan semua baik, pemilik toko maupun masyarakat yang belanja. Ya untuk keamanan kami tidak masalah, kami mendukung” ucap Kompol Erna, Kamis (28/10/2021).

Kompol Erna mengatakan, pemasangan spanduk tersebut dinilainnya wajar. Sebab, sambungnya, hal tersebut juga sebagai layanan bagi konsumen minimarket itu sendiri. Selain itu juga mencegah adanya juru parkir ilegal.

“Dari pihak Indomaret juga dari awal membuka, mereka tidak berniat mau menggunakan jasa tukang parkir. Akhirnya kita pun juga dong berkoordinasi agar tidak timbul hal yang tidak di inginkan,” tambah Kompol Erna.

Kompol Erna juga mengimbau minimarket memasang pagar atau rantai pembatas dalam area parkirnya. Menurutnya, banyak orang yang tidak berkepentingan yang menyalahgunakan praktik juru parkir ilegal.

“Jadi jangan sampai disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan terkait masalah parkiran. Makanya kita imbau juga pasang peringatan untuk sama-sama menjaga kendaraannya,” pungkasnya.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Delapan Jambret Spesialis Pesepeda di Empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) Diungkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Published

on

By

Kamis, 28 Oktober 2021 09:05 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus delapan orang diduga spesialis pelaku penjambretan kepada para pesepeda dan masyarakat yang tengah berolahraga di empat lokasi Ibu Kota.

“Ini empat tempat kejadian perkara (TKP) yang diungkap Subdit Jatanras dengan delapan tersangka. Sebenarnya ada sembilan pelaku, tetapi satu masih dalam pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Rabu (27/10/2021) kemarin.

Dijelaskan Kombes Yusri, kasus pertama adalah penjambretan pada 1 Oktober 2021 di daerah Tanah Mas Raya di Kayu Putih, Pulo Gadung dengan dua orang pelaku tertangkap yakni inisial BG dan HS.

Kasus kedua adalah penjambretan pada 2 Oktober 2021 di daerah Pulomas, Jakarta Timur. Ada dua pelaku dalam kasus tersebut, namun baru satu pelaku yang berinisial ABL yang berhasil ditangkap, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pengejaran.

Kasus ketiga adalah penjambretan terhadap pesepeda di Setiabudi, Jakarta Selatan pada 21 Oktober 2021 dengan dua pelaku ditangkap berinisial BAP dan MI.

Kasus terakhir adalah penjambretan terhadap seorang perempuan yang tengah berolah raga di Tamansari, Jakarta Utara, pada 3 Oktober 2021.

Polisi kemudian menangkap dua pelaku yang berinisial MFI dan ABA dan saat dilakukan pemeriksaan keduanya juga terdeteksi positif mengonsumsi narkoba.

Sedangkan pelaku terakhir yang ditangkap petugas yakni berinisial M yang berperan sebagai penadah barang hasil curian.

Dijelaskan Kombes Yusri, modus keempat pelaku tersebut sama yakni keluar pada pagi hari sekira pukul 6.00 WIB dan mengincar pesepeda dan masyarakat yang berolahraga di tempat sepi.

“Pernah saya sampaikan kepada masyarakat yang hobi sepeda, tolong barang berharga betul betul diamankan, jangan menjadi satu kesempatan bagi pelaku pelaku ini. Ada rumus niat plus kesempatan sama dengan tindak pidana,” tambahnya.

Dia kemudian memberikan contoh, para pesepeda kerap menjadi incaran pelaku jambret karena lengah menyimpan barang berharga seperti ponsel.

“Teman-teman pesepeda pasti di kantong belakang isinya barang harga. Inilah digunakan pelaku untuk ambil menjambret barang si korban,” tuturnya.

Atas perbuatannya, ketujuh pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, sedangkan penadah barang hasil curian tersebut dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News